Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Rencana bisnis baru


Sudah lama Kaivan tidak memeriksa statusnya, dia sudah umur 17 tahun saja.


*-*


Nama: Kaivan Harlan


Umur: 17 tahun


Status: level 4


Pemandu: Roseta


Poin: 328.780.888


*-*


Skill penguatan mental level 4


Skill penguatan tubuh level 3


Skill belajar cepat dan tepat


Skill beladiri taekwondo


Skill memasak


*-*


Hari ini dia berulang tahun, dia tidak mengatakan apapun pada temannya jika dia berulangtahun. Tapi Kaivan sedang membuat ice cream cake rasa blueberry.


Dia memakan itu, tanpa ada tiup lilin atau permohonan apapun. Lagipula Kaivan juga tidak familiar dengan perayaan ulang tahun, hal itu seperti sesuatu yang tidak akan pernah dia dapatkan.


Dulu ada teman SD yang berulang tahun, Kaivan diundang, tapi karena penampilan Kaivan yang lusuh, dia diusir. Gadis kecil yang berulang tahun kasihan dengan Kaivan, jadi dia memberikan sekotak kue kecil.


Masa-masa itu sangat menyedihkan tapi juga menyenangkan untuk dikenang, karena tidak bisa terulang lagi.


"Rose, apa aku punya saudara kandung?" Tanya Kaivan, saat Rose sedang sibuk memotong ice cream cake rasa blueberry yang Kaivan buat sebelumnya.


"Hmm? Ada kok, sebelum menggoda Harlan, ibumu punya suami dan anak, tapi meninggal dalam kecelakaan, ibumu sendiri yang membuat mereka celaka" ucap Rose enteng, seolah dia tidak sedang menceritakan cerita kriminal.


Kaivan yang merinding dengan kelakuan ibunya pun mengusap tengkuknya, memang ajaib Kaivan yang lahir dari ibu semacam itu bisa tidak melakukan hal kriminal.


"Itu sungguhan? Tapi kenapa?" Tanya Kaivan bingung.


Rose menghela nafas berat, "yah, ini masalah rumah tangga, suami ibumu itu suka melakukan judi, baik offline maupun online, hingga ibumu bangkrut, ibumu beruntung karena mendapat pekerjaan di perusahaan milik Harlan. Ada pacar baru ibumu yang membantu melancarkan rencana busuk ibumu, jadi sampai sekarang juga itu dianggap kecelakaan biasa."


Kaivan menyesal meminta pada Rose untuk menceritakan hal itu, sekarang dia pusing tujuh keliling, dia menyesal juga dilahirkan oleh rahim wanita itu.


"Kai? Kau baik-baik saja?"


Kaivan menggeleng, "tidak, ada banyak yang ku pikirkan, misalnya jika aku menikah nanti, istriku akan memiliki mertua kriminal, anak-anak ku juga akan memiliki nenek kriminal."


"Tidak usah terlalu dipikirkan, kau kan menikahnya denganku!"


"Kau itu peri! Ini berbeda...."


Rose mencibir sambil menyendok kuenya, "emang mau nikah sama siapa ha? Dania? Vicky?"


"Gak usah jilid gitu, aku mau ke balkon aja, gak usah ikut."


Kaivan pun beranjak dan pergi ke balkon, dia membawa sepiring kecil berisi satu potongan kue dan juga ponsel pintarnya.


Bagaimana pun, Kaivan harus memanfaatkan kesempatan liburan ini untuk bermain game dan menaikkan level menjadi level lima.


"Game apa yang bagus ya?" Kaivan yang bingung akhirnya mengambil penghasilan offline dari tap and be rich, ada tambahan 10 juta poin. Kemudian mampir ke game royal farm. Di perkebunan virtual tersebut, Kaivan sudah menanam berbagai tanaman. Seperti apel, jeruk, pisang, alpukat, pear, persik, anggur, wortel, lobak, ubi manis, sawi, kubis, jagung dan juga memelihara sapi perah.


Di game itu juga bisa membeli alat untuk mengolah tanaman menjadi sesuatu yang lain. Misalnya jagung, bisa membeli alat untuk membuat popcorn. Bisa digabung dengan buah lain menjadi popcorn rasa jeruk, misalnya. Lalu sapi perah meski cuma satu, dalam satu jam saja sudah bisa menghasilkan dua liter susu segar yang dikemas dalam botol 500 ml.


Kaivan bisa membeli alat untuk membuat ice cream juga, tinggal mencampurkan susu dengan buah lain, atau susu saja untuk menghasilkan ice cream.


"Haruskah aku memanfaatkan game satu ini untuk membuat bisnis baru? Apa ya? Menjual ice cream? Salad buah - kayaknya disini gak ada salad buah, hmm."


Salad buahnya orang Indonesia itu kaya akan gula, karena dressingnya biasanya adalah yoghurt ditambah kental manis dan air lemon, lalu ditaburi keju. Orang Korea yang semua kalori dalam makanan dihitung tidak akan suka dengan salad buah tidak sehat itu. Tapi Kaivan suka karena enak, kalau gemuk kan tinggal beli bathbomb lagi, gampang.


"Mungkin jual buah dan sayur aja kali ya? Kita tanam sayuran lain juga lah."


Pagi itu Kaivan sibuk membeli lahan baru dan menanam sayuran baru. Setelahnya, dia mencari informasi apa ada toko yang dijual.


"Hmm? Toko ini hampir bangkrut, Kenapa ya? Rose!"


Tidak butuh waktu lama bagi Rose untuk sampai ke balkon, "apa?"


Rose melihat toko apa yang dimaksud Kaivan, "toko buah dan sayur yang hampir tutup ini? Kenapa?"


