Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Rasa Haru


Setelah pesta pernikahan Feby di London. Andi memboyong istri dan anaknya ke Indonesia. Jakson dan Feby melanjutkan bulan madu.


Anerz sibuk jalan ke sana ke mari


saat sampai di rumah. Andi yang melihat ke aktifkan anaknya merasa bahagia.


"Nggak capek sayang. jagoan papa senang sekali sampai di rumah." Ucap Andi pada istri nya.


" Iya mas. kelihatan sekali. ia bahagia kalau di rumah. mungkin di sana kita cuman dalam hotel. jadi merasa jenuh mungkin. Kalau di sini kan ia bebas." Jawab Anisa.


Andi mengajak anaknya melihat kelinci peliharaannya. jika sudah melihat kelinci. Arnez sampai cekikikan kala kelinci melompat-lompat.


"pa..... pa.. ma.. ma... " Ucap Arnez terbata-bata. Andi yang mendengar ucapan anaknya terkejut.


" Anak papa hebat..sini kita kasih makan kelincinya. " Ajak Andi pada anaknya.


Arnez mengejar kelinci yang melompat di depannya. Andi tertawa melihat tingkah anaknya. hingga ia tidak menyadari kedatangan istrinya yang membawa cemilan dan minuman.


" Bahagia sekali mas.. ada apa sih..? " Tanya Anisa duduk di samping suaminya.


Andi menunjuk anaknya yang asyik mengejar kelinci. bahkan Arnez sampai terguling ke tanah. Anisa dan Andi mengejar bersamaan.


Andi segera menggendong nya. Arnez tidak sedikitpun menangis. ia terus menunjuk kelinci.


" Aduh anak papa ini gemesin. ok papa tangkap ya. jagoan papa sama mama dulu." Andi menyerahkan anaknya. Namun Arnez meluncur ke bawah.


Andi mencoba menangkap kelinci. Namun kelinci yang cerdik terus menghindar. Anisa dan Andez tertawa melihat Andi menangkap kelinci.hingga ia menyerah, karena nafasnya sudah tak karuan.


"Gimana papa.. capek ya.. ha.. ha.. " Anisa tertawa melihat kondisi suaminya yang kelelahan.


" Bahagia banget lihat suaminya menderita.." Ucap Andi mencubit pipi istrinya.


" Ha.. ha.. pa. ambilkan wortel itu mas serta air minumnya juga." Ucap Anisa meminta.


Andi mengambil wortel dan minuman untuk kelinci. dan menyerahkan pada istrinya.ia kemudian mengambil alih memegang anaknya.


Anisa meletakkan wortel dan minuman


kelinci yang tadinya melompat jauh. kemudian mendekat. Andi melongo


ia tidak kepikiran sampai ke sana. pantas istrinya menertawai nya.


" Pantesan kamu bahagia banget lihat penderitaan ku.." Ucap Andi merenggut manja.


" Ha.. ha.. tapi gaya papa tadi lucu lo pa. ya nggak sayang.." Arnez juga mengangguk. Karena ia melihat mamanya mengangguk kepala.


Andi mencium pipi gembul anaknya." Oh jadi cerita nya kompak mau kerjain papa ya."Andi mengangkat tubuh anaknya tinggi-tinggi. Arnez tertawa senang.


Setelah cukup lama main dengan kelinci. Andi mengajak keduanya berenang. karena sudah lama mereka tidak melakukannya. Karena kesibukan ia jarang menemani anak dan istrinya berenang atau bermain.


Arnez di berikan pelampung. hingga ia bisa berenang berdua.Andi memeluk istrinya dari belakang. ia melihat anaknya yang asyik mengepakkan kaki dan tangannya.


" Yang. aku bahagia. melihat perkembangan dan pertumbuhan Anrez. aku tidak bisa melupakan perjuanganmu saat mengandungnya." Cerita Andi mengingatnya.


" Hm. Papanya juga hebat. mau puasa berbulan-bulan demi dia." Tunjuk Anisa pada anaknya.


" Aku akan berusaha melakukan apa pun. asalkan kalian berdua bahagia. Kalian berdua telah merubah hidupku yang dulunya sepi." Andi mengingat kembali masa lalunya.


Flashback.


Andi menangis. saat orang tua temannya datang menghadiri acara perpisahan mereka. Sementara papanya nggak bisa hadir. karena masih di London. untung kakek datang saat penyerahan piala. ia ikut lomba dan dapat nilai terbaik.


