DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Dinas Malam


"Jangan Sentuh istri Saya..!" Fatih langsung menarik kasar tangan Dimas yang ada di wajah sang istri.


"Ohhh.. jadi lo sudah Menikah dengan pahlawan bertopeng ini." Dimas menatap sengit fatih


"Hahaha.. apa karena video yang gua kirim ke papa lo itu, alasan kalian Menikah." tanya Dimas dengan seringai licik.


"Apa.! jadi semua ini ulah lo Dim.." teriak maya.


"Yaa.. gua kira pahlawan bertopeng ini akan di penjara oleh papa lo karena video itu, tapi kalau seperti ini jadinya' seharusnya gua kirim video panas kita berdua sayang," Dimas mencoba menyentuh Maya kembali tapi Fatih sigap menghalangi nya.


"Cukup.!!" teriak Maya


"kenapa memang nya sayang..?? gua gak akan pernah lupa bagaimana begitu liar dan sexy nya ******* lo malam itu.." ujar Dimas yang langsung terbayang bayang.


Sedang Fatih yang mendengar sang istri di lecehkan seketika darah nya Mendidih, Dia langsung Melayangkan Pukulan pada Dimas hingga ia terhuyung kebelakang


"Bajinga* Jangan pernah Ganggu istri saya lagi.!! atau kamu berhadapan dengan Saya.!!" Teriak Fatih yang langsung menggenggam tangan Maya dan segera membawanya pergi


Dalam keadaan wajah lebam nya Dimas sudah mengepalkan tanganya dengan kilat marah dimatanya.


"Liat aja nanti pembalasan gua.!!" Ancam Dimas


Di dalam perjalanan Maya berusaha menenangkan Fatih yang masih di kuasai amarah.


"Aggrhh.. beraninya dia melecehkanmu seperti itu dengan mulut kotornya.!! Aku akan memberinya pelajaran.!" Geram Fatih sambil memukul stang motor.


"istighfar sayang.. tenangkan diri mu." Maya mengelus elus dada Fatih dengan kalimat lembut nya.


"Astagfirullahaladzim.." Fatih segera tersadar dan mengusap wajah nya.


"Ya Allah.. maafkan Hamba yang telah dikuasai amarah." Sesal nya.


"Mas Janji.. akan selalu melindungimu sayang, sekarang kamu tidak sendiri lagi' sudah ada aku di sini." Fatih langsung mencium tangan Maya lembut.


"iya mas aku percaya.." Maya langsung memeluk Fatih dan menyandarkan kepalanya di punggung Tegap itu.


"Oya mas.. untuk melupakan kejadian tadi, bagaimana kalau kita ke pantai.??" Ide Maya yang berniat untuk membuat suaminya rileks kembali.


"ehhm.. baiklah sayang."


Tanpa menunggu lama Fatih pun langsung melajukan motornya menuju tempat keinginan istri nya.


*********


Dua jam berlalu..


Setelah perjalanan panjang, Fatih dan Maya pun sampai di Hamparan laut yang di kelilingi jutaan pasir yang begitu indah nya.


Slurrpp.. Fatih langsung menghirup udara sebanyak banyak nya seolah dia tengah menggantikan energi negatif yang ada di dada nya..


"Subhanallah.. indah sekali." Mata pria itu sudah menatap kagum dengan pemandangan di depan nya terlebih Hembusan angin kencang yang semakin membuat Syahdu Keadaan Sekitar.


"Bagaimana kalau kita bermain..?" Tak menunggu jawaban Maya pun langsung berlari kecil menuju pinggiran bibir pantai.


Dari jauh Fatih yang melihat istri nya tertawa begitu lepas dari wajah cantiknya sungguh membuat diri nya semakin Terpesona karena hal itu tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Mas sini..!" Panggil Maya sambil melambaikan tangan ke arah suami nya itu.


Fatih membalas nya dengan Senyuman dan segera berlari menghampiri


Cuurr.. Cur.. Maya langsung menyipratkan air ke arah Fatih saat dia sudah ada di depan nya.


"Aahh Maya.! kamu Nakal sekali.. awas kamu ya." ujar Fatih yang sudah mengibas ngibaskan bajunya yang basah karena ulah istri nya.


"Haaha... Ayo sini kejar aku kalau bisa." Maya malah tertawa girang sekali dan berlari menjauh.


"Jangan menyesal kamu sayang.." Fatih langsung melangkahkan kaki untuk menangkap istri jahil nya, dia benar benar sudah tak ingat lagi kejadian tadi bahkan mood nya sudah kembali Adem Ayem dan Super Sejuk.


Haapp.. Dengan kaki panjang nya Fatih sudah berhasil memeluk Maya dengan cepat.


"Haha.. iya.. iya.. maaf mas."


"Tidak bisa.. kamu juga harus merasakan nya."


Curr.. Fatih pun balas menyipratkan air ke arah wanita nya.


"iihhh mas.." Sebal Maya


"Haha.."


