
Kini Almaira dan Bimo sudah meninggalkan lokasi pesta ulang tahun pernikahan di Raul Lemos yang merupakan sahabat sekaligus rekan bisnis Bimo. "Mas pestanya mewah sekali Ya." ucap Almaira yang begitu takjub melihat ke kemewahan pesta ulangtahun pernikahan Raul Lemos dengan Aira.
Sepertinya di dekat sekali sama mas,
"Iya dia sahabatku sejak kecil. Di samping itu, dia juga rekan bisnisku sudah cukup lama semenjak mas mengenal namanya dunia Bisnis. Bimo kepada Almaira sambil terus mengendarai mobil miliknya melajukannya ke arah rumah utama keluarga Setiawan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit, mobil yang dikendarai Bimo Sudah tiba di rumah utama keluarga Setiawan. Terlihat petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang, langsung membuka pintu gerbang dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai oleh Bimo dapat masuk dengan leluasa.
Bimo keluar dari mobil miliknya. Tanpa menunggu Bimo membuka pintu untuknya, kini Almaira sudah ikut turun mengikuti Bimo. Padahal Bimo Sudah memutari mobil miliknya berniat untuk membuka pintu kepada Almaira. Tetapi Almaira sudah lebih dulu keluar dari mobil milik Bimo.
Melihat kehadiran Bimo dan Almaira, sudah tiba di rumah utama keluarga Setiawan. Terlihat sang asisten rumah tangga yang bekerja di sana pun mengebangkan senyumnya melihat kecantikan Almaira dengan penampilan yang berbeda.
"Wow, cantik sekali kamu kalau Almaira." Puji salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Membuat Almaira langsung tersipu malu. Mendengar pujian dari salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana.
"Bibi bisa saja, mungkin karena polesan make up nya saja. Sehingga Almaira terlihat cantik dan anggun seperti ini. Lagian ini baru pertama sekali wajah Almaira di poles make up dan menggunakan gaun seperti ini. Membuat Almaira terasa asing Bibi lihat." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya, menatap beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Setiawan.
Devan yang melihat kehadiran Almaira dan Bimo di rumah langsung berlari memeluk Almaira. Almaira berjongkok meraih tubuh Putra yang selama ini sudah mencuri perhatiannya. "Putra Mami yang tampan Mami sangat merindukanmu. Satu harian Mami tidak melihat Mu,membuat hati Mami cemas dan mengkhawatirkanmu. Mami sangat rindu sama kamu." ucap Almaira sambil menghujani wajah tampan Devan dengan kecupan yang ia berikan.
Melihat interaksi keduanya, Bimo dan nyonya Anita mengembangkan senyumnya menatap Almaira dan Devan secara bergantian.
"Wah sepertinya Devan putraku sudah tidak mempedulikan Ku lagi. Setelah kehadiran Almaira disini." ucap Bimo yang ketika Devan tidak menyapanya saat Bimo sudah pulang bersama Almaira.
"Ya sudah, Tuan muda Devan, sini sama bibi dulu. Maminya pasti sudah sangat lelah. biarkan Mami membersihkan diri dulu. Apa kamu tidak merasa Mami kamu bau asem?" ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Setiawan. sang asisten mencoba meraih tubuh Devan dari pelukan Almaira.
"No, mami tidak bau, mami masih wangi Kok dan Devan sangat menyayangi Mami." ucap Devan dengan suara khas anak kecil yang masih kurang jelas.
"Sayang, Mami yang tampan saat ini mami harus membersihkan diri dulu. Habis Mami membersihkan diri baru kita main lagi." Almaira mencoba memberikan pengertian kepada Devan.
Devan seolah tidak ingin berpisah dari Almaira. Tetapi setelah Almaira berusaha untuk memberikan pengertian kepada dewan akhirnya Devan memberikan kesempatan kepada Almaira untuk membersihkan dirinya.
Almaira berpamitan kepada Nyonya Anita dan juga Bimo yang masih duduk di ruang tamu.
