
Feby asyik memilih kado untuk cowoknya sedang kan Anisa mendapat panggilan telepon dari suaminya. ia pun mengangkat nya dengan rasa bersalah.
Anisa : ( Hallo)
Andi : ( toiletnya di Arab, sampai satu jam nggak balik-balik.)
Anisa : ( he..he Ya. tunggu sebentar, ada yang mu di beli.)
Andi ; ( kirim lokasinya)
Anisa : ( Idih posesif banget. ntar lagi aku balikin istri tercintanya. nih udah mau jalan ha.. ha .. )
Andi : (????)
Feby langsung mematikan Hpnya, setelah menjawab panggilan dari kakaknya. Dan mengembalikan kepada Anisa.
Andi yang mendengar suara adiknya. malah melongo. " Kebiasaan main sambar saja." sungut Andi kesal.
" Gimana nak? Apa mereka sudah mau ke sini. atau kita saja menemui mereka." Tanya Felisha heran lihat wajah kesal Andi.
" Mereka udah mau ke sini ma." jawab Andi.
Felisha tersenyum, pasti Feby yang sudah membuat ulah, makanya Andi jadi kesal.
Tak lama muncullah kedua orang yang di tunggu-tunggu. Keduanya malah asyik ngobrol tanpa memperhatikan kekesalan Andi. Andi meraih tangan Anisa saat mereka duduk.
" Kemana saja, kok tega sih biarkan suaminya menunggu lama." Tanya Andi intens.
" Hm. Tadi ada yang mau di beli. sekarang sudah dapat. kita mau kemana lagi.?" Tanya Anisa tak bersalah. Andi makin kesal, karena Anisa tidak minta maaf karena sudah membohongi nya.
" Ya sudah kita pulang saja lagi ma. Aku bosan." Ucap Andi lelah. Ia duluan berdiri meninggalkan Anisa, Terlihat kekecewaan di wajahnya.
Anisa melihat Adik dan mertuanya. Tapi Feby mengedipkan matanya. Anisa memelas dan mengikuti suaminya.
Feby pulang naik ke mobil Mamanya. sementara Anisa masuk ke mobil suaminya, Andi masih diam di belakang kemudi.
Anisa menunduk, tak berani memandang wajah suaminya
." Maaf aku memang salah sudah bohong tadi." Aku Anisa.
Namun Andi tak bergeming. Ia belum juga menjalankan mobilnya. Sementara mobil Felisha sudah duluan jalan.
Anisa memberanikan dirinya untuk melihat suaminya. Andi dari tadi ternyata menatap istrinya.
" Apakah harus bohong. Pura-pura sayang agar dapat izin gitu." Tanya Andi jutek.
" Maaf. Tadinya kita memang ke toilet, tapi setelah keluar, kami melihat sesuatu yang menarik, makanya kami mampir. wanita kalau lihat benda yang di sukai nya nggak langsung beli, pasti lihat dulu yang lebih cocok. makanya lama. " Jawab Anisa panjang lebar.
" Apakah aku cocok buat kamu.? Apa perlu aku lihat kan lagi.. " Jawab Andi yang entah kemana. Anisa melongo mendengar pertanyaan suaminya yang cukup mesum.
" Kita pulang ya. Nggak enak di sini lama-lama. di kirain satpam kita lagi apa." Ucap Anisa mengalihkan pembicaraan.
" Ok! Kita langsung pulang dulu. baru balik ke rumah kakek. Karena papa mama balik selesai magrib." Ucap Andi dan melajukan mobilnya.
Anisa terkejut, ada perasaan nggak enak mendengar ucapan suaminya. Namun ia diam saja dari pada tambah kacau.
Sampai di Apartemen. Andi menggendong Anisa dan membawanya ke kamar. Anisa pasrah menerima konsekuensi atas kebohongan nya tadi.
Andi langsung menindih nya. dan membuka kedua gunung kembar kesukaannya, dia menelannya dengan rakus. Anisa tidak mampu berkutik. Andi seolah melepaskan kekesalannya, hingga Anisa menangis.
Mendengar suara isak tangis, Andi melihat mata istrinya yang basah. ia pun turun dan merebahkan dirinya di samping istrinya.
" Maaf.. aku kecewa hingga melampiaskan nya." Ucap Andi lemah. ia menghapus air mata yang menetes di pipi istrinya. Dan menciumnya lembut.
