
Nevada, 22 November 2022...
...✫✫✫...
...It's me, hi, I'm the problem, it's me...
...At tea time, everybody agrees...
...I'll stare directly at the sun but never in the mirror...
...It must be exhausting always rooting for the anti-hero...
Lagu Taylor Swift berjudul Anti-Hero terputar dari sebuah toko. Seorang lelaki berusia 30 tahun duduk di pinggir jalan dekat toko tersebut. Salah satu kakinya buntung. Pakaiannya juga tampak lusuh dan sobek.
Lelaki itu gemetar karena kedinginan. Dia berulang kali menggosokkan telapak tangan.
Sesekali lelaki tersebut batuk. Dia menatap ke arah sebuah restoran dimana dirinya dapat mengingat masa lalu.
Lelaki itu tidak lain adalah Thomas. Dia satu-satunya orang yang selamat dalam insiden tragis keluarga Owens. Lalu bagaimanakah Thomas bisa hidup? Padahal jelas-jelas Bill dan komplotannya sudah membunuh Thomas.
Orang yang mendapat tugas melukai leher Thomas adalah Winter. Dia memang berhasil melukai leher Thomas. Bahkan membuat lelaki berambut pirang itu mengeluarkan darah yang banyak.
Sayangnya, sayatan yang diberikan Winter tidak begitu dalam. Sehingga saat bantuan datang, Thomas bisa diselamatkan. Namun ketika sadarkan diri, dia harus menerima bahwa seluruh keluarganya telah tiada. Thomas juga dibuat kaget dengan bunuh diri yang dilakukan Joseph.
Setelah satu hari di rumah sakit, tiga pria misterius datang menjemput Thomas. Mereka membawa Thomas ke tempat yang jauh. Lalu ditelantarkan di hutan.
Thomas yakin tiga pria yang membawanya pasti orang suruhan Bill. Mengetahui betapa kejamnya perlakuan Bill terhadapnya dan keluarganya, Thomas bertekad bangkit. Ia berjanji akan membalas dendam pada Bill.
Alhasil Thomas berusaha bertahan. Dengan kaki buntungnya, dia mencoba mencari jalan keluar dari hutan. Sekarang sudah sembilan tahun berlalu semenjak dirinya dibuang ke hutan. Thomas masih tertatih dengan kehidupannya. Selama itu pula dia berupaya menemukan Bill. Akan tetapi hasilnya selalu saja nihil.
Seberapa keras Thomas mencari, dia tidak bisa menemukan Bill. Bahkan petunjuk kecil sekali pun. Semua harta yang dimilikinya dulu kini lenyap tanpa alasan. Thomas juga meyakini pasti Bill-lah yang sudah mengambil alih harta keluarga Owens.
"Pergilah! Kau mengganggu kenyamanan pelanggan kami!" usir seorang pekerja restoran.
"Beri aku sedikit--"
"Pergilah!" belum sempat Thomas bicara, pekerja restoran itu tetap mengusir.
Thomas mendengus. Dia berjalan dengan menggunakan tongkat secara perlahan.
Thomas menelusuri pinggiran jalan. Sampai dia melihat tempat kumpulan sampah di sebuah gang. Thomas segera menghampiri tempat kumpulan sampah tersebut. Niatnya tidak lain adalah ingin mencari makan.
Belum sempat menghampiri tempat sampah, atensi Thomas teralih pada batu zamrud di tanah. Dia segera menghampiri benda berkilau itu.
"Apa ini berlian?" gumam Thomas sembari mengambil batu hijau yang berkilau itu. "Sangat indah. Ini pasti akan sangat mahal kalau dijual!" serunya kegirangan.
Thomas bergegas pergi ke toko perhiasan. Raut wajahnya terlihat sumringah. Saking senangnya, dia menyeberang jalan dengan tergesak-gesak. Thomas sudah tidak sabar untuk mendapat uang yang banyak. Uang itu nanti akan digunakan untuk membeli makanan.
