
"ada apa dengan maya.??"
Di dalam kamar..
maya tampak berbaring di kasur, mata nya menatap langit langit namun tidak dengan pikiran nya yang entah kemana.
"mas fatih tidak tahu orang seperti apa dimas, dia tidak akan pernah membiarkan diri nya kalah oleh siapa pun dan oleh apa pun." pikir maya
Ceklek..
fatih masuk ke dalam kamar dan menghampiri sang istri yang terlihat gundah gulana.
"Sayangg.. sebenar nya ada apa.?" tanya fatih sambil memeluk maya dari samping
"mas tak bisa kah kita melawan dimas.??" ucap maya
"Jadi, sejak tadi kamu memikirkan pria lain.!!" kesal fatih
"mas dengarkan aku." maya menangkupkan kedua tangan nya di wajah fatih
"aku tak ingin dia bertindak lebih jauh dan menyakiti mu mas, aku benar benar mengkhawatirkan mu." jelas maya
"Sayang.. sudah ku katakan cukup pikirkan diri mu dan anak kita saja.??" tanya fatih
"bagaimana aku bisa egois memikirkan diri ku sendiri sedang ayah dari anak yang aku kandung tengah dalam marabahaya." Ucap maya dengan suara terisak
"Sayang.. percayalah pada takdir Allah' kalau memang itu jalan yang harus aku lalui maka tidak akan ada satupun yang bisa mencegah nya dan begitu pun sebalik nya." fatih mencium bibir maya yang sudah bercampur dengan air mata.
"tapi mas.."
"Ssstt.. Sudah sayang." fatih menghentikan ucapan maya dan memeluk nya erat.
"apa kamu mau mematuhi ku.?"
"Iya mas." jawab maya mengangguk.
"Solehah nya istri mas." fatih mencium lembut tangan maya.
Tak lama fatih pun melantunkan sholawat dengan merdu seperti biasa nya, sebagai obat pelipur lara yang tengah melanda.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa'afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshari wa dhiya-iha wa 'ala alihi washahbihi wa bariik wa sallim.”
Hati mereka pun perlahan terasa tenang dan tenteram kembali..
kegelisahan nya pun berganti dengan mimpi indah yang menyertai..
Pagi hari maya sudah rapi dengan aktifitas memasak dan menyiapkan kebutuhan suami nya.
Kini dia tengah bersantai dengan segelas teh melati dan roti manis di atas nakas.
Slurrp.. maya menyeruput minuman nya penuh nikmat di temani bunga bunga yang tumbuh subur di halaman nya.
"Alhamdulillah.." ucap maya sambil menaruh gelas nya.
tak lama fatih datang dari dalam rumah dengan pakaian kerja yang sudah rapi.
Kriing..!
Kriing..!
"Assalamualaikum pak fatih."
"waalaikumsalam pak Bram."
"Apa sore ini kita jadi pergi."
"Insya Allah jadi pak." jawab fatih
"saya tunggu di lokasi pameran."
"Baik pak." setelah nya sambungan telephone pun terputus.
"Sayang.. apa sore ini mau menemaniku pergi ke pameran partner kerja ku." tanya fatih
"apa tidak mengganggu pekerjaan mu mas."
"Mereka semua juga membawa pasangan sayang.." jelas fatih
"Apa kamu mau mas membawa wanit..." ucapan fatih terhenti karena maya sudah melotot dan siap mencengkram miliknya.
"wanit.. apa mas.!" ancam maya
"Tidak jadi.! Tidak jadi.!" ucap fatih menggelengkan kepala.
"ya sudah aku mau.!" tegas maya
"Nanti aku jemput ya sayang."
"baik mas." maya mencium tangan fatih takzim lalu fatih pun berlalu
namun baru saja selangkah berjalan maya sudah memanggil nya
"tunggu mas."
"Iya sayang."
"Dasi mu terlalu longgar." ucap maya
Srreettt..!! maya langsung menarik dan menaikkan dasi nya ke atas hingga kencang sekali
"Uhuk.. uhuk.." fatih terbatuk
"Ingat mas jangan macam macam kalau tidak mau bernasib sama dengan dasi mu." bisik maya
"Tidak berani sayang.!" jawab fatih dengan sigap lalu dia cepat cepat berlalu masuk mobil
"Astaghfirullah.. wanita kalau sedang Cemburu sungguh menyeramkan." ucap nya sambil bergidik ngeri
fatih pun segera melajukan mobil nya di tengah lalu lalang jalan ibu kota yang padat merayap.
Kriing...
Kriing...
Telephone fatih kembali berbunyi.
"Assalamualaikum fatih." salam pak kyai
"Waalaikumsalam Abi."
"Nak apa kamu sedang sibuk.?"
"Tidak Abi."
"Bisakah besok lusa datang menemui Abi di rumah.?" tanya pak kyai
"Insya allah bisa Abi."
"Alhamdulillah kalau begitu Abi tunggu Assalamualaikum."
