Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Tak Di sangka


Tak terasa hari yang dinanti pun datang oleh semua perantau, baik yang merantau antar kota.ataupun antar negara. Bagi umat Islam. Di bulan Puasa apalagi lebaran, mereka berbondong-bondong untuk pulang kampung.


Begitu juga Anrez dan Bambang. Keduanya di minta pulang oleh orang tua mereka. Sebenarnya Bambang tidak bisa pulang, karena orang tuanya belum memberikan dana untuk ongkos. Namun Andi telah memesankan tiket pada mereka melalui Edo.


Edo juga pulang kampung bersama Zainab. ia mau mengenalkan Zainab pada keluarganya. Karena restu orang tuanya Zainab sudah di dapati Edo. sekarang giliran Zainab mendapatkan restu orang tuanya Edo.


Pak Frans menelpon Edo di saat ia mau pesan tiket pesawat." Halo. Assalamualaikum pak bos. ada yang bisa saya bantu.?" Tanya Edo ramah.


" HM. waalaikumsalam.jadi kalian pulang ke Indonesia. buatkan tiket satu lagi untuk Azizah. nanti saya kirim datanya." Ucap Pak Frans di seberang.


" Oh. kebetulan sekali pak. biar Zainab ada temannya." Ucapnya.Pak Frans menyetujuinya.


Edo pun menambah pesanan tiket atas nama Azizah.


****


Hari ini. Mereka pulang ke Indonesia. Bambang sudah heboh di apartemen, Karena Anrez bermalas-malasan. Semuanya sih ulah Bambang yang heboh siap sahur tidak mau tidur. karena takut kesiangan. Dan Bambang yang bicara terus sampai subuh baru keduanya bubar.


Siangnya, Bambang sendiri yang repot bangunkan Anrez." Ayolah bro. Om Edo menelpon, kita langsung ke Bandara dengan Taxi. apa kamu pulang sendiri.?" Tanya Bambang sengaja, karena ia kesal Anrez kembali tidur setelah Sholat Zuhur.


Dengan malas, Anrez masuk kamar mandi. untuk pakaian sudah masuk koper.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Bandara. Bambang membuka matanya lebar-lebar mencari sosok seseorang yaitu Edo.


Dari jauh Edo melambaikan tangan. Agar mereka mendekat. " Eh di samping Om Edo ada Tante Zainab. namun di sebelahnya lagi siapa ya.?" Tanya Bambang yang menarik perhatian Anrez yang cuek saja dari tadi.


Dari jauh. Anrez bisa mengenal tubuh gadis di sebelah Tante Zainab. namun masih ragu. ia harus pastikan dan mendekatkannya.


Benar saja. Anrez dan Azizah saling melotot. Namun dengan cepat, Azizah menundukkan wajah. Kesempatan Bambang menggoda. Karena sudah beberapa kali mereka berdua bertemu, selalu saja grogi.


" Assalamualaikum. Azizah cantik. eh kamu pulang juga ke Indonesia. wah seru nih. apalagi kalau kita bisa bertemu di Indonesia." Ucap Bambang tersenyum.


Namun sikap Bambang membuat Edo gemes. ia memukul kepala Bambang dengan kertas yang ia pegang." Nggak boleh nakal ya. mau di laporkan.?" Gertak Edo. membuat Bambang diam seketika.


" Ah teganya Om, mentang-mentang sudah ada pendamping." Lirih Bambang.


Anrez tertawa. " Senang betul lihat temannya tersakiti." Kesal Bambang. Ia pura-pura ngambek. Anrez cuek saja. Ia tahu bagaimana karakter Bambang


" Aku mau beli permen dulu Om." Ucap Anrez. ia sebenarnya sudah nggak tahan melihat Azizah yang tersenyum malu tadi. makanya ia berusaha menghindar.


" Eh. aku ikut." Seru Bambang. Namun Anrez mengangkat tangannya. dan menggoyang kan keatas. Kalau nggak boleh.


Azizah pun bernafas lega. ia pun sebenarnya salah tingkah saat Bambang menggodanya. bukan pada Bambang, tapi Anrez.


Tak lama. mereka naik ke pesawat. mereka mencari tempat duduk sesuai tiket. Mungkin entah di sengaja atau tidak. Edo duduk dengan Zainab yang dibangku Dua. sedangkan Bambang, Anrez dan Azizah duduk bertiga.


