Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Hadiah Plus-plus


Sudah satu bulan lebih Andi sibuk dengan kegiatan barunya, yaitu Olimpiade antar sekolah. Anisa pun sibuk mendampingi para peserta. Andi dan Anisa sudah komitmen. kalau harus fokus dulu agar Olimpiade ini berhasil.


Hari ini adalah ujian akhir buat Andi. Karena ia berjanji akan lulus dengan hasil yang membanggakan keluarga nya, khusus buat istri nya.


' Sayang.. sarapan dulu. moga ujiannya sukses ya." Ucap Anisa memberi semangat.


" Terima kasih sayang.." Andi mencium puncak kepala istri nya yang sibuk menata sarapan mereka.


" Kamu ngawas di lokal mana hari ini? " Tanya Andi penasaran.


" Hm. kenapa..? kepo aja. rahasia ya. dimana pun aku mengawas. aku tetap di hatimu.." Goda Anisa.


Andi kembali berdiri dan memeluk istrinya dari belakang. " Sayang.. aku mau ujian.. jangan kotori pikiran anak sekolah yang ganteng ini ya.! " Ucap Andi seolah mengancam.


Anisa tertawa mendengar ancaman suaminya ia pun berbalik dan memegang pipi suami. " Anak sekolah yang unyuk-unyuk nggak boleh mikirin yang aneh-aneh ya selamat ujian." Goda Anisa lagi.


Andi mencium bibirnya lembut." Terima kasih telah hadir di hidupku. Hari-hari ku terasa hidup dan berwarna semenjak kehadiran mu. Dan jangan pernah kamu untuk meninggalkan kan ku.' Ucap Andi lembut dan mencium kedua pipi istrinya. Keduanya pun sarapan dengan cepat. takut nanti telat ke sekolah.


Sampai di sekolah, Anisa langsung ke kantor, sementara Andi pun langsung ke kelas di mana ruangan ia ujian. ia tidak satu kelas dengan Roby.


Sepuluh menit saat mau ujian, datanglah pengawas ujian. yang kadangkala ada guru kelas 10 dan 11 .


Anisa masuk ke kelas Andi yang juga ada seseorang guru laki-laki dari kelas 10. Dia guru baru yang bernama Roy, mereka masuk beriringan berdua.


Andi yang melihat menatap tajam pada istrinya. Anisa pun memberikan kriteria ujian. dan membuka soal ujian yang masih tertutup rapat.


Anisa dan Roy membagikan soal. Anisa sengaja memberikan soal pada suaminya yang menatap nya tajam.


" Tenang kan hatimu. ini hanya karena tugas, fokus.. Ok..! " Ucap Anisa setengah berbisik. Dan menyentuh tangan suaminya sambil memberikan soal.


Andi pun ber dehem tanda setuju, ia pun fokus. walau dalam hatinya ada rasa jengkel.


" Oh ya. jangan lupa buat namanya dulu, dan mulailah kerjakan soal yang rasanya lebih gampang jawabnya. jika sudah selesai. tinggalkan saja soal dan jawaban di meja. biar kami yang ambil kembali" Ucap Anisa tenang.


Mereka pun sibuk mengerjakan soal, Anisa diam-diam memperhatikan suaminya." Alhamdulillah dia kembali fokus. nanti aku harus beri ia pengertian. Agar ia bersikap tidak sembrono.


Baru berlalu 20 menit, Andi keluar. Anisa terkejut. Ia segera melihat jawaban suaminya, takut karena kesal suaminya asal jawab saja.


Namun di luar dugaan. Andi menjawab dengan baik, kebetulan ujian hari ini adalah bidang studi yang di ajarnya.


Anisa tersenyum melihat jawaban tersebut, "hm menakjubkan. " Ucap Anisa lirih.


Setelah semuanya selesai, Anisa dan Roy kembali mengambil soal dan jawaban siswa di kelas tersebut. mereka pun berencana keluar. Namun Andi kembali masuk.


" Bolehkan saya bicara dengan Ibuk...? " Tanya Andi menatap istrinya memohon.


Anisa melihat Roy dan dia pun mengangguk. Roy keluar duluan ke kantor. Karena istirahat sebentar. untuk ujian ke dua.


Setelah kepergian Roy. Andi langsung memeluk istrinya." Sayang.. aku cemburu.. " Ucapnya sendu.


Anisa hanya diam membiarkan unek-unek suaminya. Karena ia tidak mungkin menentang suaminya saat ini. nanti akan berpengaruh pada ujian berikutnya.


