Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Popcorn


"Negaramu itu seperti apa?" Tanya Dohyun tiba-tiba, saat dia dan Kaivan sudah sepakat untuk membicarakan popcorn nanti saja.


"Seperti apa? Gak tahu ya, duniaku tidak luas, yang ku ketahui tidak banyak, tapi itu adalah negara tropis yang indah. Aku pernah ikut orang saat kecil, bekerja dengan dia di peternakan. Disana bagus sekali, ada kebun pisang, ada pohon alpukat besar, ada sungai juga. Aku suka pergi ke sungai untuk mencari ikan, lalu dibakar dan dimakan. Disana cukup dekat dengan pantai, perjalanan sekitar satu jam dengan motor. Aku juga suka ikut nelayan memancing, lalu mendapatkan ikan. Pokoknya seru sekali."


Jika mengingat yang indah-indah saja cukup banyak. Mungkin sedikit jika dibandingkan orang lain, tapi Kaivan mensyukurinya, yang penting dia punya kenangan indah saja itu cukup. Main dan bekerja di luar rumah jauh lebih menyenangkan dari pada diam di rumah. Karena itu Kaivan tidak betah di rumah, terutama jika ada ibunya atau pacar ibunya.


"Kayaknya seru banget ya? Aku dulu pernah ke Bali, itu Indonesia bukan sih?"


Dohyun saja yang orang Korea sudah ke Bali, Kaivan belum pernah, dia hanya tersenyum miris.


"Iya itu Indonesia, tapi jauh dari tempatku, yah, ku rasa Bali juga tidak jauh berbeda dengan tempatku, bedanya mereka disana memiliki banyak pantai dan pure, tempat ibadah orang Hindu, gimana kamu waktu di Bali?"


Dohyun berusaha mengingat saat-saat di Bali bersama keluarga besarnya, tentu ada Junghyun dan Jihun juga.


"Apa ya? Aku minum air kelapa, waktu itu gak suka sih, terus aku pergi lihat monyet juga, kayaknya monyetnya suka sama aku, aku ditempelin terus."


"Kamu gak takut? Aku paling takut sama monyet waktu kecil, mereka merebut makananku" ucap Kaivan, di tempat Kaivan ada semacam pegunungan kecil, disana banyak monyetnya. Pegunungan itu sudah menjadi semacam tempat wisata yang gratis, Kaivan pergi kesana untuk mencari tumbuhan liar yang bisa dimakan, pakis misalnya. Lalu monyet selalu datang mengganggu, jika ada orang memakan daging monyet, Kaivan akan membencinya.


"Takut sih, tapi monyetnya baik kok."


Kaivan tidak pernah melihat monyet baik seumur hidupnya, tapi mungkin dia saja yang kurang beruntung.


Tidak berapa lama kemudian Kayla dan Kayden datang. Tiba-tiba cafe menjadi ramai oleh fans Kayden.


"Kalian menunggu lama?" Tanya Kayla.


"Tidak juga, kalian mau pesan juga, biar aku yang traktir" ucap Kaivan.


"Jadi aku ditraktir juga?" Sahut Dohyun.


"Kamu punya uang sendiri kan?"


"Pelit!"


"Aku tidak perlu, karena managerku sudah menunggu, ada banyak hal yang harus dibicarakan dengan agensiku sendiri" ucap Kayden.


"Kau akan baik-baik saja, kak?" Tanya Kaivan.


Kayden tersenyum kecil, "ku harap baik-baik saja, padahal rencananya dua bulan kedepannya ada comeback, tapi rasanya akan ditunda."


"Semangat lah, semua akan baik-baik saja!" Ucap Dohyun.


"Makasih, aku pergi dulu ya, Dohyun, Kaivan! Titip adikku!"


"Aku udah gede, bisa jaga diri!" Sahut Kayla kesal.


Dohyun melirik pada Kaivan yang menawari Kayla waffle yang masih utuh. Kaivan itu terlihat kaku dan canggung dengan perempuan, tapi dia juga bisa menarik perempuan kepadanya, unik sekali.


[Kamu sudah membantu Kayla secara tidak langsung!]


[Hadiah dikirim ke rekening sistem]


[Periksa semua hadiah?]


Kaivan terkejut dengan notifikasi sistem yang datang mendadak, dia juga jadi ingat hadiah game misi khusus yang belum dia lihat. Mungkin nanti saja, tidak perlu diperiksa sekarang juga kan?


"Kalian tadi ngomongin apa? Kelihatannya seru banget," tanya Kayla.


"Kita membicarakan negara asal Kaivan" sahut Dohyun.


"Kaivan orang mana memangnya? Kelihatannya kamu campuran ya?" Kayla terlihat sangat tertarik, gadis itu hanya memesan Americano dingin, dia meminum itu seakan minuman itu tidak pahit. Kaivan yang melihatnya masih belum mengerti, kenapa orang-orang suka minuman pahit itu.


"Yah, mungkin aku campuran, aku yatim piatu, anggap saja begitu. Tapi sejak kecil aku tinggal di Indonesia." Jawab Kaivan, dia menyedot minumannya sendiri hingga kandas.


Sebenarnya Kaivan merasa bersalah menyebut dirinya yatim piatu padahal kedua orangtuanya masih hidup, tapi dia sendiri sudah menganggap dirinya tidak punya orangtua, itu lebih mudah dari pada menerima kenyataan yang ada.


Kayla terlihat tidak enak mendengar Kaivan itu yatim piatu, jadi Dohyun mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, kita juga membicarakan tentang bisnis juga, Kaivan bilang dia bisa membuat popcorn rasa buah."


"Oh ya? Emang bisa, gitu? Menurutku popcorn karamel lebih enak, atau rasa keju" sahut Kayla.


