
Beberapa jam berlalu..
Di atas ranjang besarnya Fatih berbaring tak berdaya rasanya lemas lunglai tak bertulang...
Peluh keringat membanjiri seluruh tubuhnya tanpa terlewat satupun, Tenaganya benar benar habis tak bersisa karena ulah si Kucing Liar.
"Sayaang.. kamu Luuarrr Biasaa.!" ucap fatih dengan nafas yang masih tersengal sengal.
Mendengar hal itu' maya pun langsung tersipu malu sambil menutup wajahnya dengan selimut.
"Hei kucing Garong yang tadi menerkam ku, Kenapa berubah jadi kucing pemalu seperti itu." ledek fatih.
"Mass.! cukup." maya mengerucutkan bibirnya.
"iya iya sayang maaf." ucap fatih terkekeh geli sambil memeluk maya yang merajuk.
"Baguslah mas sudah bisa tertawa kembali." senyum maya yang telah berhasil dengan misi nya.
"Terima Kasih sayang.. itu semua berkat kamu yang memberikan mas kebahagiaan hari ini." fatih mencium bibir maya sekilas.
"Mas.. kamu harus percaya' apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu." maya membelai rambut sayang
"Benarkah, walau dengan suami Pengangguran sepertiku.??" sindir fatih.
"iya mas apapun itu, asal Setia selalu ada di Hati mu."
"istri mas ini memang yang Terbaik." cicit Fatih, dan mereka pun tersenyum bersama.
*****
Pagi Hari
Maya yang biasa Sibuk dan Ramai menyiapkan segala keperluan Kerja, Kini.. terlihat Sepi dan Tenang. Fatih pun terlihat hanya duduk manis sambil sarapan bersama ibu di meja makan.
"Nak apa benar yang dikatakan maya, kalau kamu berhenti bekerja.?" tanya ibu.
"iya bu maafkan fatih." sesal fatih.
"Iya nak tidak apa apa, Percayalah Allah akan memberikan yang terbaik untuk setiap Hambanya." jawab ibu menenangkan
"terima kasih bu." senyum fatih
"Mas habis ini temani aku ke pasar ya." pinta Maya dengan tiba tiba, wajah nya pun sudah terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Ada yang ingin kamu beli sayang.?
"Ehhmm.. hanya beberapa kebutuhanku." singkat Maya, yang sudah tersenyum senyum. Terlihat sungguh mencurigakan sekali.!
"Baiklah." jawab nya dengan datar, Fatih pun segera menyelesaikan makan nya lalu pergi ke kamar untuk bersiap siap.
Beberapa saat berlalu..
Di halaman rumah nya, maya sudah bertengger gagah di atas motor gede suaminya, dia memakai jaket kulit panjang dengan hijab sporty dan sedang memanaskan motornya.
Brruumm.. Brrruuumm..
"Mas ayok naik." ajak maya ketika melihat Fatih keluar dari rumahnya dengan wajah di tekuk.
"Sini biar mas saja yang mengendarai." dengan sigap Fatih langsung menggeser tubuh istri nya, tapi Maya malah mencekal nya.
"Tidak mas, Aku saja ya please.." cicit maya dengan wajah super melas nya.
"oke baiklah.." Fatih sudah pasrah tak ingin berdebat, dia sergap naik dan duduk di belakang maya.
"Tapi jangan ngeb..." belum saja Fatih selesai bicara, tapi angin kencang sudah lebih dulu menerpa diri nya. Ngeennggg Ngeenggg Wuussshhh...!!!
"Argh..!!" teriak Fatih yang sudah menggema, bahkan rambut nya sudah tak karuan beterbangan kemana mana.
"Ehhhmph.." suara Fatih sampai tak jelas terdengar, karena angin yang semakin kencang hingga dia tak bisa berbicara. Bahkan wajah nya terasa tertarik ke belakang karena saking Ngebutt nya motor melaju.
"Tiiddaakk..!!" fatih geleng geleng kepala.
"maaayyaaa...!!!" teriak fatih, sedang yang dipanggil malah tertawa terbahak bahak menyaksikan suaminya ketakutan sambil memeluk pinggangnya sangat erat.
Maya memang sengaja mengerjai suaminya agar tak larut dalam kesedihannya, bahkan dia hanya berputar putar dijalanan tanpa berhenti di pasar.
"Aarrgggghhh..!!" maya melajukan motornya lebih cepat lalu menghentikan nya tiba tiba hingga badan fatih ingin terjungkal kedepan.
Ngiiiikkkk.. suara ban pun terdengar berderit
"Haha.. Haha..!! Haha.!!." maya puas tertawa terpingkal sedang fatih sudah diam membatu dengan badan gemetar dan wajah yang berantakan.
"Maya beraninya kamu.!!" ucap fatih setelah tersadar.
"Awas kamu ya.!" ancam fatih.
"Ampun mas.. Haha.." maya mulai berlari menghindari fatih.
"Mau kemana kamu.!" teriak fatih sambil mengejar maya.
