Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Misi olahraga rutin


Kaivan mendapatkan hadiah 5% saham dari perusahaan milik Harlan, yaitu Axve Group. Jaden sendiri juga diberi saham itu, intinya Harlan memberi setiap anaknya saham 5% dan jika mereka ingin membeli lebih harus membeli dengan uang sendiri. Sejauh ini anak Harlan ada tiga termasuk Kaivan, Jaden dan satu anak perempuan dari istri yang sekarang.


Kaivan sendiri tidak tahu anak perempuan Harlan seperti apa, tapi biasanya anak perempuan mirip dengan ayahnya. Menurut Jaden, adik perempuan mereka itu memiliki wajah gabungan ayah dan ibu, cantik sih, masih umur sepuluh tahunan. Gadis kecil itu bernama Jasmine, dia bilang penasaran sekali dengan Kaivan, ingin bertemu tapi dilarang oleh ibunya. Bahkan Wanita itu juga marah saat Harlan memberikan 5% sahamnya pada Kaivan, walaupun Harlan tetap saja memberi.


Kehidupan rumah tangga memang rumit, apalagi bagi seorang duda atau janda, karena istri atau suami baru belum tentu bisa menerima anak dari bawaan.


Yah, lupakan tentang itu.


Kini Kaivan bisa mendaftar semua saham yang dia miliki di status sistem, agar dia tidak lupa dia memiliki saham apa saja. Mungkin ingatan sekarang masih muda, jadi kuat, tapi belum tentu sepuluh tahun mendatang dia masih bisa menghafal semuanya.


Daftar saham Kaivan seperti ini:


Supermarket Happyo 30%


Chancel Fashion cabang Seoul 30%


Cartire jewels cabang Seoul 30%


Berry beauty 45%


Miomio fashion 30%


Lotto mall 30%


Sinhwa restaurant 30%


Louvui fashion cabang Seoul 30%


Bomi fruit and veggies 60%


LoeShoe 30%


Axve Group 5%


Satu-satunya perusahaan lokal hanyalah LoeShoe saja, perusahaan sepatu yang masih baru berkembang. Kalau Axve Group itu asalnya dari Eropa, bahkan perusahaan intinya saja ada di Jerman. Jadi Harlan sering pergi Jerman. Memang keluarga Harlan itu pendatang di Indonesia karena kakek buyut mereka menikah dengan wanita Indonesia. Berhubung mereka melihat peluang bagus di negara itu, jadilah mereka membuka cabang perusahaan disana, dan ternyata menjadi sangat besar seperti sekarang.


Intinya, Harlan itu ada keturunan Eropa, Turki dan Indonesia. Jadi tidak heran Kaivan tiba-tiba menjadi besar seperti sekarang. Jika Kaivan masih kekurangan gizi mungkin tidak akan mencapai 180 cm. Mungkin berkat skill penguatan tubuh juga.


Oh iya, berry beauty itu adalah brand make up dan skincare milik Vicky, jelas Kaivan dapat saham besar karena dia adalah investor utama, tapi sekarang sudah banyak investor lain berdatangan karena tahu brand itu sedang viral dimana-mana. Lalu Bomi fruit and veggies adalah nama toko sayur dan buah milik Kaivan, memang Kaivan hanya memegang 60% saham, karena 40% sudah sebagian ada pada pemilik pertama, sebagian lain dijual pada investor.


Kaivan tidak memiliki masalah sama sekali dengan uang. Namun, ada hal yang membuatnya kesal.


Karena Kaivan sudah di Indonesia, maka poin sistem harganya menyesuaikan juga. Jika dulu di Korea adalah 100.000 won atau sekitar 1.160.000 rupiah. Maka setelah sampai Indonesia menjadi satu poin hanya satu juta.


Miris sekali bukan? Kemana perginya 160.000 itu?


Bahkan Kaivan sempat protes pada Rose, tapi peri itu bilang harga poin memang menyesuaikan dengan mata uang setempat, kalau pergi ke Amerika nanti akan beda lagi, pergi ke Arab Saudi juga akan berbeda.


Sampai Kaivan berpikir, haruskah dia pergi ke Arab untuk mengetahui berapa Dinar atau dirham dia akan dapat dengan menukar poin sistem.


"Kai! Jangan istirahat terus dong, kenapa juga mukamu ditekuk-tekuk begitu?" Tanya Dasha, gadis cantik dan seksi itu sedang pemanasan di depan Kaivan, dia memakai pakaian olah raga berupa celana legging dan tank top khusus untuk olahraga, Kaivan tidak tahu namanya apa, agar tidak mengundang pandangan lelaki, dia masih menggunakan kaos tipis juga.


Meski begitu, sebagai lelaki, Kaivan tetap berpikir penampilan itu masih mengundang hawa hawa berbeda. Tapi berhubung yang olahraga itu hanya Kaivan, Jake, Rose dan Dasha, jadi mereka tidak berpikir macam-macam.


Rose sendiri memakai hot pants dan kaos putih yang pas sekali di tubuhnya. Kaivan ingin melarang, tapi dia sendiri lupa membelikan pakaian khusus untuk olahraga, jadilah Rose hanya memakai yang ada saja.


Masalahnya disini Jake melirik pada Rose terus, kan Kaivan jadi cemburu.


Kaivan buru-buru meletakkan ponselnya lalu ikut pemanasan bersama Dasha dan Jake. Rose yang sudah selesai pemanasan pun menunggu mereka, dia tidak sabar untuk lari pagi di sekitar sana.