Akhir nya mereka pun saling berlarian mengejar satu sama lain dengan riang dan gembira.


"Hos.. Hos.. Sudah mas aku lelah." Dengan nafas bergemuruh Maya tergeletak di tengah hamparan pasir.


"Tapi sayang nya.. aku belum lelah." Fatih langsung menggelitik pinggang Maya yang membuat sang empu berguling ke sana kemari.


"Haha.. Geli mas, ampun ampun.!" ucap maya sambil terus menggeliat.


"Aku akan berhenti asal kamu mau menurutiku." Pinta Fatih


"Haha.. iya iya baik mas." Maya menyerah dan mematuhi suaminya.


Fatih langsung menghentikan aktifitas nya lalu membisikan sesuatu di telinga istri nya.


"Mas mau kamu pakai baju dinas malam ini.." ucap Fatih sambil mengedipkan sebelah mata nya.


"Mas..!"


**********


Malam hari di Hotel..


Entah di sengaja atau tidak oleh Fatih tapi dia sudah mengeluarkan seribu alasan untuk tak membawa Maya pulang ke rumah malam ini.


Seperti nya dia tak menyia nyiakan kesempatan ini untuk melakukan Honeymoon yang sebenarnya sudah sangat Basi bagi mereka berdua yang sudah menikah beberapa tahun silam.


"Mas.. kenapa kita tidak pulang saja ?" Tanya Maya


"Sudah larut sayang.. sangat berbahaya di jalan jadi lebih kita berisitirahat di sini saja beberapa hari sebelum aku mulai mengajar kembali." Kilah Fatih


"Baik lah Mas."


Kini mereka berdua pun sudah berada di dalam ruangan yang cukup luas dengan kasur king size dan beberapa sofa.


Fatih menyewa Kamar hotel yang bersebelahan dengan pantai tempat mereka bersenang senang .


"Kita mandi bersama saja sayang.." ide Fatih


"Tidak.. kamu pasti berulah.!" Maya langsung mengunci kamar mandinya dan Fatih terkekeh melihat istri nya yang ketakutan.


***********


Menunggu istri nya selesai membersihkan diri Fatih berjalan ke arah balkon hotel sambil melihat pemandangan laut malam hari yang indah menakjubkan dengan taburan bulan dan bintang di langit.


"Masya Allah sungguh indah Ciptaan mu.." Fatih tak pernah lupa untuk memuji Sang Khalik atas Ciptaan Ciptaan nya yang begitu sempurna.


Tiba tiba..


Kriing.. Kriing.. Handphone Maya terdengar berbunyi dari atas Nakas.


Fatih yang penasaran pun, akhir nya mendekat dan meihat panggilan yang ada di layar ponsel istri nya.


"Ahmaaddd...?? untuk apa lagi dia menghubungi Maya." Hati Fatih langsung terlihat sangat gelisah sekali.


"Hallo.. Maya tolong kembalilah ke sini, saya sangat merindukan dan membutuhkanmu." Pria itu langsung berucap tanpa tahu Fatih yang mengangkat panggilan nya.


"Tolong.! Berhenti menghubungi Maya.." Tegasnya


"Siapa kamu berani berani nya melarang.?" Balas Ahmad tak kalah sengit.


"Saya Fatih Al Malik S.u.a.m.i. Maya..." dengan lantang dan penuh penekanan.


"Tinggalin Maya.! kamu tidak akan pernah bisa memberikan apapun pada Maya' hanya saya yang bisa membahagiakan nya.!" Titah Ahmad meremehkan.


"Tollong tahu batasanmu pak Ahmad yang terhormat.! Maya sudah bersuami jadi berhenti lah menghubungi dan mengganggu nya.! Assalamualaikum." Fatih langsung menutup telfonnya sepihak, kini hatinya kembali mendidih mendengar penuturan pria yang sudah lancang menyuruh nya pergi meninggalkan sang istri.


"Astagfirullah.. pria itu masih tak mau menyerah." gumam Fatih.


"Aku harus lebih menjaga Maya Super Extra dari dua pria tak Waras itu.."


Kreekk.. tiba tiba pintu balkon terbuka dan menampilkan sosok wanita Cantik.


"Mas.. aku sudah bersiap, ayo kita sholat berjamaah." Tutur Maya yang sudah lengkap menggunakan Mukenah nya.


"iya.. baik sayang." Dia langsung menetralkan diri dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan berwudhu lalu melaksanakan sholat berjamaah nya.


"assalamualaikum warahmatullah."


"assalamualaikum warahmatullah"


Setelah nya Maya mencium tangan suami nya takzim dan Fatih pun segera membacakan doa kebaikan di atas kepala sang istri lalu mencium kening nya lembut.


"Maya.. Allah Maha membolak balikan Hati setiap Hambanya, kalau dulu kamu sangat membenciku tapi sekarang Kamu berubah Mencintaiku dan aku bersyukur mendapatkan wanita berhati es sepertimu Karena itu Berarti, Hati kamu akan Sulit untuk berpindah pada Pria lain." tutur Fatih sambil mencium bibir Maya sekilas.


