DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Menantu Idaman


Di dalam remangnya kamar, maya diam termangu di atas kasur sambil menatap langit langit.


"kamu belum tidur.??" tanya Fatih yang menengok ke arah Maya.


"belum mas.." jawab nya singkat


"Kenapa melamun.. apa ada yang sedang kamu pikirkan.?" Fatih mengusap ngusap pipi mulus istri nya penuh dengan kelembutan


"Ahh.. tidak.. tidak ada qo mas." Maya berusaha menutupi rasa gelisahnya perihal Dimas yang mengikutinya tadi siang.


"Oya Sayang.. apa papa sudah mengetahui tentang kebersamaan kita kembali.?" Fatih merasa bersalah karena belum sempat menemui mertua nya itu.


"Iya mas.. aku sudah mengabarinya saat penerbangan ku ke sini." Jelas Maya


"Syukurlah.. kalau begitu." Fatih merasa lega sekali


"Hem' Sayang.. apa kamu bahagia hidup bersamaku.? sedang diluar sana banyak pria yang lebih baik, mapan bahkan sangat kaya raya ingin memilikimu." dengan wajah lesu nya Fatih mengatakan nya.


Maya yang hal itu merasa keheranan karena tak biasa nya sang suami merasa insecure seperti itu


"Kenapa tiba tiba menanyakan hal itu..?" sangat tajam Maya menatap wajah tampan suami nya


"Aku hanya takut tak bisa membahagiakan mu dalam hal materi karena kamu tahu sendiri dengan keadaan ku." jelas Fatih yang mengutarakan kegundahan hati yang sejak kemarin mengganggu pikiran nya.


"SETIA.." singkat jelas padat Maya ucapkan


"Maksud mu sayang..?" dia sedikit tak mengerti


"Hanya Satu Kata itu lah yang bisa membahagiakan Ku mas." dengan senyum teduh dan wajah tentram' Maya mengatakan nya, Fatih pun langsung memeluk sang istri dari samping.


"Kalau soal itu tak perlu kamu ragukan Sayang.. Hati ini sepenuh dan seluruh nya hanya untuk mu seorang." Fatih sudah mengarahkan tangan Maya ke dada bidang nya.


"Bahkan Fatih mini di bawah ini pun Hanya milik mu seorang." sambil berbisik Fatih mengarahkan kembali tangan Maya namun kali ini ke batang perkasa nya dan hal itu sontak mendapat Jeweran dari istri nya


"Dasar Omes.!" Maya mencebik dengan wajah sebal


"Haha.. sayang.. kamu ini sungguh menggemaskan sekali saat marah, rasanya ingin sekali mas terkam Auumm.. Auumm.." Fatih langsung menirukan gaya harimau dengan tangannya yang ke atas


"Sudahlah mas.. aku mengantuk mau tidur." Maya sudah tak ingin meladeni tingkah suami nya itu, dia pun memilih menutup seluruh tubuh nya dengan selimut tebal


"Iihh sayang jangan tidur dulu.. kamu lupa yaa one night one color.. ayo bangun.." goda Fatih sambil menggoyang goyangkan badan istri nya, dia sudah seperti seorang anak kecil yang merayu untuk minta di belikan permen.


Khook.. Khook.. Maya tak menjawab tapi hanya bunyi dengkuran lah yang sudah keluar dari bibir nya


"Argh sayang..!" kini giliran Fatih yang sudah mencebik sebal.


*********


Siang hari di rumah sederhana..


Kini maya dan fatih tengah sibuk membantu ibu menyiapkan pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulannya.


"Nak tolong bawa semua kue nya kemari ya." panggil ibu


"baik bu." maya membawa plastik besar berisi kue.


"Fatih kemana nduk." tanya ibu


"sedang merapikan ruang tamu yang akan dipakai bu."


"oh.. ya sudah kamu temani sana."


"baik bu." maya berjalan menghampiri suaminya yang sedang menata ruangan tiba tiba para jamaah mulai berdatangan.


"Assalamualaikum.. wahh wahh ada pengantin baru nih."


"waalaikum salam iya Alhamdulillah bu, Mari silahkan masuk." jawab fatih sopan, lalu para jamaah masuk dan duduk ditempat yang disediakan.


"wallah sudah pada datang toh' ayo di icip minum dan kue nya." sang ibu datang menghampiri jamaah.


"oh ya bu, itu menantunya ya."


"iya benar." jawab ibu


"wallah cantik tenan toh."


"kalo masih ada yang seperti itu aku mau satu' untuk anakku."


"haha ibu ini bisa saja." jawab sang ibu.


"Maya fatih sini nak.."


"baik bu." maya fatih menghampiri dan duduk di samping ibu.


"perkenalkan ibu jamaah ini anak dan menantu saya." maya dan fatih menangkupkan tangan sambil tersenyum.


"Wah kalau orang tuanya seperti ini, anaknya nanti pasti lucu lucu sekali." ucap salah satu ibu


"iya doakan ya bu." jawab fatih.


"Ya jangan doa saja toh mas' usaha dan ikhtiar juga penting kalau perlu minum obat Kuda Ngibrit atau Cobra liar gitu.! biar tambah tokcer." ucap ibu lainnya dan hal itu membuat semua tertawa.


