
Di rumah utama keluarga Setiawan terlihat Almaira sedang bermain petak umpet dengan Devan yang selama ini selalu merindukan kasih sayang seorang ibu. Devan terlihat bahagia ketika Almaira dengan setia menemaninya bermain.
"Wah sepertinya Mami sudah lelah lebih baik kita istirahat dulu." ujar Almaira meminta kepada Devan, agar mereka istirahat terlebih dahulu bermain petak umpet. Yang terkadang mereka saling kejar-kejaran. Dengan telaten Almaira membersihkan tubuh Devan. kini Devan sudah terlihat rapi dan wangi.
"Putra Mami sudah sangat tampan." Puji Alamaira sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan Devan membuat Devan pun merasa kegelian. Devan yang tidak ingin ketinggalan dari Almaira ia pun memberikan kecupan hangat di wajah cantik maminya Almaira.
Keduanya saling tertawa. Almaira memberikan kasih sayang penuh yang tulus layaknya seorang ibu kepada putranya sendiri. Ia tidak ingin Devan kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Apalagi setelah Almaira mengetahui kalau Devan kehilangan ibunya, ketika dirinya masih berusia hampir 2 tahun.
Entahlah membantu bocah kecil itu sepertinya merasa nyaman baginya. Setelah Devan terlihat rapi dan wangi Almaira. Membawanya ke ruang makan, duduk dan menikmati menu makan siang yang ada di sana.
"Almaira memberikan suapan demi suapan ke mulut Devan. Dengan telaten hingga membuat Devan pun melahap makanan yang ada di dalam piring membuat hati Almaira merasa bahagia. Ia bersyukur Devan akhir-akhir ini sudah makan teratur hingga bobot tubuhnya pun meningkat.
"Mami apa Mami tidak ke kuliah hari ini? Tanya bocah kecil itu penasaran yang melihat Almaira masih berada di rumah. Padahal biasanya kalau sudah jam makan siang, Ia belum melihat Almaira ada di rumah kalau dirinya masih berada di kampus.
"Tidak sayang, hari ini waktu Mami bersama Devan." sahut Almaira sambil mengembangkan senyumnya. Setelah selesai makan, kini Almaira dan juga Devan duduk di ruang tamu sambil menikmati film kartun yang tayang di sana. Almaira sengaja memutar film kartun. Karena ia sangat mengetahui kalau Devan sangat menyukai film kartun.
Terlihat Almaira duduk di sofa. Sementara Devan membaringkan tubuhnya dengan kepalanya berada di pangkalan paha Almaira. Almaira mengelus rambut milik Devan hingga Devan pun akhirnya tertidur pulas. Padahal film kartun yang diputar di layar televisi belum selesai ia tonton. Almaira menatap wajah tampan bocah kecil itu yang begitu menggemaskan.
Perlahan Almaira bangkit berdiri. Lalu ia pun menggendong tubuh mungil bocah kecil itu masuk ke kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang selama ini menemani tidur di Devan.
Terlihat Devan seolah tidak terima kalau Almaira akan meninggalkannya begitu saja. Devan menarik tangan Almira di bawah alam sadarnya. Membuat Almaira tidak bisa berkutik. Ia pun akhirnya memutuskan untuk membaringkan tubuhnya tepat di samping Devan.
Entah karna sudah lelah main petak umpet dan lari larian bersama Devan, membuat Almaira tertidur pulas mengarungi alam mimpinya mengikuti bocah kecil yang selama ini mencuri perhatiannya.
Almaira dengan Devan pun tidur saling berpelukan. Tanpa mereka sadari, Nyonya Anita yang duduk di kursi roda, didorong oleh Baby sitter yang selama ini merawatnya Anita menatap kedekatan Almaira dengan Devan.
"Ya Allah, Almaira begitu menyayangi cucuku Devan. Itu Terlihat jelas dari cara Almaira yang memberikan perhatian penuh kepada Devan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