Dokter Mafia Kejam!

Dokter Mafia Kejam!
Bab 13 - Bertemu Thomas & Selena Owens


Afrika Selatan, 12 Juli 2010...


...✫✫✫...


Piala dunia 2010 telah tiba. Kali ini para bos mafia melakukan taruhan di stadion dimana pertandingan final dilakukan. Yaitu Afrika Selatan.


Karena sudah memprediksi dengan benar mengenai dua negara yang bertanding, Ron mengajak Bill ikut bersamanya. Alasan lain yang membuat Ron mau mengajak Bill, itu karena bisnis organ tubuh manusia berjalan sukses. Ron bahkan membantu Bill agar bisa jadi dokter dengan cara instan. Semuanya tentu karena uang dan koneksi.


Dalam melakukan bisnis gelapnya, Bill hanya akan menjadikan para penjahat sebagai korban. Sekarang dia dan Ron sedang berada di mobil. Bill duduk di samping Winter yang sibuk mengemudi. Di kursi kedua, Ron duduk berdampingan dengan Five. Sementara di kursi paling belakang ada Saga.


Bill, Ron, Winter, dan Five sengaja berpenampilan berbeda agar bisa berbaur dengan orang banyak. Mereka tampak mengenakan pakaian olahraga tim sepak bola andalan. Tim yang tidak lain sudah diprediksi Bill akan menang.


"Bill, kalau kehadiran Saga menyebabkan kekacauan, jangan harap kami akan membantumu!" ujar Winter menegaskan.


"Saga bukan pengacau. Benar kan Saga?" tanya Bill seraya menoleh ke belakang. Sebuah auman langsung diperdengarkan Saga sebagai jawaban.


"Shi*t!" Five sontak kaget. Namun tidak bagi Ron yang terkesan tenang. Lelaki itu justru terlihat mengusap kepala Saga.


"Lihat! Bos saja senang dengan kehadiran Saga," komentar Bill ketika menyaksikan Ron membelai kepala Saga.


"Aku yakin kehadiran Saga akan menarik perhatian banyak orang. Jadi saat sampai nanti, jangan duduk di dekatku," ujar Ron datar.


Winter dan Five tergelak kecil. Sedangkan Bill langsung cemberut. Perkataan Ron tadi menandakan bahwa dirinya sedang diasingkan sekarang.


Ron hanya diam. Lalu berhenti membelai Saga. Dia segera memasang wajah sangarnya sambil melihat ke jendela.


"Mengenai bisnismu, Bill. James memberitahu kalau ada lima pembeli yang menginginkan bola mata dan jantung," celetuk Five sembari membaca pesan yang baru diterimanya dari James. Lelaki yang tidak lain bertugas sebagai hacker handal di Tiger Danger. James mengelola website gelap di dark web.


"Oke. Kalau begitu, kita bisa langsung cari sasaran di sini saja," tanggap Bill.


"Jika para penjahat sudah habis di muka bumi, apa yang akan kau lakukan, Bill?" tanya Five. Mengingat dia dan Winter sudah beberapa kali membantu Bill melakukan misi untuk mengambil organ tubuh para penjahat.


"Kita semua tidak akan jadi sasaranmu bukan?" tukas Winter. Membuat Ron mengukir seringai sinis.


"Yang aku tahu, orang jahat di muka bumi ini terus bertambah. Mereka tidak berkurang sama sekali. Benarkan Bos?" sahut Bill sambil menyilangkan tangan di dada. Ia meminta pendapat dari Ron. Akan tetapi lelaki itu sama sekali tidak peduli. Winter dan Five lantas kembali terkekeh.


"Bos jelas sama herannya seperti kami. Kau itu sadis, Bill. Tapi masih ada sepercik hello kitty di hatimu," ucap Five seraya mendekati Bill dari kursi belakang. Berbicara dengan nada mengejek.


"Enyahlah!" hardik Bill tak acuh.


Tak lama kemudian, Bill dan yang lain tiba di stadion. Mereka segera turun dari mobil. Bill bergegas mengurus Saga.


"Sampai sekarang aku masih heran kenapa kau mau repot-repot mengurus hewan itu," komentar Five sinis.


"Aku hanya tertarik. Itulah alasannya. Menurutku memiliki pengawal seekor harimau sangat keren," sahut Bill sembari mengeluarkan Saga dari mobil.


Semua pasang mata di sekitar tertuju ke arahnya. Ron dan Winter terlihat pergi lebih dahulu.


"Kau dengar itu, Saga? Dia menyebutmu pengawal." Five sengaja memanas-manasi Saga.


