
Brooklyn, 25 November 2009...
...✫✫✫...
Rencana Bill kembali berjalan mulus. Dia menang taruhan untuk kedua kalinya. Markas Ron yang ada di Dubai kembali. Sedangkan Bill mendapatkan anak harimau yang di inginkannya.
Sejak melakukan taruhan berani tersebut, nama Bill semakin terkenal di kalangan dunia mafia. Meskipun begitu, Ron tetap membenci Bill.
Tiga tahun terlewat. Sekarang usia Bill menginjak 20 tahun. Dia juga berkuliah di jurusan kedokteran. Ron tentu terpaksa mengizinkan. Sebagai hadiah atas keberhasilannya dalam merebut kembali markas yang ada di Dubai.
Sementara itu, Rylie memutuskan tidak berkuliah. Dia lebih sering melakukan misi bersama Lexy. Jadi kedua gadis tersebut sudah cukup jarang bertemu dengan Bill.
Kini Bill sedang berada di tempat latihan. Dia ditemani oleh Saga. Harimau Siberia yang sudah dibesarkannya selama tiga tahun. Harimau itu tumbuh jadi besar. Dia diberi lima ekor ayam dalam satu hari oleh Bill. Walaupun begitu, Saga sangat jinak kepada Bill. Ia selalu setia menemani lelaki itu. Kecuali ke tempat umum. Bill biasanya melarang Saga ikut karena tak mau menarik perhatian.
"Oh my godness. Aku tidak menyangka anak lelaki yang dulunya terlihat dekil dan jelek, bisa berubah sangat gagah dan tampan." Sosok Ken muncul dari balik pintu. Dia salah satu rekan terdekat Bill di markas. "Halo, Saga!" sapanya saat melihat Saga duduk di salah satu alat olahraga. Hewan buas itu mengangkat kepalanya ketika Ken memberi belaian lembut. Selain jinak kepada Bill, Saga kebetulan juga akan menjinak kepada orang-orang terdekat Bill. Terutama Lexy. Gadis itu sering memberinya makan saat Bill tidak ada.
Bill menoleh ke arah Ken. Dia terlihat mengelap keringat dengan handuk.
"Bos Ron yang telah berjasa menjadikanku seperti sekarang," ucap Bill.
"Tapi Bos masih membencimu. Hari demi hari dia semakin membencimu," sahut Ken. Sebenarnya dia juga kesal dengan Bill. Lelaki tersebut sudah jarang pulang karena harus memenuhi jadwal praktek kedokteran yang padat.
"Lihat saja. Aku akan buktikan, keahlianku nanti akan sangat berguna bagi Tiger Danger. Aku hanya perlu belajar lebih banyak lagi. Dan sekarang aku sedang memacari dosen di Fakultas Kedokteran tempatku kuliah. Aku yakin aku akan lulus lebih cepat."
"Sebenarnya tak masalah kau mau belajar atau tidak. Hanya saja, selama kau tinggal di sini, kau hampir tidak pernah ikut melakukan misi. Semua orang mencapmu sebagai anggota paling pemalas. Kau bahkan kalah dari Lexy dan Rylie!" tukas Ken penuh kritik.
"Aku tak punya waktu untuk itu sekarang. Tapi setelah aku benar-benar selesai belajar, maka aku pastikan akan selalu ikut melakukan misi," sahut Bill santai.
"Kau tahu kenapa Ron selalu membencimu? Itu karena kau orang yang paling banyak memakai uangnya. Sedangkan kau sendiri tidak pernah melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang!"
"Uang? Harusnya Bos berterima kasih kepadaku karena aku sudah mengembalikan markasnya yang ada di Dubai."
"Sialan kau, Bill!" Ken sudah lelah menasihati Bill. Dia segera beranjak.
Tak lama kemudian, Lexy datang. Dia tampak merias wajah. Dia mengenakan setelan pakaian rapi. Seakan hendak pergi ke acara penting. Saga yang melihat bergegas menghampiri.
Atensi Lexy tertuju ke arah Bill. Jantungnya berdegup kencang. Dia cukup merindukan Bill. Mengingat mereka sudah jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Satu hal yang pasti, Lexy merasa Bill semakin hari tambah tampan. Sayangnya, lelaki itu gemar bermain wanita.
Lamunan Lexy buyar ketika kepala Saga bergelayut manja di kakinya. Dia lantas teringat dengan tujuannya untuk menemui Bill.
"Astaga, Bill... Aku kira kau sudah bersiap," tegur Lexy.
"Aku akan membersihkan diri dan berganti pakaian." Bill bergegas kembali ke kamar.
