
Awan sudah kembali cerah, Mendung telah berhasil terlewat dan Bumi pun menjadi terang benderang...
Di kamar pengantin dadakan nya, Fatih dan Maya terlihat tengah berbaring saling berhadapan satu sama lain, di kelilingi oleh ratusan kelopak mawar nan cantik.
"Sayang.. terima kasih, sudah bersedia memaafkan ku." cicit Fatih dengan tatapan penuh sayang, bahkan dia langsung meraih tangan Maya dan mencium nya.
"Aku juga bersalah pada mu mas.." selama tak tinggal dengan suami nya itu, perlahan Maya menyadari kalau dia memang sudah terlalu egois dan keras kepala. Dan dengan kembali nya mereka ini, dia berharap bisa merubah sifat nya.
"Aku sudah memaafkan mu sayang.."
"Tapi tunggu mas, kenapa kamu tiba tiba saja berada di kamar mandi.?" pikir Maya yang sudah bingung bin aneh, bagaimana suami nya itu Tersandra dengan tubuh terikat seperti tadi.
"Itu.. ulah papa, sayang."' Fatih hanya bisa tersenyum geli, dengan tingkah mertua nya yang terlihat dingin dan garang.! tapi sebenar nya dia sangat perhatian dan sayang sekali pada anak dan menantu nya.
"apaa.. Bagaimana bisa mas.??"
"Tadi papa menghubungi ku, dan menyuruh untuk datang secepat nya ke sini."
"Apa itu berarti.. papa memang sudah merencanakan ini semua mas.?"
"Aku tidak tahu sayang, tapi yang pasti aku sangat bersyukur sekali.. papa yang dulu sangat menentang hubungan kita, kini berbalik arah menyatukan nya."
"Iya benar mas.. aku juga bahagia, sikap papa yang sekarang sudah berubah sekali. Bahkan dia begitu memprioritaskan diri ku." tentu hal inilah yang sangat ia nanti nantikan sejak dulu, bisa merasakan Kehangatan dan Kasih Sayang dari ayah nya itu
"Ehmm.. kalau begitu jangan kecewakan papa yang sudah berusaha payah ini, menyiapkan semua nya untuk kita sayang." memang pria tampan satu ini, punya seribu satu cara dan alasan untuk mendapatkan keinginan nya satu ini
"Maksud mu mas..?" otak Maya masih belum paham dan connect dengan penuturan suami nya.
"Ya.. setidak nya, kita bisa memakai tiga Jurus untuk hari ini sayang." mata nya sudah mengedip sebelah, seperti artis Jaja Miharj* tapi Versi Kw nya. Hehe..
"Jurus.??" memang nya, mereka mau bermain silat atau karate apa ya..
"Iya.. Jurus kuda ngibrit, buaya melayang, dan terkaman macan mengaum.!" keluar juga, si pria Ahli Akrobatik Ranjang ini. Seperti nya tubuh Fatih sudah terasa Kaku karena sudah lama tidak latihan bersama istri nya itu.
"Aiisshh.. kamu ini mas.!" tentu saja Maya langsung berdecak sebal setelah mengetahui maksud dan tujuan dari perkataan sang suami yang sudah panjang kali lebar nya.
"Kalau begitu, pakai jurus mana dulu sayang..?"
"Juruss K.a.b.u.rrr.!!" teriak maya sambil membungkus diri nya dengan selimut.
"Ha..ha.."
######
Beberapa jam kemudian
Ternyata.. kebaikan papa hari ini benar benar tak di lewatkan dan di sia - siakan oleh Fatih sedikit pun, karena dia benar benar seharian penuh mengurung wanitanya hingga, Hosh.. hosh.. deru nafas sudah terdengar memburu.
"Cukup, cukup mas, biarkan aku bernafas sebentar Mas.." rasa nya tubuh wanita cantik itu sudah tak sanggup lagi, bahkan tubuh nya saja sudah lemas dan tak bertenaga. Bahkan peluh keringat sudah membanjiri dengan tubuh yang jatuh lunglai di atas kasurnya.
