Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Pertemuan Jackson dan Frans


Bayu sangat kecewa melihat reaksi Anisa yang hanya cuek tanpa melihatnya. Bahkan ia asyik memeluk anaknya yang sudah banyak luka lebam. ulah karenanya.


" sayang. maaf kan yang tidak menjaga mu. kita ke rumah sakit ya nak" Ucap Anisa khawatir.


Sedangkan Andi mendekati. mantan gurunya tersebut. dan memberi nya bogem mentah


membuat orang yang melihatnya menjerit kaget.


" Ini pembalasan untuk anak ku. Bapak terlalu ambisi pada istri saya. hingga jauh-jauh bapak ingin balas dendam." Kesal Andi. Ia pun berlalu menyusul istri dan anaknya.


Sementara Edo pun menyusul. ia dan pak Frans tidak bisa lagi bertahan di sana. karena rasa lelah dan lapar menggerogoti dirnya.


" Azizah. sebaiknya. kamu langsung pulang dan istirahat ya. Biar dia antar anak buah ku." Ucap Frans pada Azizah dan di anggukannya.


*****


Tiga hari Andi dan Anisa di Jerman


selain mengurus permasalahan anaknya yang di Sandra. ia pun menyelesaikan pembayaran apartemen milik om nya Edo.


" Benar kan kata Om. sekarang gantian Om yang numpang pada mu. kamu boleh jadi kan om ART." Ucap Edo. membuat Anrez tertawa.


" Ha,..ha . om bisa aja." Anrez tertawa lepas.


" Jangan sampai kamu kecolongan lagi Do. atau kalau memang kamu kayaknya nggak bisa di andalkan." Ledek Andi pada sahabatnya.


Tentu saja bukan hanya Edo yang kesal. Anisa pun memukul lengan suaminya yang berkata kasar menurut nya.


" Mas. kok ngomongnya kayak gitu. lihat. di sini ada anak mu yang akan meniru." Sarkas Anisa.


Andi pun garuk-garuk kepala. membuat Edo tertawa senang. karena dapat pembelaan Dari istri sahabatnya sendiri. Andi hanya melotot kan mata. dan tidak berani lagi bicara.


' Rez. Apakah seperti ini ya papa mu. kalau Sama mama.?" Tanya Edo yang di anggukan Anrez. Tentu Edo makin tertawa. Dia puas sekali meledek Andi.


" Sayang. mama dan papa. besok sudah kembali. kami harap kamu bisa jaga diri ya nak. jangan terlalu ke depan jika itu mengorbankan nyawa. mama nggak sanggup nak." Lirih Anisa. Anrez menganggukkan kepala dan memeluk mamanya.


" Maaf. telah mengkhawatirkan kalian." Jawabnya. ia berusaha menahan air matanya. Karena masih ada Om Edo. ia takut di ledek seperti papanya.


****


Paginya. Anisa dan Andi pun pulang ke Indonesia. Ia kembali memeluk anaknya saat di bandara.


" Jaga diri baik-baik ya nak. dan jangan lupa beri kabar terus pada kami." Ucap Anisa saat ia masuk. karena sudah ada pemberitahuan kalau pesawat akan berangkat.


" Ya ma. titip rindu buat adik-adik dan lainnya." Seru Anrez melepaskan kepergian kedua orangtuanya.


Andi pun tersenyum. melambaikan tangan pada anaknya. dalam hati sebenarnya ia masih belum puas. namun bagaimana, pekerjaan banyak menunggu. mungkin beberapa bulan lagi. ia akan kembali ke sini. Karena. pak Frans mengajaknya untuk kerjasama. Saat pertemuan mereka di rumah sakit. Karena di ajak Edo.


Flashback.


Andi dan Anisa. langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Frans dan Edo pun menyusul. saat mereka menunggu Anrez di periksa.


Edo memperkenalkan Frans pada Andan Anisa. hingga mereka sama-sama tertarik


saat Frans. dulu pernah tinggal di Jakarta. Namun karena semenjak kehilangan anaknya. hingga istrinya meninggal. ia tidak pernah kembali ke Indonesia.


( Entah kenapa. aku tertarik sekali dan ingin berdekatan dengan mereka. seperti ada hungan bathin.) lirih Frans. saat ia sudah kembali lagi ke rumahnya.


Ia berjanji akan mencari tahu tentang keluarga yang baru di kenal nya tersebut. Seperti ada dorongan yang membuat ia ingin tahu dan ingin dekat.


Flashback of.