" Sekali lagi maafkan aku sayang.. aku harap kedepannya tidak ada kebohongan lagi." Ucap Andi memandangi wajah istrinya.
Anisa mengangguk." Aku juga minta maaf, telah membohongi mu... Tapi tidak semuanya bohong. memang tadi ke toilet dan mampir." Sanggah Anisa lagi.
" Aku tahu.. Tapi seperti nya ada yang kalian sembunyikan. ya kan.? " Tanya Andi serius.
Anisa menarik nafas." Kami tadi beli kado buat teman dekatnya Feby yang kebetulan ulang tahun. Karena ia bingung pilih yang mana. makanya ia ajak aku..." Cerita Anisa. Namun Andi masih menatapnya tak bergeming.
" Kenapa masih curiga..? " Tanya Anisa penasaran.
" Apakah kata sayang kamu lontar kan, hanya karena ingin minta izin, atau hanya untuk menutupi kebohongan kalian..? " Tanya Andi serius.
Anisa memegang kedua pipi suaminya yang ada di depannya." Aku belum paham betul perasaanku. apakah aku telah mencintai mu atau hanya sekedar kagum. beri aku waktu." ucap Anisa mengakui perasaannya.
" Aku sudah menduga. itulah kebohongan terbesar mu yang membuat aku kecewa. Kau memanggilku sayang untuk mengelabui ku." Ucap Andi menjauhi istrinya.
Anisa mengejar suaminya yang keluar dari kamar. ia melihat suaminya menuju kulkas. Dan mengambil sebuah minuman soda. dan pergi ke taman kecilnya. Anisa membuntuti suaminya. Dan duduk di sampingnya.
" Maaf jika sikap ku telah mengecewakan mu. Lain kali tidak akan aku buat." Ucap Anisa lirih.
" Nggak apa. aku memang nggak pantas untuk kamu cintai. aku laki-laki bodoh yang rela tinggal kelas. hanya karena ingin bisa melihat pujaan hatinya." Jawab Andi dingin.
Anisa membekap mulut suaminya dengan bibir nya lembut." Jangan ucapkan lagi kata-kata itu. Aku yang harusnya terimakasih, karena kamu rela berkorban untukku." Ucap Anisa dengan rasa bersalah.
Andi meraba bibir nya yang di kecup istrinya.
" Apakah ini cara kamu minta maaf.... Hm Aku suka. " Dengan cepat Andi meraih tengkuk istrinya dan menciumnya lembut.
" Kita mandi dulu atau masak..? " Tanya Anisa.
" Kita masak berdua dan mandi berdua. itu penawaran yang romantis." Goda Andi menggendong istrinya ke pantry.Mereka pun masak bersama, Mandi bersama dan makan bersama.
Setelah semua masalah selesai. maka mereka kembali ke rumah kakek Wijaya mengantarkan kedua orang tua mereka ke bandara.
Setelah sampai di rumah kakeknya, Andi langsung menemui papanya,. " Apa ada hal yang di bantu pa. " Tanya Andi saat sampai depan orang tuanya.
Feby melihat kakaknya baik-baik saja dia pun lega. "Hm sepertinya badai telah berlalu. kakak ipar emang tokcer." Ucap Feby salut pada Anisa.
" Kamu bisa aja Feb. nggak tahu aku tuh ketar ketir karena takut." Jawab Anisa sambil berbisik.
Feby tertawa mendengar cerita Nisa.' Lantas gimana cara kakak menjinakkan singa tersebut? " Tanya Feby antusias.
Andi yang kebetulan lewat membawa koper papanya, mendengar percakapan adik dan istrinya. Andi menyentil kening adiknya. Hingga Feby kaget kesakitan.
" Aduh.. sakit tau.! " Kesal Feby pada kakaknya.
" Itu balasan buat adik tidak berakhlak, Ngajarin istri ku yang aneh-aneh." jawab Andi jengkel.
" Pa.. tu kakak nyebelin." Adu Feby pada papanya yang juga lewat.
" Ah. kalian tinggal di sini, jangan biarkan kakek kalian pusing dengan tingkah kalian, apa nggak kasihan sama kakek.? " Ucap Handoko yang tidak membela siapa pun.
Anisa tersenyum melihat adegan keluarga yang ada di depannya. Felisha membelai kepala Anisa. dia tak peduli dengan kesibukan anak dan bapak tersebut.
" Sayang. kami menunggu kabarnya ya." Ucap Felisha pada mantunya.
