Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Semut


Hari ini Anisa ingin mengunjungi panti dimana Hani tinggal. karena ia sudah janji akan mengunjunginya.


Anisa mengajak anak-anaknya, mertua dan adik iparnya. Kebetulan Andi tidak bisa, jadi cukup Jackson yang menemani mereka.


Sampai di depan panti, Jackson sedikit terpaku. ia tidak tahu, sepertinya tidak asing baginya tempat ini. hanya saja ia tak ingat.


Anisa menuntun anak-anaknya masuk saat buk Aishah , Hani dan anak-anak panti menyambut kedatangan mereka.


" Assalamualaikum buk Aishah. maaf, baru sekarang kami bisa datang.." Ucap Anisa menyalami bu Aishah. ibu pengurus panti tersebut.


" Waalaikumsalam. nggak apa-apa bu Anisa. saya malah senang ibu masih sempat datang di antara kesibukan ibu. Ayok silahkan masuk semuanya." Ucap Bu Aishah ramah.


Saat masuk ke ruangan, Jackson terkejut. melihat foto yang tak asing baginya terpajang di dinding. ia memegang foto tersebut.


" Oh. Itu Pak Roberto dan Istrinya. dulu beliau adalah donatur tetap kami. Namun entah kenapa.. tidak ada kabar kondisi mereka. " Cerita bu Aishah sendu.


Karena semenjak donatur tetap yang di andal kannya tidak ada kabar. tak satupun nomor yang bisa di hubungi.


" Pak Roberto. apakah beliau keturunan London dan istrinya orang Indonesia .? " Tanya Jackson


Buk Aishah mengangguk. dia menatap Jackson dan pindah ke foto tersebut. " Kalian mirip." Ucap Bu Aishah lirih.


"Apa kau Jackson anaknya Tuan Roberto dan Nyonya Anggi..? " Tanya Bu Aishah menatap Jackson.


" Iya.." Jawab Jackson senang.


Bu Aishah memeluk Jackson spontan, ia seolah menemukan anak sudah lama hilang.


" Kemana kamu selama ini nak. Tuan Roberto dan Nyonya tiap hari mencari mu. sampai.." Cerita Bu Aishah terhenti.


Semuanya terpaku. mendengar kenyataan tersebut. suasana yang bahagia tadi berubah mendung.


" Sampai apa Bu..? " Tanya Jackson mengguncang tubuh Bu Aishah. Feby memegang tangan suaminya agar jangan mendesak.


" Sabar Yang.." Ucap Feby pelan.


Buk Aishah memandang mereka berdua. " Sampai Nyonya Anggi meninggal Karena sakit. semenjak kamu di culik. dan dinyatakan sudah mati oleh penculik. Semenjak itu Tuan Roberto tidak ada kabar. Apakah beliau kembali ke Negara nya. kami tidak tahu." Ucap Bu Aishah sendu.


Jackson terkulai lemah, tubuhnya terasa tak berdaya. dengan cepat Feby mendudukkan suaminya ke kursi yang di dekatnya. " Duduk dulu yang.." Feby menggosok lengan suaminya iba.


Anisa yang menyadari kondisi yang tidak kondusif lagi. membawa anak-anaknya masuk ke dalam.


" Oh ya Han. ajak mereka ke dalam ya. mungkin keliling melihat ke adaan panti.." Ucap Anisa sedikit memohon.


" Iya bu." Jawab Hani sopan.


Heran. biasanya ketiganya heboh. mungkin karena Anisa sudah berpesan, jika tidak boleh berbicara keras di panti. jika bikin heboh, maka jalan - jalan ke mall di hentikan selama satu bulan.


Sebenarnya Anisa tidak mau melakukannya. namun karena ia tahu karakter anak-anaknya maka harus ia lakukan.


Andez mengikuti ketiga adiknya. ada kecanggungan antara Hani dan Anrez


itu tak luput dari pandangan Cantika.


" Cue.. abang ganteng ku kok grogi.. malu ya.. ketemu cewek cantik.." Goda Cantika yang membuat ke duanya makin salah tingkah.


Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat kejahilan Cantika. tak ia pungkiri, Kejahilan Cantika sudah hapal baginya.


" Hm.. Nggak baik Cantika." Ucap Vanya nenek mereka yang akhirnya mengikuti. Karena ia kurang yakin dengan Xena.


Biarlah. Urusan menantunya di selesaikan oleh mereka saja dulu. nanti ia akan dengar kabar selanjutnya. karena lebih penting keadaan cucu-cucunya aman.


Anisa, akhirnya menyusul. setelah Jackson dan Feby masuk ruangan bum Aishah. karena ia tidak mau terlalu ikut campur dulu masalah Jackson. Ada Feby yang mendampingi.


" Hai.. Anak-anak. kita ke kebun nya yuk. lihat mereka sedang ngapain ya.? " Tanya Anisa menunjuk ke arah anak panti yang sedang asik.


" Oh. lagi panen bu. kebetulan hari ini kita lagi panen buah rambutan..yuk.. "Ajak Hani.


" Hore... " Seru Xena kegirangan. Ia melompat- lompat. namun di pegang Anrez cepat. takut terjatuh.


Hani memperkenalkan mereka pada adiknya. Dan tentu mereka sangat antusias. salah seorang memberikan serangkai rambutan pada Cantika. dengan senang hati Cantika menerimanya.


Namun baru saja ia mengambilnya. semut yang ada pada buah rambutan menjalar ke tangannya, membuat Cantika histeris.dan melemparkan buah rambutan Ke sembarangan arah. Anak-anak tertawa. menyaksikan nya.


" Sudah. nggak baik. ayok minta maaf.. " Perintah Hani pada asik.


" Maaf ya. bukan maksud kami menakutkan, kami tidak tahu kalau kamu takut semut."Ucap seorang anak laki-laki adik pantinya Hani yang tadinya memanjat rambutan tersebut.


Cantika diam saja. ia masih trauma. Karena waktu kecil ia pernah makan semut. intinya ia makan permennya di atas meja. saat di makan ternyata banyak semut yang menggigit nya. semenjak itu ia jadi trauma.


Anisa tersenyum." Nggak apa. Cantika dulu pernah trauma dengan semut, makanya ia berekspresi seperti tadi." Jawab Anisa yang kemudian di anggukan anak tersebut yang bernama Ilham.


Semuanya. akhirnya kembali ke dalam. mereka asyik makan buah rambutan terutama Xena. Sedangkan Cantika hanya menonton saja. walaupun Anisa sudah mengucapkan kulitnya. ia masih nggak mau.


Sorenya mereka pulang. Karena sudah lelah. Anisa yang akhirnya membawa mobil. karena Jackson masih syok mendengar kenyataan. kalau dulu ia pernah di culik dan ibunya sudah meninggal. sekarang ia harus mencari keberadaannya. setelah mendapatkan beberapa fail dan nomor lamanya Tuan Roberto papanya.


.