
Almaira menghela nafas berat. "Sudah mas Tenang saja, izinkan Almaira kali ini untuk ikut membantu Mas." ucap Almaira kepada Bimo yang mampu membuat Bimo terhenyak. Kali ini Almira yang membantu Bimo untuk mempresentasikan materi yang sudah disiapkan oleh Aris. Terlihat Almaira mempresentasikan dengan sedetail mungkin membuat Tuan Bernando mudah untuk memahaminya.
Tuan Bernando begitu takjub mendengar perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan Setiawan group dalam mengelola perusahaan milik mereka, untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan milik Tuan Bernando terlihat Tuan Bernando mengembangkan senyumnya.
Ia pun akhirnya menyetujui bekerja sama dengan perusahaan milik Setiawan group Bimo bernafas lega. Akhirnya perusahaan miliknya memiliki kesempatan bekerja sama dengan perusahaan terbesar yang ada di kota Manila.
****
Sayang Aku tidak menyangka kau bisa melakukan ini semua untukku. Mungkin kalau kamu tidak ada, entah apa yang sudah terjadi saat ini. Pasti perusahaan Setiawan group kehilangan kesempatan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan ternama dari kota Manila." ucap Bimo kepada Almaira karena dirinya sangat bahagia dapat bekerja sama dengan perusahaan Tuan Bernando.
Sebelumnya Almaira minta maaf Mas. Ketika Mas berada di apartemen dan mengerjakan file-file yang ada di meja itu, Almiara mencoba memahaminya dan membuat materi sesuai dengan yang Almaira pelajari. Jadi sebenarnya yang Almaira presentasikan itu, tidak semua ide yang diberikan oleh Pak Aris.
Ada beberapa yang Almaira tambahkan di sana." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya kepada Bimo. Membuat Bimo merasa sangat bahagia.
Tidak sungkan-sungkan Bimo langsung meraih tubuh Almaira kepelukannya di dalam mobil miliknya. Bimo memberikan kecupan hangat di bibir manis Almaira, walaupun Pak Yono masih berada di bangku kemudi. Bimo seolah tidak peduli akan kehadiran Pak Yono yang ada disana.
Pak Yono memilih untuk menundukkan kepalanya agar tidak melihat sang majikan. "Maaf Tuan, kita langsung ke kantor." tanya Pak Yono ketika ia sudah melihat Bimo melepaskan pelukannya dari Almaira. Tidak, istriku belum makan tadi di resto. Pasti dia sudah lapar Sekarang. kita makan di restoran biasa. ucap Bimo kepada Pak Yono yang mengendarai mobil miliknya.
"Ah, kalau makan di restoran Almaira tidak mau, mending balik kerumah makan dirumah saja." ucap Almaira.
"Jadi kita makan di mana Sayang?" tanya Bimo kepada Almaira.
"Warung tenda biru." ucap Almaira yang mampu membuat Pak Yono langsung tertawa ngakak.
"Kenapa tertawa Pak Yono?" tanya Almaira kepada Pak Yono yang tiba-tiba saja tertawa ngakak ketika mendengar Almaira mengatakan kalau mereka makan di warung tenda biru.
" Bukan begitu Nona, apa kata orang nanti jika seorang CEO perusahaan ternama di negara ini yang wajahnya menghiasi layar kaca, setiap hari. Karena keberhasilannya mengembangkan perusahaan Setiawan Group makan di warung tenda biru langganan Pak Yono juga." Ucap pak Yono sambil mengembangkan senyumnya melirik Almaira dan Bimo dari kaca spion mobil itu.
"Memangnya salah ya Pak Yono kalau seorang CEO tidak bisa makan di warung tenda biru itu? tidak ada larangan juga kan. tanya Almaira sambil melirik ke arah Bimo.
"Sudah Pak, langsung saja menuju warung tenda biru. Turuti saja keinginan istri saya
"Istri?
Hummmmm
"Belum istri mas, lamaran saja belum.
"Jadi Sudah pengen langsung dilamar nih?
"Memang kamu maminya Devan kan. Itu berarti kamu itu istriku." ucap Bimo.
Almira menggelengkan kepalanya menatap Bimo dengan Tatapan yang penuh arti.
"Cepat Pak jalan mobilnya perut Almaira sudah lapar. Cacing-cacing di perut Almaira sudah berdemo minta jatah.
"Tadi di restoran Kenapa tidak makan?
"Tidak enak, tidak ada sesuai selera Almaira. masakannya aneh-aneh." gerutu Almaira sambil terkekeh. Pak Yono, masakan di restoran itu pasti aneh-aneh bukan? di lidah Almaira sama sekali tidak cocok. Bagaimana dengan di lidah Pak Yono, yang sering sekali menikmati menu makanan di tenda biru? tanya Almaira mengalihkan pertanyaan kepada Pak Yono. Membuat Pak Yono pun langsung tertawa cengengesan.
Jangan menyamakan saya Nona, dengan Nona. itu sangat jauh beda. Kalau makanan favorit Pak Yono hanya tahu dan tempe bacem itu sudah enak rasanya.
"Iya Pak Yono, Almaira juga suka, itu tahu dan tempe bacem. Apalagi ditambah dengan sayur tumis kangkung. Wah makannya Pasti sangat lezat." ucap Almaira sambil terkekeh membuat Bimo mengerutkan keningnya.
" Rasanya seperti apa tuh?" tanya Bimo yang belum pernah merasakan makanan favorite Pak Yono dan juga Almaira. "Mas pasti tidak suka dengan menu makanan itu. Karena mas tidak pernah merasakannya. Berbeda dengan Almaira yang dibesarkan di sebuah panti asuhan.
Apalagi ketika Panti mengalami krisis. Almaira dan adik-adik yang ada di sana hanya memakan nasi dengan tempe bacem doang. Terkadang nasi di bumbui garam. Itu biasa kami rasakan ketika hidup di Panti asuhan.
Entahlah bagaimana bisa Almaira berada di tengah-tengah keluarga Setiawan saat ini. Hingga saat ini jati diri Almira sama sekali tidak Almaira ketahui. Entah kedua orang tua Almaira masih hidup atau tidak, yang pasti Almaira sama sekali tidak mengetahui.
Tak ada satupun petunjuk yang dapat membuat Almaira bertemu dengan keluarga Almaira sendiri. Air bening sudah membasahi kedua kelopak mata Almaira. Ia berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya di hadapan Bimo Setiawan.
Iya mendengarkan kepalanya agar air matanya tidak menetes ke wajah cantiknya. Tetapi Sekuat apapun Almaira menahannya, air mata itu akhirnya terjun bebas membasahi wajah cantik Almaira. Bimo meraih tubuh Almaira kepelukannya. "Jangan menangis ada Mas di sini. Kita akan mencoba mencari siapa jati dirimu.
Mungkin Ibu Fatimah memiliki petunjuk atau ketika seseorang meninggalkanmu di Panti asuhan, saat masih bayi ada barang yang dapat menjadi petunjuk siapa jati dirimu sebenarnya." ucap Bimo kepada Almaira memberikan harapan kepada Almaira mengetahui siapa sosok jati dirinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak