
"Jedag.!
Jedug.!
Jedag.!.
Jedug.!"
terdengar Suara musik menggema dari dalam ruangan, maya pun melenggak lenggok badan nya menari sensual di kelilingi oleh para pria.
bahkan salah satunya tengah asyik memegang pinggang ramping maya.
"Spesial buat princess kita.!" salah satu teman nya terlihat menyodorkan botol minuman beralkohol pada maya.
tapi saat maya mau mengambil nya tiba tiba ada tangan yang menangkis nya.
"Pulang Sekarang.!!!" suara bariton fatih terdengar dengan kilat marah di matanya, diapun langsung menarik paksa maya keluar.
"Wooyy Nyari mati lo' berani beraninya ganggu maya.!" Cegat salah satu teman yang menghadang fatih sedangkan maya hanya terlihat dingin dan cuek menanggapi nya.
Bruugghh..
Bruugghh..
Fatih pun langsung memukul nya membabi buta sedang maya yang melihat itu pun panik dan langsung memeluk erat fatih untuk menghentikannya.
"Cukup.!!! kita pulang sekarang.!" pinta maya setelah nya fatih pun langsung menyeret sang istri keluar dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
Fatih pun memutuskan untuk kembali ke rumah maya tanpa pamit pada ibunya.
Sepanjang perjalanan maya tak berani bersuara karena fatih terlihat sungguh menyeramkan dan ini pertama kali nya dia melihat kemarahan nya
Sesampainya di kamar...
"GUBRAKK..!!"
Fatih membanting pintu kasar lalu langsung mendorong maya ke atas kasur bahkan dadanya terlihat sudah Naik Turun dengan mata membunuhnya.
"Bagaimana Bisa Seorang Wanita Menolak Suaminya Tapi Begitu Murah Di Luaran sana Haa.!" Teriak fatih yang menggelegar hingga keluar ruangan.
"PLAK.!!" Maya langsung menampar pipi Fatih dengan kasar.
Dia pun hendak beranjak pergi dari dalam kamar nya namun dengan cepat fatih mencengkram tangannya.
"Berani Kamu Menampar Suamimu.!"
Fatih sudah di luar kendali darah nya Mendidih.! melihat istrinya di sentuh banyak lelaki bahkan begitu sensual dan sexy nya menari.
"MALAM INI LAYANI SAYA.!"
Dengan sergap Fatih langsung mengukung sang istri di bawah tubuh nya. Lalu dia buka paksa seluruh pakaian, bahkan menyobek nya dengan kasar Sret.. Sret.. hingga Maya polos tanpa sehelai benang pun
"Hentikan.. jangan Fatih.!! Tolong jangan.!!" sekuat tenaga, Maya berusaha berontak dan kabur berlari ke arah pintu.
Tapi dengan cepat, Fatih berhasil menangkap dan menggendong nya ke kasur. Dia pun kembali mengukung sang istri.
Sedang Maya terlihat terus saja berontak dan memukul mukul dada suami nya, tapi kekuatan Fatih yang sudah terbakar amarah itu sungguh tak terkalahkan.
Hingga akhir nya.. terdengar lah suara Fatih yang tengah melafalkan doa dan sedetik kemudian.
"Aaauuww Sakkkiittt.!!" teriak Maya, yang sudah menggelegar di dalam ruangan.
Kini darah pun, sudah mengalir berbarengan dengan air mata yang menetes di wajah Cantiknya.
"Hikks.. Hikkss.. Hikkss.. Bangsa* lo.!!!" maki Maya sambil menangis menahan perih di hati maupun perih di kemalua* nya.
"Saya Harus Lakukan ini, Agar kamu Tahu Batasanmu.!!!" fatih terus memompa sang istri sambil menciumi bibir ranum maya.
Setelah beberapa saat...
Amarah Fatih pun sudah mereda dan mulai memperlakukan istri nya dengan lembut kembali.
"Maya tataplah saya.!" cicit Fatih, sambil mengangkat dagu istri nya. Sedang Maya masih terdiam dengan tatapan kosong, dengan sisa air mata di wajahnya.
"Mulai sekarang Cintailah saya Maya, dan ingat.! Jiwa, Raga, dan Hati kamu hanya milikku seorang." tegas Fatih dengan penekanan.
Setelahnya dia mencium lembut dan hangat bibir sang istri lalu mulai mencumbuinya dengan perlahan lahan dan hati hati hingga Tuntas..
Dan malam itu pun menjadi malam pertama bagi mereka, menjadi suami istri seutuh nya walau pun Maya belum membuka Hatinya untuk Fatih.
********
Pagi harinya..
Terlihat maya dan fatih dengan tubuh polosnya saling berpelukan, mereka tampak lelah setelah ibadah bersama.
Tit... Tit... Alarm jam berbunyi fatih pun mulai terbangun dari tidurnya, dia segera beranjak pergi untuk mandi junub dan melaksanakan solat malam nya.
lalu tak lama maya ikut terbangun dan ingin buang air kecil namun sayang hal itu sangat sulit ia lakukan.
"Aahhh...! Kenapa sakit sekali." maya merasakan perih yang luar biasa di bagian bawah tubuh nya
Dia pun langsung terduduk kembali di kasur.
Ceklekk...
terdengar Fatih keluar dari kamar mandi dan melihat maya menahan sakit.
