
"Appaa.."
fatih benar benar kaget dan sungguh tak percaya mendengar penuturan sang pengacara.
"Maaf Abi fatih tidak bisa menerima nya, ini adalah hak Hanna sepenuhnya." tolak fatih halus
"fatih.. kamu juga anak Abi jadi kamu berhak mendapatkan apa yang Hanna dapatkan juga."
"Hanna juga sudah menyetujui hal ini." terang pak kyai
"Maaf Abi, fatih tetap tidak bisa." tolak fatih
"Apa kamu mau mengecewakan Abi.?"
"bukan begitu Abi.. buat fatih bisa memiliki ayah seperti Abi saja sudah menjadi Anugerah untuk diri ini dan itu sudah cukup' fatih tak ingin yang lain nya." fatih memeluk pak kyai dengan penuh haru
"Abi pun sama Nak' bahagia sekali bisa menjadikan mu seperti anak kandung abi sendiri."
"jadi terimalah, Abi percayakan padamu termasuk proyek pembangunan panti asuhan nya." jelas pak kyai sambil mengusap ngusap rambut fatih lembut
"Tapi Abi.. hal ini sungguh berlebihan."
"Tak ada yang berlebihan untuk anak dari orang tua nya nak."
"Tapi.."
"Apa kamu masih akan menolak nya kalau ini menjadi permintaan terakhir Abi, bagaimana nak.?"
"fatih mohon Jangan pernah katakan hal itu, karena fatih akan selalu mendoakan Abi panjang Umur dan sehat selalu."
"kalau begitulah terima lah nak.."
"baiklah Abi.. fatih menerima nya." jawab fatih pasrah karena tak ingin membuat pak kyai bersedih.
"terima kasih nak." pak kyai dan fatih pun saling berpelukan bersama namun tiba tiba.
Krucuk.. krucukk.. terdengar suara perut keroncongan.
fatih dan pak kyai pun langsung menghentikan kegiatan nya lalu saling menatap dan tersenyum.
"Mari nak' sebaik nya kita makan malam terlebih dahulu, kasihan istri dan anak mu menunggu kita terlalu lama." pak kyai tersenyum dan beranjak bangun sedang maya tertunduk malu karena suara perut nya yang mengganggu keromantisan antara suami dan ayah angkat nya itu.
Sepanjang perjalanan fatih diam Tak bersuara hal itu membuat maya menoleh ke arah stir kemudi.
"Mas.. kamu baik baik saja." tanya maya
"Ehmm iya sayang." fatih tersadar dari lamunan nya.
"tapi wajah mu tidak mengatakan hal itu mas."
"sebenarnya aku masih ragu menerima amanah yang Abi berikan padaku."
"Apa yang kamu ragukan mas.?"
"Aku takut Abi bersedih jika aku tak menerima nya tapi aku juga takut kelak akan mengecewakan Abi jika aku menerima nya."
"Mas.. Abi pasti sudah memikirkan hal ini masak masak sebelum mengambil keputusan nya jadi percayakan pilihan yang Abi pilihkan untuk mu." nasihat maya menenangkan
"terima kasih sayang.." fatih terlihat mulai tersenyum kembali
"mas stop..! aku mau mampir sebentar di toko depan sana." teriak maya tiba tiba dan fatih pun segera menghentikan laju mobil nya.
"kamu mau beli apa.?"
"ada sesuatu mas."
"mas temani ya." pinta fatih
"tidak usah mas, aku hanya sebentar."
"baiklah hati hati sayang." maya langsung keluar dari mobil dan berjalan ke arah toko yang di maksud.
Drett..
Drett..
terdengar telephone maya yang bergetar, fatih pun langsung mengangkat nya
"Hallo cantik.!! Sudah menerima hadiah dariku, simpanlah sayang sampai tiba saat pernikahan kita,"
"Hentikan Khayalan mu Dimas.!!." sengit fatih
"Haha..! Haha.! Ustadz kere ternyata yang menjawab." ledek dimas.