"Mas.. walau pun dulu hidupku liar tapi aku bukan wanita murahan." Sela nya


"Aku tahu sayang.. karena itulah Mas adalah orang pertama yang mendapatkan mu dan aku juga percaya Kamu tidak akan tergoda Pria lain." Penuh sayang Fatih langsung mengecup tangan Maya lalu memeluknya.


"tapi yang mas Takutkan adalah.. dirimu yang cantik dan mempesona' yang banyak membuat para pria di luar sana bisa berbuat Nekat untuk Memilikimu." jelas fatih.


"Percayalah mas.. Allah yang akan melindungiku." Dengan begitu teduh Maya mengucapkan nya, untuk menenangkan sang suami yang sedang di Landa Cemas dan Khawatir itu.


"amiin.. semoga Allah selalu melindungi mu." Fatih mengusap manja pipi Maya


"Sekarang.. bisakah kamu menepati janji.?" tanya Fatih tiba tiba


"Janji apa mas.?" Bingung Maya.


"Warna merah untuk dinas malam ini." Bisik Fatih sambil membuka mukenah Maya lalu sigap memasukan nya kekamar mandi beserta paperbag berisi baju hasil buruan nya tadi siang.


"Tapi mas.." Maya ingin menolak tapi Fatih tak membiarkan nya bicara.


"Sstt.. tak ada alasan, aku akan tunggu di sini' kamu jangan lama lama ya sayang." Pintu langsung di tutup oleh Fatih.


Di tengah kebahagiaan nya menanti kejutan sldari sang istri ponsel nya bergetar.


Drett.. Drett.. Drett..


"Assalamualaikum.. Nak kamu gak pulang hari ini.?" tanya ibu dari sebrang telephone.


"Waalaikum salam maaf bu fatih belum sempat kabari, hari ini Fatih dan Maya menginap di hotel selama dua hari." jelas Fatih.


"Wallaahh.. baik ntoh Nak, hati hati ya di sana nanti pulang kasih kabar baik buat ibu, Assalamualaikum." Ibu senang sekali mendengar kemajuan hubungan sang putra bersama menantu nya itu


"Doakan ya bu.. waalaikum salam." Tak lama Fatih langsung menutup telfon.


Fatih sudah menaruh ponsel nya di dalam saku dan segera memberbalikan badan nya, tapi mata nya seketika Langsung Terbelalak Lebar dengan mulut menganga nya..


"Maayyaa.." Dia kaget bukan main melihat sang istri yang sudah di hadapannya dengan pakaian lingerie merah menyala sangat transparan dengan payudara menyembul keluar bahkan bagian bawah nya hanya mengenakan g-string.


"Akuu.. maluu.. mas.." Maya terlihat risih karena inilah hal pertama yang di lakukan nya.


"Masya Allah.. Maya kamu sungguh cantik dan menggoda sekali." puji Fatih yang tak berkedip, dia pun membelai rambut indah maya.


"apa kamu bahagia mas..?"


"Tentu Bahagia sayang.. Karena sekarang kecantikan kamu hanya lah milik mas seorang."


Tak mau menunggu lama Fatih pun Langsung menengadahkan tangan berdoa pada Sang Khalik meminta Keberkahan..


Seetelahnya dengan perlahan lahan dan penuh kelembutan dia mulai mencium kening.. Hidung.. dan bibir ranum Maya dengan begitu lihai bahkan dia menyesap nya seperti permen jelly yang kenyal dan manis sungguh Fatih selalu candu dibuatnya.


"Mass.." suara parau Maya terdengar di tengah buaian nya, sungguh kehangatan dan kelembutan Fatih selalu bisa membuat nya mabuk kepayang dan terbang melayang.


"Aku mencintai mu Maya.."


Setelah itu mereka melakukan penyatuan cinta yang halal dan di berkahi, tak cuma sekali bahkan berulang kali seakan tak pernah cukup.


Malam ini Fatih benar benar tak membiarkan maya istirahat sekejap pun, dia seperti menggantikan Jatahnya yang terlewat selama Kepergian Maya.


"Hos.. Hos.. Hos.. Mas Sudah cukup.! Apa kamu sedang balas dendam padaku karena aku tak memberimu Jatah selama bertahun tahun." Cicit Maya dengan Nafas Memburu nya.


Badannya sudah benar benar Lemas tak berdaya bahkan Sekujur tubuh nya sudah Basah dengan Pelu karena ulah Fatih yang tak memberikan waktu untuk beristirahat sedetik pun.


sedang Fatih yang mendengar Gerutuan istri nya hanya bisa Terkekeh Geli dengan Wajah Super Segar dan badan Fit nya, dia seperti tak merasakan Lelah sama sekali.


"Sayang.. mulai sekarang aku tak akan membiarkan rahimmu kering lagi karena Benihku akan selalu membuahimu di sana."