...***...
Perlahan Thomas membuka mata. Dia merubah posisi menjadi duduk. Dirinya merasa ada sesuatu yang berbeda.
Thomas kaget ketika melihat kedua kakinya utuh.
"Apa aku bermimpi?" Thomas mengucek matanya berulang kali. Dia juga tak lupa memukul pipinya. Thomas semakin kaget tatkala melihat ke cermin. Bagaimana tidak? Yang dia lihat bukan wajahnya sendiri. Melainkan wajah lelaki remaja yang tampan.
"Apa yang terjadi?" Thomas berusaha tenang. Dia kini mengedarkan pandangan. Kamar yang di tempatinya begitu mewah. Tatapannya berhenti ke ponsel di atas nakas. Thomas segera memeriksa tanggal dan tahun sekarang.
Pupil mata Thomas membesar saat melihat tanggal dan tahun adalah hari yang sama dengan waktu dirinya kecelakaan. "Tunggu, apa aku bereinkarnasi?" imbuhnya menduga.
Bersamaan dengan itu, pintu mendadak terbuka. Mata Thomas membuncah hebat ketika melihat orang yang datang adalah Bill. Lelaki itu terlihat mengenakan setelan jas rapi.
"Tuan Muda sudah sadar? Syukurlah..." ujar Bill dengan senyuman menenangkan. Dia sebenarnya sedang menyamar menjadi bodyguard seorang pemuda kaya raya. Bill melakukan itu untuk menjalankan misi atas perintah dari Ron.
Thomas mematung. Dia juga bisa melihat pelayan berwajah familiar. Pelayan itu tidak lain adalah Rylie. Perempuan yang pernah bercumbu bersama Bill saat dirinya tersiksa. Sepertinya tidak hanya Bill yang sedang menyamar.
"Aku mau ke toilet." Thomas berlagak tenang. Dia tentu tidak mau memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan.
"Baiklah, Tuan Muda." Bill dan Rylie membungkuk hormat.
Dengan langkah tenang, Thomas masuk ke kamar mandi. Dia langsung memegangi dadanya. Berusaha menenangkan diri sebaik mungkin.
Thomas menatap dirinya di cermin. Dia berpikir kemungkinan besar pemilik tubuh yang ditempatinya adalah orang penting. Sampai Bill dan Rylie bersikap sangat menghormatinya.
"Beginikah cara Tuhan membantuku untuk balas dendam?" ucap Thomas yang merasa terkesima. Dia baru teringat dengan batu zamrud yang ditemukannya sebelum kecelakaan.
"Ah, benar! Mungkin saja batu zamrud yang kutemukan tadi adalah penyebab semua ini terjadi!" seru Thomas. Dia berusaha mencari batu zamrud ke seluruh saku pakaian yang dienakannya. Nihil, Thomas tidak bisa menemukan batu zamrud itu.
"Lupakan. Sekarang aku akan fokus dengan dendamku." Thomas bertekad sambil mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia tidak akan membuang kesempatan yang didapatnya sekarang.
...SELESAI...
..._____...
Penjelasan author mengenai fungsi batu zamrud : Batu ini hanya bisa ditemukan orang yang tersiksa dan berada di titik putus asa. Selain itu, pemicu munculnya batu ini adalah dendam yang kuat. Batu berwarna hijau ini merupakan salah satu batu ajaib dari kumpulan batu ajaib tercela di semesta. Semua batu ajaib sebenarnya memberikan efek buruk kepada penemunya. Salah satunya adalah kehilangan kehidupan semula dan bisa menyebabkan kehancuran.
..._____...
Catatan Author :
Oke guys, cerita ini sudah berakhir ya. Mungkin akan berlanjut season dua kalau pembacanya tambah banyak. Hehe...
Pokoknya aku ucapkan terima kasih buat yang setia baca novel ini sampai akhir. Makasih ya... 😘