
"Aku sudah meminta kepada salah satu rekanku yang bertugas di dinas kepolisian untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang kau alami. Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kecelakaan yang kau alami, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.
Saya berharap kamu cepat pulih kembali karena hanya kamu satu-satunya asisten yang paling bisa saya andalkan. "Terima kasih Tuan atas doa Dan kepercayaan Tuan terhadap saya. Saya benar-benar merasa bersalah tidak dapat meeting siang ini bersama Tuan." ucap Aris sedikit merasa bersalah kepada Bimo Setiawan.
"Ini bukan salahmu. Namanya juga kecelakaan, Siapa yang tahu." ucap Bimo sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya, Jam sudah menunjukkan 09.20. Sepertinya kami harus pergi dari sini, sesuai dengan perjanjian kita kepada salah satu klien kita yang berasal dari kota Manila kita akan mengadakan meeting di salah satu restoran ternama yang ada di kota ini.
Tetapi sebelumnya aku harus pergi ke kantor dulu mengambil bahan-bahan meeting yang telah kita persiapkan sebelumnya padahal saya belum menguasai materi yang kamu berikan saya tanda tangani saat itu. Saya kira kamu bisa mempresentasikannya sendiri sehingga saya tidak mendetail untuk mempelajarinya." ucap Bimo Setiawan kepada Aris. Dibalas angkutan dari Aris.
"Astaga apa yang harus aku lakukan, pastilah Tuan Bimo belum menguasai materi itu. karena saya memberikan kepadanya hanya untuk meminta tanda tangan persetujuan." gumamnya dalam hati merasa bersalah.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit kemudian, Almaira dan Bimo Sudah tiba di kantor Setiawan. Bimo turun dari mobil mewah miliknya. Kemudian Ia pun membuka mobil itu dari sisi kiri. Almaira keluar dari mobil itu, bersamaan dengan Bimo.
Bimo menggenggam tangan Almaira masuk ke gedung pencakar langit itu. Tampak dari kejauhan, Siska memperhatikan kedatangan Bimo dengan Almaira yang berpegangan tangan. "Tidak akan lama lagi, aku akan benar-benar memisahkan kamu dari wanita murahan itu." gumam Siska di dalam hati sambil menata Almaira dengan tatapan elang.
Bimo dan Almira masuk ke lift khusus petinggi perusahaan. Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di ruang CEO Setiawan Group. Bimo membuka layar laptopnya dan mencari file yang akan mereka presentasikan kepada klien perusahaan Setiawan group yang berasal dari kota Manila.
Yang ternyata file itu sama sekali tidak ada di laptop Bimo membuat Bimo sedikit panik.
"Kenapa sayang? tanya Almaira yang melihat wajah Bimo panik.
"Filenya tidak ada sama sekali. Iya tidak ada di sini. Padahal Aris sudah memberikannya kepadaku. Aku harus bagaimana ini." gumam Bimo mondar-mandir di ruang kerjanya.
Bimo mencoba menghubungi nomor ponsel Aris. ternyata sambungan telepon selulernya sama sekali tidak tersambung. Bagaimana tidak, saat Aris mengalami kecelakaan, ponselnya terjatuh dan dilindas mobil
"Astaga, ponsel Aris tidak bisa dihubungi apa yang harus aku lakukan saat ini! teriak Bimo panik.
Almaira mencoba mencari file yang dimaksud oleh Bimo. "Mas pasti ada seseorang yang menghapus file itu dari laptop ini."ucap Almaira
"Maksud kamu sayang?"
"Iya file itu berada di sini. Tetapi ada seseorang yang sengaja menghapusnya. Mungkin dia tidak senang Mas dapat bekerja sama dengan perusahaan dengan client mas saat ini.
"Tapi siapa sayang?
Almaira juga tidak mengetahui, nanti kita akan coba mencari tahu siapa yang masuk ke ruangan ini sebelum mas dan Almaira masuk ke sini. Tetapi Almaira akan mencoba mengembalikan file itu, siapa tahu masih bisa.
Dengan kemampuan IT yang dimiliki Almaira. Iya mencoba mengembalikan file yang sudah terhapus dari layar laptop Bimo. Bimo sudah tampak gelisah dan menghubungi salah satu petugas keamanan untuk mengambil rekaman CCTV yang mengarah ke ruang kerjanya.
Bimo saat ini sudah pasrah kalau kali ini, ia kehilangan kesempatan menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan ternama dari kota Manila.
"Dapat! teriak Almaira kegirangan sambil memeluk Bimo.
"Maksud kamu sayang?
"Iya filenya bisa Almaira kembalikan lagi. mungkin yang menghapus file itu ilmu IT-nya masih di bawah rata-rata." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya memberikan kecupan hangat di wajah tampan Bimo. Karena dirinya berhasil mengembalikan file yang sudah terhapus di layar laptop Bimo.
Itu berarti Bimo masih memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan ternama dari kota Manila.
"Bagaimana caranya kamu mengembalikan file itu sayang? tanya Bimo penuh selidik kepada Almaira. Itu tidak penting Sekarang. yang penting saat ini kita harus segera pergi menemui Tuan Bernando." sahut Almaira kepada Bimo, dibalas anggukan dari Bimo.
Keduanya pun berlalu dari ruang CEO itu. sementara Siska yang duduk di meja kerjanya mengerutkan keningnya, bingung melihat Bimo dan Almaira pergi siang itu. "Mau pergi kemana mereka? tidak mungkin mereka meeting dengan Tuan Bernando." gumam Siska di dalam hati.
Almaira seolah tidak mengetahui sikap Siska terhadapnya. Padahal Almaira sudah sangat mengetahui apa dan bagaimana rencana Siska terhadap Bimo. Karena ia mendengar langsung dari mulut siska saat Almaira keluar dari kamar mandi beberapa hari yang lalu.
Sehingga Almaira menaruh curiga, ada seseorang yang menghapus file yang ada di layar laptop Bimo. Bimo dan Almaira masuk ke dalam mobil milik Bimo, berlalu menuju restoran. Dimana Tuan Bernando sudah menunggu mereka di sana.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Bimo dan Almaira tiba di restoran. Dua orang pelayan sudah mengembangkan senyumnya menyambut kedatangan Bimo dan Almaira.
Pelayan itu pun menuntun Bimo dan Almaira ke ruang VIP yang sudah dipesan sebelumnya. Ternyata di sana sudah ada Tuan Bernando menunggu kehadiranmu.
"Selamat siang Tuan, Maaf sudah membiarkan Tuan menunggu terlalu lama." ucap Bimo meminta maaf kepada Tuan Bernardo.
Bimo mendudukkan bokongnya tepat di hadapan Tuan Bernando diikuti dengan Almaira duduk di samping Bimo. "Tidak, saya masih baru sampai kok, belum terlalu lama Paling kira-kira 5 menit." Ucap Tuan Bernando sambil mengembangkan senyumnya. Salah satu pelayan datang menghampiri meja yang ditempati oleh Tuan Bernando, Almaira dan juga Bimo.
"Maaf Tuan, ini daftar menunya." ucap pelayan itu sambil memberikan daftar menu kepada Bimo dan Almaira. Terlihat Almaira bingung memesan makanan yang ada di restoran ini tak ada satupun yang disukai Almaira.
"Maaf saya memesan orange juice saja." ucap Almaira kepada pelayan itu.
"Saya ikut pesanan dia saja Nona."
pelayan itu berlalu meninggalkan meja yang ditempati mereka. "Mas belum menguasai materi yang diberikan oleh Aris kepada Mas. bagaimana bisa mas mempresentasikan file itu." bisik Bimo kepada Almaira.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