GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 42. BERTEMU DENGAN GABRIEL _GDK


Dua minggu sudah perubahan sikap Almaira terhadap Bimo terlihat jelas oleh Nyonya Anita. itu merupakan pertanyaan besar bagi Nyonya Anita. Siang itu kala Almaira bermain dengan Devan, Nyonya Anita perlahan melangkahkan kakinya. Menghampiri Almira yang sudah mulai dapat berjalan satu langkah dua langkah.


"Mom, tidak perlu memaksakan diri nanti Almaira akan bantu Mami untuk berjalan ke lagi di taman belakang. Sesekali kita akan pergi keluar, menikmati udara keluar yang jarang sekali mami hirup. Ada sesuatu hal yang ingin membicarakan kepada kamu.


"Katakan saja mom, Almaira pasti mendengarnya.


Nyonya Anita menghela nafas berat. Terlihat dari wajah Bimo tiap hari tanpa kusut setelah kejadian malam itu membuat wajah bingung tidak pernah berseri. Nyonya Anita mencurigai terjadi sesuatu di antara Almaira dan juga Bimo.


Nyonya Anita memegang pundak Almaira. "Almaira Mami ingin meminta penjelasan dari kamu.


"Penjelasan apa mom? tanyakan saja kalau selagi bisa Almaira jawab pasti akan jawab. Almaira sedikit heran melihat sikap Nyonya Anita yang tampak antusias ingin berbicara dengannya walaupun cara bicara Nyonya Anita belum dapat berbicara dengan lancar. Tetapi akhir-akhir ini bahasanya sudah mudah dimengerti. Mungkin Jika semakin berlatih lagi kondisi kesehatan Nyonya Anita akan semakin membaik.


"Apa kamu bertengkar dengan Bimo? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh nyonya Anita kepada Almaira.


"Mami Kok bertanya seperti itu?


"Mami hanya terasa asing saja perbedaannya sikap kamu terhadap dirimu semenjak kejadian malam itu terjadi sangat berbeda terhadap Bimo. Apakah Bimo melakukan sesuatu yang tidak pantas untukmu? Nyonya Anita dapat membaca dari raut wajah Almaira.


"Tidak ada apa-apa mom, Mami tidak perlu berpikir negatif seperti itu. Hanya saja Almaira sedikit stress untuk mengejar penyelesaian skripsi Almaira. Almaira enggan berterus terang kepada Nyonya Anita, apalagi iya melihat kondisi kesehatan Nyonya Anita saat ini. Sungguh tidak mungkin bagi Almaira ingin berterus terang kepada Nyonya Anita Apa yang dilakukan oleh Bimo kepadanya.


Ia tidak ingin kondisi Nyonya Anita semakin memburuk padahal akhir-akhir ini sudah semakin membaik. Hingga Almaira memilih untuk berbohong. Bimo juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Nyonya Anita mengenai perubahan sikap Almaira terhadapnya.


Tetapi sepertinya bingung berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Almaira. walaupun hubungan di antara mereka tidak ada hubungan kekasih. Tetapi dinginnya sikap Almaira terhadapnya membuat bingung merasa tidak nyaman. Terkadang ia melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pimpinan.


Hingga salah satu asistennya harus menegur CEO ternama itu. Sang asisten menatap heran kepada Bimo yang tampak tidak konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya. Untung saja Bimo memiliki asisten yang sangat cekatan seperti asisten Gabriel.


"Maaf Bos sepertinya kinerja Bos agar-agar ini tidak maksimal. Ada apa sebenarnya? tanya Gabriel kepada Bimo yang terlihat tidak konsentrasi dalam melakukan tugasnya. Bimo menggelengkan kepalanya berusaha untuk menutupinya tetapi dari raut wajahnya ia tidak dapat menyembunyikannya.


"Bos bisa cerita kepada aku, Siapa tahu aku bisa bantu.


"Bimo menghela nafas panjang, lalu ia memantapkan dirinya untuk berbagi masalahnya kepada sang asisten yang sudah lama mengikuti dirinya. Sang asisten pun akhirnya paham Mengapa bosnya itu tidak konsentrasi dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya.


Gabriel berniat untuk membantu Bimo. Siang ini ia berencana untuk menemui Almaira. dengan kemampuan yang Gabriel miliki. Gabriel sudah mengetahui siapa sosok Almaira.


