DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
imbalan


Tak seperti biasa nya kendaraan melaju dengan begitu tenang di jalan raya, mereka berdua hanya tampak diam seribu bahasa.


"Sayang.. apa kamu marah.?" ucap Fatih yang sudah memecah keheningan


"tidak.."


"lalu kenapa diam saja."


"Hanya ada yang sedang aku pikirkan mas."


"Pikirkan apa sayang.?"


"Aku ingin minta sesuatu mas.?" ucap Maya dengan tiba tiba, dan hal itu berhasil membuat jantung Fatih berdegup kencang. Semoga permintaan nya kali ini bukan sesuatu yan aneh bin Ajaib lagi.


"Ka..mu.. min..ta.. Apa sayang." bibir Fatih sampai gugup dan terbata mengatakan nya.


"Hem, sepertinya anak kita pengen makan es krim sambil bermain di taman mas." pikir Maya, sambil mengelus ngelus perut nya yang sudah terlihat sedikit membuncit


"ohh.. hanya itu.?" Fatih sudah bisa bernafas sangat lega mendengar nya.


"iya mas hanya itu saja.."


"Syukurlah sayang.."


"Haa.. syukur apa nya mas.??" Maya sudah menyerengitkan kening dengan wajah bingung nya.


"Ah' tidak, tidak ada sayang, sudah tak perlu di pikirkan." tak mau mau menunggu lama lagi, Fatih pun langsung mengarahkan kendaraan nya menuju tempat sesuai keinginan ratu kecil nya itu.


Dan setelah berputar mencari..


Akhirnya Fatih dan Maya berhenti di sebuah taman kota yang lumayan besar, lengkap, bahkan terdapat permainan anak di sana.


Maya sangat bersemangat sekali, dia turun dari mobil sambil berlari kecil dan langsung mengelilingi taman dengan riang gembira nya.


"Sayang.. hati hati." ingat Fatih yang sudah terlihat ikut turun dari mobil dengan membawa plastik besar berisi banyak jenis es krim yang ia beli di jalan tadi.


"Mas Fatih, sini mas.!" tentu saja Maya tak ingin main seorang diri, dia melambaikan tangan dan memanggil suami nya untuk menyusul dan ikut naik ke atas perosotan.


"Tidak sayang, kamu saja.." dengan tubuh besar dan bongsor Fatih, mana mungkin dia muat dengan perosotan kecil itu. Jelas berbeda dengan tubuh langsing dan mungil istri nya.


"Argh.! haha.. haha.." dengan tawa lepas dan bahagia nya Maya sudah melesat turun sambil merentangkan tangan nya ke atas.


Maya terus melakukan hal itu berulang kali, seperti anak kecil yang kegirangan karena menemukan mainan baru nya.


"Sayang, ayo makan dulu es krim nya." melihat barang bawaan nya yang sudah mulai sedikit meleleh, Fatih sigap memanggil istri nya.


"Iya, sebentar lagi mas." ucap maya yang kini malah berpindah dan sibuk bermain ayunan dengan begitu lincah nya


"Saayang.."


"Iya, iya, baik mas." tanpa membantah lagi Maya pun berlari menghampiri suami tampan nya itu dan sigap memburu es krim nya.


Slurpp.. slurpp.. tak lama, maya pun sudah asyik sekali menyantap es krim nya sambil memandangi alam sekitar yang masih asri.


"Indah sekali, pemandangan nya ya mas."


"Iya sayang.."


"Oya mas, apa aku boleh menghadiri opening resto dan anniversary ayu.?"


"Kapan acara nya sayang.."


"Besok Mas.."


"Ya sudah.. Insya Allah mas temani ya."


"Terima kasih mas."


"Iya sayang.."


"Mas mau es krim nya.?" tawar Maya, yang melihat suami nya fokus sekali memandangi wajah nya


"Lalu kenapa melihat ku seperti itu.?"


