
Hari ini. adalah dimana Ratu akan berangkat pergi kemping. Roger sudah siap mengawal pujaan hatinya.
Andi pun merasa lega melepaskan anaknya yang sudah ada yang akan membela anaknya. jika terjadi sesuatu. Karena dunia bisnis itu memang kejam. selalu menghalalkan segala cara. untuk mencapai tujuannya.
"Ma. pa. aku berangkat ya." Ucap Ratu. dan Roger sudah siap mengantar ke sekolah. ia tidak mau naik mobil yang di bawa Roger. ia mau bersama temannya naik bus. Andi dan Anisa tidak bisa memaksa, begitu juga Roger. ia hanya pasrah.
"Pak. setelah mengantar Rati ke sekolah. saya bawa motor saja ya pak. biar bebas dan tidak di curigai." Ucap Roger sebelum pamit.
"Ok. terserah kamu jangan sampai lengah." Ucap Andi tegas.
"Siap pak. nyawa saya taruhannya." Jawab Roger tegas.
"Sudah Om. telat nanti. ah ribet amat sih." Ngedumel Ratu membuat Andi tertawa.
"Pergi sana. udah diomelin. sabar ya.." Ledek Andi dan dapat pukulan dari Anisa.
Anisa sudah tahu,karena Andi sudah memberitahukan. sebab ia tidak ingin istrinya salah paham.Bagi Anisa nggak masalah. yang penting anaknya nyaman dan bahagia.
"Eh. Om awas nanti jangan macam-macam ya. Aku nggak mau teman-teman aku meledek." Ancam Ratu membuat Roger menelan Saliva nya.
( Begini amat). Ucap Roger dalam hati. ia tidak lagi berbicara,hanya fokus pada jalanan takut diomelin gadis pujaan hati.
Sampai di sekolah,. Roger pun membantu Ratu menurunkan kopernya dan memindahkan ke bus yang akan di tampang Ratu.
"Aduh gantengnya. siapa nih Ratu, kenalin dong kita..?" Goda temannya Ratu.
Ratu yang mendengarkan godaan temannya hanya cuek saja. sedangkan Roger merasa risih dan berusaha secepatnya pergi dari sana. karena ia akan mengambil motor yang ia minta untuk di tukar.
"Kenal aja sendiri." Jawab Ratu acuh.
"Mas. siapa namanya. aduh masnya ganteng,mau jadi istrinya. kita ke pelaminan yok mas." Goda sesi teman Ratu yang centil.
Roger diam saja. dan me.gangkat telpon dari temannya. ia pun beranjak meninggalkan kegaduhan ulah dirinya.
"Ya halo. saya tunggu di parkiran." Jawab Roger yang masih mendengarkan percakapan Roger.
"Ratu. saya ke parkiran dulu. nanti saya susul ya." Ucapnya lirih saat mendekati Ratu untuk pamit.
Ratu mengangguk. ia pun beranjak ke tempat temannya. untuk menunggu perintah naik.
Tak lama. pembina Pramuka pun meminta Siswa naik ke mobil sesuai nama mereka. Ratu dapat mobil dan duduk di bangku ke dua daei depan dekat pintu. ia duduk dengan temannya Voni. teman sebangkunya setelah kepergian Cantika.
"Ratu. kamu sudah menghitung teman mu semua.?" Tanya pembina yang memilih Ratu sebagai ketua rombongan dari mobil yang di tumpangi.
"Sudah pak." Jawab Ratu hormat.
"Kalau begitu kita berangkat. Anak-anak. semua barang kalian tidak ada yang ketinggalan?" Tanya Pembina pada siswanya.
"Tidak ada pak. semua sudah masuk garasi." Jawab Ratu dan di Ok kan semuanya.
Di setiap mobil tersebut. ada satu pembina dan satu guru. Guru yang pergi hanya dua guru wanita nya. yang lainnya laki-laki.
Roger pun mengikuti Mobil mereka dengan motor. tubuhnya yang tegap dan memakai motor gede dengan kacamata hitamnya membuat para cewek histeris.
Ratu yang tidak melihat dan menyadarinya hanya cuek saja. sebab ia tak peduli dengan masalah cowok ganteng menurut temannya.
Vini yang sedikit melihat motor di hebohkan Temannya pun sekilas melihat tampang lelaki yang mengantar Ratu tadi. sebab jaket kulit yang ia pakai mirip sekali.
"Tu. bukan kah itu lelaki yang antar kamu tadi." Tanya Vini berbisik. takut terdengar Pembina dan guru yang duduk di depannya.
Ratu pun memperhatikan lewat kaca spion yang sedikit terlihat olehnya arah belakang.
" Ih. nyebelin. ngapain pakai sama segala. katanya nyusul" Kesal Ratu yang melihat kehebohan temanya. Entah kenapa ia tidak mau temannya heboh begitu.
"Sabar. mungkin dia khawatir dengan kamu." Jawab Voni seolah mengerti.
Ratu mengernyit kan keningnya menatap Vini yang hanya cengengesan." Habisnya punya pacar kok ganteng." Bisik Voni pada Ratu.
Ratu yang mendengar ucapan Voni. bengong. ia tak mengerti maksud temannya itu. Ia pun pasrah membiarkan kehebohan temannya.
Roger telah memesan kamar untuknya. Dia akan mencari tempat makan setelah melihat kondisi Ratu baik-baik saja.
Ia pun mengirim pesan pada Ratu." Dek. apa sudah makan. apa perlu Abang kirim makan ke sana.?" Tanya Roger pada Ratu.
Ratu yang sedang sibuk memasang tenda. tidak menghiraukan handphone berbunyi.
