DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Benci dan Cinta


"Aahhh Gilaa Tuh orang.! sampe Nyasar ke sini Ngikutin lo may" ayu menggeleng geleng tak percaya.


"Ciihhh.. paling ulah bokapnya, dia bisa jadi dosen." maya langsung memalingkan pandangannya sebal.


Sepanjang pelajaran Dimas menjelaskan materi sambil curi pandang menatap maya, sedangkan maya hanya menunduk tak ingin melihatnya sedikit pun Lalu setelah berakhir mata kuliahnya Dimas langsung menghampirinya


"Tolong kamu ikut ke Ruangan saya sekarang." pinta dimas


"Maaf saya banyak urusan pak." maya pun langsung berlalu pergi meninggalkan kelas menuju parkiran tempat suaminya menjemput.


"Shiittt.! kenapa si hidup gua gak bisa tenang." gerutu maya


Tiinn


Tiinn


Klakson mobil membuyarkan emosinya karena disana tampak seorang pria tampan berwajah oval dan beralis tebal dengan rambut belah pinggir memakai kemeja biru terang dan celana bahan stretch, berjalan ke arahnya dengan aroma semerbak wangi maskulinnya membuat maya Terpana tanpa Mengedip dengan Pesonanya.


Deg


Deg


Deg


Jantung maya pun terasa semakin kencang berdetak, sungguh ajaib rasanya karena sudah lama maya tak pernah merasakan.


"Cintaa..."


Dan pria mempesona itu adalah 'Fatih' dia yang sudah berhasil meluluhkan es di Hatinya.


Dari jauh fatih melihat maya yang diam mematung sambil terus menatapnya


"May.. Maya.. Kamu baik baik saja." fatih mengibas ngibaskan tangannya ke wajah sang istri.


"Ha.. iya.. iya.. baik.." maya tersadar dan mulai menetralkan dirinya.


"Hei sayang kamu benar tidak apa.?" fatih mendongakan wajah istrinya lalu mencium pipinya, sedangkan wajah maya mulai bersemu merah.


"Kenapa pipimu merona seperti itu sungguh membuatku gemas." maya langsung menepis tangan fatih dan tanpa berkata langsung berlari masuk ke mobil.


Mereka pun melaju meninggalkan kampus dan pergi ke suatu tempat yang sudah di rancang fatih.


Maya terdiam dengan seribu bahasa saat ini lidahnya terasa kelu untuk berbicara begitupun fatih' dia hanya sesekali melirik maya yang sedang asyik menunduk


Lalu sampailah di tempat tujuan, yaitu restoran mewah yang sudah di booking fatih sebelumnya.


"Ayoo sayang kita masuk.." fatih menggandeng tangan maya memasuki restoran dan duduk di kursi mewahnya.


"gimana kamu suka tempatnya.?" fatih mencium tangan maya.


"Lumayanlah.." maya berusaha cuek seperti biasa, dia tak mengijinkan fatih mengetahui perasaannya.


Lalu Pelayan datang membawa berbagai macam makanan dan minuman


"silahkan menikmati ini hidangan istimewa direstoran kami."


"Terima Kasih"


Maya dan fatihpun mulai menyantap makanan masing masing.


"May gimana kuliah kamu.?"


"Biasa aja." ketusnya.


"minggu besok temani mas ke pesantren ya, kebetulan ada acara di sana dan mas ingin mengenalkanmu."


"Ehhmm.." singkatnya


"besok jam berapa mas jemput.?"


"besok gua mau touring sama anak kampus jadi gak usah anter jemput." fatih langsung memicingkan matanya


"Gak boleh.!" singkatnya.


"Gua gak perlu ijin.!" maya tak kalah sengit.


"Berani kamu membantah.??"


"Kenapa emang.?? Lo mau perkosa gua lagi.!!" maya mulai naik darah


"Saya Berhak Atas Kamu, Saya suami kamu ingat itu.!" fatih mulai emosi


"Lo tuh sama Bajin** kaya cowo laenya, yang mengatasnamakan suami.!" maya membanting sendoknya lalu beranjak dari duduk dan pergi meninggalkannya


"Astagfirullah.." fatih mengusap kasar wajahnya lalu menyusul istrinya dan Saat di depan pintu restoran Terlihat maya hendak menaiki taksi


"May.. Maya..!! Tunggu.!" tapi taksinya sudah melaju lebih dulu.


"Ya Allah bagaimana lagi caranya, untuk menyadarkan maya ke jalanmu." fatih menunduk sedih sambil memegang kotak beludru berisi perhiasan beserta 2 tiket umroh yang telah ia siapkan.


Setelah insiden di restoran..


Hampir satu jam mobil itu terus melaju dengan tenang tanpa hambatan hingga sampai lah dia di tempat yang biasa ia kunjungi saat Hati nya sedang gundah gulana.


"Aarrgghh..!! semua cowo bajing*." Teriak Maya yang sudah menggelegar.


"mama.. maya harus apa.?? kenapa gak ada yang benar benar sayang sama maya sepertimu." lirih Maya penuh luka di hati


"Hidup seorang diri itu sungguh menyakitkan mah' maya sudah lelah Hiks.. Hiks.. Hiks..." Isak tangis yang memilukan pun terdengar jelas dari bibir mungil nya.


