
Fajar telah menyingsing.. Sang Surya pun mulai menyinari alam semesta dan berbagi kehangatan pada makhluk di dalam nya.
Setelah malam yang mengenaskan bagi Fatih, karena harus semalam suntuk memasrahkan diri agar kucing liar nya ini tak merajuk.
Kini..
Sepasang suami istri itu, sudah terlihat segar sekali dengan pakaian rapih nya. Karena hari ini Fatih ingin mengajak sang istri ikut menghadiri perlombaan futsal yang di adakan antar provinsi oleh pesantren, Dan Ustadz tampan satu ini, di undang sebagai tamu perwakilan dari sekolah nya.
"Go.!! Ayo.!! Go.!! Ayo.!!" Maya sudah berteriak dengan heboh nya untuk memberi semangat para pemain yang sedang bertanding itu.
"Mas kenapa kamu diam saja tak bersemangat.??" Maya sudah keheranan, melihat suami nya hanya diam terduduk di kursi penonton dan hanya menatap lapangan yang ada di depan tanpa ekspresi.
"Memang nya aku harus apa sayang.."
"Ayo ikuti aku Mas, Go.!! Ayo.!! Go.!! Ayo.!!"
"Tidak Sayang, kamu sudah cukup sejak tadi berteriak seperti itu hampir satu jam." tangan Fatih sudah bergerak untuk menghentikan Maya, dan meminta nya untuk ikut terduduk. Tapi Maya malah tetap asyik dengan aktifitas nya
"Iya, nanti mas.. sebentar lagi. Go.!! Ayo.!! Terus maju.! maju.!"
"Tapi say.." belum saja Fatih menyelesaikan perkataan nya, Maya sudah berteriak lebih dulu sambil memajukan diri nya ke kursi penonton yang lebih depan.
"Wahh lihat itu mas para santri mu.! ayo.! "Ayo.! Kejar.! Kejar.!." ucap maya dengan begitu gemas nya
"Yes Goll.!!" melihat tim nya berhasil memasukkan bola ke dalam gawang, tentu saja dengan spontan Maya berjingkrak kegirangan, sedang Fatih hanya gelang geleng kepala melihat tingkah istri nya dengan Extra Kelincahan nya
"Ye..! Ye..! Selamat Kita menang.!!" seketika tubuh Maya langsung turun dari kursi penonton, dan menghampiri para pemain santri sambil berlompat gembira.
"Wah, kalian hebat sekali.!" satu persatu tangan Maya langsung menepuk semua para tangan pemain nya Tos.! Tos.! Tos.! Tos.!
"Selamat ya semuanya.!" cicit Maya yang mudah sekali akrab dan bergaul dengan orang lain.
"Terima kasih banyak bu." jawab para santri dengan kompak dan tersenyum manis ke arah wanita cantik di depan nya.
"Ayo, Ayo, sekarang kita selebrasi dan foto bersama." Maya baru mengeluarkan ponsel dari tas kecil nya, tapi aneh nya para santri malah tergugup dan seketika bubar menjauhi nya.
"Lho.. Lho.. Hei.!! kalian mau kemana..??" wajah Maya sudah kebingungan melihat semua orang sudah lari terbirit birit
"Hei, tunggu.! Kita foto bersama dulu." teriak nya sambil melambaikan tangan, meminta para santri untuk kembali.
Namun wanita ini masih tidak sadar, kalau sudah ada sepasang mata elang yang sangat tajam.! tengah mengawasi nya sehingga tak ada satu pun orang yang berani mendekati nya.
"Sayang sudah ayo kita pulang, kamu pasti sudah sangat lelah." tak ingin melihat istri nya berulah lagi, Fatih sudah menghampiri dan menarik tangan Maya keluar
Dia harus segera membawa Maya kembali ke rumah karena hanya itu adalah jalan satu satu nya menghentikan hyper aktif sang istri.
"Tapi mas.." sebenar nya Maya masih ingin bersenang senang di sini.
"Sudah Ayok sayang.." bujuk fatih.
"Sebentar lagi ya mas, pliss.."
"Tidak sayang.."
Di tengah perdebatan nya, tiba tiba ponsel Maya terdengar berdering Kriing.. kriing..
"Mas tunggu dulu, Ayu menghubungi ku." ucap Maya yang sudah pergi berlalu dia berjalan menjauh dari keramaian.
"Baik mas." tak lama Maya pun mengangkat panggilan telephone nya.
"Hello Mayyaa.!!." suara cempreng nan melengking Ayu langsung terdengar dari sebrang telfon.
"Ciihh, gak ada bagus nya tuh suara.!" ledek maya dengan sebal nya
"kuping lo jarang di korek kali, suara gua mengalun merdu begini."
"Assalamualaikum dulu orang mah Semprul."
"Oh iya, maaf deh.! saya lupa bu ustadzah." kilah Ayu yang sudah terlanjur gatal berteriak di kuping Maya.
"Terus sekarang, Ngapain lo nelpon." ketus Mata seperti biasa nya.
"May jadi gini, besok gua mau opening resto baru nih.! sekalian Anniversary sama si bule."
"Berarti acara Akbar donk yu.!"
"Ya begitu.. Secara.! Lo kan tau, kalau gua sahabat satu satu nya yang kebanyakan duit, jadi nanti lo dateng ya sama babang tamvan Fatih yang ganteng nya seantero jagad." oceh ayu yang sudah besar kepala.
"Aissh.! pengen gua tarik aja tuh mulut.!" kesal Maya dengan Ayu yang sombong tingkat tinggi.
"Haha.. ember kali ahh maen tarik aja."
"Emang Dimana acara nya.?"
"nanti gua sharelok ye alamat nya, kalau begitu Bye bye..!" ayu pun langsung memutuskan sambungan nya.
Setelah nya, Maya memasukan telephone genggam dalam tas, dan menatap sekeliling untuk mencari suaminya.
"Mas Fatih kenapa belum kembali.?" kepala Maya sudah celingukan dan menengok ke sana kemari.
"lebih baik aku susul saja." akhir nya maya berjalan ke arah toilet tapi baru beberapa kali melangkah
Dari kejauhan mata Maya sudah melihat kerumunan para santriwati yang tengah berswafoto dan mengelilingi orang yang familiar baginya.
"pak ustadz boleh kami minta 1x lagi foto bersama untuk kebutuhan Mading kelas kami." pinta salah satu santriwati.
"baik, tapi tolong jaga jarak." ucap Fatih dengan datar dan dingin.
"baik ustadz." mereka pun bersiap siap untuk berfoto namun bariton suara langsung menghentikan kegiatan mereka semua
"mas fatih.!!" panggil maya, yang langsung datang menghampiri kumpulan orang di depan nya.
"sayang.. kamu sudah selesai.?" tanya Fatih dengan senyum nya, tapi sayang nya wajah Maya sudah sangat Masam sekali terlihat
"bagus.! istri nya lagi nyariin, tapi ternyata lagi enak enakan sama cewek cewek di sini." omel maya dengan lirikan maut nya.
"tidak sayang, tidak, ini buk.." perkataan Fatih langsung terhenti karena jeweran sang istri.
"Auww.! sakit sayang." rintih fatih.
"Ayo pulang.!" maya menarik fatih pergi meninggalkan kerumunan santriwati yang tercengang dengan mulut menganga nya, mereka tidak menyangka ustadz idola nya yang dingin dan berwibawa dapat takluk bahkan sebucin itu dengan istrinya.