
Gabriel menghela nafas panjang. Ia sedikit ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya. "Kenapa Mas diam?
"Apa Nona mengetahui perubahan Bos Bimo belakangan ini? Tanya Gabriel penuh selidik.
"Maksudnya apa ya? Aku tidak paham.
Apa kamu mengingat saat Bos Bimo mabuk malam itu? Almaira menganggukkan kepalanya.
"Apa Nona mengetahui Mengapa Bos Bimo sampai pergi ke klub malam dan mabuk? Padahal itu jarang sekali dilakukan oleh Bos Bimo. Almaira menggelengkan kepalanya.
Apa Nona ingin mendengar penjelasan mengapa itu terjadi? Almaira terdiam dan tidak menjawab. Tetapi Gabriel saat ini langsung mengutarakan dan memberitahu kepada Almaira, Mengapa Bimo saat itu pergi ke sebuah klub malam untuk menghibur diri.
"Sepertinya Bos Bimo sangat mencintai anda nona."
Almaira terhenyak mendengarkan Apa yang diucapkan oleh Gabriel kepadanya.
"Jangan ngaco dan jangan bercanda, aku tidak suka. Almaira membantah Apa yang diucapkan oleh Gabriel kepadanya.
Alasan terbesar Bos mabuk malam itu, karena ia melihat nona jalan dengan lelaki lain. makan di sebuah cafe. Yang kelihatannya kalian cukup dekat dan romantis sampai berpegangan tangan. Bos Bimo juga mendengar saat pria itu mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya kepada nona.
Setelah kejadian itu bos juga melihat Nona keluar dari rumah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari komplek perumahan yang ditempati oleh Bos Bimo selama ini. Bos Bimo melihat nona pergi bersama seorang pria masuk ke sebuah minimarket terlihat sangat dekat. Gabriel menuturkan Apa yang diucapkan Bimo.
Bos Bimo saat itu sangat cemburu. Padahal Nona sudah mengatakan sebelumnya Kalau Nona tidak memiliki kekasih. Bos Bimo sangat mencintaimu nona, tetapi ia enggan mengungkapkannya, karena dia takut kamu akan meninggalkan rumah utama keluarga Setiawan. Ia sadar dia sudah duda, sementara Nona masih wanita yang sangat muda dan masih memiliki impian besar.
Tetapi rasa cinta yang begitu dalam dimiliki Bos Bimo terhadap Nona, membuat dirinya lepas kendali dan ingin menghibur diri pergi ke sebuah klub malam dengan temannya. Almaira terpaku mendengar Apa penjelasan dari Gabriel.
Ia menjadi merasa bersalah terhadap Bimo. "Astaga Mas Bimo menyalah artikan kedekatanku dengan Ricardo atau dia menganggap aku menerima cinta pak dosen." Gumam Almaira di dalam hati.
"Maaf, kalau boleh tahu Mas Bimo saat ini di mana? tanya Almaira mencoba mencari tahu keberadaan Bimo saat ini. Karena sudah dua hari lamanya dia tidak kembali ke rumah dan memilih menginap di apartemen miliknya.
Dia ingin menenangkan diri dulu meratapi kesalahannya terhadap nona." sahut Gabriel yang mampu membuat Almaira semakin bersalah. Apalagi setelah Gabriel mengatakan kalau Bimo tidak konsentrasi dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya setelah kejadian malam itu.
"Tidak bisa begini terus. Aku akan menemui Mas Bimo." batin Almaira
"Katakan dimana sekarang mas Bimo. Saya ingin bertemu dengannya.
"Nona bisa bertemu dengannya di apartemen miliknya. Dia menginap dua malam ini di sana.
Gabriel langsung berpamitan kepada Almaira untuk segera kembali melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai asisten Bimo. Tentunya setelah melakukan pembayaran apa yang mereka pesan di cafe itu.
Almaira pun merasa bersalah. Ternyata dibalik diamnya Almaira terhadap Bimo berpengaruh besar terhadap bisnis Bimo saat ini. Pantas saja terlihat Nyonya Anita ingin sekali membicarakan hal tentang Mas Bimo kepadaku. gumam Almaira dalam hati.