" Apakah ini rahasia yang kau sebut..? " Tanya Andi intense.


Anisa melepaskan pelukannya." Sayang.. sudah aku bilang kan, ini karena tugas. toh aku kan nggak dekat dengannya. Aku tau suami ku cemburu. makanya aku harus menjaga perasaannya agar tidak ngamuk.. " Goda Anisa lembut.


Andi mencium bibir istrinya lembut." Terima kasih.." Ucap Andi pelan.


" Ok. sebentar lagi guru lain akan masuk, untuk ujian ke dua. . Semangat ya sayang. nanti aku beri suprise deh. jika jawaban mu bagus hari ini.. " lirih Anisa di telinga suami nya. Membuat Andi tersenyum bahagia.


" Ok.! siap..! " Jawab Andi semangat.


Anisa pun keluar, ia akan mengambil soal yang ke dua. untuk di lokal sebelah. Kalau ini Anisa masuk ke lokal yang ada Roby.


Karena melihat Anisa berjalan beriringan dengan Roy. ia langsung mengirim foto yang di ambilnya dan di kirim ke Andi.


Roby (Hai bro. sabar ya. ini resiko punya istri guru cantik.) Kata - kata Roby sedikit membuat jengkel, namun ia pun membalasnya.


"Andi (Ya.. gue lihat mereka tadi. tadinya mereka di kelas gue. tapi Istri gue bilang. jika gue dapat jawaban yang bagus. gue di kasih pluss-pluss nanti di rumah. jadi harus fokus dengan ujian ha.. ha...)


Roby yang dapat balasan Andi yang vulgar. membuat Roby kesal.


Roby ( Anjir lu...)..


Andi ( ha.. ha...)


Mereka pun akhirnya mengerjakan soal yang sudah di berikan guru pengawas. Anisa berjalan di samping Roby.


" Fokus. jangan menggibah.." ucap Anisa pelan.


Roby spontan menengok Anisa. Ia tersenyum grogi. " he.. he.. iya buk.. " ucapnya kaku.


Anisa pun berlalu ke depan.. Setelah satu jam


bel pun berbunyi. Semua siswa pun keluar. mereka keliatan sekali lelah. ada yang mendesah ada yang tersenyum senang karena bisa menjawab dengan baik.


Semua siswa berhamburan untuk pulang. Andi menunggu istri nya di mobil. ia mengirim WA di parkiran.


" Sayang. apakah masih lama. aku.. sudah di parkiran." pesan Andi pada istri nya.


Sementara Anisa sibuk memeriksa soal jawaban yang sudah di isi siswanya. Ia ingin lihat dulu jawaban suaminya. Setelah tahu hasilnya. ia tersenyum.


" Hm.. benar kata pak Burhan, suami ku sebenarnya hebat, Namun ambisi karena sesuatu ia melewatkannya. sungguh besar pengorbanannya." Lirih Nisa. Ia pun melihat HP nya. ia kembali tersenyum. Dan segera menelpon suaminya.


Andi ( Sayang.. bisa jamuran aku nunggu di sini.. apakah masih lama? ")


Anisa ( ha.. ha... sabar ya.. otw).


Anisa pun berjalan menuju parkiran. Dari jauh Nisa melihat Andi sedang berbicara dengan seorang siswa perempuan. Gadis itu pergi sebelumya ia berusaha memeluk suaminya, namun Andi menepisnya. hampir gadis tersebut terjatuh. jika Andi tidak cepat menarik tangannya. Gadis itu menggunakan kesempatan untuk kembali menarik tubuh Andi agar ia bisa berpelukan.


Anisa diam terpaku menyaksikannya, Andi melihat istrinya mendekat. dengan cepat ia melepas gadis tersebut.


" Eh. buk.. ini.. nggak seperti yang ibuk pikirkan." Ucap Andi terbata..


" Oh.. nggak apa... saya paham kok. Apa mau di teruskan, kalau begitu saya permisi." Jawab Nisa hendak berlalu.


Andi cepat meraih tangan Anisa yang beranjak pergi. " Vio. baiknya kamu cari laki-laki lain. dan jangan harap kan aku lagi. Oh ya buk. kita udah janjikan untuk belajar hari ini..? " Ucap Andi merubah topik.


" Jahat kamu Andi. Aku akan berusaha terus sampai aku mendapatkan mu.. ' Ancam Viola sambil berlalu.


Anisa terkejut mendengar ucapan siswanya tersebut." Hm... Saingan nih." Ucap Anisa lirih yang masih di dengar Andi.


