Dokter Mafia Kejam!

Dokter Mafia Kejam!
Bab 28 - Pembuktian


Warning! Bab ini mengandung adegan kekerasan. Mungkin akan menyebabkan rasa tidak nyaman bagi beberapa orang.


...✫✫✫...


Selena dan Thomas dinyatakan hilang di laut. Begitu pun ibu mereka yang bernama Matilda. Hal itu membuat Joseph panik. Sebagai kepala kepolisian dia mengerahkan segala tenaga untuk mencari seluruh keluarganya.


Meskipun begitu, Joseph sama sekali tidak mencurigai Bill. Dia menganggap lelaki tersebut ikut hilang bersama kedua anaknya.


Di waktu yang sama, Bill tiba di markas. Ia langsung menemui James. Dia melancarkan rencana selanjutnya. Yaitu menghilangkan semua jejak wajahnya. Baik itu di kamera pengawas maupun internet.


Bill juga sudah membuang jejak namanya di tempat-tempat yang pernah dia datangi saat bersama Selena dan Thomas. Dengan koneksi yang dimiliki Bill sekarang, semuanya berjalan sangat lancar. Dia melakukan hal itu untuk berjaga-jaga. Sosok jenius seperti Bill akan berusaha membuang semua detail kecil untuk menutupi kejahatannya. Terlebih dia hidup di lingkungan mafia sekarang.


Kini Bill beristirahat di kamar. Dia duduk menyandar sambil memegangi sebotol bir. Saga terlihat menemaninya. Bill membiarkan televisi menyala. Ia menunggu berita tentang Joseph Owens.


Tak lama kemudian berita yang ditunggu Bill muncul. Seringai lantas terukir di wajahnya.


"Aku yakin Joseph sekarang sedang mati-matian mencari keluarganya. Coba kita lihat apakah dia bisa bertahan saat ditinggalkan semua keluarganya," ujar Bill. Menatap tajam Joseph yang tengah berbicara di dalam televisi.


Joseph menyebarkan wajah Selena, Thomas, dan Matilda ke media. Dalam sekejap berita menghilangnya keluarga Owens menjadi trending topik. Banyak orang yang berempati terhadap nasib yang di alami Joseph.


"Aku dan timku sedang berusaha. Aku akan melakukan segalanya untuk mencari keluargaku. Aku sangat berterima kasih dengan perhatian semua orang terhadap kasus ini. Aku harap..." ucap Joseph dalam wawancara. Dia tidak bisa melanjutkan perkataannya karena kesulitan menahan tangis. Joseph lantas menangis di depan banyaknya kamera. "Aku harap istri dan kedua anakku bisa ditemukan..." isaknya. Hal itu malah membuat Bill tertawa lepas.


Pintu mendadak terbuka. Rylie muncul dari sana. Dia menatap Bill dan menghela nafas.


"Bos bertanya padaku. Apa kau penyebab kasus keluarga Owens yang sekarang sedang ramai diperbincangkan?" timpal Rylie. Dia menghampiri Bill. Melipat tangan di dada sembari memperhatikan lelaki yang mabuk itu.


"Apa kau sudah terbiasa memanggil ayahmu dengan sebutan bos?" jawaban Bill sama sekali tak menyambung perkataan Rylie. "Aku sarankan panggil dengan sebutan sayang saja. Biar terdengar lebih mesra," racaunya. Lalu kembali menenggak bir dari dalam botol.


"Astaga..." Rylie mengusap kasar wajahnya. Dia sadar dirinya tidak seharusnya bicara dengan orang mabuk.


Rylie berusaha tenang. "Aku tidak yakin balas dendam bisa membuatmu bahagia. Sekarang lihatlah dirimu. Tampak menyedihkan dibanding kedatanganmu pertama kali ke sini," komentarnya.


Prang!


Bill melempar botol birnya. Dia menarik lengan Rylie. Kemudian memancarkan raut wajah sangar.


