Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ketakutan


Ratu, Cantika dan Azizah berjalan masuk duluan ke toko aksesoris. Cantika dan Ratu sangat heboh. ia asyik memilih pernak pernik sekolah dan lainnya.


Azizah pun berjalan di menyusuri rak yang berisi aksesoris rambut, Karena semenjak ia datang ke acara Halal bihalal di suaminya saat hari lebaran. ia tak pernah kembali ke panti, alhasil ikat rambut yang pakai hanya yang ada di rambutnya saat ini.


Ia terus memilihnya. Anrez memperhatikan dari jauh, ia masih merasa canggung. Tiba-tiba Cantika menariknya untuk memilihkan salah satu buku harian untuk nya.


" Abang. mana yang bagus ya. aku ragu,Kata Ratu duanya cantik. pilihkan dong bang." Rengek Cantika. Ratu Dian saja. Sedangkan Bambang pun asyik dengan handphonenya. ia berkabar dengan sahabat SMA nya.


Saat semuanya fokus. terdengar suara jeritan dari seseorang yang di kenal Anrez.


" Tolong.. to..Lo....Ng.." Ucap Azizah terputus-putus.


Anrez melihat ke arah dimana Azizah tadi berdiri. benar saja. Azizah sedang di bekap mulut dan di tarik keluar.


Anrez mendekati mereka, namun sebuah pisau telah siap di depan leher Azizah. Anrez sangat kesal.


" Jika kamu melangkah lebih maju, maka hanya nama yang tinggal." Ancam lelaki yang bertopeng tersebut.


Bambang yang melihat. segera menghubungi Edo dengan melalui wa.Dan kejadian ini. sempat membuat heboh dan panik pengunjung.


Orang -orang tidak berani mendekat. Anrez berusaha bernegosiasi." Maaf bung. apa yang kalian mau. kenapa menculik istri saya, apa salahnya.?" Tanya Anrez berusaha tenang.


"Ha..ha.. wah dua istri mu. wah. kebetulan, rencana saya tadi akan menculik adik mu. tapi sepertinya. dia cukup berharga bagimu. Dan tentu saya akan beruntung." Jawab si penodong tersebut sambil tertawa.


Edo yang sudah di hubungi pun datang. dan memberi kode pada Anrez. Edo rencana akan memukul tengkuk sang penodong. tapi kalah duluan oleh seseorang.


" A...a.k." Si penodong pun pingsan. Pisau yang ada di tangannya pun lepas. seiring terlepasnya Azizah.


Hampir saja Azizah jatuh karena cemas. untung Anrez dengan cepat memeluk tubuh kecil istrinya.


Azizah tersedu menangis di pelukan Anrez. Berita ini pun langsung terdengar oleh Andi dan Jackson. Karena banyak orang yang me live kan langsung.


Andi langsung menelpon Edo. ia sangat marah sekali.


Sedangkan Azizah masuk syok dengan kejadian tersebut. " Tenanglah. kamu sudah aman sekarang." Bisik Anrez yang tidak di dengar orang lain.


Anisa datang memeluk anak dan menantunya ." Kalian aman.Oh. mama sangat panik sekali tadi." Ucap Anisa.


Orang toko pun memberikan Azizah minum. dan di suruh duduk. Cantika dan Ratu masuk berpelukan. ia sangat takut sekali melihat pemandangan tersebut.


Xena pun demikian, ia memeluk bundanya yang telah menggendongnya. Zainab dan Viona saling berpegangan tangan.


Sementara Edo masih mendengar kemarahan Andi. Ia hanya mampu diam, dan tidak bisa menjawab. karena ia belum tahu pasti kejadiannya.


Akhirnya mereka langsung pulang ke hotel. Andi dan Jackson tidak jadi melanjutkan melihat proyek kerjasama mereka.


Andi tidak peduli dengan kemarahan Pak Yohan sebagai mitra kerjanya. Baginya keselamatan keluarga yang lebih penting.


Sampai di hotel, semua berkumpul di kamar Azizah. Azizah masih diam membisu


wajahnya tidak se pucat tadi lagi. Anrez terus memeluknya. traumanya sangat jelas sekali.


Bambang yang biasanya heboh. tak berani berucap. mulutnya terkunci melihat keadaan tersebut. Kenapa selalu mereka yang jadi sasaran.


Tak lama Andi datang bersama Jackson." Apa yang sebenarnya terjadi. Coba jelaskan An?" Tanya Andi yang sangat panik.


