
Bagaimanapun juga, Mini itu masih kecil. Saat dia bertemu Kevin dan member grupnya, dia sangat senang sampai melompat-lompat. Kevin dan anggotanya juga sangat menyukai Mini, karena menurut mereka, Mini itu bertingkah selayaknya anak-anak pada umunya.
Kaivan yang bingung pun bertanya, appa maksudnya itu? Kevin menjawab, jika anak-anak jaman sekarang itu tingkah lakunya banyak yang sudah dewasa. Bahkan Kevin mengaku kalah dari anak jaman sekarang yang sudah pacaran saat masih SD. Anak sekarang juga banyak yang bertingkah selayaknya orang dewasa, terutama sepuluh tahun keatas seperti Mini.
Mereka tidak tahu saja jika Mini sering mengajak Kaivan menikah. Tapi, Kaivan sadar Mini berkata seperti itu cukup normal saja. Adik perempuan memang biasa begitu, bukan cuma Mini, karena sosok lelaki dewasa yang keren baginya itu ya cuma ayah dan kakak laki-lakinya saja.
Mini memang sangat ceria, jika untuk orang-orang yang juga ceria akan sangat menyenangkan. Tapi bagi Kaivan yang tenang dan suka kedamaian, Mini sangat berisik, tapi yah, Kaivan harus akui Mini itu menggemaskan juga.
Mengetahui Harlan akan datang, pemilik agensi bertindak cepat dengan datang dan menyambutnya. Jadi saat anak-anak bermain, Harlan mengobrol dengan pemilik agensi di lobi.
Jika boleh memilih, Kaivan lebih suka mengobrol dengan ayahnya dan pemilik agensi saja, karena di tempat bermain Kaivan hanya duduk dan bengong.
Pemilik agensi menyewa satu tempat bermain yang kebetulan ada di dekat gedung, hanya jalan kaki satu menit saja sudah sampai. Disana ada berbagai permainan, seperti mandi bola, perosotan, mesin capit boneka, basket, dan lainnya.
Kaivan hanya puas dengan minum Boba milk tea dan duduk melihat yang lain man dengan asyik. Bahkan Jaden saja sudah main memasukkan bola basket kecil ke dalam ring kecil.
Tadinya Kaivan sudah main mesin tinju. Itu adalah mesin yang ditinju lalu akan muncul angka sesuai dengan seberapa kuat dirimu. Kaivan bermain dengan yang lainnya, tapi setelah tahu Kaivan bisa mencapai angka 999 dengan pukulan biasa saja, mereka jadi takut untuk mencoba. Takut angka mereka jauh dari milik Kaivan. Meski begitu, yang berani mencoba setelah Kaivan hanyalah Kevin dan Jaden saja, mereka memperoleh angka 899 dan juga 957. Padahal itu angka yang tidak buruk, Kaivan juga tidak akan mengejek jika angka mereka lebih sedikit. Tapi yang namanya laki-laki, pasti gengsinya besar sekali.
Karena bosan, akhirnya Kaivan main mesin capit boneka, tiba-tiba yang lain ikutan datang dan menonton Kaivan.
Boneka yang akan Kaivan dapatkan adalah boneka-boneka dari Sanrio, seperti hello Kitty, melody, kuromi, cinnamaroll, keropi, dan lainnya, yang ukurannya adalah sedang. Tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar, jadi tingkat kesulitannya juga menengah.
Capitan pertama, Kaivan mendapatkan keberuntungan dengan mendapatkan boneka kuromi, boneka itu langsung diambil oleh Mini. Lagian untuk siapa lagi itu boneka jika bukan untuk dia?
Tapi setelah Kaivan dapat satu lagi setelah tiga kali Capitan, teman-temannya Kevin mulai request minta didapatkan boneka yang mereka suka. Kaivan tidak heran sih, pemuda di Korea Selatan tidak jaim dan tidak ada toxic masculinity disana, paling tidak, tidak banyak. Mereka tidak malu mengekspresikan apa yang mereka suka, jadi jika menyukai warna pink atau boneka, tidak berarti mereka banci juga.
Beda dengan di Indonesia, takut kecoa sedikit sudah dikata-katain. Jika saja Jihun, sepupunya Dohyun itu hidup di Indonesia, dia yang takut serangga juga sudah pasti diejek. Tapi orang yang mengejek Jihun tidak akan bertahan lama, meski dia takut serangga, dia jauh lebih kuat dari Kaivan. Bisa-bisa yang mengejeknya akan di smack-down.
Kaivan pun mencoba untuk mendapatkan semua boneka yang mereka inginkan, mulai dari pompompurin, gudetama dan cinnamaroll. Kevin sendiri minta keropi, katanya untuk adiknya Hwan.