Karena tidak dapat balasan dari Ratu. Roger gelisah. ia pun mendekati tempat kemahnya Ratu. ternyata gadis tersebut masih kerepotan memasang tenda.
"Belum siap dek?" Tanya Roger mendekati Ratu.
Ratu yang mengenal suara Roger pun berpaling." Oh belum bang. nih masih terbengkalai.
Roger pun mengambil alih. membantu Ratu. Voni yang melihat Roger tersenyum. sedangkan Roger hanya cuek saja fokus dengan tenda yang dipasangnya.
"Dek. kamu sudah makan. pergi sana makan, tuh teman-teman kamu sudah ada yang makan. nanti sakit perut. biar Abang yang selesai kan." Ucap Roger memerintah.
Ratu yang memang sudah lapar pun pergi mengajak temannya menuju dapur umum.
"Eh. mesra sekali panggilannya. adek Abang." Goda Voni yang masih saja salah paham.
Ratu hanya cuek saja. ia sudah lapar, baginya makan adalah yang tepat saat ini.
"Ha..ha.. rasain kamu Vin. di cuekin tuh sama Ratu kita." Ledek Monika yang juga satu tenda. karena dalam satu tenda ada tiga orang. Jadi cukup banyak tenda yang didirikan.
"Biarin. mungkin Ratu kita masih malu." Jawab Voni membela diri.Karena tak salah dengan insting nya kalau Lelaki tadi punya hati pada temannya. hanya karena temannya dari dulu cuek dengan laki-laki jadi ia santai saja di perlukan begitu.
Roger yang telah siap memasang tenda. ia pun mengirim pesan pada Ratu. kalau ia sudah selesai memasangkan tenda. dan dia juga pamit untuk makan.
Lagi-lagi Ratu tidak menghiraukan telponnya. karena ia sedang makan.
"Dasar bocil. awas saja kamu kamu jatuh cinta sama aku." Ucap Roger tersenyum memandang wajah wallpaper nya. karena Roger diam-diam mengambil foto Ratu setelah selesai mendapat lampu hijau dari Majikannya. alias calon mertua.
Selama kemping. Roger selalu mengawasi Ratu dari jauh. ia memakai teropong memantau gadis tersebut.
Dia saat acara penutupan. ada acara puncak yaitu api unggun. di saat tersebut. ada yang menampilkan bakatnya. ada yang nyanyi. goyang. puisi bahkan lawak. Tiba giliran Ratu teman-teman pada heboh. memintanya untuk nyanyi. Ratu berusaha menolaknya. Namun temannya terus mendesak. jadi jadilah Ratu bernyanyi dan di iringi gitar yang bawakan oleh Bagas teman sekaligus ketua.
Ratu dan Bagas tampil berdua ke depan. suara tepuk tangan membuat suasana heboh. lain halnya Roger yang ke kepanasan di ujung sana.
Saat ia sedang kesal. handphone berdering. dan ternyata dari Andi sang camer.
" Halo pak." Ucap Roger setelah memberi salam.
"Eh. kalau besok pulang kan. oh ya apa kegiatan hari ini. saya mau lihat." Ucap Andi dan merubah panggilan ke PC.
Roger pun terpaksa mendekat. ia mengendap. agar tidak terlihat siswa dan guru lain. walau ia sudah memberitahu pada salah seorang guru. sebelum ia berangkat.
Roger mengarahkan handphone ke Ratu dan Bagas yang sedang nyanyi."Wah. h bat juga ya anakku nyanyi. eh kamu nggak cemburu kan Ger?" Goda Andi yang tidak mendengarkan suara Roger.
"Bapak jangan memanasi saya. saya juga bisa main gita,itu masalah kecil." Jawab Roger tak mau kalah.
"Ok. saya tantang kamu.!" Ucap Andi mematikan telpon setelah Ratu selesai bernyanyi. suara tepuk tangan bergema di malam itu.
Ada seseorang memanggil namanya. Roger pun heran dan menatap ke arah api unggun tempat semuanya berkumpul.
"Oh. saudara Roger. katanya mau dedikasi menyumbangkan suaranya di acara kita ini." Ucap Seorang guru yang mengenal keluarga Andi. Karena Andi merupakan donatur tetap sekolah tersebut. tentu saja banyak yang kenal dengan Andi.
Roger yang kepalang basah. akhirnya tampil dengan membawa gitar. ia bernyanyi sambil mengetuk gitar. nyanyi pop westlife My Love. ia nyanyikan membuat para siswa perempuan histeris mendengar suar merdu Roger.
Karena mata Roger yang biru dan kulitnya yang putih. seolah geng westlife yang bernyanyi di depan mereka. anak-anak heboh mengikuti lagu Roger. sedangkan Ratu hanya diam ia tak percaya, kalau Roger yang kaku bisa bernyanyi sebagus itu.
Sedangkan Roger yang bernyanyi. matanya tak luput dari Ratu yang hanya diam membeku. Sampai akhirnya Roger selesai bernyanyi. Ratu tak bergeming. Hingga Roger pun duduk di sampingnya. suara tepuk tangan makin riuh di malam itu. Tapi semuanya senang dengan penampilan Roger. ada Bagas yang kesal.
Acara berjalan dengan lancar. Roger yang masih setia menemani ke kasih hati, sangat bahagia. ia bisa duduk berdekatan tanpa ada rasa canggung lagi. karena ia seolah tadi menyampaikan hasrat hatinya. atau mengucapkan cinta pada gadis tersebut.
"Sudah malam. tidur gih. tu teman-teman ny sudah ada yang masuk tenda. jangan terlalu larut,nanti sakit." Ucap Roger. dan Ratu hanya diam dan beranjak pergi masuk tendanya. Ia pun kembali ke penginapan. karena besok mereka telah kembali pulang.