
"Kamu tenang saja. Aku tidak akan membiarkan adik-adik Panti tidak mendapatkan santunan dari majikanmu. Dan aku juga akan mengatakan kepada sahabat kita Raihan dan Ricardo agar tidak memberitahu kepada siapapun tentangmu." ucap Stefani berjanji kepada Almaira kalau dirinya tidak akan memberitahu kepada siapapun tentang siapa sosok Almaira sebenarnya, di kehidupan Bimo Setiawan dan juga Devan.
Setelah selesai berbicara dengan Stefani,kini Almaira kembali gundah gulana. Setelah sahabatnya Stefani memberitahu kalau pemberitaan tentangnya di dunia sosial sudah viral. Membuat dirinya sedikit khawatir Apa tanggapan dari ibu Fatimah kelak nantinya.
Almaira benar-benar bingung. "Apa yang harus saya lakukan saat ini? membela diri juga tidak ada gunanya. Jika ia mengatakan pemberitaan itu bohong, ia takut menyakiti hati Devan dan juga bingung. Sehingga ia memilih untuk bungkam dan tidak berbicara apa-apa. Ia pun meminta kepada sahabat-sahabatnya untuk tidak memberitahu tentang dirinya.
Perlahan Almaira membuka satu persatu, lalu menggantungkan pakaian itu dengan hanger di lemari yang ada di dalam kamarnya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya. Ia terhenyak sekaligus bingung Siapa yang mengetuk pintu kamarnya. Padahal Hari sudah menunjukkan pukul 21.30 malam.
Almaira langsung berlalu menuju pintu kamarnya, membukanya perlahan. lalu melihat Siapa yang mengetuk pintu itu. Ia terhenyak, Bimo yang mengetuk pintu. Maaf Ada apa mas? ada yang bisa Almaira bantu? tanya Almaira kepada Bimo.
"Maaf Almaira, sudah mengganggu istirahatmu. Saya ingin berbicara kepada kamu. Apa kamu memiliki waktu? tanya Bimo penuh harap Almaira menganggukkan kepalanya. lalu keluar dari kamar yang selama ini ia tempati.
Berbicara di mana Mas?
Di sana saja sahutnya sambil menunjukkan gajebo yang ada di dekat kolam renang. Almaira menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Bimo berlalu meninggalkan kamarnya.
Bimo duduk di gajebo diikuti dengan Almaira.
"Maaf ada apa ya Mas? sepertinya serius banget.
"Apa kamu merasa terganggu dengan pemberitaan itu? Bimo langsung to the point mempertanyakan tentang pemberitaan yang ada di layar televisi itu.
Almaira hanya terdiam. Sudah tidak perlu dipikirkan, yang penting pemberitaan itu tidak berpengaruh buruk untuk bisnis Mas. Kalau masalah Almaira, Almaira bisa hadapi. Mas tenang saja." sahutnya dengan wajah yang datar.
"Kamu serius? tidak mempermasalahkan pemberitaan itu?
"Ngapain diambil pusing kalau pemberitaannya tidak benar. Santai saja, Paling juga mereka bosan sendiri menggosipkan yang tidak benar.
Tapi benar juga sih, pendapat-pendapat orang atau netizen yang sudah berkomentar di sosial media yang meminta mas untuk melepaskan masa duda mas. Karena Devan pasti membutuhkan figur seorang ibu.
Tidak salah juga Mas mencari Ibu sambung untuk Devan, karena aku yakin Devan pasti membutuhkan seorang ibu." ucap Almaira sambil mengembangkan semuanya menatap Bimo dengan tatapan penuh arti.
"Tapi beneran kan kamu tidak keberatan dengan pemberitaan itu.? sejujurnya keberatan sih, karena pemberitaan itu tidak benar adanya. Tapi selagi pemberitaan itu tidak merugikan bisnis Mas, itu tidak masalah bagiku." Aku pasti bisa mengatasi kalau teman-temanku yang lain." ucapnya meyakinkan dirimu agar tidak terlalu memikirkan pemberitaan yang viral di media sosial.
"Ada lagi yang perlu dibicarakan Mas? Kalau tidak ada lagi lebih baik Mas istirahat, karena besok Mas pasti akan ke kantor. Begitu juga dengan Almaira. Almaira harus segera menyelesaikan skripsi Almaira, agar segera kelar kuliahnya." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya dan bangkit berdiri dari tempat duduknya.
Tiba-tiba Bimo menarik tangan Almaira, hingga Almaira terjatuh pangkuan Bimo. jantung Almaira berdegup kencang. Begitu juga dengan Bimo. Bimo seolah terhipnotis oleh kecantikan alami yang dimiliki Almaira. jantungnya seolah berhenti berdetak menatap wajah kecantikan Almaira Yang semakin manis ia lihat
"Maaf Mas, ada apa?ucap Almaira sambil langsung bangkit dari pangkuan Bimo.
"Ada satu hal lagi yang aku ingin tanyakan kepadamu.
"Apa itu mas?
"Apa kamu sudah memiliki kekasih?
Almaira mengembangkan senyumnya mendengar pertanyaan Bimo itu. lalu Almaira menggelengkan kepalanya pertanda Iya benar-benar belum memiliki kekasih.
Bimo bernafas lega ketika Almaira menggelengkan kepalanya. "Memangnya ada apa Mas? tanya Almaira penuh selidik
"Oh tidak apa-apa, hanya takutnya kekasihmu akan marah melihat kita duduk berdua seperti ini." ucap Bimo sambil mengembangkan senyumnya salah tingkah.
"Seandainya saja Almaira memiliki kasih, dia tidak mungkin melihat kita duduk berdua di sini. Karena ini rumah mas." ucap Almaira membuat Bimo tertawa cengengesan. "Iya sudah, Mas lebih baik kita istirahat, ini sudah larut. Besok kita akan memulai aktivitas kita lagi." ucapnya sambil langsung bangkit berdiri berjalan meninggalkan Bimo disana. Bimo mengembangkan senyumnya lalu mengikuti Almaira termasuk ke dalam rumah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru teman mama
"Gadis Pecal lele jatuh cinta"