
Anrez dan Jackson serta pak Frans duduk santai di ruang keluarga. mereka asyik bercerita tanpa mengetahui kedatangan Cantika yang pulang dari sekolah.
Cantika yang mendengar suara yang tak baginya. namun telah beberapa bulan tidak bertemu,tentu saja kaget.
"Abang An. kapan datang.?" Tanya Cantika memeluk abangnya.
"Slam dulu dek. main peluk saja." Goda Anrez pada adiknya.
"He..he. saking bahagianya. sampai lupa. assalamualaikum Abang, ayah opa." Ucap Cantika tersenyum senang. mengalami ketiganya bergantian.
"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak.
Cantika kembali duduk di samping abangnya. "Abang kapan pulang. kok nggak ada yang kasih tahu!" Rengek Cantika. kalau bersama abangnya, rasa manjanya muncul saja.
"Memang Abang sengaja. kasih surprise gitu buat adikku yang cantik ini." Jawab Anrez menggoda adiknya.
"Abang mah. kebiasaan. eh aku sempat khawatir saat dengan berita. saat kalian di gusur ke kampung mama." ucap Cantika yang ingat saat abangnya pulang ke Indonesia.
"Bukan di gusur sayang. tapi di asingkan." Ledek Anrez pada adiknya.
Cantika memukul bahu abangnya kesal." Kalau begini mah. aku nggak mau lagi ke sini Ayah. ada penyiksa di sini." Ledek Anrez sambil tertawa.
Feby yang datang membawa minuman dan cemilan untuk nyantai. hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya, jika bertemu.
"An. kamu nggak ingat umur. udah beristri masih saja sifat kamu kayak anak-anak." Ucap Feby yang merasa sebel. Karena tidak mau berubah.
"Bunda bisa aja. ini mah. kalau ketemu cantika saja bund. sama yang lain mana berani, nanti cemburu tuh." ledek Cantika melihat ke datangan Azizah dari kamar bersama Xena.
"Eh. Zah. duduk sini. kita nyantai di sini dulu. oh cantik. ganti dulu sana pakaiannya, sekalian aja mandi biar segar." Usir Feby pada anaknya
"Tapi Bund. nanti Abang pergi lagi." Rengek Cantika memeluk l Ngan abangnya.
"Nggak dek. Abang mungkin beberapa hari ini tinggal di sini. ada yang abang selesai kan sama ayah, tidak mungkin mbak Zah tinggal sendiri di Apartemen." Jawab Anrez membuat Cantika bahagia.
"Benar ya mbak. nggak bohong kan.?" Tanya Cantika pada kakak iparnya, takut kalau tanya yang lain. takut di bohongi. .
"Iya dek. kita cukup lama tinggal di sini." Jawab Azizah tersenyum.
"Wah .asyik. eh kalian kenapa nggak pindah sini saja, ngapain tinggal di apartemen berdua saja.?" Tanya Cantika penasaran.
"Bukan kami nggak mau dek. di apartemen kan dekat dengan kampus. lagian, kuliah kita nggak Sam. jika dari sini,jauh jadinya Azizah ke kampus." Jawab Anrez yang tidak mau menetap di tempat ayahnya. bisa nggak bebas dong mereka berdua. Ada pengganggu.
"Oh. kirain, takut di ganggu." Ucap Frans yang membuat semua tertawa.
"Opa bisa aja. kayak nggak pernah rasa juga dulunya." Jawab Jackson membela anak nya. Sedangkan Anrez dan Azizah menunduk malu. di buli oleh keluarganya sendiri.
"Sudah..sudah.. kakak sama ayah Sama aja, gimana nanti malam kita barbeque.?" Tanya Feby yang mencairkan suasana yang sedikit canggung.
"Asyik.. Xena mau bund." Jawab Xena cepat
"Hore. sudah lama ya kita nggak ngumpul. apa lagi kalau ada Ratu. mama papa." Ucap Cantika yang tiba-tiba sedih.
"Kapan-kapan kita ada waktu untuk ngumpul." Jawab Jackson pada anaknya
"Amin.!" Jawab semua serentak.
*****
Ratu hari ini. masih di sekolah, ada ekskul yang ia ikuti guna menghabiskan waktu dan juga menambah kesibukan.
Ratu ikut ekskul Pramuka. dan hari ini pelatihan untuk acara kemping dua hari mendatang. yang akan di adakan di daerah puncak Bandung.
Setelah mendapatkan pencerahan dan bagi kelompok. karena ada dua mobil yang akan pergi ke sana.sebanyak 50 orang siswa dan 5 orang guru dan dua pembina.
Cantika sampai rumah sudah sore. Anisa yang melihat anaknya yang kelelahan. merasa iba kasihan.
"He..he.. capek sedikit ma. lagian dua hari mendatang kami kan pergi ke puncak ma. jadi tadi ada pembagian kelompok serta pencerahan. apa saja yang boleh dan tidak boleh." Jawab Ratu menjelaskan.