Seakan mengerti, Saga langsung menatap ke arah Bill. Hal tersebut membuat Five tertawa puas. Lalu beranjak meninggalkan Bill.


"Ayolah, kawan. Aku sama sekali tidak bersungguh-sungguh," ucap Bill. Dia dan Saga segera menyusul yang lain. Mereka pergi ke kursi VVIP. Di sana ada para bos mafia yang juga dalam mode menyamar.


Benar yang dikatakan Ron, kedatangan Bill bersama Saga seketika menarik perhatian semua orang. Namun Bill tidak peduli. Ia dengan santainya mengajak Saga duduk untuk menonton pertandingan.


Ketika pertandingan di mulai, semua orang akan berseru riuh. Terutama saat pemain bola berlari mendekati gawang.


Bersamaan dengan itu, Bill menangkap dua sosok yang tidak asing. Pupil matanya membesar. Dia yakin dua orang yang dirinya lihat adalah Thomas Owens. Sedangkan di sebelah Thomas, ada adiknya yang bernama Selena.


Bill berdiri. Ingatan bagaimana dirinya dihina dan dibuli langsung terlintas dalam bayangan. Dua tangan Bill mengepal erat.


"Bill!" seseorang memegangi pundak Bill sembari memanggil.


Bill sontak berbalik. Dia reflek mengarahkan tinju. Namun orang yang memegang pundaknya sigap menahan tinju Bill dengan tangan. Dia tidak lain adalah Winter. Lelaki itu memberitahu kalau Ron mengajak Bill untuk merayakan kemenangan.


"Kau kenapa?" tanya Winter dengan dahi berkerut.


"Aku baru saja melihat musuh terbesarku," jawab Bill. Memasang ekspresi serius. Dia segera menoleh ke arah dimana Thomas dan Selena berada.


"Musuh?" Winter otomatis menengok ke arah yang sama. Dia malah semakin bingung. "Mereka terlihat bukan ancaman bagiku atau pun kau," ungkapnya.


Bill diam. Ia justru meninggalkan Winter dan beranjak menghampiri Ron.


"Ada yang ingin aku bicarakan. Ini serius," kata Bill.


"Kenapa tiba-tiba sekali? Kita bisa membicarakannya saat perayaan kemenangan nanti," sahut Ron yang tampak sumringah. Dia memang selalu begitu jika memenangkan taruhan.


"Bos, ini sangat penting! Aku harus membicarakan ini sekarang!" desak Bill.


"Oke, oke. Santai. Ayo kita bicara." Ron terpaksa setuju. Mengingat dia tidak akan menang taruhan jika bukan karena Bill.


"Five! Tolong jaga Saga!" perintah Bill.


"Hell no!" tolak Five.


"Aku akan memberimu uang!" Bill memaksa.


"Oke. Beri aku satu juta dollar nanti," tanggap Five. Dia langsung antusias jika mendengar sesuatu yang berhubungan dengan uang.


"Sial, Five! Tidak sebanyak itu!" balas Bill.


"Tidak ada pengecualian." Five bersikukuh.


Bill lantas hanya bisa mendengus kasar. Dia bergegas mengejar Ron yang sudah berjalan jauh di depan. Kini keduanya sudah berada di tempat yang jauh keramaian.


Bill memutuskan memberitahu Ron mengenai keluarga Owens. Dia yang merasa bisa mempercayai Ron, menceritakan semuanya. Termasuk penghinaan yang Bill terima dari keluarganya sendiri.


"Kau membicarakan Joseph Owens bukan?" tanya Ron sambil membelalakkan mata. Bill otomatis mengangguk.


"Jadi kau adalah putra kandung seorang kepala kepolisian pusat?" Ron memastikan.


"Ya, aku--"


"Sial!" Ron langsung menendang betis Bill. Kemudian menarik kerah baju lelaki tersebut.


"Apa kau mata-mata yang dikirim oleh mereka?" ujar Ron.


"Kau menemukanku di pinggir jalan! Saat itu keluarga Owens-lah yang menelantarkanku! Kejahatan merekalah yang membuatku tidak pernah putus asa untuk membujukmu. Satu hal yang aku tahu, kau lebih baik dari ayahku!" jelas Bill. Berusaha meyakinkan Ron. Perlahan tangan Ron melepaskan kerah bajunya.


"Jadi kau benar-benar mau balas dendam pada mereka?" tanya Ron.


"Alasanku ingin menjadi kuat dan pintar... Itu semua karena mereka! Karena dendamku! Aku pastikan mereka akan bertekuk lutut kepadaku!" imbuh Bill penuh tekad. Matanya tampak memancarkan semangat berapi-api.