DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Ulah Tom And Jerry


Tak perlu menjadi indah untuk terlihat sempurna Dan tak perlu sempurna untuk menjadi indah..


karena Cukup dengan Tulus Mencintai maka semua nya terlihat indah dan sempurna..


Di kejauhan terlihat Maya yang tengah asyik merujak mangga yang di colek dengan garam, sambil menatap ikan ikan yang berlalu lalang di dalam kolam.


"Sedang apa sayang..?" tanya Fatih yang berjalan menghampiri sang istri dan terduduk di samping nya


"Makan mangga muda mas, kamu mau..?"


"Tidak.. Itu belum matang." melihat nya saja sudah membuat Fatih bergidik ngeri, apa lagi harus memakan nya.


"Ayo, coba dulu Mas.." tanpa permisi, Maya memasukan potongan mangga muda nya ke dalam mulut Fatih.


"Husshh Arghh.!! Assam sekali ihh." mata Fatih sudah terpejam sambil merasakan kecut di lidah nya, dan bagaimana bisa istri nya bisa setenang itu memakan nya tadi.


"Enak kan mas.!" dengan lahap nya, Maya terus saja mengunyah mangga muda nya seakan itu terasa sangat manis sekali.


"Tidak, tidak, sayang.. kamu tidak boleh Makan ini lagi." dengan sigap Fatih mengambil mangkuk dalam genggaman istri nya itu, karena dia tak ingin terjadi sesuatu dengan kandungan nya.


"Memang kenapa mas..?" padahal Maya sedang nikmat nikmat nya memakan rujak kesukaan nya tapi Fatih malah melarang nya.


"Nanti perut mu, bisa sakit sayang.. dan kasihan anak kita nanti." dengan secepat kilat Fatih menuju dapur nya sambil membawa sisa mangga nya, lalu menaruh mangga nya di dalam kulkas.


"Aiishh' menyebalkan sekali si kamu mas.!" Maya sudah berdecak sebal dengan tingkah suami nya itu, memang dasar pria posesif satu ini.! dia akan selalu siaga dan waspada menjaga orang orang yang di sayang nya.


Dan krucuk.. krucuk..


Terdengar suara perut ibu hamil yang masih keroncongan dan terasa lapar sekali, hingga akhir nya dia pun berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju arah dapur.


"Lebih baik aku makan saja.." tanpa menunggu lama lagi, piring besar itu sudah di ambil dan di isi oleh tumpukkan nasi beserta lauk pauk nya. Lalu yang tak pernah lupa, membawa mangkok besar berisi sambal extra hot buatan sang ibu.


Kini.. dia pun sudah sibuk terduduk di meja makan dan begitu lahap sekali menyantap makanan nya.


"Ehmm.. memang sambal buatan ibu ini tak pernah gagal, selalu top markotop.!" tak tanggung-tanggung Maya sudah mencocol sambel di depan nya dengan porsi banyak. sret.. sret..


"huss haa.. Mantap nya !" di tengah ke asyikan dan semangat bergelora nya, terdengar lah suara Fatih yang memanggil nya dari dalam kamar mandi


"Sayang.."


"Ehmm.." hanya sahutan itu yang Maya ucapkan, karena mulut nya yang masih penuh dengan makanan


"Tolong ambilkan aku handuk sayang, tadi aku lupa membawa nya.."


"Baik mas." walau tengah sibuk, dia tetap beranjak bangun meninggalkan makanan nya dan mengambil handuk di yang terjemur di belakang rumah nya. Dan Tok.. Tok..


"Ini mas handuk nya.." kepala Fatih sudah nongol dari pintu kamar mandi dan mengambil benda yang di sodorkan istri nya itu.


"Terima kasih sayang..."


Setelah beberapa saat, terdengar suara pintu yang terbuka dari kamar mandi. Ceklek...


Dan terlihat lah, pria super tampan yang sudah keluar sambil menggosok gosokan rambut nya yang basah, dan kalau sampai wanita lain yang melihat nya. Sudah pasti akan langsung terpesona dengan tubuh bertelanjang dada yang mengekspor otot otot besar dan kotak nya, terlebih lagi dengan rambut basah yang membuat nya semakin sexy sekali.


Namun sayang... Maya malah tidak melirik nya sama sekali karena bagi nya makanan lah yang lebih menggiurkan di bandingkan kemolekan tubuh suami nya itu.


