DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Restu


Langit malam tampak indah bertabur bintang sungguh membuat takjub bagi yang melihat, terlebih ketika iman menyertai maka bukan hanya Keindahan yang tampak. Namun Kebesaran Sang Pencipta lah yang Terlihat.


kejadian sebelum nya Penculikan..


Maya terlihat keluar dari kamar mandi dan berjalan menelusuri lorong namun maya merasakan ada seseorang mencurigakan, maya mengalihkan perhatian dengan berjalan di lalu lalang keramaian orang yang lewat hingga ia berhasil bersembunyi di balik tembok yang menutupi.


"Siapa mereka dari tadi mengikuti ku.??" maya mengintip dan terlihatlah dua pria baju hitam mengenakan topi, kacamata dan masker sedang menengok ke sana kemari mencari seseorang.


"Aku harus menghubungi mas fatih." maya langsung mengambil telepon genggam nya di tas lalu mencari kontak suami nya.


Namun sayang dua pria mencurigakan itu sudah ada di depan nya dengan membawa sapu tangan yang tercium sangat menyengat ada dalam genggaman nya.


"Siapa kalian.!!" teriak maya mencoba menghindar.


"Tak perlu tau, sekarang ikut kami." dua pria itu mencoba membekap mulut maya tapi dengan sigap maya memukul wajah dan menendang perut salah satu pria' hingga terhuyung ke belakang.


"Tolong.!" melihat lawan nya jatuh' kesempatan itu maya pakai untuk berlari dan meminta pertolongan tapi sayang maya berlari ke arah yang tampak sepi sehingga tidak ada satu orang pun yang menolong namun dalam pelarian nya dari jauh dia melihat sosok fatih sedang berlari kesana kemari.


"mas fatih.!!" maya berniat menghampiri namun satu tangan nya berhasil di tangkap teman pria tadi' dia mempelintir tangan maya ke belakang dan menarik nya pergi menjauh.


"Lepasin gua!! Brengse*.!!!" maya mencoba berontak sekuat nya, dia membenturkan kepala nya dengan pria tadi sambil menendang kaki nya ke arah belakang dan maya pun berhasil kabur kembali.


"Mas Fatih tolong aku.!!" maya segera berlari mengejar fatih secepat mungkin namun tiba tiba ada yang memukul bagian belakang kepalanya dengan sangat keras hingga membuat maya hilang kesadaran seketika.


Beberapa saat kemudian..


Terlihat rumah tua tak berpenghuni dengan banyak nya sarang laba laba dan perabotan yang usang.


"Auuww.. sakitt." maya tersadar dari pingsan sambil merasakan sakit di bagian kepala.


"Di mana ini.?" maya menatap sekeliling lalu terlihat ia sedang duduk di kursi kayu dengan tangan dan kaki yang terikat seorang diri.


"Brengse* Lepasin gua.!!" maya terus teriak dan berontak lalu tak lama terdengar suara orang datang dan mata maya terbelalak kaget melihat nya.


"Ahmaadd.!!" terlihat Ahmad dan 2 orang pria tadi mengikuti nya dari belakang.


"Hai Cantik apa kabar nya.?" sapa ahmad


"Gimana boss bayaran kita." tanya 2 pria tadi


"Ambil nih.!." ahmad langsung melempar uang dalam amplop.


"Oke makasi bos." dua orang tadi mencium amplop setelah nya dia pergi meninggalkan Ahmad dan maya.


#Flasback off#


"BRENGSE*.!!! HENTIKAN ITU.!!!"


Mata Fatih berkilat marah bahkan wajah sangar nya pun terlihat jelas.


"Sudah ku peringatkan.!! Jangan pernah Menyentuh Istri Saya.!!!." teriak fatih, setelahnya dia langsung berlari secepat kilat menghampiri Ahmad dan menendang badan nya hingga terjungkal ke belakang.


"Haha.. Haha.. Ternyata kedatangan mu lebih cepat dari yang di sangka.!!" ahmad bangkit dan langsung menyerang fatih dengan pisau nya, Pertarungan sengit pun tak terelakan lagi, mereka saling berguling dan bergantian saling pukul hingga kedua nya terlihat babak belur.


"Jangan pernah berani mengambil Maya Dariku.!! Bahkan Sekali pun dalam mimpi mu.!!!." fatih terus menghajar Ahmad yang ada di bawah nya, Ahmad pun tak sempat membalas karena serangan yang membabi buta hingga Ahmad tampak tak sadarkan diri, setelah nya fatih langsung menghampiri sang istri.