Anrez sangat sangat canggung. begitu juga dengan Azizah. Namun ia juga tidak mau tukaran dengan Bambang.


Melihat kondisi tersebut. Bambang gatel menggoda mereka." HM. Tukaran aja yuk An. kalau kamu malu duduk dengan Azizah." Goda Bambang.


Anrez diam. ia pura-pura melihat Handphone nya sebelum di matikan. Begitu juga Azizah. Ia melihat keluar jendela.


Bambang yang di cuekin makin gencar menggodanya. " Azizah. kamu takut nggak kalau lihat jendela.? Kalau takut sini dekat AA aja duduknya. biar Anrez duduk di sana." Usul Konyol Bambang.


Karena kepala. Akhirnya Anrez pun bicara." Kamu bisa diam nggak. kalau nggak aku sumpal mulut mu dengan ini." Tunjuk Anrez pada sepatunya


Bambang terkekeh. Kalau diatas kasur. pasti ia sudah guling-guling kasur. sambil tertawa ngakak.


Edo yang di seberang sana terbatuk kecil menatap agar Kedua bocah tersebut diam. Anrez menyandarkan tubuhnya. ia yang duduk di tengah sangat bingung. kalau menghadiri kanan. Bambang. Kalau kiri Azizah.


Terpaksa ia mendesah berat. Karena posisi yang tak nyaman.Ia mengumpat dalam hati. ( Kenapa jadi begini tempat duduknya. aku sebel deh.)


Perjalanan yang ditempuh belasan jam. sangat terasa lama sekali bagi keduanya. Saat jam makan. pramugari datang mengantarkan makanan untuk para penumpang. Makanan sudah terhidang.


Bambang dengan santai makan. sedangkan keduanya masih acuh. " Eh kalian berdua nggak makan. Oh mungkin kenyang dengan hanya saling menatap." Ledek Bambang.


Edo pun melihat ke arah mereka." Ada apa Bam.?" Tanya Edo heran. Bambang terkekeh menunjuk ke arah Anrez dan Azizah.


" Auw.!" Teriak Bambang. membuat orang menatapnya horor.


Anrez kemudian mengambil makanannya, tanpa memperdulikan Bambang yang kesal sendiri karena malu.


" Awas ya nanti.!" Ancam Bambang mengepalkan tinjunya. Namun Anrez cuek memakan makanannya.


Setelah keduanya selesai. Azizah pun mengambil makanannya, ia diam saja. matanya sering menghadap jendela.


Anrez memperhatikanya dengan sudut matanya. Walau cuek. namun dalam hatinya masih penasaran.


****


Sementara itu para ibu-ibu sibuk di dapur. menyambut kedatangan orang yang sudah di rindukannya.


" Ma. duduk sajalah. biar kamu aja yang masak." Ucap Anisa pada mama mertuanya.


" Nggak apa-apa. mama juga mau bantu. buat makanan spesial buat cucuku." Ucap Viona semangat.Anisa pun tidak bisa berbuat banyak.


Xena juga sibuk di kamar mandi. ia telah menyiapkan hadiah buat abangnya yang sangat di rindukannya.


" Bund. Aku pakai baju apa ya.?" Tanyanya sambil teriak. Karena bundanya berada di dapur.


" Sebentar nak.bunda cuci tangan dulu." Teriak Feby juga tidak kalah heboh.


Para pembantu sampai senyum sendiri melihat kebahagiaan keluarga majikannya.


Cantika dan Ratu. sedang menyiapkan kejutan lagi. namun bukan seperti kemarin. Tapi dengan cara lain.


" Gimana.? Sudah OK kan. Kalau sudah mandi lagi yuk. ntar telat." Ajak Ratu bahagia. Keduanya pun bersiap- siaplah.


Sementara Andi dan Jackson sudah melihat Edo dan calonnya. malah membuat kehebohan di bandara.


" Maaf ya bro. gue langsung ke Bandung ya. soalnya Sabtu adiak gue ulang tahun." Tolak Edo saat Andi mengajaknya pulang.


" Anisa akan marah. karena ia sudah masak banyak. ayok lah.. besok pagi kalian boleh langsung pulang.