Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Sedikit Cemburu


Menikmati hidup dapat kamu jadikan sebagai arahan untuk mencapai kebahagiaan dan lebih bersyukur dalam menjalani hidup.


Dalam menjalani hidup ini kita perlu menikmati setiap momen yang dilewati, tidak peduli itu momen bahagia atau momen sedih. Hal itu karena waktu tak akan terulang lagi.


Ada kalanya kamu terpaksa menikmati momen yang tidak kamu harapkan, bisa berupa tantangan hidup dan kesedihan. Akan tetapi, sebaiknya tetap menikmati apa pun itu, meski dirasa sulit.


Kenikmatan hidup dapat dicapai oleh setiap individu, namun hal tersebut tergantung bagaimana mengelola perasaan masing-masing untuk menghadapi setiap kejadian yang dialami.


Hidup adalah perjalanan yang panjang, jadi nikmati perjalanannya dan buatlah beberapa kenangan indah di sepanjang jalan.


Anisa telah kembali ke rumahnya. semuanya kembali berjalan normal, Anrez dan Azizah masih libur, mereka berencana ke panti tempat Buk Aisyah dimana Azizah di besarkan.


"Sayang. kapan rencana kalian akan ke panti. nanti mama nitip ya." Ucap Anisa di saat mereka duduk di ruang keluarga.


"Minggu aja ma. biar agak rame." Jawab Anrez senang .


***


Minggu sebelum subuh Azizah sudah bangun. karena akan berangkat pagi ini, ia pun menyiapkan semuanya. jadi tinggal bawa aja lagi.


Merasakan pergerakan di kasur tersebut. Anrez pun terbangun." Ada apa Zah. kok sibuk sekali.?" Tanya nya melihat istrinya mondar mandir.


"Eh. maaf bang. aku menyiapkan pakaian yang mau kita bawa. rencananya berapa hari di sana bang.?" Tanya Azizah lada suaminya yang telah duduk di pinggir kasur.


"Duduk sini. Kita satu hari saja ya. Aku akan latihan dengan bang Roger. kalau di sana takut ganggu adik-adik.Jangan lupa like dan komentar nya ya" Jawab Anrez.


"Oh. baiklah. kalau begitu aku mau mandi dulu, sebentar lagi subuh." ucap Azizah dan berdiri namun di pegangin Anrez.


"Mandi sama-sama ya." ucap Anrez merangkul bahu istrinya. Azizah terpaku mendengar tawaran suaminya.


"Aku malu bang." Jawab Azizah. Anrez terkekeh.


"Malu. aku sudah pernah lihat dan bagai mencium semuanya. untuk apa. lagi malu. yok " Anrez menggendong istrinya tanpa penolakan.


Awalnya yang hanya mandi biasa. akhirnya mandi luar biasa juga. Azizah tidak menolak keinginan suaminya. Azan pun tiba saat mereka sudah selesai mandi. Keduanya pun sholat berjamaah.


Anrez duluan selesai bersiap dan turun ke bawah membawa sekalian koper yang berisi baju mereka berdua.


"HM. sudah siap An. Zah mana?" Tanya Anisa yang melihat anaknya sudah rapi dan membawa koper.


"Lagi siap-siap ma." Jawab Anrez santai.


Karena Azizah harus mengeringkan rambut panjangnya dulu. baru memakai jilbab.


"Tumben. nggak biasanya Azizah telat. apa kalian lembut malam ini. hingga ia kelelahan." Selidik Anisa.


Anrez hanya tersenyum dan berjalan santai ke depan memasukan kopernya. Mobil telah di siapkan sopir papanya.


"Mama kayak nggak pernah muda aja. tapi mau dapat cucu. ya harus kerja keras lah mah." Goda Andi pada istrinya.


Anisa pun hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia menyiapkan sarapan.


"Abang. berapa hari di sana.?" Tanya Ratu pada kakaknya.


"Kenapa. mau ikut.? Kamu kan sekolah dek, jangan bolos terus. kemarin udah satu bulan bolos, masih aja rencana bolos." Ucap Anrez menjentik kening adiknya.


"Ih. Abang mah, kebiasaan. bukan jawab malah balik nanya. ya udah deh.. aku pamit dulu." Ratu pun pamit di antar sopir.


'Udah. sarapan roti. Abang kelamaan turun. jadi aku sarapan duluan. da Abang ganteng ku." Ucap Ratu dan berlalu dengan mobil yang di bawa sopir pribadi mereka yang sudah lama bekerja.