Andi membuka pintu mobil. Anisa pun masuk. mereka akhirnya pulang, Anisa masih diam. hari ini seperti nya mereka sama-sama di buat cemburu oleh ke adaan masing- masing.


' Oh bagus dong aku lama. bisa peluk pelukan. jika aku lebih lama tadi nya tentu bisa lebih dari tadi kan.? " Tanya Anisa ketus.


Andi terkekeh. " Sayang. sepertinya malam ini aku akan dapat plus nih. secara jawaban ku pasti bagus. ya nggak..? " Tanya Andi menyelidik.


" Tau ah.. nggak semangat..! " Jawab Anisa cuek.


Andi menepikan mobilnya secara mendadak. " Sayang.. kamu sudah janji. jika jawaban ku bagus maka kita akan menikmati malam ini bersama. ayok lah. ini nggak adil namanya.. " Rengek Andi pada istrinya.


"Kita lihat nanti nya.. ayok jalan lagi. aku udah gerah.." Jawab Anisa memalingkan wajahnya.


Andi mendekat wajahnya, ia meraih dagu istrinya. dan mencium pipi istrinya lembut.


"Kita bahas nanti di rumah ya..' Andi tersenyum melihat istrinya yang jutek padanya.


Sampai mereka di rumah. Andi membuka baju sekolahnya. ia sengaja tidak memakai baju ganti. ia cuman pakai boxers. dan berjalan ke pantry. Karena ia tahu istrinya sedang duduk di meja makan untuk minum.


Anisa melihat suaminya begitu. dia melongo. ' Hai ngapain. Kita makan dulu. aku mau masak sebentar." Ucap Anisa menahan sesuatu. Tubuhnya meremang melihat penampilan suaminya.


' Oh. kita delivery saja. sebentar lagi sampai." jawab Andi yang benar saja.. ada bunyi bel berbunyi.


Anisa membuka pintu. karena tidak mungkin suaminya keluar dengan penampilan yang begitu.


Anisa telah kembali ke pantry. akhirnya mereka makan bersama. dengan ke adaan diam. mereka hanya fokus dengan makanan mereka.


Setelah selesai makan. Andi membawa piring kotor ke wastafel. dan mencucinya. Anisa terdiam dan heran melihat sikap suaminya.


Setelah selesai mencuci piring. sedangkan Anisa menyimpan sisa makanan mereka ke lemari. ia pun ke kamar ingin ganti pakaian kerjanya.


Tiba-tiba Andi sudah memeluknya dari belakang." Sayang... dari dulu Viola menyatakan cinta nya padaku. tapi selalu aku tolak, seperti tadi. karena cinta ku hanya untuk guruku yang cantik. yang selalu membuatku rindu jika tak melihatnya." Cerita Andi panjang lebar.


" Oh.. jawab Anisa singkat.Andi gemes dengan jawaban istrinya yang membuatnya geli.


" Aku senang melihatmu cemburu, tandanya bukan hanya aku saja yang mencintaimu sepenuh hati. ternyata istrinya ku juga. Aku bahagia.. " Ucap Andi mengecup rambut istrinya.


" Apakah kamu sudah periksa jawaban ku? berarti aku boleh dong.. ? " Tanya Andi. Dan Anisa memutar tubuhnya.


"Pede sekali suami ku ini. siapa bilang jawabannya... " Cup.. Andi mengecup bibir istrinya lembut.


" Kamu nggak bakat bohong sayang.. keliatan sekali... " Ucap Andi. Ia pun menggendong istrinya ke kasur. mereka bercinta dengan hati bahagia. Karena cinta di hati mereka yang tulus. Sampai mereka ketiduran karena Pertempuran panas.


Andi terbangun, saat hari menjelang magrib. dan segera mandi. Anisa pun terbangun saat suaminya keluar dari kamar mandi.


' Mandilah. kita Sholat maghrib bersama." Andi memakai baju koko nya untuk melaksanakan Sholat.


Anisa terharu saat suaminya selalu jadi imam. saat mereka sholat bersama. walau suaminya lebih kecil darinya. kadang suaminya bersikap lebih dewasa darinya. walau terkadang ada juga sikap konyolnya.


" Sayang.. temani aku belajar ya.. rasanya aku lebih semangat kalau di dampingi kamu.. " harap Andi pada istrinya.


" Ok.. ! " Jawab Anisa semangat.