"Astaghfirullah.. setelah Ahmad berlalu sekarang teror seperti ini terulang kembali." fatih mencoba meredam amarah nya.
klek.. bugh.! suara pintu mobil terdengar
"Ayo mas aku sudah selesai." ucap maya yang tiba tiba masuk kedalam mobil.
"ehm baik sayang." fatih membuyarkan lamunan nya dan langsung menetralkan diri nya
"Mas habis ini temani aku main ya.."
"Tentu sayang.. dengan senang hati, kamu mau berapa ronde.??" mendengar itu maya langsung melayangkan jeweran.
"Auw.!" rintih fatih
"Bukan main yang itu mas.!" kesal maya
"memang main apa selain hal itu, malam malam seperti ini sayang..??" tanya fatih bingung
"nanti kamu juga akan tahu."
fatih pun mulai melajukan kendaraan nya kembali sambil memikirkan banyak hal di benak nya.
hingga tak terasa fatih sudah berada di depan halaman rumah nya, tanpa berkata maya langsung berlari ke dalam rumah lalu kembali lagi sambil membawa sesuatu.
"kamu sedang apa sayang.." tanya fatih yang melihat maya tengah sibuk membuka belanjaan nya dan memegang korek di sebelah tangan nya.
Lalu tak lama terdengar suara ledakan kecil di udara.
Du..arr..! Du..arr..! Du..arr.!
kembang api pun menyala dengan sempurna.
"Ye.!! Lihat itu mas indah bukan.!" teriak maya girang.
"jadi ini maksud mu main.?"
"Iya."
"Ayo mas.! cepat.! Lagi.! Lagi.! bantu aku menyalakan nya." semangat maya dan memberikan banyak kembang api pada fatih
"iya tunggu sayang.."
Du..arr.! Du..arr.! Duarr.!! Duarr.!
"Haha.. haha.." maya tertawa lepas begitu cantik dan mempesona di wajah fatih
"Haha.. mass sini kejar aku." maya mulai berlari kecil sambil menari ke sana kemari di barengi kembang api air mancur yang meluncur di kedua tangan nya.
Hati fatih terenyuh melihat keindahan di depan mata nya, hari yang sunyi dan sepi seperti dulu sudah tak pernah ada lagi sejak bidadari kecil satu ini ada di samping nya.
"Makasi sayang kamu selalu punya seribu cara untuk membuat hari ku ceria dan tak pernah sedetik pun membiarkan diri ini lupa untuk tersenyum." gumam fatih pelan lalu dia langsung berlari menghampiri sang istri.
"sini.. mau kemana kamu." kejar fatih
"haha.. ayo kejar aku mas." teriak maya sambil terus menghindar
"Akhirnya.. kena kamu." fatih menangkap maya lalu memeluk nya erat.
"teruslah warnai hidup ku dengan canda tawa mu sayang." bisik fatih di telinga sang istri sedang maya yang mendengar nya langsung menoleh dan tersenyum hangat ke arahnya.
"Apa aku perlu memberi mu bonus, untuk sikap manis mu hari ini.???" tanya maya
"tentu sayang.. apa itu.?"
"setidak nya kamu boleh mengunjungi fatih junior malam ini." goda maya sambil berlari meninggalkan fatih
"Haha.. Come to Papa Nak.!!." teriak fatih sambil mengejar istrinya ke kamar.
Rencana Allah memang sungguh indah.. asal kesabaran dan keimanan selalu menyertai di setiap jalan nya.
setelah mendapatkan bonus dari sang istri, pagi hari wajah fatih sudah terlihat segar sekali bahkan senyum tak pernah lepas di wajah nya.
"Ayo.! Go.. Go.. Semangat.!" ucap fatih di depan cermin
"kamu kenapa mas.??" tanya maya bingung melihat fatih sejak tadi tidak berhenti bersiul, tersenyum dan melontarkan kata kata spirit
"Jelas karena kamu yang sudah memberikan ku extra tenaga dalam tadi malam sayang.."
"Jadi aku bisa kuat, semangat, dan Ceria.! seperti sekarang." ucap fatih sambil mencium pipi maya gemas
"Ciihh.. kamu ini ada ada saja mas."