"Sekarang, kamu makan apa lagi sayang.." mulai lagi si pria posesif ini, dia sudah melirik dan seksama melihat makanan yang tersaji di sana.


"Nasi mas.." singkat nya tanpa menoleh, dan tetap sibuk mengunyah.


"Nasi apa sayang...??"


"Sudah tidak usah banyak tanya, ini kamu coba saja mas.." tangan nya sudah gesit menyuapi Fatih dengan nasi lauk dan cocolan sambal yang banyak.


Sedetik kemudian.. teriakan sudah menggema dari bibir sang suami.


"Argh.. Hus ha..! hus ha.! pedas sekali.!" muka nya langsung memerah padam, sambil mengibas ngibaskan lidah nya yang terasa panas membakar.


"Bagaimana enak kan, mas.!"


"No.. No.. ini juga tidak boleh, nanti kasihan anak kita." kini mangkok sambal itu pun, sudah di raih dari tangan maya, lalu mulai beranjak membawa nya.


"Lho.! Lho.! mau di bawa kemana mas.??" tanya Maya dengan wajah bingung nya, dan ini sudah kedua kali nya sang suami merusak feeling makannya yang sedang tinggi itu


"Aku simpan, kamu tidak boleh memakan nya lagi.!" larang fatih


"Tapi mas.."


"ini terlalu pedas sayang... nanti kamu bisa sakit perut.!" dan pada akhir nya sambal buatan sang ibu pun harus menemani mangga muda yang sudah di jejer oleh Fatih di dalam kulkas


"iihh.! kamu ini mas.!!" sebal maya karena fatih yang terus mengganggu keasyikan nya.


"Aduhh sayang... sebentar ya aku ingin pipis dulu." fatih pun berlari masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan maya yang sudah sangat sempurna menekuk wajah nya.


Karena Kesal terus di larang sang suami, maya sudah tak berselera makan lagi' dia pun menaruh piring yang bersisa nasi di wastafel dapur nya dengan wajah cemberut.


namun di tengah kegalauan nya tak sengaja dia melihat binatang melintas di depan nya dan tanpa pikir panjang maya segera menangkap.


"Happ.!! Ye dapat.!" teriak maya girang.


Lalu dia pun langsung beranjak jalan menuju tempat sang suami berada.


Lalu dengan sigap memasukan binatang itu ke dalam sela kamar mandi yang berlubang.


Dan sedetik kemudian...


"Argghhh KECOAAA.!!!"


"Hus.! hus.! sana.!!"


bugh..


bugh..


suara kamar mandi menjadi riuh seketika dengan teriakan dan pukulan gayung yang menggema.


"Haha.. Haha.. rasakan pembalasan ku mas." maya tergelak tertawa melihat pergulatan suami dengan hewan yang paling di takuti nya.


malam hari nya di ruang tamu tempat sang penghuni bersantai ria terlihat lah maya yang sedang bermanja ria dengan sang ibu.


"bu.. badan ku sudah semakin gendut sekali." rengek maya yang tengah tidur di pangkuan sang ibu.


"tidak apa apa Nak' yang penting kamu dan bayi mu sehat." jawab ibu sambil mengelus ngelus perut maya yang sudah buncit itu.


"Tapi nanti mas fatih melirik wanita lain bagaimana.?" Rengek maya dengan nada cemberut nya.


"Benar ya bu.. memang mau di apakan mas fatih nya."


"nanti mata nya akan ibu uleg dan cocoli sambal kalau genit seperti itu." ucap ibu sambil menggerakkan tangan seperti memegang cobek dan ulekan.


"Ha.. ha.. bagus itu bu.!" maya terlihat semangat sekali sedang fatih sudah terlihat ngilu mendengar percakapan istri dan ibu nya itu.


Dia pun segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri sang istri sebelum percakapan nya semakin mengerikan.


"Sayang.. ayo kita tidur sudah larut." ajak fatih sambil menarik tangan maya


"Aku belum ngantuk mas.."


"ini sudah larut sayang.."


"Tapi Gendongg mass.." rengek maya sambil bergelayut manja


"Baiklah sayang.." fatih pun menggendong bridal sang istri masuk ke dalam kamar.


"Aduuhh berat sekali ratu nya mas satu ini."


"iihh mas.! sudah turunkan aku." cemberut maya


"jangan marah sayang.." fatih masuk ke dalam kamar dan menaruh maya di atas kasur sambil mencium bibir nya sekilas


"biarin.!" ketus maya


"Kamu malah makin membuat mas gemas kalau montok seperti ini." goda fatih


"pasti mas ada mau nya.!" tebak maya


"Iya mas mau tidur di peluk sama cewek montok satu ini." ucap fatih sambil memeluk dan mendusel di leher maya.