"Kita ambil alih tokonya, toko itu sudah memiliki nama, banyak pelanggannya juga kan? Sudah ada karyawan juga, kasihan jika harus tutup."


"Tapi mereka bangkrut karena distributor yang - oh! Kau yang akan menjadi distributor mereka?"


Kaivan menggedikkan bahunya, "yah, aku punya game ajaib perkebunan, memasok buah dan sayur tidak sulit, itupun jika mereka oke dengan buah dan sayur besar-besar yang ku miliki."


"Mereka akan senang, ayo pergi!"


Rose jadi lebih bersemangat dari Kaivan, dia menyeret Kaivan untuk ke kamar, lebih tepatnya di ruangan walk in closet. Itu ruangan besar yang berisi berbagi pakaian, sepatu, tas dan aksesoris yang Kaivan punya. Akhir-akhir ini, karena Rose sudah punya tubuh besarnya, dia juga membeli untuk dirinya sendiri - maksudnya Kaivan yang belikan. Beberapa juga gaun buatan Rose sendiri.


Melihat Rose memakai pakaian modern membuat Kaivan agak aneh, cantik sekali. Rose terlihat sangat cantik, baju apapun yang dia pakai menjadi sangat mewah. Padahal Rose hanya memakai kaos putih lengan pendek, rok lipit warna pink dan cardigan warna pink.


"Kita bawa contoh sayur dan buahnya juga?" Tanya Rose saat mereka sudah siap keluar.


"Tidak perlu, kita kirimkan nanti saja, untuk saat ini, kita beli tokonya dulu, jika sukses, kita buka toko lain."


"Tidak hanya saham, kini kau mulai membuka toko sendiri ya?"


"Aku belum puas hanya dengan menjual produk kecantikan, kita pergi jalan kaki saja ya? Tempatnya tidak jauh dari sini kok."


Kaivan menggenggam tangan Rose, membuat Rose senang sekali, kini Kaivan sudah bisa menunjukkan rasa sayangnya. Sebagai anak yang hidup dalam keluarga berantakan, pasti sulit bagi Kaivan untuk menunjukkan rasa sayang. Untungnya Rose sangat sabar menghadapi Kaivan, walau banyak ngambeknya.


"Nanti beli crepes di depan ya?"


"Okay! Tapi pas pulang aja."


Mereka pun memasuki lift untuk turun ke lantai dasar, karena apartemen Kaivan ada di lantai 10.


"Kaivan!"


"Siapa dia?"


Kaivan membeku di tempatnya, tiba-tiba saja Dania dan Vicky sudah ada di lantai dasar apartemen. Mungkin mereka ingin mengunjunginya, tapi harusnya bilang dulu.


"Aku Rose, istri sah Kai - hmmp!" Kaivan buru-buru membekap mulut ember Rose. Mungkin memang kontrak darah itu sama dengan pernikahan di dunia Rose, tapi tidak perlu diumbar juga.


"Apa maksudnya?" Dania terlihat ingin menangis, dalam pandangan Dania, dia seperti melihat Kaivan yang ketahuan selingkuh.


"Kita bicara di tempat lain aja, disini ada banyak orang, malu tahu, aku ini publik figur juga" ucap Vicky, untung dia lebih waras.


Akhirnya mereka pergi ke taman apartemen, di taman itu cukup sepi, tamannya juga bagus sekali. Biasanya jika musim semi atau musim panas akan indah disana, tapi musim dingin beberapa tanaman layu.


Mungkin hanya Rose yang bisa memakai pakaian santai tipis di musim sedingin itu, Kaivan saja memakai padding tebal. Yah, peri tidak bisa disamakan dengan manusia biasa.


"Jadi dia siapa? Kamu selingkuh, Kai?" Tanya Dania, dia berusaha untuk tidak menangis disana.


"Selingkuh? Emangnya kamu pacaran sama Kaivan?" Tanya Vicky, dengan nada kesalnya, tentu Vicky masih ada perasaan pada Kaivan, malah perasaannya makin bertambah saja dari hari ke hari.


"Iya! Kami pacaran diam-diam sudah satu bulanan, iya kan Kai?"


Kaivan mengangguk pelan, dia merasa seperti tersangka disini, dia menyesali perbuatannya yang gegabah. Harusnya pelajar tidak pacaran dulu, semuanya jadi rumit begini.


"Tunggu dulu! Aku juga pacaran dengan Kaivan duluan, bahkan sebelum denganmu, aku memperbolehkan Kaivan berkencan denganmu, harusnya kau bersyukur!" Sahut Rose.


"Kamu siapa sih? Tiba-tiba datang seperti ini?" Tanya Dania, Vicky mengangguk setuju.


Rose tersenyum bangga, "aku siapa? Menurutmu bagaimana Kaivan bisa sukses seperti sekarang? Dia bisa membeli saham-saham sebanyak itu dari perusahaan besar, siapa yang membantunya? Itu aku! Siapa juga yang menyediakan produk sabun cair, lotion, shampoo, krim wajah? Itu aku! Yang menyembuhkan trauma Kaivan siapa? Aku yang membantu dia, semuanya!"


"Apa kau semacam sugar mommy?" Sahutan Vicky ini membuat Kaivan tersedak karena terkejut, Dania menyenggol rusuknya karena kesal.


"Yah, anggap saja begitu, jadi jika kalian mau jadi pacar Kaivan, harus minta ijinku dulu!"


Kaivan melotot mendengar ucapan Rose, "hei -"


"Diam Kaivan! Mereka harus minta ijin dari yang sah!"


"Sejak kapan kita sah?"


"Sejak kita melakukan kontr-"


"Ssttt! Iya iya! Jangan katakan itu."


Dania dan Vicky saling pandang, mereka masih tidak mengerti dengan situasi tersebut.


.


.