"Oh iya. lupa mama. jadi besok harus siap-siap dong. gimana besok kita ke mall. beli perlengkapannya, pagi kita berangkat, biar Anak mama ini punya waktu istirahat." Ucap Anisa memberi ide.
"Ok. mama selalu the best deh.aku mandi dulu ya ma. nanti kalau papa pulang pasti ledek aku bau asem." Ucap Ratu mengingat kebiasaan papanya.
Anisa tertawa. benar saja, suaminya akhir-akhir ini sering meledek anaknya. hingga mereka sangat dekat. ratu sering malah bermanja pada papanya. padahal mereka tuh cuek saja. Namun semenjak saudara nya pindah, Ratu lebih dekat dengan papanya.
Andi pun datang, saat anaknya baru masuk kamar. "Kenapa ketawa sayang.?" Tanya Andi yang melihat istrinya tertawa dari luar.
"Oh.. pantas saja anak Mus. lari ke kamar, takut di ledek kamu mas. karena belum mandi baru pulang sekolah." Jawab Anisa mengambil tas suaminya setelah salaman.
"Oh. kenapa baru pulang Ratu sayang.?" Tanya Andi heran.
"Ia kan mau pergi kemping mas ke dua hari lagi."Jawab Anisa mengingatkan
karena anaknya sudah memberi tahukan bahkan suratnya sudah di tanda tangani Andi sebagai walinya.
"Oh. jadi dua hari lagi. terus mereka mau naik apa ke sana sayang.?" Tanya Andi yang kurang ingat, karena mungkin karena kesibukan jadi banyak yang lupa.
"Nanti setelah makan. kita tanya ya mas." Jawab Anisa yang menarik suaminya ke kamar untuk mandi. Karana sebentar lagi magrib.
*****
Andi pun bertanya pada anaknya. di saat mereka mau duduk untuk makan. Namun Andi melarang mereka.
"HM. jadi anak papa berangkat kemping dua hari lagi. naik apa ke sana nak.?" Tanya Andi yang dari tadi menahan diri untuk bertanya.
"Oh. kita berangkat naik bus pa. dan mungkin ada satu mobil sekolah. untuk bawa obat-obatan dan hal di perlukan. kita berangkat 50 orang siswa dan 5 guru serta dua pembina." Jawab Ratu menjelaskan.
"Oh. jadi perlengkapan yang mau di bawa sudah ada. cemilan gitu atau apa.?" Tanya Andi yang tidak ingin anaknya nanti kelaparan di sana menunggu makanan siap.
"Kita besok ke mall pa.belii perlengkapan dan kebutuhan lainnya." Jawab Anisa. ya g tahu ke khawatiran suaminya.
"Oh. kapan kalian berangkat. kenapa tunggu besok. sekarang saja sekalian kita makan di sana dan jalan-jalan malam." Ucap Andi yang ingin ikut. sebab, kalau besok pagi ia kan harus kerja.
"Apa papa nggak capek.?" Tanya Anisa yang khawatir.
"Bawa sopir ma. papa cuman duduk saja nantinya bersama Roger. di Pujasera." Jawab Andi yang inginkan hari ini.
"Ok deh. yok nak. siap- siap sana." Perintah Anisa dan di anggukan Ratu. Sedangkan Andi menelpon Figer menemaninya di sana. dan ada yang ingin ia sampaikan.
Akhirnya mereka jadi juga ke mall. Andi mengarahkan keluarganya untuk masuk pujasera dulu. untuk makan.Agar mereka berdua bisa menunggu anak dan istrinya belanja di sana.
"Oh. Roger pesan juga, jangan malu-malu. mumpung kita lagi di sini." Ucap Andi memerintah asistennya. karena sudah beberapa bulan. Andi mau Roger jadi asistennya.
"Tapi pak. saya merasa nggak enak." Jawab Roger menolak dengan halus.
"Santai aja. kita duduk di sini menunggu mereka belanja, jadi temani saya di sini." Ucap Andi. yang akhirnya r di anggukan Roger.
Mereka pun makan bersama. setelah makan Anisa dan Ratu pun pergi belanja. sedangkan Andi dan Roger bercerita menunggu keduanya belanja. yang ada di toko dekan tempat mereka duduk.
"Roger. dua hari lagi Ratu akan ikut kemping. saya mau ada pengawalan buat dia. tanpa sepengetahuan dia, saya masih trauma dengan kejadian dulu." Ucap Andi yang langsung saja. mereka berbicara agak lambat agar tidak bisa di dengar orang lain.
"Oh. baik pak. bapak beri kabar saja. kapan dan dimana lokasinya. mereka kemping berapa hari pak.?" Tanya Roger ingin pasti.
"Oh. tiga hari. sebenarnya saya kurang suka Ratu ikut kemping. namun kamu tahukan istri saya,orangnya nggak mau anaknya terlalu di kekang. takut nanti berontak. katanya." Ucap Andi memberitahukan.
"Kayak bapak dulu ya. berontak cepat di nikahkan dengan buk Anisa. takut diambil orang." Goda Roger.
"Sialan kamu.!" Mereka pun tertawa.