"kenapa May Apa kamu baik baik saja.?" tanya fatih
"Gak usah Sok Polos.! ini kan gara gara lo." omel maya sedang fatih tersenyum mendengarnya karena ia paham yang istrinya maksud
"gua bisa sendiri.!" maya pun memilih jalan tertatih tatih menahan sakit ke kamar mandi.
"Kalau jalannya begini gimana gua mau kekampus.!" kesal maya
Setelah beberapa saat...
mereka berdua pun tengah sarapan bersama, terlihat maya sudah rapi dengan jins panjang dan kemeja panjang yang dipilih oleh fatih
karena dia tak ingin melihat maya berpakaian sexy lagi jadi kemarin dia membakar semua pakaian sang istri dan hanya tersisa beberapa kemeja panjang.
"Maya tolong secepatnya kamu berhijab ya.. walau mas tahu berat untuk kamu tapi itu adalah kewajiban sayang dan kamu tidak boleh Lalai itu." nasihat fatih sambil mengelus lembut pipi maya.
"Ehhm." hanya itu yang keluar dari mulut maya
lalu dia mengambil tasnya dan beranjak keluar rumah untuk pergi ke kampus.
"Maya tunggu.!! biar Mas antar." fatih langsung mengejar sang istri dan menarik tangan nya masuk ke dalam mobil.
"Yaelah apa lagi si.! emang gua anak Tk apa.! pake di antar jemput segala.!" protes maya
sedang fatih tak menggubris ocehan nya dia tetap kekeh melajukan mobilnya.
"Nanti pulang ikut mas pergi ya." ucap fatih namun maya tak menjawab, dia hanya sekedar menoleh kan kepala nya.
"Maya ini buat kamu." fatih menyerahkan amplop besar berisi tumpukan uang.
"Gak butuh." ketus nya
"Saya tahu ini gak seberapa di banding yang papa kamu berikan tapi ini adalah Nafkah lahir yang wajib saya berikan kepada istri saya." tanpa menunggu jawaban lagi fatih langsung memasukan amplop coklat tadi ke dalam tasnya.
Tanpa terasa sudah tiga puluh menit berlalu dan mereka pun sudah sampai di depan gerbang kampus.
maya langsung turun dari mobil dan pergi berlalu tanpa mengatakan apapun.
"Maya..! Kamu lupa sesuatu." panggil fatih dan maya pun langsung menoleh.
"Apa lagi si..!" sebal maya
fatih langsung memberikan tanganya pada maya.
"Cium tangan suamimu Sayang.." walau dengan wajah cemberut dan kesal maya tetap mematuhi perintah suaminya kemudian gantian fatih yang mencium kening maya.
"I love sayang.." ucap fatih lalu setelahnya dia berlalu pergi meninggalkan maya yang masih mematung.
"Ciiihhh, Sok Romantis banget.!" sebal maya sambil memegang dadanya yang bergemuruh tak karuan karena pernyataan cinta sang suami.
Tanpa di sadari di belakang sudah ada ayu yang sejak tadi menyaksikan adegan suami istri itu.
"Ehheemm,, ehemm, yang abis dapet Ciuman Fajar so sweet banget si.!!" ledek Ayu, diapun langsung merangkul sahabatnya.
Lalu mereka berdua pun berjalan beriringan memasuki ruang kelas yang masih terlihat sepi.
"temen luknuk, abis betapa di mana aja lo.! kaga pernah Nongol." maya langsung mencubit pipi ayu gemas.
"Hehe.. biasa dah' cari mangsa baru." Cengir ayu
"Otak lo ini, maennya berondong mulu.! kalo nanti Melarat baru tau rasa lo." maya langsung menoyor kepala Ayu sebal.
"Haha.. amit amit dah.!"
"Oya may ada kabar Apa Nih, terus Siapa tuh cowo barusan..?" kepo sang sohib
"Suami Gue." singkat maya
"Appaaa.!!!!." Ayu terlonjak kaget sampai menggebrak meja dengan sangat keras.
"Gue kaga salah denger, lo masih waras kan May.!!" Ayu sudah memegang dahi maya dengan telapak tangannya.
"Kan kemaren Lo yang Nyuruh gua Kawin sama tuh Orang." ingat maya
"Tunggu.. Jadi.! Jadi.!! Tuh orang, si cowo bugil yang lo maksud...??." ucap ayu dengan Hebohnya
"Iya.." jawab maya Santai
"Aje Gile.! Aje Gile.! Kalau gua Tahu Gantengnya Seantero Jagad begitu, mending buat gua ja dah' kemarin.!" celetuk ayu
"Bugghh.!" botol yang maya pegang pun melayang tepat di kepala Ayu
"Auuw.. Sakitt tau.!"
"Dia Laki gua, awas kalau berani jadiin fantasi Liar lo.!" tangan maya langsung mengarahkan Leher nya dan menggerakkan seperti memotong.
"iihh serem amat si lo may.!!"
"Jangan Pelit pelit amat lah.! Kan kita sohib jadi bagi bagilah Dikit." Oceh ayu cengir kudanya.
Di tengah asyik dengan obrolan nya..
terlihat ada Dosen yang berjalan masuk dan menyapa.
"Selamat Pagi..." Sapa sang dosen dan maya seperti tidak asing dengan suaranya hingga ia langsung mendongak kepala nya.
betapa kaget nya maya melihat penampakan sosok pria yang ada di depan nya.
"Appaaa Dimas.! Bagaimana bisa.??."
tanya Maya bingung
Nb : Penasaran dengan kelanjutannya.? Jangan lupa setia menunggu update an ya.! Love U..