"Selamat ya nak. kakek bangga dengan mu. moga mama mu bahagia di sana, melihat keberhasilan mu." Ucap Kakek Wijaya.


Andi memeluk kakeknya, ia menangis diperlukan Kakek, Wijaya menghapus air matanya.


" Anak laki-laki itu tidak boleh menangis di tempat rame, nanti di ejek orang." Bisik Kakeknya.


Semenjak itulah. Andi tidak pernah melihatkan air matanya di depan orang lain.


Flashback


Andi menatap istrinya penuh cinta. " Terima kasih sayang telah hadir menemani ku. hingga tiada kata yang dapat mengungkap kan nya." Ucap Andi, di depan istrinya ia bisa melampiaskan semuanya ,rasa sedih, bahagia. selalu ia bagi pada istrinya.


Sementara Jakson dan Feby menikmati bulan madunya yang tinggal beberapa hari lagi. " Kita jalan yok beb.." ucap Jakson mengajak istrinya yang malas-malas an di kasur.


" Nanti aja ya. badan aku lemas rasanya.." Jawab Feby dengan mata tertutup.


Jakson mendekati istrinya." Ayok Lah.. kita ke pantai atau ke St. James Park atau Taman St. James. kita bisa bersantai sambil menyaksikan panorama danau dan burung-burung pelikan." Ucap Jakson membujuk istrinya.


" Aku capek sekali. ini juga karena kamu yang tak henti nya menyerang ku." Kesal Feby.


Jakson tersenyum. benar yang di katakan istrinya, namun gimana. enak.. pikirnya.


" Iya.. istirahat lah dulu sayang. satu jam lagi kita ke sana." Jawab Jakson mengalah.


Feby tidak memperdulikan ucapan suaminya. dia benar kelelahan akhirnya tertidur.


Jakson pun mengambil tempat di samping istrinya dan memeluknya. ia pun ketiduran sampai sore. Untung Papa mertuanya menelpon.


" Hallo pa. maaf telat mengangkat, kami ketiduran" Jawabnya polos.


Handoko yang mendengar alasan mantunya tertawa. kalau masalah kerja jangan di ragukan. Tapi kalau masalah wanita. Jakson benar polos.


" Nggak apa.. papa nanti ada acara di Restoran B kalian bisa nggak datang..? kalau bisa nanti sopir menjemput kalian jam 7?" Tanya Handoko langsung.


" Oh bisa pa., kebetulan kami belum ada acara." Jawab Jakson cepat.


Ia melihat jam tangannya, sudah menunjukkan jam 6 . cukup lama mereka ketiduran. Ia pun segera mandi.


Setelah selesai mandi. Jakson membangunkan istrinya." Beb bangun yok. udah jam 6. kita di ajak papa ke suatu acara." Bisik Jakson ke telinga istrinya.


Feby menggerakkan matanya berat, rasanya ingin memejamkan lagi. Jakson dengan cepat mencium mata istrinya. Feby terkejut dan bangkit.


"Ada apa.? " Tanya Feby jutek.. Ia menjauh dari suaminya.


" Kenapa begitu banget sama suami! " Ucap Jakson cemberut.


Feby mengangkat alisnya." Kamu mimpi beb, nggak lucu ah.. " Ucap Feby menjewer telinga suaminya.


"Sakit beb. tadi papa telpon, mereka akan jemput kita jam 7." Jawab Jakson cepat. Karena telinganya terasa ngeri saat di tarik istrinya.


" Jam 7. Kenapa nggak bilang dari tadi..! " Kesal Feby, ia langsung masuk kamar mandi takut telat.


Setelah siap dandan. tak lama jemputan mereka pun sampai, Handoko telah memberi tahu kalau mobil dengan sopir bernama Albert menjemput mereka.


Sebelum naik, Jakson memastikan dulu nama sopir tersebut. ia khawatir jika salah naik.


" Sorry mr, Are you named albert. Tanya Jakson menyelidik.


"Yes. That's right, my name is Albert" jawab Albert.


"Then take (ami) to Mr. Handoko's place" ucap Jakson.


" Ok. namun saya bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit. Karena saya sudah lama bekerja dengan Mr. Handoko." Cerita Albert saat mobil sudah jalan.


Akhirnya mereka cerita sepanjang perjalanan, Ternyata Albert cukup asyik untuk cerita, sangat nyambung dengan Jakson yang gila kerja.