Sampai di rumah. Anisa dan Andi langsung di sambut ke tiga bocah. " Ma.pa.. Abang mana.?" Tanya Xena yang tidak melihat abangnya bersama Anisa dan Andi.


Anisa mensejajarkan dirinya dengan Xena." Abangkan menuntut ilmu sayang. mungkin beberapa bulan akan datang baru bisa pulang. Menjenguk adik cantiknya ini." Gida Anisa. membuat Xena tersenyum malu.


" Benar ma..?" Tanya Ratu dan Cantika bersamaan. Padahal. dulu waktu ada abangnya. selalu saja mereka berdua kesal. karena tidak di beri ke bebasan oleh abangnya tersebut.


Anisa mengangguk. sedangkan Andi langsung masuk kamar. ia ingin istirahat dulu. nanti malam baru ia akan melihat pekerjaan nya.


Feby dan mama Vanya. teharu mendengar Anrez baik-baik saja. Karena cuman Anrez penerus mereka. untuk melanjutkan perusahaan mereka. Sedangkan ke tiga putri mereka. belum bisa di harapkan. Karena mereka tidak memaksa untuk anak perempuan.


*****


Hari berganti tak terasa. sudah dua bulan semenjak kejadian penyanderaan Anrez. Andi kembali lagi ke Jerman bersama dengan Jackson yang di minta Pak Frans..


Kali ini untuk urusan bisnis. kerjasama antar perusahaan nya dengan Pak Frans. Yang telah disatukan membuat kesepakatan melalui Edo.


Andi berharap. Edo mau membantunya dalam mengurus usahanya yang ada di Jerman ini. bersama dengan Pak Frans.


" Hai. bertemu lagi kita. saya harap kerja sama ini berjalan baik." Ucap Pak Frans. saat pertemuan yang di atur oleh Edo di sebuah restoran.


" Amin. mudah-mudahan ya pak" Jawab Andi tersenyum.


Pak Frans memperhatikan Andi dan Jackson bergantian. Membuat keduanya salah tingkah . Begitu juga Edo merasa aneh


" Apakah Pak Frans merasa ragu..?" Tanya Andi sungkan. Karena usia Pak Frans seusia papanya.


Pak Frans tersenyum canggung " HM! Kalau boleh saya tanya di luar bisnis. apakah boleh.?" Tanya Pak Frans ragu, yang di anggukkan keduanya.


" Saya sedikit bercerita sebelum bertanya. Saya dulu pernah punya anak yang bernama Jackson. namun saat ia berumur 10 tahun. ia di culik saat pulang sekolah. hingga kami tidak pernah bertemu. Cerita Pak Frans sendu menatap Jackson tidak berkedip.


Jackson yang mendengarkan. tentu terpana. ia menatap Pak Frans lebih dekat. " Saya juga punya orang tua bernama Frans. Keturunan Prancis. sedangkan mami saya Indonesia." Jawaban Jackson membuat Pak Frans langsung berdiri. ia memeluk Jackson sambil tersedu.


" Maafkan papi nak. tidak bisa mencari mu. setelah kehilangan mu. mami mu sakit hingga ia menutup mata." Ucap Pak Frans sesegukan.


Andi dan Edo. terharu melihat kondisi tersebutlah. pertemuan dua orang yang telah lama berpisah.


Setelah puas. Pak Frans pun melepaskan pelukannya. Hingga ia ingin tahu perjalanan Jackson selama ia berpisah.


Jackson menceritakan. dua hari ia makan hasil sisa. hingga di hari ke dua tersebut ia dituduh mencuri. hingga pak Sanjaya melindunginya dan merawatnya. hingga ia pun menikah dengan salah satu cucu Kakek Sanjaya. dan sekarang sudah punya anak dua


Cerita Jackson membuat Pak Frans tak hwntinya tersenyum kadang di selingi air mata. tanpa ia sadari. saat Jackson ceritanya sedih. dan bahagia saat ceritanya di akhiri dengan ia sudah punya cucu.


" Wah. kalau begitu. papi ingin pulang ke Indonesia bersama kalian. Edo. om harap kamu bisa bantu om. karena mungkin om akan istirahat dulu beberapa bulan. ingin bersama cucu ku." Ucap Pak Frans di selingi tawanya.


Edo hanya mengangguk pasrah. " Ah. menandakan aku akan jadi orang Jerman selamanya. Ah. aku harus cari pasangan dulu untuk menemani ku di sini." Lirih Edo yang membathin.