"Jangan coba-coba menilaiku. Kau tidak tahu betapa bahagianya aku sekarang. Apa kau ingin aku membuktikan?" tukas Bill.


"Bill... Hentikan. Kau lebih baik istirahat," tanggap Rylie. Dia mengira Bill sudah terlalu mabuk.


"Tidak! Aku akan buktikan kepadamu kalau aku sedang sangat puas sekarang." Bill bersikeras. Dia menarik Rylie ikut bersamanya. Bill membawa perempuan itu ke ruangan dimana Thomas ditawan. Kebetulan Bill sengaja memisah ketiga tawanannya di tempat berbeda. Dia melakukan itu agar mencegah kemungkinan pelarian diri.


"Tunggu di sini!" perintah Bill. Dia beranjak sebentar.


"Bill! Kenapa kau meninggalkanku?" Rylie berjalan mengikuti Bill. Akan tetapi lelaki itu langsung berbalik dan melotot.


"Aku bilang tunggu!!!" pekik Bill tegas.


Selang sekian menit, Bill kembali. Dia membawa sebuah gergaji mesin bersamanya.


Pupil mata Rylie membesar. Dia sampai tak bisa berkata-kata.


Bill menghampiri Thomas. Dia membuka lakban yang menutupi mulut lelaki tersebut.


Thomas tampak lemah karena luka dikakinya. Dia hanya bisa memancarkan kemarahan melalui tatapan.


"Kenapa? Apa kau sekarang sadar kalau aku adalah Bill yang sering kau injak-injak dulu?" tukas Bill. Menyeringai hingga menampakkan deretan giginya yang rapi.


"Apa yang akan kau lakukan?" tukas Rylie tak percaya.


Bill tidak menghiraukan. Atensinya hanya tertuju pada Thomas sekarang.


"Dasar keparat. Kalau tahu begini, harusnya dulu aku dan Selena mendorongmu ke jurang saja..." desis Thomas dengan gigi yang menggertak kesal.


"Apa kau bilang?! Membunuhku?!" mendengar ucapan Thomas, pitam Bill semakin memanas. Dia tersenyum jahat dan berucap, "Sayangnya kau tidak melakukan itu. Jadi sekarang, akulah yang punya wewenang untuk membunuh."


Bill segera menyalakan gergaji mesin. Suara alat pemotong mengerikan itu sontak menggema.


Tanpa pikir panjang, Bill langsung memotong salah satu kaki Thomas. Ketika dia melakukannya, darah bercipratan kemana-mana. Bahkan ke wajah Rylie yang sejak tadi berdiri di belakang Bill.


Rylie tersengal-sengal karena merasa ngeri. Meski hidup sebagai putri mafia, dia tidak pernah melihat hal mengerikan seperti yang dilakukan Bill sekarang.


"Aaaaaaarghhhh!!!" Thomas mengerang kesakitan. Dalam beberapa saat, kaki kanannya putus. Bill mengambil potongan kaki itu sambil meregangkan leher.


"Saga!" pekik Bill.


"Sh*it!" umpat Rylie. "Kau lebih gila dari ayahku," komentarnya.


Tak lama kemudian, Saga datang. Bill segera melemparkan potongan kaki Thomas kepada binatang tersebut. Tanpa basa-basi, Saga langsung menikmati suguhan spesial dari Bill.


"Makanlah yang lahap, Saga!" ucap Bill. Tak memperdulikan komentar Rylie dan rintihan Thomas.


Bill perlahan menatap Rylie. Dia memegang pinggul perempuan tersebut. Lalu mengusap darah yang membasahi wajah Rylie.


"Kau psiko tergila, Bill!" cibir Rylie.


"Tapi kau menyukai psiko ini kan?" balas Bill.


"Aku harap tidak. Tapi..."


"Kau terlanjur menyukaiku," tebak Bill yang bisa menerka perasaan Rylie. Dia langsung mencium bibir perempuan itu dengan buas.