Sekarang Jakson tambah gilanya, yaitu sama istrinya. (Author . he..he..)


Mereka pun sampai di sebuah Restoran yang mewah sekali. Jakson pun turun dan menuntun istrinya ke dalam dengan mata tertutup. Karena itu permintaan mertuanya.


" Beb. kenapa mataku di tutup segala..? " Tanyanya heran.


" Itu yang papa bilang. mungkin suprise buat istri ku ini.. " Jawab Jakson asal. Karena ia sendiri tidak tahu pasti.


sampai di dalam, ada suara tepuk tangan yang rame sekali. Feby memegang tangan suaminya erat. " Beb, kita dimana..? " Tanyanya agak curiga.


" Coba terka? " Tanya seorang wanita yang sangat di kenal Feby.


"Lidya... ah .. kangen.. yang buka dong.." Ucap Feby manja.


" Belum boleh.. " Ucap Handoko.


Feby manyun, ia menuruti perintah papanya, ia kemudian duduk di tempat yang telah di sediakan. Jakson kagum dengan keluarga Feby di pihak mama. pantas mamanya betah di London. ternyata keluarganya di sini semua.


" Suprise., " Ucap Lidya . setelah Handoko memberi kode untuk membuka penutup matanya pada Jakson.


Feby menangis terharu. melihat semua keluarganya hadir di sana. saat pesta mereka nggak bisa hadir semua, karena kesibukan


makanya di buat acara reunian keluarga yang biasa mereka lakukan setiap tahun.


Feby kemudian berdiri. memeluk keluarga nya satu persatu. hingga terakhir sepupunya yang laki-laki. yang bernama Albert yang mengaku sebagai sopir.


Awalnya Feby sudah curiga sopir yang jemput nya tadi, namun karena matanya tertutup maka ia tidak bisa berbuat banyak. karena di suruh diam. itu perintah papanya.


Feby memukul bahu Albert dengan kesal." Pantas papa minta aku tutup mata dan diam saja. Kalian jahat.. kamu juga jahat Al.. hi.. hi...hi.." Feby menangis di pelukan Albert.


Jakson diam membeku, cemburu, kesal, marah, semua teracampur. Namun melihat interaksi istrinya. dengan lelaki yang bicara panjang lebar dengannya di mobil tadi ia terharu.


" Hai bro.. Jangan cemburu ya. kita dari dulu memang seperti ini. namun karena saya jauh di Amerika, jarang komunikasi. saat ini sengaja datang untuk pernikahan kalian, walaupun telat.. he.. he.. " Cengengesan Albert.


Jakson tersenyum ramah, berarti tadi ia di uji juga. ah sial. Papa mertuanya selalu begitu. Memberikan kejutan tidak tanggung- anggung. Handoko tersenyum saat menantunya melihatnya. Jakson menarik nafas dalam.


Feby kemudian duduk kembali di sebelah suaminya. " Terima kasih semuanya. aku kangen kalian semuanya." Ucap Feby memberikan ciuman jarak jauh.


Jakson hanya pasrah melihat ke konyol istrinya, ada hal yang tidak dia ketahui pada istrinya.


" Oh ya. hari ini. saya sengaja membuat acara ini. saya tidak tahu kapan kita akan berkumpul lagi seperti ini , karena kesibukan masing-masing, di hari bahagia inilah saatnya. Dan saya minta maaf pas pesta mereka mungkin saya kurang sopan pada kalian." Ucap Handoko sungkan.


" Ah jangan begitu Om. kita bahagia kok. Saudara ku yang tomboy dan cuek ini ternyata malah mendahului ku." Jawab Albert.


" Iya. Tante juga nggak kepikiran, karena sehari-hari mereka seperti tom dan jeri saat bertemu." Jawab Felisha saat mengingatnya.


" Tapi aku rasa mereka masih seperti itu, tapi beda versi. ha.. ha.... ha.. " Ucap Albert ambigu.


Muka Jakson memerah karena malu. ( Ternyata mereka semuanya seperti ini. humoris. aku akan berusaha mengimbangi). Ucap Jakson dalam hati.


" Yah.. mau gimana lagi..Tapi saya suka.." Jawab Jakson santai.


Semua nya tertawa, tapi tidak dengan Feby. ia mencubit paha suaminya hingga tanpa sadar Jakson berteriak.


Semua terdiam, dan memandang mereka berdua." Sabar dikit lah pengantin baru.. kita makan- makan dulu.." Jawab Lidya


dan suasana makin heboh.