"Apa kamu sudah lelah sayang.." tanya Fatih dengan datar, tanpa rasa bersalah dan sudah terkekeh geli.
"Ish' kamu ini mas, kalo sudah mulai.! pasti tidak bisa berhenti." ustadz Perkasa yang satu ini, memang selalu saja berhasil membuat Maya kalang kalang kabut dan kewalahan. Kalau sudah berurusan dengan Jatah Ranjang nya
"Iya, iya, maaf sayang.." dengan sangat lembut Fatih membelai rambut istri nya, lalu perlahan mulai memijat punggung nya. Sret.. Sret..
Lalu tiba tiba, Biipp... Biipp..
Suara notifikasi terdengar masuk, Fatih pun langsung mengambil ponsel dan membuka nya.
"Kali ini, mungkin hanya kamar mandi Fatih.. tapi kalau sekali lagi kamu membiarkan Maya pergi dan menghilang. Maka Kandang buaya tempat mu selanjut nya.!" pesan sang papa yang sudah memberi peringatan untuk menantu nya, sedang Fatih hanya bisa tersenyum senyum membaca nya.
"Terima kasih banyak pah, Insya Allah Fatih akan selalu menjaga Maya dengan sebaik mungkin." itulah balasan yang Fatih berikan, lalu setelah nya dia menaruh kembali telephone genggam nya di atas nakas.
"Siapa mas..??"
"Papa memberikan pesan untuk ku sayang, dan semoga ini terakhir kali nya kamu pergi dari ku.."
"Memang nya apa yang sudah papa katakan.."
"Papa tidak akan segan segan mengirim ku ke kandang buaya kalau sampai membiarkanmu pergi lagi."
"Ha..ha.." Maya sudah terbahak sekali, mungkin terdengar sangat sadis. Tapi itu lah Cinta seorang Ayah yang begitu besar pada putri nya
"Sekarang, sudah puas tertawa dan istirahat nya.?'
"Sudah mas, memang nya kenapa."
"Sekarang bersiap siaplah jurus Terkaman buaya datang.!!" fatih loncat dan mengukung istri nya.
"auw.! Dasar nakal kamu mas.." teriak Maya, yang sudah mendapat gigitan di bibir nya.
Dan tak lama penyatuan cinta yang di berkahi itu pun terjadi lagi dan lagi hingga terang berganti gelap.
#####
Setelah beberapa hari di istana sang papa, kini maya dan fatih kembali ke rumah sederhana tempat Kehangatan keluarga kecil mereka
"Mas hari ini kamu tidak kerja." tanya maya sambil menonton televisi
"tidak sayang.."
"Apa kamu ingin jalan jalan.?"
"tidak mas, badan ku sudah lelah kamu buat lembur berhari hari kemarin.! bahkan badan ku habis' di buat ukiran seperti macan tutul." gerutu maya sedang fatih cengar cengir mendengar omelan istrinya
"iya maaf sayang.. habis siapa suruh pergi dan membuat ku merindukan mu." fatih memeluk dan mencium pipi cemberut maya
"Apa mau mas pijat sayang.?"
"Tidak."
"Tapi.."
"Tapi apa..?" tanya fatih
"Aku ingin mas Panjat Pohon.!" ucap maya tiba tiba
"Haa.??" fatih bingung
"Tiba tiba aku ingin sekali makan mangga tapi mas yang ambil dari pohon belakang rumah."
"iihh.. Pohon dengan ribuan semut rang rang itu.??" fatih sudah ngeri membayangkan nya
"iya."
"Tidak mau."
"Tapi sayang.."
"Ya Sudah biar aku saja yang Manjat.!" ancam maya
"Jangan.! Jangan.!"
"kalau begitu ayok.!" maya menarik tangan fatih ke belakang rumah dan menuju pohon mangga keinginan nya.
"Lihat itu sayang.." fatih merinding melihat ribuan semut yang besar besar berbaris rapi di seluruh batang pohon mangga
"Sudah naik.!" pinta maya
"Tidak Sa..yang.." rengek fatih
"Ayo cepat.! atau aku yang naik nih.!"