"Jangan pernah memanggilku nyonya, Saya tidak suka kamu sudah saya anggap sebagai putri. Jadi kamu manggil saya dengan panggilan Mami itu baru pas bagiku ucap Nyonya Anita walaupun Nyonya Anita berbicara kurang jelas karena stroke yang ia alami.
Almaira mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Anita dengan tatapan penuh arti. "Ya Allah betapa mulianya Nyonya Anita, dia menganggapku seperti putrinya sendiri. Padahal dia tahu aku hanya anak yang dibesarkan di Panti asuhan. Ia tidak pernah membeda-bedakan kasta diantara kami." gumamnya di dalam hati sambil berlalu meninggalkan Nyonya Anita dan Bimo di sana.
Sementara di tempat lain, terlihat Ibu Fatimah merasa bahagia akhirnya tempat tinggal yang selama ini mereka tempati tidak jadi digusur.
"Alhamdulillah ternyata tempat tinggal kita ini tidak jadi digusur. Ibu merasa bersyukur berkat Tuan Bimo Setiawan tempat ini tidak jadi digusur oleh pemilik tanah ini. Karena tanah ini sekarang sudah milik Tuan Bimo Setiawan." ucap Ibu Fatimah kepada Abimanyu anak Panti yang lebih besar di antara anak-anak asuhnya.
"Alhamdulillah ya Bu, ternyata masih ada orang baik yang bersedia membantu kita. jujur Abimanyu awalnya sudah merasa khawatir kita akan tinggal di mana Kalau tempat ini digusur."Abimanyu tidak dapat membayangkan jika mereka harus meninggalkan tempat itu sama halnya seperti Halmahera yang dirasakan oleh Abimanyu.
"Ya Allah, semoga aku kelak bisa berhasil Dan dapat membantu adik-adik ini semua." gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan adik-adik asuhnya yang sedang belajar mengaji dengan salah satu ustadzah yang ada di daerah itu.
Sungguh luar biasa Rahmat yang diberikan Allah kepada kita. Entah ini satu mukjizat membuat hati Tuan Bimo terbuka untuk membantu kita. Mudah-mudahan Almaira juga baik-baik saja di rumah utama keluarga Setiawan." ucap Ibu Fatimah sambil membayangkan wajah cantik anak asuh yang paling dia sayangi.
"Iya Bu, Abimayu juga berharap begitu mudah-mudahan Kak Almaira baik-baik saja disana. Abimanyu sangat merindukan Kak Almaira. Apa kabar Ya Bu Kak Almaira di sana? Apakah Kak Almaira juga akan merindukan kita? tanya Abimanyu kepada Ibu Fatimah. Ibu Fatimah mengembangkan senyumnya menatap anak asuhnya itu dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Kakak kamu Almaira Pasti sangat merindukan kita. Itu terlihat kalau dirinya selalu menghubungi Ibu untuk menanyakan kabar tentang kalian. Ia juga bercerita Bagaimana sikap Tuan Bimo dan nyonya Anita di sana yang begitu baik dan menganggapnya seperti anaknya sendiri. Ibu sangat bahagia mendengarkan dari kakak kamu Almaira yang mengatakan kalau Nyonya Anita menganggapnya seperti putrinya sendiri.
Apalagi Almira juga sudah bercerita kepada Ibu, kalau Tuan muda Devan begitu sangat menyayanginya. Bahkan saat ini Devan selalu mencari Almaira. Bukan Tuan Bimo melainkan Almaira." Ibu Fatimah memberitahu kepada Abimanyu tentang bagaimana Almaira berada di rumah majikannya.
"Alhamdulillah kalau begitu Bu. Abimanyu senang mendengarnya. Itu berarti kak Almaira bahagia di sana, dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Jujur Abimanyu juga ingin sekali dapat membantu Panti ini, jika Kelak Abimanyu sudah tamat sekolah." sahut Abimayu sambil memeluk Ibu Fatimah dengan pelukan kasih sayang.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