Jakson dan Feby tersenyum malu, karena hari ini mereka sukses membully nya.


Begitu lah. setelah selesai makan, satu persatu menyerahkan kado buat pengantin baru. Feby terharu sekali. Ia tak hentinya menangis. Jakson kewalahan. karena sampai di hotel pun, Feby masih tersedu" Beb.. udah ya. nanti matanya sakit. lihat tuh udah bengkak." Ucap Jakson membujuk nya.


"Aku masih kangen mereka.. " Jawab Feby


yang membuat Jakson terdiam.


Feby tertidur karena kelelahan menangis. Jakson menyelimuti istrinya. " Tidurlah. karena besok kita sudah kembali pulang. suatu saat aku akan mengajak mu ke sini lagi sayang. Karena kita belum jadi pergi ke taman impian ku bersama mu." Lirih Jakson membelai wajah istrinya. Ia pun merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan tertidur.


Paginya mereka sudah siap-siap. Felisha mengantarkan pulang putrinya, sebab ia sudah kangen dengan cucunya juga. Handoko tidak bisa melarang. Karena benar istrinya sangat sayang pada Nisa dan cucunya.


Sampai di rumah. Andi dan Nisa menyambut kedatangan mereka. " Selama datang om, aunti dan juga Oma.. " Ucap Anisa meniru anak kecil.


Feby langsung menggendong ponakan nya. takut ke duluan mamanya. " Feb.. serahkan cucu mama. mama di sini kan tidak berapa hari. ayok lah. mama kangen. " Rengek Felisha.


Anisa hanya pasrah. jika keduanya sudah berebut. ia hanya sebagai penonton." Biar ajalah.. Nanti kita bikin lagi. biar todak berebut.. " Bisik Andi. Anisa melotot mendengar kan ucapan suaminya yang tidak di filter.


Jakson membawa barangnya ke kamar atas. Ia pasti di cuekin kalau sudah bersaing dengan baby Arnez.


Arnez tertawa, saat oma dan tantenya menggoda nya. Andi dan Anisa berpelukan melihatnya.


" Kita ke atas yuk. bikinnya.. " Goda Andi.


Anisa meninju lengan suaminya kesal. Hingga Arnez tertawa melihat kedua orang tuanya.


Begitulah Baby Arnez. Yang sekarang sudah aktif. dia lucu dan menggemaskan. Namun ia tidak tersenyum atau tertawa pada semua orang. selain keluarga nya.


Andi tidak lagi merasa sedih, kesepian, seperti ia remaja. untung ada kakek yang selalu setia menemaninya. Namun ia kecewa pada dirinya sendiri. saat di akhir hidup kakeknya, ia malah menjauh dari kakeknya. Tapi mau bagaimana. Penyesalan itu memang datang terakhir.


(Kek. semoga kakek bahagia bertemu nenek di syurga. titip rinduku buat mama ya kek.) lirih Andi dalam hati. Tak sadar matanya berembun.


Anisa melihat suaminya yang begitu memeluknya erat." Aku akan selalu bersamamu sayang.. " Bisik Anisa yang seolah tahu kondisi suaminya.


" Makasih sayang.. muuaah" Andi mencium bibir istrinya tanpa memperdulikan sekitar nya.


" Jika kalian, rencana buat adik untuk Arnez jangan di sini. pergi sana, biar mama jaganya" Seloroh Felisha.


" Ah mama pengertiannya sekali. yuk sayang." ajak Andi menggendong istrinya tiba-tiba. Anisa menjerit untuk turun.


Felisha dan Feby tertawa melihat keduanya. Arnez pun ikut tertawa. " Kalau kamu juga mau. susul suami mu. mama sengaja datang ke sini, memberikan kesempatan buat kalian berduaan." Ucap Felisha mendorong anaknya.


" Ih.. mama apaan sih." Ucap Feby malu.


Felisha terus mendorong anaknya.


" Nggak baik, biarkan suami menunggu lama di kamar sendiri. mau ada wanita lain yang di pikirannya..? " Tanya Felisha menakutkan.


" Astaghfirullah. Mama ini doa in yang baik. " Ucap Feby kesal.


" Makanya pergi sana.." Ucap Felisha mendorong anaknya lagi.


Dengan ogah-ogahan. Feby pun naik ke kamarnya. karena ia masih pengen main dengan ponakannya.


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


#Ini visual dari Beby Arnez. Anisa dan Andi