Karena saat di perjalanan ia terus membentak Jackson agar lebih mempercepat mobilnya. Jackson hanya diam dan terus berusaha, karena ia dapat merasakan kepanikan Andi. untuk yang kedua kalinya.


" Pa. tadi kami di toko Aksesoris, biasa mereka memilih. Dan saat aku dekat Cantika. tiba-tiba terdengar suara Azizah yang minta tolong. aku langsung melihat Azizah yang sudah di tarik penodong.' Cerita Anrez yang ia tahu.


Anrez mengusap punggung istrinya. Masih terlihat trauma di wajahnya. walau terbalut jilbab. Namun sangat terlihat sekali.


" Untung tadi. sudah di siapkan bodyguard buat kalian. karena perasaan ku tak enak. Kalau begitu kita langsung pulang sore ini. Jackson. jangan lupa pengawalan. sepertinya masih ada rintangan di perjalanan nanti." Ucap Andi tegas.


" Sudah aku siapkan bang."


Mereka pun bersiap-siap pulang. Edo pun akhirnya ikut dengan mereka. Takut masih ada yang menguntit. Karena Zainab sangat cemas sekali.


' Kita ikut mereka ya bang." Ucap Zainab memohon. Dan di anggukan Edo


Akhirnya mereka pulang, dengan tiga mobil mereka. di tambah dua mobil yang mengawal depan dan belakang mobil mereka.


Semuanya sangat deg-degan. karena baru kali ini mereka merasakannya. terutama anak-anak.


Cantika sampai tidak mau melepaskan Oma Dian. Begitu pula Xena, ia memeluk bundanya dalam pangkuan bundanya.


Putri dan Azizah pun saling berpelukan dan di sebelahnya duduk Anrez yang mengkhawatirkan kondisi psikis istrinya.


Hampir saja mereka sampai rumah. namun di jalan yang biasanya sepi. terlihat beberapa orang menghadang mereka dengan beroakai hitam dengan mata tertutup.


Bodyguard Andi langsung turun dan m ngawal di samping ketiga mobil. Andi semakin meradang.


Jackson sudah menyiapkan pasukan khusus mereka yang sudah lama tidak di gunakan semenjak kakek Wijaya meninggal.


Saat perampok itu mendekati mereka. segerombolan orang yang berpakaian rapi dengan stelan jas hitamnya telah menodong mereka dengan pistol di belakang mereka.


Akhirnya semua lawan dapat di patahkan. Anak buah Jackson langsung meringkus mereka dan membawanya ke tempat markas mereka yang biasa tempat tinggal pasukan khusus.


" Perintahkan. untun menginterogasi mereka secepatnya.' Ucap Andi menghubungi Jackson.


" Ya bang. semuanya sudah di atur." Jawab Jackson.


Semua anak-anak yang di atas mobil mereka makin katakutan. Andi dan Jackson memerintahkan untuk langsung k mbaki pulang.Urusan perampokan tadi. biar nanti di selesaikan.


Sampai rumah. hari sudah larut. menjelang jam 2 Pagi. Semuanya turun dengan kondisi yang masih lemah dan pucat. Andi sangat kesal dengan kejadian ini.


Andi ia langsung pulang saat acara sudah selesai, mungkin ini tidak akan terjadi. Ia tidak takut


"Aku tidak takut dengan mereka. yang aku takutkan, anak-anak sangat trauma dengan kejadian ini. kita harus membawa psikiater ke sini besok. kamu siapkan ya Jackson." Ucap Andi saat mengajak Jackson masuk ruang kerja mereka.


' Ya bang. aku sangat kasihan sekali dengan anak-anak. Di mobil Xena dan Cantik menjerit tertahan ketika mereka melihat perampokkan tadi. padahal tadi di mall mereka sudah ketakutan." Jawab Jackson pilu.


Andi pun mengangguk. ia menarik nafas dalam-dalam.


Sementara Azizah. tidak mau di tinggal Anrez sendiri. ia masih memegang lengan Anrez. Bibik mengantar makanan buat mereka berdua, atas perintah Anisa.


" Makan dulu ya." ajak Anrez lembut.


Azizah menggeleng. Ia masih saja diam dan tidak banyak bicara.


Anrez mengangkat dagu istrinya." Jangan takut. aku akan menemani malam ini." Ucap Anrez pelan.


Ia merasakan jantungnya tidak karuan. melihat wajah sendu istrinya. ia ingin rasanya mencium wajah istrinya yang masih ketakutan.


" makan ya. biar aku suapin." Ucap Anrez menghindari tatapan sendu istrinya.