Setelah berkali-kali main mesin capit hingga Kaivan capek sendiri, akhirnya rasa capeknya terbayar. Karena sistem memberinya hadiah.
[Karena anda telah menyenangkan banyak orang, sistem akan memberikan hadiah]
[Hadiah ini adalah informasi tentang sindikat yang mengganggu pikiran anda]
[Akan ada orang yang datang sebentar lagi, anda harus menangkapnya]
Kaivan tersenyum melihat hadiah yang diberikan, itu lebih berharga daripada hadiah satu unit villa mewah.
Tepat setelahnya, salah satu manager dari Kevin dan anggota grupnya, seorang laki-laki yang terlihat sederhana dan cenderung culun, datang menghampiri Kaivan.
"Permisi, anda tuan Kaivan Harlan, bukan? Tuan Jung memanggil anda di lobi." Ucap manager itu.
Tuan Jung yang dimaksud adalah pemilik agensi unity entertainment.
Kaivan tersenyum dan menyahut, "benar itu saya."
"Baiklah, mari ikut saya!"
Normalnya, Kaivan tidak akan curiga, karena pria itu terlihat sangat baik dan penampilannya pun biasa saja. Tapi setelah diberi informasi oleh sistem, Kaivan jadi bisa menyambungkan semuanya.
Sederhananya, tuan Jung sudah berkata dia akan bicara hanya dengan Harlan, dia bahkan meminta anak-anak yang lain main saja sepuasnya, dari pada stress karena terus-menerus berlatih. Anak-anak tentu termasuk Kaivan, jadi meskipun Kaivan terkenal sebagai investor muda, Dimata tuan Jung jelas Kaivan masih anak-anak seperti yang lain.
"Kaivan! Aku akan merekam seperti biasa!" Rose mengikuti Kaivan. Dia daritadi asyik main sendiri sebagai peri di tempat bermain, terbang kesana kemari sampai Kaivan iri ingin punya sayap juga, jadi Kaivan bosan setengah mati.
'Oh, kau menganggap ku masih ada rupanya!'
"Idih, biasanya kalo kamu udah deketin cewek juga gak mikirin aku tuh!"
'Cih, iya iya, sekarang bantu aku saja, aku akan pura-pura lemah dan tidak tahu apa-apa'
Setelahnya, Kaivan dibawa ke tempat yang aneh oleh manager tersebut, Kaivan sengaja tidak protes, pura-pura lupa dimana lobinya.
"Apa kita masih lama?" Tanya Kaivan.
"Sebentar lagi sampai kok, disana tempatnya."
"Baiklah."
Manager itu menyeringai karena Kaivan sangat penurut.
Setelahnya mereka sampai ke depan pintu, manager itu membukakan pintu tersebut, yang ternyata hanyalah gudang kosong.
"Tempatnya disini?" Tanya Kaivan dengan polosnya.
"Benar sekali, ayo masuk!"
Tanpa ragu, Kaivan pun masuk gudang itu, berjalan sebentar sampai tengah ruangan. Manager ikut masuk, kemudian menutup dan mengunci pintu rapat-rapat.
"Ternyata kamu tidak sepintar yang diberitakan ya? Padahal sudah jelas kamu sedang dijebak!" Ucap manager itu.
"Aku dijebak?" Kaivan malah balik bertanya, membuat si manager terkekeh senang.
"Iya lah! Pake nanya lagi! Apa kau tidak tahu siapa aku?"
Kaivan menatap manager itu dengan tatapan bingung, "tidak tuh, selain kamu managernya Kevin dan teman-temannya, memangnya kau apa?"
"Cih, aku menjadi manager hanya sementara saja, identitas asliku adalah anggota dari sindikat yang pernah menculik mu, gara-gara kau aku harus menjalani hidup normal dengan pekerjaan normal, padahal memotong tubuh manusia adalah keahlian ku!"
Kaivan sudah tidak terkejut dengan betapa jijiknya manusia di depannya ini. Tidak heran, memang banyak orang bodoh di dunia ini yang lebih mencintai kriminalitas. Entah dia psikopat atau sosiopat, Kaivan tidak tahu.
"Jadi begitu ya, maaf deh."
"Aku tidak butuh maafmu! Aku akan melenyapkan mu seperti yang diperintahkan atasan, kami juga sangat dendam padamu! Gara-gara kamu hampir semuanya terbongkar! Sialan!"
Brugh!
Pria itu memukul Kaivan dengan balok kayu yang memang dia siapkan sebelumnya, sampai Kaivan pingsan di tempatnya.
Pria itupun tertawa bahagia, "mudah sekali ya menjatuhkan mu, tahu begini sudah dari dulu aku menemukanmu! Hahahaha!"
.
.