Anrez geleng-geleng kepala, dan bertepatan dengan Roger sampai dengan motornya. Anrez pun mendekatinya.


"Wah. keren juga Abang kalau dengan motor." Ucap Anrez menepuk bahu Riger saat motornya berhenti di depannya.


"Malah adek lebih keren kalau naik motor." Jawab Roger. Anrez tidak mau bersikap formal. ia nggak mau di panggil tuan muda, jadilah Riger panggil Adek.


"Yuk. masuk bang. sarapan dulu. Ada mama papa juga menunggu." Ucap Anrez menawarkan.


Roger pun mengikuti langkah Anrez masuk rumah. Ia pun bersalam dengan kedua bos nya.


"Assalamualaikum Pak buk. gimana kabarnya.?" Tanya Roger basa-basi.


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah baik. Oh ya. duduklah kita sarapan dulu. Baru kalian boleh berangkat." Ucap Andi. Roger pun tak berani menolak, ia pun duduk sarapan bersama keluarga bosnya.


Ia merasa terhormat. padahal ia hanya anak buah yang tidak harus duduk sejajar dengan keluarga bos nya.


"Oh. kalau sudah sampai sana. kabarin ya. moga perjalanan kalian baik-baik saja." Ucap Anisa setelah mereka sarapan bersama.


"Ya ma. da ma. assalamualaikum." Ucap Anrez pamit dan diikuti Azizah dan Roger.


Azizah duduk sendiri di belakang. Roger meminta Anrez duduk di belakang bersama istrinya. namun Anrez menolak.


"Santai aja bang. kalau sama istri tuh ada waktunya. Oh ya bang. gimana kerjaan di kantor papa. apa Abang masih sering ke sana?" Tanya Anrez memberi pertanyaan.


"Ha..ha.. kamu ke biasaan ya dek. bertanya selalu borong. Masih.. Pak Andi menginginkan begitu. Jadi pagi ke kantor dan malam di markas." ucap Roger apa adanya. ia membawa mob cukup kencang namun sangat tenang.


"Oh.. Sebelum aku ke Jerman. boleh nggak ya bang aku ke markas melihat situasi di sana.?" Tanya Anrez merasa ragu.


"Wah. bagus tuh. kapan adek mau. akan Abang antar, Pak Jackson sudah berpesan pada Abang. kalau adek berencana ke sana biar Abang yang antar." Ucap Roger memberitahukan.


"Oh. jadi ayah sudah ngomong. kalau begitu. sepulang sini aja bang. aku sudah lama penasaran." Jawab Anrez menggebu-gebu.


Mereka berdua asyik bercerita. Azizah hanya jadi pendengar saja. Ia tak mau menyela pembicaraan keduanya.


"Dek. Azizah aman kan.?" Tanya Roger yang melihat ke belakang.


"Oh aman bang." jawab Azizah singkat. ia hanya tersenyum dan kembali melihat ke arah luar.


Anrez memperhatikan keduanya. tidak ada apa-apa. tapi kenapa ia kesal ya,saat Roger bertanya seperti itu. apakah ia cemburu.? Anrez mengusap mukanya dengan kedua tangannya.


"Kamu kenapa dek. kamu cemburu, kalau tadi saya nanya Azizah.?" Tanya Roger seolah tahu isi hati Anrez.


"Ah. Abang bisa aja.Oh ya Zah. berapa lama lagi kita sampai." Tanya Anrez menutupi sikapnya.


"Sekitar sepuluh menit lagi sampai bang. Oh ya. nanti sampai perempatan jalan. belok kanan ya bang terus belok kiri. nah kita sampai di gang buntu tersebut. di sanalah letak ya panti." Jawab Azizah menjelaskan.


"Oh. saya sudah google map. Pak Andi yang beri alamat semalam. Takut kian berdua tertidur. makanya saya minta alamat panti lebih dulu." Jawab Roger mengejutkan Anrez.


"Jadi sudah kebiasaan ya bang. kalau harus berpikir panjang. atau punya planning sebelum berangkat. " Tanya Anrez pada Roger.


"Begitulah, kita sudah di latih sepertinya itu." ucap Roger dan berhenti di depan panti.


Anrez hanya kagum dengan pola pikir dan ketangkasan Roger. ia harus banyak berlatih dalam segala hal.