"Cepatlah, Ashole!" geram Lexy seraya menggeleng tak percaya. Dia dan Bill akan pergi merayakan ulang tahun bersama. Mereka memang rutin melakukan itu semenjak Rylie berusia 17 tahun.
Bill dan Lexy sendiri tidak pernah tahu tanggal lahir mereka. Keduanya sepakat menjadikan tanggal lahir Rylie sebagai tanggal lahir mereka juga. Jadi acara yang dilakukan ketiganya bisa dibilang sebagai ulang tahun bersama.
Bill, Lexy, dan Rylie wajib meluangkan waktu untuk merayakan ulang tahun bersama. Itulah alasan Bill pulang ke markas hari itu. Untuk sekarang, Rylie merayakan ulang tahun bersama di sebuah klub malam super mewah.
...***...
Lampu diskotik memberikan cahaya kerlap-kerlip. Musik terdengar menggema. Rylie dan Lexy terlihat menari bersama di lantai dansa.
Namun tidak untuk Bill. Dia memilih tetap berada diruang VIP. Di sana Bill menyempatkan diri belajar lewat ponsel. Lelaki tersebut mempelajari tentang anatomi manusia.
Puas bersenang-senang, Lexy dan Rylie bergabung bersama Bill ke ruang VIP. Keduanya duduk mengapit Bill. Sengaja mengganggu lelaki itu.
"Ya, ejek saja aku sepuas kalian," tanggap Bill. Menatap Lexy dan Rylie secara bergantian.
Lexy memperhatikan layar ponsel Bill. "Anatomi manusia? Pelajaran apa itu?" tanyanya yang penasaran.
"Ini pelajaran tentang letak dan hubungan bagian tubuh manusia." Bill menjelaskan sambil menoleh ke arah Lexy. "Kepalamu, hidungmu, bibirmu, dan yang lainnya, mereka saling terhubung," jelasnya sambil menyentuh titik tubuh Lexy dengan jari telunjuk.
Lexy terkesiap. Dia terpaku menatap wajah Bill yang terasa sangat dekat. Akan tetapi, Rylie tiba-tiba menarik lengan Bill. Hingga lelaki itu kini beralih menatapnya.
"Aku tahu apa itu anatomi. Apa kau sedang mempelajarinya?" tanya Rylie.
Bill menarik sudutnya ke atas. Baginya, sosok Rylie tentu lebih menggoda dibanding Lexy yang tomboi.
"Ya, dan aku perlu seseorang agar bisa melakukan praktekku dengan baik," ungkap Bill seraya mendekatkan wajahnya ke hadapan Rylie.
Lexy yang melihat dibuat panik. Dia segera angkat suara. "Lihat! Di meja ada kartu remi. Ayo kita bermain dan melakukan taruhan!" serunya.
"Itu ide bagus, Lex!" sahut Rylie yang merasa tertarik.
"Ya, tidak buruk. Tapi kali ini kita harus mempertaruhkan sesuatu yang besar," ujar Bill. Tersenyum licik.
"Jika aku kalah, kalian bisa menghukumku dengan cara apapun. Tapi kalau aku menang, aku ingin uang satu juta dollar dan liburan ke Hawai," ucap Lexy. Dia mengatakan taruhannya lebih dulu.
"Aku akan bertaruh hal yang sama seperti Lexy kalau kalah. Tapi kalau menang, aku ingin Lexy menyanyi untukku, dan Bill sebagai penarinya," kata Rylie yang diteruskan dengan gelak tawa.
"Tidak!" Bill dan Lexy menolak bersamaan. Apa yang dikatakan Rylie adalah sesuatu hal paling dibenci mereka. Walaupun begitu, Rylie hanya tertawa. Dia tetap bersikukuh dengan keinginannya.
Sekarang tinggal Bill yang belum menyebutkan taruhannya. Dia berucap, "Aku juga akan melakukan hukuman apapun dari kalian jika kalah nanti. Tapi jika aku menang, salah satu dari kalian harus tidur bersamaku malam ini. Sekalian juga menjadi bahan uji coba untuk pelajaran anatomi yang sedang kupelajari."
"Sial! Apa kau bercanda?! Kau mengincar sahabatmu sendiri, Bill?!" timpal Rylie tak percaya.
"Ya, aku jatuh cinta pada salah satu di antara kalian," ungkap Bill gamblang.
Deg!
Perkataan Bill sukses membuat jantung dua perempuan berdebar di waktu yang sama. Dasar bedebah!
..._____...
...Bonus Visual...
..._____...
..._____...
..._____...
...~Saga~...