Lebih tepatnya tidak sabar untuk membeli nasi jagung pada ibu-ibu baik, yang menurut Rose rasanya paling enak. Di dalam nasi jagung ada sayur juga, ada bakwan jagung, ada sambel terasi, ada ikan asin, pokoknya komplit, harganya pun murah, hanya sepuluh ribu saja padahal porsinya banyak.


"Jangan melihat pada Rose terus, dia milikku!" Tegur Kaivan pada akhirnya, Rose menoleh lalu terkekeh senang.


"Kamu lepasin dia deh, aku kasih Dasha gratis!"


"Heh! Enak aja!" Sahut Dasha tidak terima.


Akhirnya kedua sepupu itu saling kejar-kejaran, Kaivan dan Rose pun ikut dari belakang.


"Misi olahraga mu sudah kau penuhi?" Tanya Rose.


Kaivan mengangguk pelan, dia sudah melakukan itu sambil menunggu Dasha, Jake dan Rose turun. Tadi dia menambah sendiri pemanasan biar ototnya tidak kaku.


Misi olahraga bagi Kaivan yang sekarang sih tidak terlalu masalah, karena hanya seperti biasanya. Seperti push up 100 kali, sit up 100 kali, squat jump 100 kali... Pokoknya menjadi 100 semua.


"Tinggal lari 1000 meter saja," ucap Kaivan. Yang beda hanya di lari nya, menjadi 1000.


Itu rugi besar.


"Kaivan! Jajan dulu yuk!" Ini tumben sekali bukan Rose, tapi Dasha yang ribut ingin membeli makanan.


Mereka sudah berlari sejauh 500 meter saja, dan ditepi jalan mereka melihat ada beberapa penjual makanan, termasuk ibu-ibu penjual nasi yang Rose suka.


Mentang-mentang mereka baru dapat satu gepok uang dari Harlan, satu gepok ada lima juta ternyata. Kemarin siang sudah dibuat jajan, dan sisanya masih banyak pagi ini.


Teman-teman Kaivan sangat menyukai Harlan, mereka selalu menyanjungnya, sementara Jaden dan Kaivan jadi kesal sendiri.


"Kalian jajan aja dulu, aku masih akan lanjut lari" ucap Kaivan.


"Oke, aku beliin nasi jagung aja ya? Kamu lanjutin sama Jake!" Ucap Rose.


Pada akhirnya hanya Kaivan dan Jake yang lari hingga 1000 meter jadi totalnya 1500 meter. Kaivan berhenti karena jika melebihi kapasitas juga tidak baik.


Olahraga yang baik itu bukan sekali olahraga langsung banyak dan berat, tapi olahraga sedikit-sedikit tapi rutin. Bahkan untuk menurunkan berat badan, itu lebih baik jalan kaki yang santai dan rutin daripada lari tapi setelahnya kaki merasa sakit.


[Misi olahraga rutin selesai!]


[Kamu mendapatkan 100 poin]


[Game misi khusus terpicu!]


[Bantu ibu odgj melahirkan dengan selamat!]


Betapa terkejutnya Kaivan melihat apa misi khususnya, bukan karena dia mendapat misi di pagi hari. Tapi lebih karena ada ibu odgj (orang dengan gangguan jiwa) yang akan melahirkan ada di taman terpencil.


"Kenapa, Kai?"


"Tidak, apa kau mendengar suara rintihan wanita?"


Jake pun memegang lengan Kai, dia terlihat ketakutan, "maksudmu hantu?"


Kaivan baru tahu cowok Australia itu takut hantu.


"Bukan! Wanita sungguhan lah! Ayo kita berpencar dan mencarinya, kasihan dia."


"Kalau hantu gimana?"


"Ih bukan!"


Setelah meyakinkan Jake yang penakut, akhirnya dia mau juga mencari wanita yang kesakitan. Hingga Jake berteriak kencang.


"Kai! Disini!!"


Kaivan buru-buru menghampirinya, terlihat wanita hamil besar yang kesakitan tergeletak di rerumputan.


Karena Kaivan bingung harus bagaimana, dia pun menelfon Jaden saja, yang sedang tidur di villanya. Untungnya Jaden segera mengangkat telfon Kaivan dan segera berangkat.


Sementara menunggu Jaden, Kaivan membantu ibu itu untuk duduk di bangku taman. Keadaan ibu sudah sangat berantakan, pakaiannya juga compang-camping.


Sebenarnya ibu itu ketakutan melihat Kaivan dan Jake. Tapi segera tenang saat Dasha dan Rose sudah sampai.


Setelah Jaden sampai dengan mobil Mercedesnya, dia dan Kaivan pun membawa ibu itu ke rumah sakit. Kali ini Dasha ingin ikut, karena tidak tega dengan ibu itu. Karena Dasha memaksa, jadi Rose mengalah dan membiarkan Dasha yang ikut.


Dasha duduk di belakang bersama ibu itu yang sedang kesakitan, gadis itu menangis jadi Jaden memberinya sekotak tisu.


"Siapa orang jahat yang menghamili wanita seperti ini? Kejam sekali." Ucap Dasha disela tangisannya.


Kaivan hanya diam, dia juga tidak habis pikir, tapi dia juga tidak terkejut, karena hal seperti itu sering terjadi di daerahnya dulu.


"Yang jelas orang itu tidak punya otak, awas saja kau mengatakan lelaki itu kejam, karena tidak semuanya seperti itu," sahut Jaden.


"Iya iya! Aku yang sering dikecewakan lelaki saja tahu kok ada yang baik, kayak Kaivan misalnya..."


"Aku juga baik!" Sahut Jaden tidak terima.


"Diamlah kalian, kasihan ibunya sedang kesakitan itu!" Akhirnya Kaivan melerai agar mereka tidak ribut.


.


.