Anisa kembali tersenyum mendengar permintaan mertuanya." Doa kan ya ma. moga sukses." ucap Anisa lembut.
" Amin.. " balas Felisha antusias.Semua nya melongo mendengar interaksi antara menantu dengan mertuanya.
' Amin. Jawab kakek juga.
Kakek Wijaya mengangguk. " Tahulah. apalagi yang di bicarakan antara mertua dan menantu kalau bukan masalah anak." Jawab Kakek Wijaya yakin.
" Benar ma.?" Tanya Feby penasaran.
Felisha menganngguk senang.
" Amin." jawab semuanya.
Anisa terdiam, dia terjebak dengan jawabannya sendiri. Andi mendekati istrinya dan mencium pipinya spontan. membuat Feby memukulnya.
" Eh main sosor saja. ingat ada anak yang di bawah umur matanya ternoda." Kesal Feby pada kakaknya. Dia bingung sekali dengan kakaknya yang terlalu bucin. padahal dulu ia terkenal cuek dengan lawan jenis.
anisa jadi salah tingkah dengan ke konyol an suaminya. mesum tidak tahu tempat. ia malu sekali dengan mertuanya.
" Biarin. kan halal.. " ucap Andi mencibir adiknya. hingga feby makin kesal.
Setelah semua siap, mereka pun berangkat ke bandara usai magrib. Kakek Wijaya tidak ikut, karena merasa lelah. sampai di bandara mereka pas orang antrian untuk Check-in. Andi membantu bawakan barang orang tua nya.
" Hati-hati ma. kabari kalau sudah sampai ya." Feby memeluk mamanya.
" Do'akan moga kami selamat ya., jaga kakek mu dengan baik" Mereka pun berpelukan sebelum perpisahan.
" ya ma." jawab Feby.
Andi pun pulang dengan istri nya, sebelum nya mengantar adiknya ke rumah kakek.
" Feby.. jaga kakek ya. kabari kakak kalau terjadi apa-apa." ucap Andi setelah sampai di depan rumah kakeknya.
" Ok! Hati-hati ya kalian, jinakkan singa nya ya kakak ipar. " ucap Feby di selingi tawa saat ia sudah turun.
Andi melajukan mobilnya tak peduli dengan omongan adiknya. karena hari sudah malam, Anisa pasti sudah capek.
Sampai di apartemen mereka pun istirahat. " Sayang besok aku sudah masuk sekolah. nggak apakan di tinggal sendiri di rumah.? " Tanya Andi menatap istrinya yang akan memejamkan matanya.
" Hm. nggak apa-apa. aku kan sudah biasa juga sendiri." Jawab Anisa dan ia pun menutup matanya untuk tidur.
Andi mengecup bibir istrinya sebelum tidur." itu kecupan selamat tidur. " Ucap Andi tersenyum melihat ekspresi istrinya.
Paginya setelah Sholat subuh, sudah kebiasaan Anisa masak untuk sarapan. dan juga makan siang. namun kali ini bingung apakah ia buat untuk sarapan saja dulu. Akhirnya ia memutuskan untuk masak nasi goreng udang.
Andi terbangun saat mencium bau yang menyengat masuk ke kamarnya. ia pun keluar melihat istrinya masak.
Andi yang melihat istrinya masak ia pun mendekat dan memeluknya. Anisa kaget dengan sikap suaminya.
" Hm! harum.. " Andi mengendus leher istrinya dan meninggalkan kepemilikan.
" Ih geli.. say........ " Anisa diam tak berkutik dengan tingkah suaminya yang berubah jadi mesum.
" Kalau mau bilang sayang. bilang aja. nggak usah malu. tapi kalau masih ragu nggak apa-apa. " ucap Andi yang masih bergelayut manja di pundak istrinya.
" Ah mandilah. katanya mau sekolah. " Ucap Anisa tenang.
" Mandiin.. " Rengek Andi yang membuat Anisa geleng-geleng kepala.
" Kalau nggak mandiin. aku nggak jadi ke sekolah. aku ingin di rumah saja." Manja Andi yang membuat Nisa tak bisa berbuat apa-apa.
Bukannya mandiin suaminya tapi lebih tepatnya mandi berdua. " Apakah tamunya sudah pergi sayang.. " Goda Andi mengedip kan matanya.
" Belum. oh ya. nanti siang aku ijin, ada janji dengan teman SMA ku dulu, yang kebetulan baru pulang dari Singapura." Ucap Anisa minta jawaban.
