GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 20. DEWA PENYELAMAT _GDK


Jam mata kuliah sudah tiba. Kini Ricardo yang berlari buru-buru masuk ke ruang kelas menabrak Stefani. Membuat buku yang dipegang Stefani jatuh begitu saja ke lantai. "Maaf sudah membuat buku kamu jatuh." ucap Ricardo sambil mengambil buku Stefani yang terjatuh. Dosen yang melihat kejadian itu pun menggelengkan kepalanya.


"Cepat duduk di tempat duduk kalian. Hari ini kita kuis."ucap dosen itu kepada para mahasiswa mahasiswi yang hadir di sana. membuat Stefany gelagapan karena dirinya tidak memiliki persiapan sama sekali. Seperti biasanya Stefanie selalu ingin mengandalkan Almaira jika dosen meminta mengerjakan tugas dan juga ujian.


Tetapi untuk kali ini Almaira tidak bisa membantu sahabatnya itu. Mengadakan kuis secara mendadak membuat setiap mahasiswa-mahasiswa di sana gemetaran. Apalagi dosen yang mengajar saat ini menurut para mahasiswa mahasiswi satu angkatan dengan Almaira dosen itu memberi nilai sangat pelit.


"Apa?


"kuis?


"Mati aku boro-boro bisa menjawab. Aku saja bolos mata kuliah kemarin." gumam Stefani yang bolos kuliah ketika jam mata kuliah dosen itu berlangsung. membuat stephani sangat gelisah setia khawatir dosen itu memberikan nilai yang sangat rendah untuk menghalang dirinya akan wisuda sama seperti Almaira.


"Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang? tanya Stefani kepada Almaira yang duduk manis di depan. Sementara Stefani duduk di bagian belakang Almaira. Satu persatu dosen melontarkan pertanyaan. tak satupun yang bisa dijawab oleh Stefani padahal Almaira Sudah beberapa kali menjawab.


Kini kesempatan terakhir untuk Stefani mencoba menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen. Almaira yang merasa kasihan melihat Stefani Ia pun memberikan kode kepada Stefani. Berharap jawaban yang sudah ditulisnya di dalam kertas, dapat membantu Stefani menjawab pertanyaan yang diberikan dosen itu.


Kesempatan terakhir itu pun tidak disia-siakan oleh Stefani. Dengan penuh perjuangan Stephanie akhirnya dapat menjawab berkat bantuan Almaira. kuis sudah berakhir, jam istirahat pun tiba para mahasiswa mahasiswi sudah berhamburan keluar kelas menuju kantin.


"Syukur banget kamu memberikan jawaban itu kepadaku Almaira. Kamu Memang benar-benar sahabat yang sangat luar biasa paling mengerti posisiku saat ini. Kalau tidak ada kamu entah apa yang terjadi kepadaku tadi pasti aku akan mendapatkan nilai E dan tidak akan wisuda tahun depan." dan aku pasti wajib mengulangi mata kuliah sang dosen killer itu lagi." ucap Stefani yang merasa dirinya terbantu oleh Almaira.


Dari awal sudah saya katakan kepadamu Kamu harus memiliki persiapan belajar cobalah berubah sedikit saja. Mau sampai kapan kamu seperti ini tergantung kepadaku. Apa kamu tidak merasa rugi uang kedua orang tuamu, kamu habiskan untuk meluluskan kuliah Kamu ini agar kamu mendapatkan ilmu pengetahuan? Stephanie hanya menjawab Almaira dengan nyengir kuda.


Kita tahu sendiri kalau Almira hidup di Panti asuhan dan kuliah hanya mengandalkan beasiswa program Bidikmisi. Sehingga jika mata kuliah memerlukan biaya untuk tugas-tugas atau ngeprint tugas stefanilah yang selalu membantu Almaira. Untuk biaya ngeprint atau membeli segala perlengkapan yang diperlukan di mata kuliah.


"Ya sudah sebagai ucapan terima kasihku aku akan traktir kamu makan di kantin.


"Maaf untuk saat ini aku tidak ingin makan kebetulan tadi pagi aku sudah sarapan di rumah.


"Okey kalau tidak makan kita minum saja Aku ingin meminta penjelasan darimu mengenai anak yang tampan itu memanggilmu dengan panggilan Mami. Jangan biarkan aku mati ke penasaran."ucap Stephanie yang mampu membuat Almaira terkekeh.


"Ya sudah,kalau begitu kita duduk di taman saja tidak perlu di kantin. Aku tidak ingin orang-orang mendengarnya Aku ingin menceritakannya semua hanya kepada kamu Dan tolong jangan pernah kamu, katakan kepada siapapun jika aku menceritakannya semua." mohon Almaira jika dirinya memberitahu hal yang sebenarnya kepada Stefani.


"Aku ini sahabatmu Almaira, kita sudah cukup lama berteman tidak mungkin aku memberitahu rahasia kita kepada orang-orang. Kamu sudah sangat baik kepadaku, dan kamu juga yang selalu Dewa penolongku untuk menyelamatkanku dari amukan dosen killer itu."sahut Stefani sambil mengembangkan senyumnya berjanji tidak akan memberitahu kepada siapapun mengenai hubungan Almaira dengan Devan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