DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
pindah rumah


Ketika kita menggantung kan hidup pada Sang Khalik maka yang tak mungkin pun akan menjadi mungkin karena tak ada yang mustahil bagi Nya


Di meja makan sederhana nya maya dan fatih terlihat sibuk saling menyuapi satu sama lain.


"Aaa.. sayang." maya pun sigap membuka mulut nya


"kamu juga makan mas Aaa.."


"gimana enak kan masakan ku." tanya fatih sambil membersihkan sisa nasi di bibir maya


"iya mas sama persis seperti buatan ibu."


"Tentu donk.."


"kalau begitu makan yang banyak ya Aa.."


"baik mas."


Terdengar suara pintu terbuka dan terlihat lah sosok wanita bersahaja dan teduh itu ada di pintu.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam ibu pulang.!!!" teriak maya sambil berlari dan langsung menghambur memeluk nya.


"Hiks.. aku rindu ibu." isak maya


"ibu juga sangat merindukan putri manja satu ini." ibu membalas pelukan maya sambil mencium kening nya.


"jadi hanya maya yang ibu Rindukan..??" ngambek fatih


"Haha.. sini nak." fatih menghampiri dan ikut memeluk dua wanita kesayangan nya.


mereka pun saling berpelukan dengan penuh kehangatan keluarga.


Ehmm.. rasanya sungguh membuat iri orang yang melihat keromantisan mereka.


Kepulangan ibu membuat keceriaan maya kembali, dia pun tak membiarkan ibu duduk dengan tenang karena ia selalu nempel dan mendusel bahkan bergelayut manja pada sang ibu.


"Nak.. kalian baik baik saja kan selama ibu pergi." tanya ibu sambil membelai rambut maya sayang.


"Tidak ibu, mas fatih menakali ku." adu maya


"Nakal bagaimana nak..?"


"Dia meninggal kan ku sendiri kesepian sedang dia asyik bersama wanita lain di resto.!" ucap maya dengan wajah cemberut nya.


"Benarkah itu fatih..??" ibu sudah dalam posisi siap menjewer telinga anak nya.


"tidak.! tidak bu, bukan begitu.." kilah fatih


"Auww.!"


"Aduh bu.! ampun.. ampun.!" rintih fatih


"Ye.! Ayo.! lagi bu hukum terus mas fatih.!" teriak maya girang.


"kamu berani ya.. menakali putri ibu." ucap ibu sambil terus menjewer telinga anak nakal nya.


"tidak bu.! tidak lagi bu.! maafkan fatih.."


"Ye.! Ye.! Haha.. haha.." maya bersorak ramai seperti sedang menonton pertandingan bola.


Setelah keriuhan berlalu..


fatih menyuruh ibu dan istri nya untuk bersiap karena hari ini dia akan memberikan kejutan untuk dua wanita kesayangan nya.


"mas sebenar nya kita mau kemana." tanya maya ketika sudah dengan pakaian rapi nya.


"Kita akan pergi bersama pak Reno sayang.."


"Kemana.?"


"Nanti kamu aka.." belum selesai fatih bicara terdengar suara sang ibu.


"Nak tamu nya sudah datang." panggil ibu dari depan pintu.


"baik Bu."


mereka bertiga pun datang menghampiri keluar halaman rumah.


"Assalamualaikum pak fatih."


"waalaikumsalam pak Reno."


"Apa bisa kita berangkat sekarang." tanya pak Reno


"bisa pak."


Akhir nya mereka berempat pun melaju pergi ke suatu tempat yang sudah di sepakati sebelum nya.


Setelah hampir satu jam perjalanan mereka pun sampai di depan gerbang rumah.


"Kita sudah sampai pak fatih." ucap pak Reno


"baik terima kasih pak." mereka pun turun bersamaan.


Terlihatlah rumah besar mewah berwarna putih dengan 2 lantai..


Di sana terdapat taman cantik yang luas dan tertata rapih mengelilingi nya dan tak lupa juga kolam renang yang menghiasi.


"mas kita mau ngapain ke sini.?" tanya maya


"iya nak apa kita ingin bertemu partner kerja mu di sini."


"Tidak bu.."


"Lalu..??" ibu dan maya tampak bingung


"Kita akan tinggal di sini."


"maksud mu mas."


"Rumah inilah yang sekarang akan menjadi tempat Kehangatan keluarga kecil kita." ucap fatih dengan senyum haru di wajah nya.


"apa maksud mu rumah ini..."


"iya sayang.."


Seketika maya dan ibu langsung menghambur berpelukan sambil menitikan air mata nya.