"baik Abi waalaikum salam." sambungan terputus dan fatih pun kembali fokus mengendarai hingga sampai lah di depan kantor kepengurusan.
"Assalamualaikum pak fatih." sapa salah satu staff
Mereka tidak akan pernah menyangka kalau pemimpin nya yang terlihat sekarang, berbeda sekali ketika berada di rumah' yang bersikap manja, usil, pecicilan dan bucin sekali dengan sang istri
Tok..
Tok..
"Masuk." jawab fatih
"Maaf pak lima menit lagi rapat akan di mulai."
"Baik terima kasih." fatih langsung bangun dari duduk nya dan pergi beranjak ke ruang meeting.
"Assalamualaikum semua nya."
"Waalaikum salam." jawab para staff kompak.
"Baik tolong persiapkan persentasi kalian.!" lantang fatih
"Maaf pak fatih seperti nya kita harus merevisi proposal yang sebelum nya karena terjadi kesalahan."
"Bagaimana bisa.! Sedangkan pembangunan sudah akan di mulai.!" marah fatih
"maaf kami lalai." Sesal para staff sambil menundukan kepala, karena takut melihat sorot tajam fatih.
"Rapat di tunda, Saya kasih waktu sampai siang ini.!" tegas nya.
"terima kasih pak."
"sekarang mana dokumen yang harus ku tanda tangani." ucap nya dingin
"ini pak."
"apakah dokumen ini sudah sesuai dengan yang ku periksa kemarin.!"
"Sudah pak."
setelah itu fatih pun berlalu dari ruang meeting dan kembali ke dalam ruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain, namun tak lama..
Tok..
Tok.
"Assalamualaikum ustadz fatih." panggil hanna dan suami nya subhan
"Waalaikumsalam."
"silahkan masuk." ucap fatih
"Terima kasih."
"Ada yang bisa saya bantu.?" tanya fatih
"Afwan ustadz, kami kemari hanya memberikan dokumen ini dan menyampaikan amanat dari Abi untuk acara makan malam keluarga Lusa." jelas hanna
"Syukron, Insya Allah saya akan ke sana kebetulan Abi juga sudah menghubungi ku tadi."
"bagaimana dengan kelanjutan proyek perluasan pesantren.?" tanya hanna
"Alhamdulillah tidak terjadi kendala yang serius."
"Syukurlah." ucap hanna dan subhan
"mas saya ke depan sebentar ya ada dokumen yang harus saya ambil." ucap hanna pada subhan
"baiklah mas tunggu di sini."
"iya mas." hanna pun berlalu meninggalkan ruangan.
"Bagaimana dengan kepengurusan santri.?" tanya fatih
"Lancar ustadz." jawab subhan
"Alhamdulillah.."
"Ustadz fatih apa boleh saya menanyakan sesuatu hal.?"
"boleh Silahkan."
"Afwan, apakah pernah ada sesuatu antara Hanna dan ustadz fatih.??"
"bukan kah kalian juga pernah di jodohkan.??" tanya subhan penasaran
Deg.. deg..
"Kenapa tiba tiba menanyakan hal itu."
"karena saya tahu hanna tidak pernah mencintai saya, dia mencintai orang lain." jelas subhan
"Afwan ustadz subhan tolong jangan libatkan saya dalam rumah tangga kalian."
"Dan jangan sampai istri saya tersakiti karena mendengar hal ini." tegas fatih
"mas kita pulang sekarang, Abi menghubungi ku tadi." tiba tiba hanna muncul dari depan pintu.
"baik hanna."
"Ustadz fatih kami pamit pulang dulu assalamualaikum."
"waalaikumsalam." subhan dan hanna pun pergi berlalu sedang fatih duduk terdiam memikirkan ucapan subhan barusan.
"jangan sampai maya mendengar hal ini.." gumam fatih.
Senja pun telah tiba..
Saat nya fatih menjemput sang istri tercinta.
Tiit.. alarm mobil terdengar dan fatih pun langsung masuk ke dalam mobil nya.
"Hari spesial ini aku ingin memberikan sesuatu untuk maya." ucap fatih sambil menyalakan mesin dan melajukan kendaraan nya ke suatu tempat
Setelah beberapa menit perjalanan terlihat lah toko perhiasan ada di hadapan nya.
"Selamat sore.. ada yang bisa saya bantu." tanya salah satu karyawan saat fatih masuk ke dalam.
"Saya ingin ingin memberikan hadiah untuk istri saya."
"sebentar akan saya carikan."
"baik mba." jawab fatih
"kalau yang ini bagaimana pak."
"Indah sekali, baik saya mau yang ini satu." fatih memberikan kartu atm nya.
"baik pak." karyawan pun membungkus perhiasan nya secantik mungkin lalu memasukan nya ke dalam paper bag.
"ini pak."
"terima kasih." fatih pun keluar dengan binar bahagia di wajah nya.
"Maya Pasti Menyukai nya.."