DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
rindu ibu


Hari ini para jamaah pengajian sekitar rumah akan mengadakan wisata religi keluar kota dan ibu menjadi salah satu peserta nya.


"Ibu berangkat dulu ya nak." pamit ibu yang sudah bersiap siap menaiki bus.


"Iya bu."


"kalian baik baik ya di sini." ibu memeluk maya dan fatih bergantian


"ibu juga hati hati di sana." pesan Fatih


"Iya Nak' assalamualaikum."


"waalaikumsalam." ibu pun masuk ke dalam dan tak lama mobil pun melaju membawa para jamaah yang berisikan hampir tiga puluh penumpang.


"Ayo sayang kita pulang.." ucap fatih sambil merangkul pundak maya.


"ibu mas.." ucap maya dengan wajah sendu nya.


"iya sayang tidak apa apa kan ada mas." hibur fatih


maya dan fatih pun berjalan kaki pulang ke rumah karena memang tempat pemberangkatan bus yang tidak jauh dari rumahnya.


"Bukan kah hari ini mas berangkat kerja.?"


"tidak sayang."


"Apa karena aku.?"


"Iya, mas tidak mau meninggalkan mu sendiri di rumah."


"Sudah mas kerja saja, aku baik baik saja di rumah."


"tidak sayang mas khawatir dengan mu."


maya dan fatih pun tiba di rumah, mereka langsung memasuki kamar nya.


"bukankah amanah yang di titipkan pada mas makin bertambah jadi tanggung jawab mas juga bertambah besar." jelas maya.


"Jadi pergilah mas."


"tapi kamu tetap prioritas mas."


"bagaimana kalau kamu ikut ke kantor dengan mas." ide fatih tiba tiba


"Tidak mas di sana pasti sangat membosankan."


"Itu lebih baik dari pada membiarkan hati mas tidak tenang di sana." fatih memeluk maya dari belakang sambil mengelus ngelus perut nya.


"Tapi mas.."


"Patuhi suami mu sayang.."


Saat fatih sudah mengeluarkan kata andalan nya, maya tidak akan bisa membantah lagi.


"baiklah mas." pasrah maya


"pintar nya istri mas." fatih mencium pucuk kepala maya.


Akhir nya drama pun selesai dan mereka berdua pun pergi bersama menuju kantor.


"Assalamualaikum pak fatih." Sapa salah satu staff saat fatih dan maya memasuki gedung.


"Assalamualaikum pagi pak." sapa staff lain nya.


"Waalaikumsalam pagi semua."  singkat fatih


"mas tunggu.!" teriak maya saat ingin menaiki lift.


"kenapa sayang.."


"aku ingin membeli kue di minimarket depan." pinta maya karena ia ingin menyiapkan peralatan tempur nya dulu sebelum seharian berdiam diri di sana.


"tapi aku ada rapat sebentar lagi sayang.."


"tidak apa apa aku sendiri saja."


"Kamu yakin.?" tanya fatih.


"Iya mas."


"Ya sudah kamu hati hati."


"baik mas."


maya kembali keluar gedung dan berjalan menuju minimarket yang ada di sebrang jalan, namun tanpa sengaja maya melihat para santri tengah berlatih bola dan drum band di tengah lapangan depan gedung.


Akhir nya maya membelokan arah mendekati kumpulan santri yang tampak riuh.


"wahh ramai sekali." ucap maya sambil menatap sekeliling.


"Ayo Semangat.!" maya berbaur dengan penonton lain duduk di pinggir lapangan sambil bertepuk tangan memberi semangat para santri yang bermain futsal.


"Ayo.! ayo.!" girang maya, hidup nya yang terbiasa di kelilingi banyak teman dan sangat gemar bergaul membuat maya takkan bisa tahan melihat keramaian.


Prok.! Prok.! Prok.!


"Goal.!" teriak maya


"Lempar Bola nya ka.!" teriak salah satu santri saat bola terlempar keluar dan terjatuh tepat di depan maya.


"Ye.! ayo kita bermain.!" maya mulai menunjukkan keahlian nya, dia menggiring dan mengoper bola ke santri lain, mereka yang awalnya bingung kini mulai mengikuti permainan maya.


sedang di dalam gedung fatih terlihat tengah sibuk rapat dengan puluhan staff di meja besar nya.


Dia seperti nya melupakan kalau istri nya itu punya seribu akal untuk menumpahkan ide ide ajaib di kepala nya.