Andi pun belajar di temani istrinya. Anisa tidur di paha suaminya sambil membaca novel online. sedang Andi membaca bukunya sambil mengusap kepala istrinya lembut.


" Sayang.. kalau di usap terus bisa-bisa aku ketiduran jadinya.." Protes Anisa.


Andi melihat istrinya.. ia mendekatkan wajahnya pada istrinya yang berada di bawahnya. Ia mencium kening istrinya.


" Istri ku ini selalu menggemaskan.." Ucapnya. Andi kembali mencium istrinya. tapi bukan lagi kening saja. tapi pipi. dan terakhir bibir.


Anisa membalas ciuman suaminya. akhirnya suasana berubah panas. Di sudahi dengan pergulatan panjang.


Pagi. cuaca cerah secerah hati pasangan yang sedang berbahagia. Anisa sedang menyiapkan nasi goreng untuk sarapan mereka. sementara Andi melanjutkan hapalannya yang tinggal sedikit. tertunda karena adegan panas mereka.


Kemudian sarapan setelah mereka berpakaian sekolah. " Hari ini. mengawas dengan siapa? " Tanya Andi di sela sarapannya.


" Dengan Buk Ayu... " Jawab Anisa kurang senang.


" Kenapa nggak semangat. apa kecewa nggak berdua dengan pak Roy..? " Tanya Andi menyelidiki.


" Hm bukan karena itu. tapi akunya yang malas jika dengan buk ayu. kamu kan tahu gimana buk Ayu yang julit.? " Tanya Anisa kesal.


" He.. he . kirain.. Setelah aku ujian selesai. Aku mau kita ke London dulu. sebelum kita sibuk dengan Olimpiade. yah ganti refresing lah... " Ucap Andi semangat.


" Jika itu tidak mengganggu. rencananya berapa hari.. atau kita tempat yang dekat aja dulu. setelah Olimpiade aja kita ke London.. " Anisa memberi pendapat.


"Hm.. bagus juga... apakah kamu punya refrensi sayang...? " Tanya Andi antusias.


" Nanti kita cari sama-sama. udah sarapan nya. nanti telat..! " Ucap Anisa menghentikan percakapan mereka.


***


Sudah satu minggu Andi ujian. Dan kabarnya nilai nya cukup memuaskan. hari ini. mereka rencana liburan ke Raja Ampat. Andi sangat bersemangat karena ia bisa berduaan, bermesraan bebas dengan istri nya tercinta.


Namun rencana tinggal rencana, pagi ini setelah mereka siap-siap akan ke bandara. Andi mendapat telpon dari Feby adiknya. kalau kakek masuk rumah sakit.


Kakek. jatuh di kamar mandi. ia di temukan pingsan oleh feby. Hingga di bawa ke rumah sakit.


Andi dan Anisa langsung ke rumah sakit dimana Kakek di rawat. sampai di rumah sakit ia melihat Feby yang terduduk terpaku di ruang tunggu di depan IGD.


" Dek. gimana ke adaan kakek..? " Tanya Andi mendekati adiknya.


Feby mendapati kedatangan kakak dan iparnya. segera menghambur kepelukan Anisa.


" Aku takut kak. sampai sekarang belum ada kabar...? " Jawab Feby yang terbata.. Air matanya bercucuran membasahi punggung Anisa.


Andi duduk terpaku. ada air mata yang menetes di pipinya. Anisa melepaskan pelukan adik iparnya. dan mengajak duduk dekat suaminya. Anisa duduk di tengah. keduanya meletakan kepalanya ke bahu Anisa yang kecil mungil.


Anisa membelai ke dua kepala orang yang duduk di sampingnya. Tak lama keluar lah seorang dokter mendekati mereka.


" Nak Andi. kakek kalian Tuan Wijaya sudah sadar. mereka ingin bertemu kalian bertiga." Ucap dokter Reyhan.


Dokter Reyhan adalah dokter keluarga mereka. selain dokter tetap yang mengelola rumah sakit yang sekarang mereka tepati.


Rumah sakit swasta yang cukup terkenal, . pak Wijaya membangun rumah sakit ini 10 tahun lalu. Saat istrinya masih hidup. Saat itu Andi masih SD. Dan Mamanya masih hidup.


Andi yang mendengar kabar dari dokter Reyhan segera membawa ke dua wanita kesayangan nya ke ruang IGD.


Setelah berpakaian lengkap, Andi mendekati kakeknya yang di ikuti Feby dan Anisa.


*Jangan lupa tinggalkan jejaknya 😄😄😄*