" Hm. apakah laki-laki atau perempuan.? " Tanya Andi posesif.
" Duanya. Kebetulan kita reunian, ini sudah lama kita rencanakan, sebelum pernikahan kita." Terang Anisa menjelaskan.
" Jam berapa dan dimana.? " Tanya Andi jutek.
" Jam 11 siang. nanti aku Sherlock." Anisa menjawabnya lembut.
" Baiklah. jangan macam-macam. ingat sudah punya suami. " Ancam Andi yang sebenarnya tidak rela.
Anisa membelai kedua pipi suaminya" Iya suami tampanku." ucapnya.
Andi bukannya senang tapi malah mengerutkan keningnya. " Kamu lagi ada maunya, selalu menggodaku ya. Apakah ini trik kamu agar dapat izin.? " Tanya Andi penuh selidik.
" Ih. bawaannya curiga terus sama istri. aku sudah melakukan kesalahan. tidak mungkin aku ulangi lagi." Jawab Anisa tenang.
" Ok. aku pegang janjinya. ingat hukumannya kalau bohong sama suami." ucap Andi mengingatkan.
" Hm. aku tahu." Jawab Anisa lemah.
Setelah semuanya siap, Andi pun berangkat ke sekolah dengan motornya. Sudah dua hari ia tidak masuk.
Sampai di sekolah ia di sambut oleh sobatnya. " Hai bro.. kemana aja. nggak ada kabar. kamu tau nggak, mereka berdua sama keluar. aku jadi curiga." cerita Roby yang membuat Andi bingung.
" Cerita apa sih. mereka siapa? " Tanya Andi penasaran.
" Itu Buk Anisa dengan Pak Bayu.mereka sama-sama tidak masuk. nah taunya hari ini pak Bayu rasain. Aneh nggak? Apa mereka berdua menikah. sebab ada gosip katanya buk Anisa pulang kampung untuk menikah." Cerita Roby yang membuat Andi terkejut.
" Aku pikir, apakah pak Bayu sengaja menyebarkan berita, kalau Anisa sudah menikah dengannya. gila tuh orang." gumam Andi yang samar di dengar Roni namun tidak jelas.
'Apa. Anisa. kok kamu panggil buk Anisa namanya saja.? " Tanya Roby heran.
" Ah. kamu nggak dengar awalnya. ah sudahlah. biarkan saja, ngapain kita pusing-pusing." Bantah Andi. Tapi hatinya masih jengkel.
" Masuk kelas yok. Eh kamu kemana aja nggak masuk dua hari ini? " Tanya Roby penasaran.
' Oh keluarga ku pulang dari London. dan mereka udah balik semalam lagi. nggak enak kan mereka datang, akunya keluyuran." ucap Andi yang masuk akal.
Mereka pun masuk kelas, di kelas ternyata masih heboh dengan berita tentang Anisa dan Pak Bayu. Andi jadi kurang semangat untuk belajar. (Jika aku nggak semangat takutnya ia nggak lolos lagi. malu dong sama sang guru istri.) ucapnya dalam hati.
Jam sebelas siang Andi mendapat pesan dari istri nya kalau ia sudah sampai di kafe. dimana Anisa mengirim Sherlock tanda ia sampai.
Andi hanya mampu menghela nafas. dan membalas pesan istrinya. " Jika sudah selesai aku jemput. kabari ya." pesan Andi.
" Ok! " Jawab Anisa singkat.
(Sebenarnya aku kurang suka jika Anisa berkumpul dengan temannya, apalagi kalau ada laki-laki nya. aku cemburu. Tapi bagaimana lagi, kalau terlalu di kekang nanti malah ia marah.) bisik nya dalam hati.
" Hai bro. dari tadi aku lihat kamu ambil nafas terus, ada yang dipikirkan.? " Bisik Roby di sebelah nya.
"Aku nggak tenang." jawabnya lemah.
" Hai. seperti nya bukan Andi yang aku kenal. yang selalu cuek." Bisik Roby lagi.
" Roby. ada apa. jika kamu kurang suka belajar dengan saya, silahkan keluar. " buk Nora berkata cukup keras. Hingga siswa yang lain melihat mereka berdua.
" Maaf buk... saya sebenarnya kebelet buk, tapi takut izin buk." bohong Roby.
" Kalau begitu pergilah keluar, dari pada kamu pipis di sini." ucap Buk Nora membuat suasana heboh.
.