"Sayang apa kamu baik baik saja.?? apa ada yang terluka.??." fatih membuka ikatan tali di tangan dan kaki maya lalu memeriksa satu persatu badan nya.


"Tidak mas." fatih memeluk erat maya.


"Syukurlah, ayo kita harus segera pergi." fatih memapah maya berjalan keluar.


Namun naas saat baru beberapa kali melangkah dari arah belakang Ahmad bangun terhuyung sambil memegangi pisau dan segera mengejar fatih, maya yang menoleh dan melihat ada bahaya pada suami nya' langsung pasang badan menghalangi serangan ahmad.


"Awass.!! mas.!!!." Teriak maya.


Pisau tajam pun tertancap tepat mengenai punggung belakang maya dan seketika darah mengalir deras di barengi kesadaran nya yang Hilang dan gelap.


"Maayaa.!!!!." Teriak Fatih, sambil memegangi maya yang tumbang ke lantai.


"Haha.. Selamat Tinggal Maya.!" ucap Ahmad dengan tawa bahagia nya.


Setelah nya fatih Segera Berlari sambil membopong maya yang sudah terlihat pucat dengan badan yang sudah sangat dingin.


"Bertahan Sayang..! Bertahanlah kamu bisa.! Aku mohon.! Demi aku dan anak kita.!." fatih melajukan mobil nya secepat kilat dengan derai air mata.


"Dokter cepat tolong istri saya.!! cepat dok.!!!" fatih berteriak ketika sampai di rumah sakit.


"Baik pak, tenangkan diri anda kami akan berusaha sebisa mungkin." Ucap dokter sambil membawa maya kedalam ruangan dengan brankar.


"Ya Allah hanya padamu tempat kami meminta pertolongan, aku mohon selamatkan istri dan anakku." fatih menengadah kan tangan dengan tubuh bergetar.


Hampir satu jam fatih berjalan ke sana kemari dengan cemas, dada nya pun terasa sesak sekali hingga tak berselang lama dokter datang menghampiri.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok.??"


"untuk janin terlihat baik saja pak"


"Alhamdulillah.."


"Sedangkan pasien sendiri, pendarahan nya sudah bisa kami Hentikan dan luka pun sudah kami jahit namun pasien sudah terlalu banyak mengeluarkan darah, jadi kita secepat nya harus melakukan transfusi darah, kalau tidak nyawa pasien dalam bahaya." Jelas dokter.


"Tolong lakukan yang terbaik dokter." pinta fatih


"Maaf di rumah sakit ini stock darah sedang kosong, jadi bapak silahkan cari pendonor atau salah satu keluarga yang sama golongan darah nya dengan pasien." Jelas dokter.


"Baik dok saya akan mencari secepat nya." ujar fatih lalu tanpa menunggu lama, dia langsung berlari keluar rumah sakit.


"Papa.! aku harus menemui nya." gumam fatih di dalam mobil dan tak lama dengan sigap dia melajukan kendaraan nya menelusuri jalan raya.


selang beberapa lama fatih sudah ada di depan pintu gerbang rumah papa.


"Assalamualaikum pak Karyo' apa papa sedang ada di rumah.?" tanya fatih.


"waalaikum salam, Maaf den tadi bapak sedang keluar." jelas karyo


"Kapan papa pulang.?" fatih terlihat panik


"Saya kurang tahu den."


"Ya Allah bagaimana ini, telephone genggam papa pun tak bisa di hubungin." fatih mondar mandir sambil mencoba menelepon namun tak ada hasil.


"Ya Allah aku Pasrahkan semua nya hanya padamu, tempat segala penentu Takdir yang ada di muka bumi ini." fatih jatuh duduk bersimpuh dengan tangan yang tak pernah lupa memanjatkan doa.


Tiinn..!


Tiinn..!


Suara klakson mobil terdengar dari luar pagar dan terlihat lah sang papa ada di stir kemudinya.


"Papa.!!." fatih langsung bangun dan menghampiri sang papa.


"Sedang apa kamu di sini." tanya papa datar.


"Papa aku mohon bantuan mu.!" ucap nya panik


"Apa maksud mu." tanya papa bingung


"Maya sedang ada di rumah sakit, Keadaan nya Kritis dia membutuhkan Donor darah secepat nya."


"Apa.!! bagaimana bisa.!!." papa terlihat kaget.


"Nanti akan ku ceritakan pah, tapi sekarang aku mohon ikutlah dengan ku."


"Bagaimana kalau saya menolak nya." tanya papa


"Aku mohon apapun yang papa minta akan saya lakukan asal papa ikut bersama ku."


"Walaupun setelah ini saya minta kamu harus meninggalkan Maya.??"