Dan seperti biasa drama tom and jerry pun terjadi lagi.
H+5 menjadi pengangguran..
fatih mencoba bangkit dan mulai menawarkan diri ke berbagai Universitas, Sekolah bahkan perkantoran namun hasilnya Nihil.
"Ya Allah semoga besok kau berikan titik terang pada hamba." doa fatih
Namun Tak berselang lama dari dalam mobilnya fatih tidak sengaja melihat spanduk penerimaan karyawan baru' ada di gedung sebrang, ia pun dengan sigap masuk kedalam perkantoran tersebut
"Siang pak ada yang bisa saya bantu.?" ucap receiptionis
"Maaf mba apa perusahaan ini sedang membutuhkan karyawan baru."
"iya benar pak kami membutuhkan bagian staff accounting."
"Apa boleh saya mendaftarkan diri.?" tanya fatih.
"oya silahkan pak tolong siapkan dokumennya setelahnya bapak bisa tunggu di lobby." fatih memberikan berkas nya lalu duduk di kursi yang disediakan, dan setelah 20menit menunggu salah satu karyawan menghampirinya.
"Silahkan pak bisa ikuti saya." ujar nya.
"iya baik." fatih berjalan sambil menatap sekeliling kantor yang terlihat mewah dan banyak di isi dengan lukisan di setiap dindingnya dan setelah sampai di depan pintu.
"ini pak ruangannya, maaf saya tinggal."
"terima kasih." ucap fatih.
"Tok.. Tok.. Tok.." fatih mengetuk pintu
"Silahkan masuk." ucap pria yang sedang duduk di Kursi Kebesaran nya sambil membelakangi dan terlihat Papan Nama di meja dengan tulisan Direktur Utama.
"Saya bisa memberikan mu Jabatan tinggi di Perusahaan ini." ucap pria itu langsung.
"Alhamdulillah.." ucap fatih syukur.
"Tapi ada syaratnya."
"syarat apa pak." fatih menyeringit bingung
"Berikan istrimu untuk saya.!" pria itu membalikkan tubuh dengan wajah angkuhnya.
"Appaa.!" fatih terlonjak Kaget dengan pria yang ada di hadapannya.
"Dimass.!" gumam fatih
"Haii bung, kita ketemu lagi." dengan senyum liciknya.
"Bagaimana bisa.?" ucap fatih bingung
"fatih kamu lihat.. Perusahaan mewah ini adalah milik saya, Apa sekarang kamu masih bisa Sombong melawanku.!" sengit dimas
"Maaf mengganggu selamat siang." pamit fatih ia tak mau bedebat dan berniat beranjak pergi.
"Hahaha.. Sungguh malang nasib maya, menikah sama Pria kere dan pengangguran seperti kamu.!" ledeknya dan hati fatih mulai panas.
"Tunggu.!" panggil dimas dan fatih pun menoleh.
"Pikirkanlah Tawaran saya bung.!" ucap dimas Lantang.
"Tutup mulut kamu.!! Saya tidak akan pernah menukar Maya dengan apapun." marah fatih dan langsung membanting pintu dengan keras.
Setelah kejadian tadi fatih cepat cepat keluar meninggalkan gedung dan langsung melajukan mobil ke arah rumah, dia tidak mau sampai lepas kontrol' yang dapat merugikan dirinya sendiri.
"astagfirullah.." fatih mengusap wajah ketika sampai di depan rumah.
Setelah nya dia tertegun melihat maya dan ibu yang sedang bercengkrama dengan riang sambil sibuk menanam bunga di pot kecilnya, seketika amarah fatih mereda dan langsung menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Hanya dengan melihat tawa di wajah kalian saja bisa membuat hati ku tenang dan melupakan semua permasalahan ku." fatih turun dari mobilnya dan menghampiri dua bidadari kesayangan nya.
"assalamualaikum.. kalian ini kalau sudah asyik berdua' pasti aku di lupakan." sindir fatih dengan bibir cemberutnya.
"waalaikum salam.. maaf fatih' ibu tidak dengar kamu datang, lagian kamu ini wong sama istri sendiri Cemburu." jawab ibu.
"Sini sayangg.. Cep.. Cep.. Cep." maya memeluk fatih sambil menepuk nepuk kepala nya.
"lagi.. Lagi.. jangan kepala atas saja yang di usap tapi kepala bawahnya juga ayo.. ayo." rengek fatih dengan gaya dan suara anak kecil.
"auww." maya menjewer kuping fatih.
"masih siang sudah bicara ngawur kamu mas." sebal maya
"Haha.. aku senang menggoda kamu sayang, karena wajah marah kamu itu sangat menggemaskan." fatih mencubit kedua pipi maya sedang ibu hanya geleng geleng kepala.
"oya bagaimana tadi nak.?" tanya ibu
"maaf bu hasilnya masih Nihil." fatih dengan raut kecewa.
"ya sudah tidak apa apa nak, masih ada hari esok jangan patah semangat." nasihat ibu.
"iya bu makasi." balas fatih.