
...✫✫✫...
Sementara Winter dan Five sibuk menjalankan misi, Bill justru asyik bercinta dengan Selena. Pakaian keduanya terlihat acak-acakan. Kancing baju yang mereka kenakan sama-sama terbuka.
Selena tidak berhenti melenguh. Bill terus memberikan hentakan sampai membuat tubuh perempuan itu bergetar hebat.
Bill tidak melepas celana dari kakinya. Ia hanya menurunkan celana sampai lutut. Sedangkan Selena sudah sepenuhnya melepaskan seluruh kain yang menutupi organ intimnya.
Tanpa diduga, terdengar keributan dari luar. Kapal juga mendadak berhenti dan bergoyang.
Bill dan Selena langsung menghentikan kegiatan intim mereka. Lalu bergegas memperbaiki pakaian masing-masing.
"Apa yang terjadi? Tidak mungkin ada perompak 'kan?" tanya Selena dengan wajah panik.
"Entahlah. Ayo kita lihat keluar!" sahut Bill. Dia lebih dulu keluar dari kamar. Memastikan keadaan di luar.
Saat itu terdengar suara orang yang sedang berdebat. Bill dan Selena segera mendatangi sumber suara. Mereka melihat Thomas memarahi Winter dan Five yang masih dalam mode menyamar.
Winter dan Five sengaja mengunci pintu ruang kendali. Jadi Thomas dan yang lain tidak bisa masuk. Itulah yang membuat Thomas tidak berhenti mengomel.
"Ada apa ini?" tanya Bill. Berpura-pura tidak tahu.
"Kapten tidak becus itu sudah membuat kapal tenggelam. Mereka sepertinya sudah merencanakan ini sejak awal!" ujar Thomas sambil menunjukkan mimik wajah garang. Dia dan yang lain tampak panik. Bagaimana tidak? Kapal sudah setengah tenggelam.
"Apa kau sudah menghubungi bantuan?" tanya Bill. Dia jelas berpura-pura.
"Tidak ada sinyal di sini. Posisi kita sangat jauh dari daratan!" jawab Thomas. Dia menatap getir ke arah air laut yang terus melahap kapal pesiar.
"Bill! Lakukan sesuatu. Aku takut!" Selena memeluk Bill dengan erat. Ia takut sampai gemetaran.
Bill memutar bola mata jengah. Dibanding dengan yang lain, dia terlihat sangat santai. Bill melepas pelukan Selena. Apa yang dilakukannya membuat Thomas dan Selena terheran.
Dengan santainya Bill menyalakan rokok. Dia sudah tidak sabar melihat kapal tenggelam.
"Bill? Apa sekarang waktu yang tepat untuk merokok?" timpal Thomas penuh curiga.
"Bisa tepat atau tidak, itu menurut sudut pandang seseorang. Dari sudut pandangku terasa sangat tepat," jawab Bill seraya berseringai.
"Apa maksudmu, Bill?" melihat keanehan Bill, Selena lantas ikut curiga.
"Apa kau yang merencanakan ini?!" tukas Thomas sambil mencengkeram kerah baju Bill.
Bersamaan dengan itu, kapal tenggelam. Seluruh orang yang ada di sana otomatis ikut terbawa ke dalam laut.
Winter dan Five segera keluar dari ruang kendali. Mereka memegang pisau di tangan masing-masing. Sasaran mereka adalah semua teman-teman Thomas dan Selena.
Di lokasi yang sama, Thomas berusaha membunuh Bill dengan mencekiknya. Terjadi adu kekuatan di antara mereka.
Selena yang juga merasa kesal pada Bill, berusaha membantu Thomas untuk menjatuhkan Bill. Tangannya juga melingkar ke leher lelaki tersebut. Mereka bergulat dalam air laut yang membiru.
Bill mencoba mengerahkan seluruh tenaga untuk melawan. Akan tetapi kerjasama Selena dan Thomas memberikan kekuatan yang begitu mengancamnya. Terlebih ketika itu terjadi, Bill kembali teringat dengan kenangan di masa lalu.
Saat masih berusia sepuluh tahun, Bill hampir setiap hari di lempari Selena dan Thomas dengan sampah. Mereka bahkan juga pernah mendorong Bill jatuh ke dalam got.
Apa yang terjadi sekarang, terasa sama persis dengan kenangan terburuk Bill tersebut. Kekuatan Bill perlahan membuncah. Dia mengeluarkan pisau lipat dari saku celana. Kemudian menusukkannya ke kaki Thomas.
Jleb!
Srak!
Bill menusuk dan menarik secara horizontal tusukannya. Kulit kaki Thomas sobek. Mengeluarkan darah yang teramat banyak.
Selena yang melihat ketakutan. Dia akhirnya memutuskan berenang sejauh mungkin.
Bill tidak membiarkan. Dia menancapkan pisau ke bahu Selena. Tepat sebelum perempuan tersebut berhasil kabur.
Akibat darah Thomas yang membludak, Selena kesulitan melarikan diri. Penglihatannya tertutup. Hingga akhirnya dia tumbang seperti sang kakak.
Selang beberapa detik, kapal selam yang dikemudikan Rick datang. Bill, Five, dan Winter segera memasukan semua korban mereka ke dalam kapal selam.
Sebelum pergi meninggalkan lokasi kejadian, Bill tidak lupa meletakkan bom ke kapal pesiar yang telah tenggelam. Dia melakukan itu agar semua bukti lenyap.
Kini Bill sedang berada di kapal selam. Dia duduk menyandar untuk beristirahat. Seorang perempuan muncul dan duduk di sebelahnya. Perempuan itu tidak lain adalah Lexy.
"Kau sangat ambisius dengan dendammu. Tapi menurutku itu sangat berbahaya. Kau kehilangan jati dirimu, Bill." Lexy melipat tangan di dada. Menatap Bill dengan sudut matanya.
"Apa pedulimu? Aku punya kesempatan untuk melakukan ini. Dan aku tidak ingin jadi orang bodoh seperti dulu," sahut Bill. Menatap kosong ke arah lampu yang menderang di atas.