Dan tanpa terasa sudah hampir berjam jam berlalu hingga langit pun tampak gelap bahkan waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.


tapi Maya masih betah berlama memandang laut seorang diri bahkan disaat hujan deras membasahi tubuh nya.


"kemana gua harus pulang.. Gak ada tempat yang menginginkan gua." Dengan badan yang bergetar Maya mencoba beranjak bangun namun tiba tiba kepalanya terasa pusing sekali bahkan pandangan matanya pun sudah mulai rabun.


Bruugghh.. tubuh yang sudah lemah itu langsung Ambruk dan perlahan kesadaran nya pun menghilang.


*Alam bawah sadar*


Terlihat seorang anak wanita berlarian kesana kemari di sebuah taman.


"sayang sini nak.. Ayoo peluk mama.!." Pinta sang ibu pada anak wanita nya dan dia pun langsung berlari mendekap nya.


"mama.. Aku rindu sekali, tolong Jangan tinggalin aku lagi ya aku takut sendirian." Pinta putri kecil nya namun sang mama tak menjawab' dia hanya mengusap ngusap lembut rambut anaknya penuh Cinta dan kasih


"Sayang anak mama.. kamu gak pernah sendirian karena mama ini selalu ada dihatimu." jelas mama yang memberi pengertian pada putri nya itu.


"benarkah ma.?" sang mama pun mengangguk setuju


"kamu mau janji pada mama nak.."


"Janji apa ma.?"


"Berbahagialah di sana nak.. sayangi hidupmu dan Jangan biarkan membuat mama bersedih di sini." Pinta sang mama yang sudah mencium kening anaknya itu.


"Iya mah.. aku berjanji."


lalu tak lama sosok yang sangat dia cintai itu tiba tiba saja pergi meninggalkan nya sambil melambaikan tangan dengan senyum di wajahnya


"Mama.! Mama.!" panggil putri kecil nya tapi sayang dia tak menemukan siapa pun selain diri nya.


Ternyata alam bawah sadar Maya sampai terbawa hingga Alam Nyata nya..


Dibawah selimut tebal dengan wajah penuh pelu yang membasahi, dia terus saja mengigau


"Mama.. Mama.." bibir nya terus saja memanggil orang tua nya yang telah tiada.


"Maamaa..!! Jangan tinggalin maya, Jangan Pergi ma.!!." teriak Maya yang sudah sangat histeris.


Hos.. hos.. hos.. nafas nya sudah bergemuruh saat tersadar dari mimpi panjang nya.


Kini orang orang pun sudah terlonjak kaget dan tampak ramai menghampiri Maya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang.!" fatih langsung memeluk maya erat dan mencium keningnya.


"Dimana ini.." maya menatap ke sekeliling dan ternyata sudah ada suami, papa, ibu mertua dan sahabatnya Ayu.


"ini di rumah sakit sayang, kemarin ayu menemukanmu di pantai tak sadarkan diri." ujar fatih sambil mengusap pelu yang membasahi wajah sang istri


"Apa yang yang sebenarnya terjadi maya, katakan pada papa.?" papa mendekat dan mengusap pipinya lembut seakan tengah memberikan kenyamanan.


"tidak pah aku hanya rindu pada ibu." Kilah maya yang berusaha menutupi luka hatinya.


"katakan bila kamu perlu sesuatu dan jaga kesehatanmu nak.. ingat Berbahagialah bersama suamimu trus berikan papa cucu yang banyak ya dan maaf papa harus kembali bekerja saat ini." itulah sang papa selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan setelah mencium kening putri nya, papa pun pergi beranjak bersama asistennya.


"Huuffftt, tak pernah adakah sedikit waktu untukku pah." Lirih Maya pelan tapi masih bisa terdengar oleh fatih


"jangan bersedih sayang, sekarang sudah ada mas di sini." fatih mengusap rambut Maya lembut tapi langsung di tepis oleh nya.


"Justru lo itu sumber kesedihan gua.!" ketusnya


Fatih ingin menjawab perkataan istri nya tapi keburu ayu menyela nya


"Wiihh wihh ada jomblo nih di sini, jangan pake adegan romantis apa.!" mendengar hal itu maya langsung melemparkan bantal ke wajah ayu


"Romantis kepala lo peyang.!" maya mencebik kesal


"Ayu saya ucapkan terima kasih ya atas bantuannya karena sudah menolong Maya tepat waktu." ucap fatih


"sama sama bang Ganteng, kalo begitu saya pamit pulang dulu ya, dadah babang Ganteng emmua.!" maya sudah geleng geleng kepala melihat tingkah sohib Ajaib nya itu.


Tak lama setelah itu ibu menghampiri maya sambil membawa paperbag


"Nak.. ini ada buah dan kue tadi ibu beli dijalan nanti kamu makan ya."


"iya bu terima kasih" jawab maya


"Fatih.. apa gak sebaiknya sementara ini maya tinggal dirumah kita..? biar nanti ibu bisa menjaga maya saat kamu bekerja." ide ibu yang tak tega melihat menantu nya itu yang sangat kesepian sekali.


"Baik bu Fatih setuju."


Nb : Nantikan Update an berikutnya ya.!