Pantas saja Pak Bos jatuh cinta kepadanya. selain paras wajahnya yang cantik dan sederhana. Dia juga memiliki sisi keibuan yang dapat menjadi Ibu sambung dari Devan. gumam Gabriel ketika Gabriel sudah menemukan akun sosial media milik Almaira.


Yang sering sekali memposting di sosial medianya kebersamaannya dengan Devan. pantas saja tak Bos sangat cinta kepadanya. iya pasti melihat kedekatan wanita ini bersama putranya. Yang aku tahu Devan sulit sekali berinteraksi dengan orang lain. Tetapi dengan wanita ini terlihat Devan begitu dekat."


Gabriel membatin.


Keesokan harinya, setelah mendapat informasi tentang Almaira. kini Gabriel ingin bertemu dengan Almaira di kampus di mana saat ini Almaira sedang menjalani sidang meja hijau mempertanggungjawabkan skripsi yang ia selesaikan selama ini.


Terlihat Stefani, Ricardo dan Almaira keluar dari ruangan itu dengan senyum tawa lebar Stefani yang tampak girang sampai meloncat-loncat. Diikuti oleh Ricardo dan Almaira. Tentunya setelah sidang skripsi mereka berhasil dan sebentar lagi mereka akan wisuda. Karena mereka sudah berhasil mempertanggungjawabkan skripsi yang sudah mereka kerjakan selama ini.


"Horeeee....


Akhirnya aku jadi seorang sarjana. teriak Ricardo Almaira dan juga Stefani. yang merasa bahagia mereka dapat menyelesaikan pendidikan mereka sesuai yang mereka inginkan. "Alhamdulillah akhirnya aku dapat meraih gelar sarjana walaupun aku hanya mengandalkan program beasiswa Bidikmisi." ucap Almaira dengan kenangan air mata memenuhi kedua kelopak matanya.


Sejujurnya Almaira tidak menyangka. terlahir hidup di sebuah Panti asuhan sungguh tidak mungkinlah mendapat gelar sarjana. Banyak diantara orang-orang yang selalu mencoba Oh Almaira sok-sokan memiliki impian menggelap meraih gelar sarjana, Sementara dirinya hanya hidup di sebuah panti asuhan.


Banyak diantara teman-temannya yang selalu menaruh dengki dan iri kepadanya. Tetapi ia tidak pernah mempermasalahkan hal itu. yang ia inginkan seperti sekarang ini sebentar lagi dia akan memakai Toga sarjana. Salah satu impian besar Almaira. berharap dirinya dapat membantu Panti asuhan yang selama ini membesarkan dirinya.


Gabriel menghampiri Almaira yang tengah bahagia. "Maaf Nona Almaira Apa saya bisa berbicara dengan anda. Almaira yang sudah mengenal sosok Gabriel seorang asisten Bima pun mengangguk. "Maaf ada apa ya Mas?


"Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan. Apa Nona Almira memiliki waktu? terlihat Almaira melirik kedua sahabatnya. Ricardo dan Stefani menganggukkan kepalanya. "Tidak apa-apa bicaralah sebentar dengannya siapa tahu itu penting. Kami akan menunggumu di kantin."


"Ricardo dan Stefani pergi meninggalkan keduanya. Gabriel meminta kepada Almaira untuk mengikutinya duduk di salah satu cafe yang lokasinya tidak jauh dari kampus. Gabriel mendudukkan bokongnya di kursi paling pojok diikuti oleh Almaira.


"Maaf Mas ada apa ya?


Tiba-tiba satu pelayan datang menghampiri keduanya. Gabriel memberikan daftar menu itu kepada Almaira agar Almaira memesan sesuatu untuknya. Almaira tidak ingin makan Ia hanya memesan orange juice saja.


"To the point saja Aku ingin membicarakan tentang Tuan Bimo Setiawan.


Almaira mengerutkan keningnya bertanya dalam hati Mengapa pria yang ada di hadapannya, membicarakan seorang pria yang tak ingin Ia bahas saat ini. karena itu dapat merusak mood Almaira yang lagi bahagia.


"Kenapa dan ada apa? Mas datang menemui saya sampai ke kampus?


"Begini Nona Almaira, jujur saya harus membicarakan ini kepada Nona daripada harus berlarut-larut.


"To the point saja tidak perlu berteka-teki seperti ini saya tidak suka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