"Mas hanya sedang membayangkan.."


"Hem, bayangkan apa.?"


"Kalau saja es krim itu adalah ak..." baru saja Fatih ingin menggoda sang istri, tapi ucapan nya harus terputus.


"Argh..!" es krim sudah terlempar sempurna tepat di wajah Fatih, karena ulah istri nya.


"Maya kamu.!" kini wajah super tampan itu sudah belepotan dan penuh dengan coklat.


"Haha.. maaf ya mas, aku hanya ingin membersihkan pikiran omes mu itu.!" dengan tawa terbahak nya, Maya sudah menatap lucu ke arah suami nya.


"Beraninya ya kamu." dengan sigap Fatih membalas ulah istri nya, dengan menggelitik pinggang ramping nya tanpa henti.


"Haha.. Iya, iya, ampun geli mas.!!" seperti cacing kepanasan, Maya terus menggeliat ke sana kemari.


"Memang nya kamu tahu, apa yang sedang mas pikirkan.?" tanya Fatih yang mulai menghentikan menggelitik Maya.


"Pikiran mu, pasti tak jauh jauh dari Akrobatik Ranjang.. benar kan Mas ??"


"Tidak, kamu salah.. ayo sekarang cepat bersihkan."


"Baik mas." Maya baru saja akan mengambil tisu dari dalam tas nya, tapi Fatih malah mencekal tangan nya.


"Eits, tidak pakai itu sayang.."


"Lalu.."


"Pakai ini membersihkan nya.!" Goda Fatih yang sudah menunjuk bibir merah merekah Maya, sambil mengedipkan mata nya.


"iihhh, tuh kan omes lagi." bukan menuruti, Maya malah menambahkan Tumpahan es krim lagi ke wajah Fatih. Srek.. Lalu berlari pergi meninggalkan nya begitu saja,


"Mayaa.!"


#####


Malam Hari


Setelah seharian puas bermain, kini mereka terlihat tengah tertidur kelelahan di dalam kamar nya, Namun karena hujan lebat beberapa jam lalu yang terus mengguyur, hal itu membuat Fatih terbangun dan mengerjap dari tidur lelap nya.


"Ish, dingiinn sekali.." ucap Fatih yang beranjak bangun untuk mengambil selimut di lemari lalu mencoba tertidur kembali.


"iihh kenapa masih dingiin juga." gumam fatih yang merasakan tubuh nya masih menggigil padahal sudah terbungkus selimut tebal.


"Sayang.. mas kedinginan." fatih mencoba membangunkan maya untuk menyuruh memeluk tubuh nya yang dingin tapi dia malah tetap diam tak bergeming.


"Sayang.." fatih menepuk nepuk pundak maya namun tetap tak ada respon.


"Baiklah sayang.. maaf aku pakai caraku sendiri." tanpa menunggu sang empu terbangun fatih berusaha sendiri, dia mulai membuka baju maya lalu memeluk tubuh nya erat.


"ehm hangat nya." ucap fatih mulai menemukan solusi masalah nya namun aneh nya yang awal hanya ingin menghangatkan badan tiba tiba berubah haluan..


"Hemm.." Maya mulai bereaksi setelah Fatih terus saja memeluk dan mencium bibir itu begitu lembut dan penuh perasaan.


"Bagaimana sayang, apa masih belum bangun juga.?" ucap fatih dan setelah nya ia menggigit bibir Maya gemas.


..."Auw mass.!!." mata maya langsung terbangun dan terbelalak lebar karena ulah suami nya...


..."putri tidur ini, akhirnya bangun juga.!" bisik fatih Tukk..! Maya langsung menyentil telinga nakal suami nya itu...


"Auww.!! sakit sayang." maya menyentil telinga fatih.


"Nakalll sekali harimau benggala satu ini.!" omel maya


"mas sudah menemani mu bermain seharian ini.."


"sekarang giliran kamu temani mas bermain malam ini.."