"hari ini pembangunan sudah mulai berjalan jadi tolong kerja sama nya tidak ada lagi kesalahan yang terjadi." tegas fatih


"Baik pak." jawab para staff kompak


"Selesaikan lapor..." fatih belum selesai berbicara, dia kaget saat menoleh kaca gedung yang terlihat langsung dengan lapangan di depan nya.


"Sayangg..." gumam fatih.


"Apa pak, sayang.??" tanya para staff bingung


"Sayang.. Tidak sayang.!!" teriak fatih, yang melihat sang istri tengah sibuk berlari ke sana kemari mengejar bola.


"Hhaa.." para staff saling tatap dan makin bingung, melihat tingkah aneh pemimpin nya.


"Sayangg apa pak..????" tanya staff lagi.


"Aghh sayang.. tidak.! tidak.!" tanpa berkata apa apa fatih langsung berlari sekuat tenaga dan keluar menuju lapangan.


Hosh.. hosh.. fatih terlihat ngos ngosan dengan nafas tak teratur


"Mayyaa.!!!" teriak fatih, namun yang di panggil malah tetap asyik melanjutkan aktifitas nya hanya para santri lah yang ketakutan melihat sorot mata fatih yang mengintimidasi


"Loh.! mau kemana.??" tanya maya bingung


"Kalian sudah bermain nya.??" maya melihat semua nya terlihat kocar kacir berpencar dan pergi.


"Mayya.! Hentikan.!!" teriak fatih sambil menghampiri istri nya dan tanpa aba aba langsung menggendong nya


"mas fatih..!" kaget maya saat tubuh nya tiba tiba melayang.


"turunkan aku mas, malu di lihat orang." pinta maya namun fatih tetap diam tak mengucapkan apa pun, dia tak ingin memarahi sang istri di depan umum.


Barulah setelah sampai di dalam ruang kerjanya..


"maya apa yang kamu lakukan.!" marah fatih


"aku.. hanya bermain mas." ujar maya gugup


"bermain katamu.?? itu sangat berbahaya untuk kamu dan anak kita.!" fatih sudah kehabisan kata kata.


"maafkan aku mas.." sesal maya sambil tertunduk


"Aku mohon maya jangan melakukan seperti ini lagi.!" pinta fatih, sebenar nya ia tak ingin memarahi apalagi melarang tapi melihat sang istri yang sangat aktif terkadang membuat kekhawatiran dalam diri fatih namun juga ia tak bisa menyalahkan sepenuh nya karena maya tetaplah maya, wanita dengan seribu tingkah konyol nya.


"Hiks.. hiks.. baik mas." Isak maya


"Sayangg.." hati fatih mendadak melembut melihat maya yang sudah menangis terisak.


"maafkan aku.. tapi ini untuk kebaikan mu dan anak kita." fatih langsung memeluk maya dan mencium pipi nya lembut.


Tok.!


Tok.!


"iya masuk." jawab fatih mendengar ketukan pintu


"maaf pak fatih anda masih di tunggu di ruang rapat." jelas salah satu staff


"baik saya segera ke sana." fatih segera bangkit dari duduk nya.


"sayangg.. kamu tunggu sini, jangan kemana mana lagi ya."


"iya mas." singkat maya dan fatih pun pergi keluar meninggalkan ruangan.


"Ibu aku merindukan mu.." gumam maya pelan karena di saat seperti inilah, biasa nya sang ibu lah yang menuruti semua permintaan dan memanjakan bahkan dengan sabar menemani nya bermain sedang semua itu berbanding terbalik dengan fatih yang selalu melarang' memarahi ini dan itu.


Karena fatih yang tak kunjung datang akhir nya maya tertidur di atas sofa ruang kerja bahkan tadi ia belum sempat membeli makanan di minimarket dan tadi pagi pun melewatkan sarapan nya.


"uaahh.. mas fatih kemana, kenapa belum datang." tanya maya di sela bangun tidur nya.


Krucuk.. krucuk..


"aku lapar sekali." maya beranjak bangun dan mengambil telephone genggam nya.


Tut.. Tut.. terdengar sambungan dari seberang.


"Assalamualaikum mas kamu di mana.?" tanya maya


"waalaikumsalam maaf sayang mas meeting di resto bersama para staff." jawab fatih dengan suara ramai di sekitar


"Pak fatih ini pesanan makanan nya." terdengar suara wanita.


"iya terima kasih." mendengar itu maya merasakan perih di hati nya.


"Jadi ini yang mas maksud menjadikan ku prioritas utama.??"


"apa maksud mu sayang.?"


"Setelah melarang ku, lalu meninggalkan ku kesepian sendirian."


"Kini kamu sedang berpesta makan bersama seorang wanita."