"Aku harap dengan Nona Almira menemuinya, Bos akan kembali seperti dulu lagi, bersemangat untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai CEO perusahaan. Kalau tidak perusahaan bisa merugi. Gabriel melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil miliknya. Sementara Almaira masih duduk di mengingat-ingat Apa yang diucapkan oleh Gabriel kepadanya, tentang Bimo yang sangat mencintainya.
"Siang itu, Almaira kembali ke rumah utama Setiawan dengan menggunakan ojek online yang ia pesan sebelumnya. Sebelumnya Almaira sudah menghubungi Stefani untuk memberitahu kalau dirinya tidak akan kembali lagi ke kampus yang itu. Karena ada pekerjaan penting yang harus ia kerjakan, alasan itulah yang diucapkan oleh Almaira kepada sang sahabat berharap sang sahabat tidak kecewa kepadanya.
"Ya sudah tidak apa-apa. Kamu pulang saja ke rumah." ucap Stefani kepada sahabatnya yang paham betul dengan kondisi Almaira. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, dengan menggunakan ojek online yang ia gunakan Halmahera pun tiba di rumah. tampak depan menghampirinya berlari memeluk Almaira. Hingga Almaira pun berjongkok meraih
"Mom, aku ingin bertemu dengan Papi.
Kenapa Papi tidak pulang beberapa hari ini?" tanya Devan Yang penasaran Mengapa sosok Bimo tidak ada di rumah utama keluarga Setiawan. "Papi pasti sedang sibuk Sayang, sehingga tidak memiliki waktu untuk kembali kerumah. Almaira mencoba mencari alasan agar Devan tidak kecewa.
"Antarkan Devan bertemu dengan papi. Devan merindukan Papi."
Almaira menghela nafas menatap Nyonya Anita hingga keempat mata itu bertemu. Nyonya Anita menatap Almaira dengan tatapan yang sulit diartikan. "Mom apa boleh Almira membawa Devan bertemu dengan Mas Bimo? tanya Almaira meminta persetujuan dari Nyonya Anita
Nyonya Anita mengembangkan senyumnya
lalu menganggukkan kepalanya. Terlihat sopir pribadi datang menghampiri keduanya. Tentunya setelah mereka sudah bersiap pergi menemui Bimo di apartemen miliknya.
"Oma...., Devan pamit dulu. Doain misi Devan berhasil. Nyonya Anita mengembangkan senyumnya lalu memberikan kecupan hangat di wajah tampan cucunya itu. "Pergilah dan bawa kabar gembira untuk Oma."
Devan mengembangkan senyumnya, Almaira juga berpamitan kepada Nyonya Anita.
Almaira dan Devan masuk ke dalam mobil diikuti sang sopir pribadi keluarga Setiawan masuk dan duduk di bangku kemudi. "Maaf Nona Almaira ,kita mau ke mana?
"Apartemen milik Mas Bimo Papinya Devan." sahutnya sambil menatap Devan dengan tatapan penuh kasih sayang. Sang sopir pribadi langsung melajukan mobil yang Ia kederarai menuju apartemen mewah milik Bimo.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, melewati jalanan ibukota yang lumayan macet, Almaira dan Devan tiba di sebuah apartemen mewah. Almaira turun bersama Devan. Almaira bertanya kepada salah satu petugas keamanan di sana. Dari mana Dirinya dapat sampai ke apartemen milik Bimo Setiawan.
Petugas keamanan itu pun menuntun Almaira. Almaira dengan menggendong tubuh mungil Devan pun berjalan mengikuti petugas keamanan itu hingga dirinya tiba di sebuah lift yang ingin menghantarkannya ke lantai 20.
Beberapa menit di dalam lift, jantung Almaira sudah berdegup kencang. Setelah tiba di lantai 20, Di mana posisi apartemen mewah milik Bimo berada di sana. "Kita bertemu Papi di sini? tanya Devan penuh selidik.
"Iya sayang, sepertinya Papi berada di apartemen miliknya, sesuai dengan informasi yang mami dapat dari asisten."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