"benarkah ini nak..?" ucap ibu masih tak percaya.


"Subhanallah.. Maha suci Allah dengan segala Kebesaran nya." ucap ibu penuh syukur.


Hiks.. Hiks.. mereka pun menangis bahagia bersama di bawah atap langit cerah yang mendukung kebahagiaan mereka.


Malam hari di rumah yang baru saja mereka tempati terlihat fatih baru saja selesai membereskan barang barang nya.


"Alhamdulillah.. selesai juga." ucap fatih sambil merebahkan badan nya di atas kasur.


"istirahat lah mas."


"iya sayang.."


"kamu juga jangan terlalu lelah." ucap fatih yang melihat sang istri sibuk memasukkan baju ke dalam lemari


"iya mas.."


"Bagaimana kalau sekarang kamu temani mas saja." goda fatih yang tengah berbaring di kasur king size nya.


"sebentar mas.."


"hufftt.. apa pakaian itu lebih penting dari ku." rajuk fatih


"baik.. baik mas.." maya mengalah meninggalkan pakaian nya dan ikut tidur di samping fatih.


"ehm sayang.. padahal kita selalu bersama tapi kenapa aku selalu saja merindukan mu." fatih memeluk maya sambil menatap nya penuh cinta


"Suami siapa ini gombal sekali.!" ledek maya


"haha.."


"Oya mas bagaimana dengan rumah kita yang lama.?" tanya maya


"aku akan merenovasi nya."


"untuk.."


"Menjadikan nya Sekolah Gratis."


"Alasan nya mas..."


"Aku ingin mensejahterakan anak anak yatim seperti ku untuk bisa menggapai cita cita nya."


"Subhanallah.. beruntung sekali anakku kelak kalau tahu ayah nya baik hati seperti ini." ucap maya sambil mencubit pipi fatih gemas.


"kalau begitu ijinkan dia juga tahu kalau ayah nya sangat hebat memanjakan ibu nya."


"Auw.!" kaget maya saat fatih tiba tiba bangun dan mengukung nya.


Dan tanpa aba aba dia langsung melahap  bibir ranum maya dengan lihai nya hingga maya terbuai.


"boleh sayaangg.." ijin fatih dengan mata sayup nya.


"Dia bilang Welcome Daddy.." bisik maya sedang fatih langsung menyunggingkan senyum nya.


Setelah mendapat persetujuan fatih pun langsung melancarkan aksi nya


Namun sesaat kemudian...


Tokk..


Tokk..


Tokk..


"Nak di luar ada pak Reno menunggu." panggil ibu dari luar.


maya dan fatih sontak kaget mendengar nya dan segera menghentikan aktifitas nya


"mass ibu memanggil.." ucap maya tapi fatih tak bergeming.


"mass.." maya menepuk nepuk pundak fatih namun ia masih sibuk dengan leher mulus istri nya.


"Aiissh kamu ini mas.!" maya langsung beranjak bangun


"Sayyaangg.." rengek fatih


"Haha.. maaf mas kamu Kurang Beruntung.!"


Gubrakk.!


maya menutup pintu dan pergi meninggalkan fatih seorang diri


"Mayyaa.!!"


Di lantai satu sudah terlihat pak Reno dan ibu yang sedang berbincang.


"loh fatih nya kemana nak."


"Ada bu sebentar lagi turun."


Tak lama fatih pun muncul dan turun dengan wajah kusut nya.


"wajah mu kenapa nak."


"biasa bu harimau benggala satu ini belum mendapat buruan nya." mendengar itu fatih langsung menatap sengit maya


"Tidak apa apa bu hanya lelah saja." kilah fatih


"Maaf pak fatih saya ke sini hanya memberikan dokumen dan surat surat kepemilikan ini, semua nya sudah lengkap dan tercatat di sini."


"Terima kasih pak."


"Dan untuk untuk kedua kendaraan nya sudah ada di garasi, kalau begitu saya langsung permisi dulu."


"Saya ucapkan terima kasih banyak pak Reno." pengacara itu pun pergi dan berlalu tanda selesai melaksanakan tugas nya.


"Mas benarkah kendaraan itu.??"


"Iya."


"Ayoo kita lihat mas.." maya langsung menarik tangan fatih ke garasi.


"Buka.! Buka.! mas." semangat maya.


Srreettt...


"Wwooww.!!!" takjub maya.


Terlihat satu mobil mewah berwarna putih dan satu motor Sport CB* bewarna merah seperti punya fatih terdahulu.