Tak lama lantunan sholawat dan puji pujian pun terdengar dari bibir fatih hingga mengiringi lelap sang istri.


Dan tak pernah lupa ia membacakan doa kebaikan untuk anak dan wanita tercinta nya


"Wallahu ahrajakum mim buthuni ummahatikum taratan ukhra."


Artinya: "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian pada kesempatan yang lain (persalinan)."


Setelah nya fatih pun ikut terlelap dalam pelukan hangat bidadari hatinya.


Seperempat malam terakhir fatih sudah terbangun melaksanakan sholat sunah nya dan tak lama berniat membangunkan istri nya


Namun melihat maya yang tengah tidur terlentang begitu exotic dengan iler yang menetes dan mulut menganga nya, dia berniat mengerjai istri nya terlebih dahulu.


"Seperti nya akan lebih cantik kalau aku menghias nya." fatih segera mengambil bedak dan spidol warna warni di laci dan mulai mengukir nya bak sebuah kanvas.


Dan setelah beberapa menit berlalu fatih sudah selesai dengan aktivitas nya..


"Ahaa.! begini lebih cantik." fatih terkekeh geli melihat hasil maha karya nya yang tercetak di wajah sang istri


"Sayang.. sayang.. bangun." fatih menepuk nepuk pundak istri nya lembut


"Ehm.. sudah jam berapa memang mas." maya mengucek mata sambil beranjak bangun


"Setengah empat sayang.. sana sholat dulu."


"baik mas, aku pakai kamar mandi luar saja." maya pun berjalan keluar dan tak sengaja berpapasan dengan ibu di dapur.


"Argghh Hantu.!!!!" teriak ibu sambil menutupi wajah nya dengan kedua tangan karena melihat penampakan menyeramkan di depan nya.


"mana.! mana bu.! hantu nya." tanya maya sambil menengok ke sana kemari mencari sosok hantu yang di maksud.


"astagfirullah.. itu kamu nak." ucap ibu sambil mengelus ngelus dada nya.


"iya bu, memang kenapa.?" tanya maya bingung


"Cuci wajah kamu sana nak"


"baik bu."


Ibu pun langsung berlalu pergi sedang maya langsung masuk ke dalam kamar mandi hendak berwudhu.


namun tanpa di sengaja maya melihat wajah nya dari balik cermin dan..


"Arrgghhh..!!!" maya kaget bukan main melihat wajah nya sudah terlihat putih dempul dengan lingkaran hitam di sekeliling mata dan bibir merah yang tercetak sangat lebar persis sekali seperti karakter Joker di film batman.


"Maass Fatiihh.!!!!"


"Awass Kamu.!! Ya!!" teriak maya menggema sedang fatih sudah tertawa geli di dalam kamar sambil menutup telinga nya.


"Haha.. haha.."


Ya.. tinggal berbulan bulan dengan maya membuat diri fatih mempunyai sisi lain yang tak bisa ia jelaskan dengan kata kata, rasanya fatih yang super dingin, cuek, kalem dan pendiam tidak akan pernah berlaku saat sedang bersama istri nya.


Pagi hari di dapur yang biasa tenang kini sudah tampak riuh dengan maya dan fatih yang saling kejar kejaran.


"Haha.. haha.. kena kamu mas.!" maya menoel wajah fatih dengan banyak tepung


"awas kamu ya..!" fatih balas mengejar dan meniupkan tepung ke seluruh wajah maya


"uhuk.! uhuk.!." maya terbatuk karena ulah sang suami


"Haha.. rasakan itu sayang."


"ibu.. mas fatih nih." adu maya.


"Kalian ini, bukan membantu ibu malah asyik bermain.." omel ibu yang tengah memotong sayuran


"maya duluan ibu.!" ucap fatih


"tidak.! tidak.! mas fatih yang lebih dulu bu."


"Aish kalian ini.!" ibu menjewer telinga dua bocah tua nakal ini.


"Ayo sekarang bersihkan bekas kekacauan kalian.!" perintah ibu.


"baik bu.." mereka kompak menjawab lalu fatih sigap mengambil sapu


"Dadah mas.! selamat bersih bersih." maya melarikan diri


"Maya.!! mau kemana kamu."