"Kalian belum mencicipi popcorn rasa pisang, apel, persik, atau anggur? Itu enak lho, bahkan rasa susu vanilla juga bisa." Ucap Kaivan, seolah rasa popcorn yang dia sebut itu normal.


"Kamu serius? Gimana buatnya?" Tanya Kayla penasaran.


"Tinggal masukin mesin aja sih, gini aja, ayo ke apartemen ku, nanti cicipi sendiri."


Selain mengeluarkan produk yang dipanen atau telah diolah di mesin, game royal farm juga bisa mengeluarkan mesin popcorn juga. Mesinnya cukup besar, harganya 10 poin sistem, atau kira-kira 11,3 jutaan rupiah. Biasanya Kaivan memasukkan dua jagung yang sudah di panen dan satu apel, menghasilkan satu kilogram popcorn.


Kayla, Dohyun, Dania dan Vicky yang melihat hal itu melongo. Darimana Kaivan dapat mesin seperti itu?


Kaivan membagikan popcorn yang telah dibagi-bagi dalam mangkuk plastik pada mereka.


"Ini benar-benar rasa apel, kok bisa enak gini, aku alergi apel, ini gak masalah kan?" Taya Dohyun. Kaivan menoleh cepat pada temannya itu, "kau apa?"


"Aku alergi apel, kalo makan apel itu bibirku bisa bengkak, aku juga alergi strawberry," ucap Dohyun enteng.


Kaivan baru tahu ada orang alergi buah, dia pun mencari tahu apakah buah yang dia panen dari game bisa menyebabkan alergi kambuh. Dia menghela nafas lega setelah mengetahui buah dalam game semuanya meminimalisir reaksi terhadap alergi, rasanya pun dua kali lipat lebih enak dari buah lain.


"Disini dikatakan buah yang ku pakai meminimalisir reaksi terhadap alergi, ku harap kau akan baik-baik saja, jika ada reaksi bilang aja ya?" Ucap Kaivan.


"Pasti susah punya alergi gitu kan? Jadi kamu gak pernah makan apel atau strawberry?" Tanya Dania.


"Padahal strawberry itu enak banget! Apalagi strawberry Korea, soalnya lebih manis dari strawberry negara lain" sahut Vicky.


"Aku sih baik-baik aja, pernah aku nakal makan apel atau strawberry karena pengen, bibirku bengkak sampai seharian, tapi aku baik-baik aja," ucap Dohyun.


Setelah menghabiskan popcorn dan Dohyun baik-baik saja, Kaivan merasa lega. Dia pikir Dohyun pasti baik-baik saja dengan buah dari game, karena itu buah yang tidak biasa.


Setelah itu mereka membicarakan tentang bisnis, Kayla tertarik dengan bisnis yang Vicky dan Kaivan jalani.


Menurut Kayla, teman trainee di agensinya membeli lotion dari produk mereka, kulitnya bisa cerah lebih cepat dari produk lain. Kaivan tentu tahu apa saja yang terdapat pada produknya, dia menghafalnya, karena itu penting untuk perijinan penjualan.


Dalam produk kecantikan ada tomat putih juga, Kaivan pun baru tahu ada tomat putih. Tomat putih itu yang membuat kulit lebih kencang, lebih putih dan lebih lembab. Tomat putih memiliki khasiat lebih besar dari tomat biasa. Apalagi tomat putih dunia lain beda dengan tomat putih dunia ini.


Kaivan pun iseng menanam tomat putih di game royal farm miliknya, satu petak saja. Sekarang hasil panen sudah ada seratus tomat. Biasanya tomat itu akan dibeli orang dalam game, sehari Kaivan bisa mendapat 1000 poin untuk pembelian 10 tomat.


Intinya tomat putih itu mahal harganya.


Mereka membicarakan banyak hal tentang apa saja, Dohyun juga cepat akrab dengan mereka semua.


Hanya Kaivan saja yang biasa saja dan malah mengantuk. Apa Kaivan terlalu banyak makan popcorn ya?


Dia pun diam-diam berdiri meninggalkan yang lain, dan pergi ke kamarnya sendiri. Biarkan saja mereka mengobrol disana, Kaivan sudah tidak bisa diajak kompromi.


"Kaivan mana?" Tanya Dania, sudah beberapa menit berlalu doa baru sadar Kaivan tidak ada.


"Oh iya, aku juga gak lihat ada Rose disini," sahut Vicky.


"Rose siapa?" Tanya Dohyun.


"Kamu gak kenal? Katanya dia yang selama ini bantuin Kaivan," jawab Dania.


"Kaivan ke kamarnya, dia mungkin tidur," sahut Kayla.


Setelah mereka memeriksa ke kamar, Kaivan sudah jatuh dalam alam mimpi.


"Haruskah kita pergi dan membiarkan dia tidur?" Tanya Dohyun.


"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan dia, tapi dia malah tidur" gumam Vicky.


Pada akhirnya mereka memilih pergi meninggalkan Kaivan, popcorn yang tersisa pun mereka bawa juga.


Satu jam kemudian Kaivan terbangun, jam sudah menunjukkan pukul enam sore.


Tidak ada siapapun di apartemennya, Kaivan merasa sepi, tapi dia baik-baik saja, karena sudah terbiasa dengan kesepian.


Seseorang datang lagi, memencet bel dengan tidak sabaran


 Kaivan pun pergi untuk membukakan pintu.


"Vicky? Kamu kembali lagi?"


"Ponselku ketinggalan, hehe."


"Oh, kirain kenapa, kamu kelihatan panik, ayo masuk! Aku mau membuat makan malam, mau ikut makan?"


Mumpung hanya ada mereka berdua, Vicky segera menyetujui tawaran tersebut.


.


.