Tak lama acara pun dimulai, fatih membaca alquran sebagai pembuka acara setelahnya acara satu persatu juga dilakukan hingga Selesai dan rumah pun sepi kembali.


******


Di dalam kamarnya Fatih dan maya sedang beristirahat di atas ranjang kasurnya. Setelah seharian dengan kesibukan acara nya.


"Huuffftt.." maya sudah menghela nafas panjang nya


"kamu lelah may, mau mas pijat.?" tawar fatih


"boleh." maya langsung berbaring tengkurap dan fatih langsung sigap memijat punggungnya.


"mas habis ini temani aku ke apotik ya." pinta maya.


"kamu mau beli apa sayang.?"


"Vitamin." jawab maya


"iya gara gara ulahmu setiap hari buat aku bergadang, badanku remuk redam!" fatih malah terkekeh geli.


"baiklah, nanti mas juga mau beli vitamin."


"vitamin apa.?" tanya maya.


"Vitamin Kuda Ngibrit biar makin liar dan tokcer matuk kamu.!" Godanya.


"Auuww.. sakit may." cubitan sayang pun melayang


"Ngawurr.! yang ada badanku nanti bisa patah tulang kamu minum itu.!" omel maya.


Tak lama ponsel Maya terdengar berdering, Kriingg.. Kriingg.. Dia pun langsung mengangkat panggilan nya


"Hallo maya."


"iya pah."


"bisa temui papa dirumah besok."


"papa sudah pulang.?" tanya maya


"iya hanya 1 hari." singkatnya.


"Baik pah besok pagi maya kesana." setelahnya telepon pun langsung ditutup sang papa.


"Ada apa sayang.." tanya fatih.


"papa ingin menemuiku besok mas."


"Pergilah.. besok akan mas antar."


"Terima kasih mas."


Setelahnya mereka pun tertidur lelap karena lelah yang menyelimuti raga.


******


Fajar Menyingsing


Seperti biasa di pagi yang sibuk setelah solat berjamaah dengan sang suami, maya langsung bejibaku dengan dapur setelah semuanya selesai maya pun bersiap siap.


"Kamu sudah rapi may.?"


"iya mas sudah, ayok kita berangkat."


"kita pamit ibu dulu ya." maya dan fatih menghampiri ibu yang sedang menyapu halaman rumah.


"Bu, maya dan fatih berangkat dulu ya." mereka mencium takzim tangan ibu.


"kalian hati hati ya."


"Baik bu."


"Mas naik motor saja nanti biar aku yang bawa." tawar maya.


"No.. No.. ini masih pagi maya, mas tidak mau Masuk Angin kena serangan Tornado." tolak fatih mentah mentah


"Cihh, lebay kamu mas." mencebik kesal


"ayok cepat naik mobil." pinta fatih dan maya pun menurutinya.


Di tengah perjalanan maya dapat beberapa kali panggilan dari mantan bos nya tapi tak pernah ia angkat.


Drett Drett Drett


"Telfon kamu bergetar terus may." tanya fatih


"Ahh iya mas biarkan saja." ucap maya gugup.


"memang siapa yang menghubungimu?"


"itu.. bukan siapa siapa mas." kilahnya, sedangkan Fatih melirik curiga ke arah maya.


"mas tolong berhenti di sini sebentar, aku ingin membelikan kue untuk papa." maya pun langsung turun dan berlalu.


tak lama dering handphone terdengar kembali dari tas maya yang tertinggal Drett.. Drett.. Fatih mengambilnya lalu melihat nama panggilan yang tertera.


"Bos Ahmad.??" mata fatih menatap nyalang.


"Mau apalagi dia.! Ternyata peringatan ku tak digubris." marahnya, lalu fatih mengangkat panggilannya.


"Hallo may.. Nikmatilah harimu sekarang, dan setelah ini kamu tidak akan bisa lari dan menolakku lagi." ucap ahmad langsung.


"Apa maksudmu Tuan.!" geram Fatih


"Wow.. ternyata sang ustad yang mengangkat.!" ledeknya.


"bukankah saya pernah memperingatimu.!" ucap fatih lantang.


"Haha.. kamu bukan tandinganku bung, tunggu saja sebentar lagi' maya akan meninggalkanmu.!"


"Benarkah.?? Sepertinya Kepintaranmu hanya diatas kertas semata, karena di Hadapan saya kamu hanya orang Bodoh yang mengemis Cinta bukan miliknya." Sindir fatih dan hal itu berhasil membuat Gemuruh di hati ahmad.


"Brengse*.!!" setelahnya sambungan terputus tut.. tut..


Setelah perdebatan panasnya, Fatih terlihat menundukkan kepala di stir kemudi untuk meredam amarahnya.


"Astagfirullahaladzim.." ucapnya lalu tak lama maya masuk kedalam mobil dan menoreh ke arah fatih.


"Kamu kenapa mas.?" tanya maya


"Tidak apa apa." jawabnya dingin.


"Apa kamu sakit, kamu terlihat pucat." maya membolak balikan tangan di dahi fatih.


"Sudahlah lebih baik kita lanjutkan perjalanan."