"oke baik baik.!"
fatih langsung membuka alas kaki nya lalu mulai naik dengan kaki dan tangan yang gemetar dan sedetik kemudian
"Auw ! Auw.! Auw.!" badan fatih meliuk liuk kesakitan di atas pohon sambil berteriak.
"Aku mau yang kuning paling atas itu mas.!" teriak maya di bawah
"Auw.! auw.! sudah sayang.!" fatih melempar mangga nya ke bawah sambil terus menggaruk garuk seluruh badan nya yang perih dan gatal.
"belum.! itu yang sebelah sana.!"
"Sama yang di samping itu.!" maya terus meneriaki fatih
"baik ini.! Auw.! Auw.!" wajah fatih sudah merah padam menahan perih sekujur tubuh.
"Itu satu lagi.!"
"Sudah Saayangg..." rengek fatih
"cepat satu lagi.!"
"baik." fatih segera mengambil mangga pilihan istri nya lalu dia secepat mungkin turun dan loncat dari atas pohon
Bruugghh..!!
"Aduuhh.!!" fatih terjatuh sambil memegangi bokong nya yang nyeri
"kamu tidak apa apa mas.?"
"saakkitt.."
"Sini aku bantu." maya memapah fatih ke dalam rumah sambil membawa mangga buruan nya.
"Loh.. fatih kenapa nak." ibu melihat fatih jalan terpincang sambil memegangi bokong nya.
"biasa.. ulah menantu kesayangan ibu satu ini.!" omel fatih sedang maya hanya terkekeh geli.
"tidak apa apa nak, dari pada nanti anak mu ileran." bela ibu
"terbaik memang ibu.!!" ucap maya sambil mengacungkan jempol.
"iih kalian berdua ini." cebik Fatih
"Tunggu sini nanti aku pijat." maya mendudukan fatih di sofa tamu lalu pergi mengambil minyak gosok.
"Ibu.. lihat kulit anak mu merah dan bentol bentol semua ini jadinya, cepat marahi maya ibu.!" adu fatih
"iya nak nanti juga hilang." ucap ibu sambil mengusap ngusap tangan fatih
"Ciihh, begitu saja mengadu.!" kesal maya
"biarin Wee.!!" tingkah fatih sudah hampir menyerupai maya, hanya tinggalah ibu yang tergeleng geleng kepala dengan dua bocah tua ini.
"sudah sudah.. kalian ini kalau jauh saja di tangisi tapi kalau dekat seperti tom jerry." ujar ibu sambil beranjak menuju dapur.
"Ya sudah, Sini aku pijat mas." fatih langsung tengkurap di samping maya.
"Cepat buka." maya memberikan sarung.
"baik." fatih langsung membuka semua celana nya dan berganti sarung.
maya segera menuangkan minyak dan Set.. Set.. Set.. dia pun mulai memijat kaki fatih perlahan lahan
"naikan dikit sayang.."
"baik mas."
"bukan itu tapi naikan lagi."
"ini..?" maya sudah memijat pangkal paha fatih
"ke depan dikit sayang.." pinta fatih sedang maya yang sudah tahu maksud terselubung fatih, langsung melayang kan cubitan maut nya
"Aauww.!!" rintih fatih
"Aiissh kamu ini." sebal maya.
setelah 15 menit berlalu fatih terlihat rileks dan tertidur karena pijatan sang istri, melihat hal itu maya berniat mengerjai nya
"mas.." panggil maya sambil mengibas ngibaskan tangan nya di wajah fatih yang sedang tidur terlentang.
"Yes sudah tidur.!" maya dengan sigap mengambil balsem di kamar lalu mencongkel isi nya dan mengolesi nya pada fatih mini milik sang suami
"Seperti nya punya mu ini sedang masuk angin mas, jadi biar ku obati ya." tutur Maya, dengan bibir yang tersenyum senyum menahan tawa.
Setelah itu, dia pun sigap pergi ke dapur untuk menikmati mangga hasil kerja keras sang suami.
Sedang beberapa menit kemudian teriakan menggelegar pun terdengar dari mulut fatih
AUW.! AUW.! PANASS.!!
"MAAYYAAAA.!!!!"