
Merekapun langsung pergi dari perusahaan tersebut. Disisi lain, Luciana dan Kai tidak tahu, kalau ada mobil di belakang mereka, dan mobil tersebut, adalah milik Leonathan.
"Mau kemana mereka itu. Padahal aku ingin menjemput Luciana. Tapi Kai sudah duluan mengajak Luciana." Ucap Leonathan.
Kebetulan Leonathan membawa mobilnya sendiri, "mending aku ikuti mereka saja. Mereka mau kemana." Langsung mengikuti mobil Kai dari belakang.
Leonathan pun terus mengikuti mobil Kai. Sampailah, dimana mobil Kai berhenti di depan rumah Leonathan. Leonathan memberhentikan mobilnya cukup jauh dari rumahnya, agar tidak ada yang curiga dengannya.
"Ouh, ternyata Kai mengantarkan Luciana pulang. Tapi kenapa Luciana langsung menerimanya. Apa dia tidak tahu, kalau banyak orang yang akan mengambil foto dan menjadikan berita bohong. Karena dia adalah seorang desainer terkenal, dan bahkan dia sudah menjadi suamiku sekarang. Tentu itu akan membuat orang yang tidak menyukaiku, akan membuat berita bohongan." Ucap batin Leonathan, sambil mengerutkan keningnya.
Disisi lain, "terima kasih banyak Kai. Kau jadi repot repot begini. Kau hati hatilah." Melambaikan tangannya, dan Kai tersenyum, dan pergi.
Luciana pun langsung masuk ke dalam rumah, dan Leonathan membalikkan arah mobilnya, untuk kembali ke perusahaan.
Di perjalanan, "tunggu nanti malam saja. Baru aku akan mengatakannya." Ucap Leonathan.
Disisi lain. Luciana pun langsung duduk di sofa, dan meletakkan tasnya di atas meja.
"Salam nyonya. Saya ambilkan minum ya nyonya," ucap bibi.
"Boleh bi, yang dingin ya bi," perintah Luciana.
Bibi pun langsung membuatkan minuman dingin untuk Luciana. Dan selesai membuatnya, bibi meletakannya di atas meja.
"Ini minumannya nyonya," sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak bi. Bibi bisa kembali ke pekerjaan bibi," ikut tersenyum Luciana, sambil meminum minuman dingin tersebut.
"Segarnya. Oh ya bi, dimana Bing?" tanya Luciana kepada bibi.
"Tuan Bing sedang tidur nyonya. Sepertinya tuan Bing kelelahan, karena ada kegiatan di sekolahnya." Jawab bibi, sambil tersenyum kembali.
"Baiklah bi," ujar Luciana langsung menuju kamar baby Bing, dan masuk ke dalam.
Di dalam kamar baby Bing. Luciana pun duduk disamping baby Bing, sambil mengelus rambutnya.
"Kasihan banget sih anak mami. Masih kecil, sudah lelah seperti itu. Mami akan sering sering, bermain dengan kamu sayang. Mami sayang kamu." Mengecup kening baby Bing dengan bahagia.
"Mending aku buat makan malam yang spesial deh, untuk Bing dan suamiku tercinta. Tentunya dengan makanan yang mereka sukai, yaitu daging iga kecap manis, dan udang goreng mentega." Kembali tersenyum, dan langsung keluar dari kamar baby Bing, dengan hati hati.
Luciana pun menuju dapur. Dan di dapur, Luciana langsung mengenakan celemeknya. "Nyonya mau apa?" tanya bibi.
"Saya yang akan membuat makan malam bi. Bibi tolong ambilkan bahan bahan yang mau saya buat." Jawab Luciana.
Luciana dan bibi, langsung membuat makan malam bersama. Malam pun tiba, dimana Luciana sudah mandi, dan sudah mengenakan pakaian tidurnya.
Baby Bing pun sudah bangun, dan langsung keluar dari kamarnya, lalu menghampiri Luciana yang sedang menyusun makan malam di atas meja.
"Mami sayang," manja baby Bing, dan sontak Luciana menatapnya.
"Bing. Kamu sudah mandi belum?" tanya Luciana, sambil mengelus rambutnya kembali.
"Sudah ma. Mami buat apa, kelihatannya enak banget." Jawab baby Bing sekaligus bertanya.
"Papi dimana ma?" tanya baby Bing.
"Mungkin papi terlambat pulang sayang. Mending kita makan duluan saja. Nanti keburu kamu mengantuk. Yuk sayang." Jawab Luciana langsung duduk, dan baby Bing duduk disampingnya.
Mereka berdua menikmati makan malam bersama, dan baby Bing terus menambah, karena masakan yang dibuat oleh Luciana, adalah makanan kesukaannya.
"Enak banget ma. Bing sampai ketagihan memakannya," puji baby Bing, sambil mengunyah makanannya.
"Hahahah, terima kasih banyak sayang. Masakan mami kan memang enak," ikut tersenyum Luciana.
Selesai makan malam. Baby Bing pun kekenyangan, dan tertidur di kursinya. Luciana pun menatap wajah baby Bing, dengan penuh kebahagiaan.
Luciana menyusun piring kotor, dan setelah membersihkan piring yang kotor. Luciana langsung menggendong baby Bing, menuju kamarnya.
Di dalam kamar baby Bing. Luciana meletakkan baby Bing dengan perlahan lahan, agar baby Bing tidak bangun.
"Selamat malam anak mami," kembali mengecup kening baby Bing, dan langsung keluar dari kamar tersebut.
"Ini sudah jam 21.00 malam. Kenapa Leonathan belum pulang." Bertanya tanya, dan langsung duduk di sofa.
"Mending aku mengambil ponselku dulu deh, yang ada di kamar. Setelah itu, aku akan menunggu suamiku tercinta di ruang tamu." Langsung naik ke lantai 2, dan masuk ke dalam kamarnya.
Luciana pun mengambil ponselnya, yang ada di tasnya. Dan saat hendak berbalik badan, tiba tiba saja sudah ada Leonathan dihadapannya.
Sontak Leonathan kaget, "astaga. Leonathan, membuatku kaget saja. Hampir jantungku mau copot. Kenapa muncul secara tiba tiba?" tanya Luciana, sambil memegang ponselnya.
"Hei, katakan padaku. Kenapa muncul secara tiba tiba, dan kenapa pulang terlalu malam seperti ini?" tanya Luciana kembali, dengan pertanyaan yang sama.
"Aku ada urusan penting di perusahaan tadi, dan ada rapat mendadak. Jadinya harus mengurus semua itu." Jawab Leonathan, sambil melepaskan jasnya, dan menaruhnya di meja.
Leonathan kembali menatap wajah Luciana, dan Luciana menaikkan alisnya. "Dimana sore tadi kamu?" tanya Leonathan.
"Ehm, aku sudah di rumah. Ada apa memangnya." Jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Kan tadi pagi aku mengantarkanmu pergi ke perusahaan, dan pulang kamu naik apa?" tanya Leonathan kembali.
"Ehm, aku dia antar sama Kai," jawab Luciana dengan singkat.
"Kenapa tidak menunggu. Kan sudah aku katakan, kalau aku yang akan menjemputmu. Apa kamu lupa, dengan apa yang aku katakan." Ucap Leonathan.
"Bukan lupa sayang. Tapi, aku takut mengganggu waktumu bekerja. Dan Kai langsung menawarkan pulang bersama. Aku dan Kai sama sekali tidak melakukan apapun. Karena yang ku cintai, hanya kamu sayang." Jawab Luciana dengan jujur.
"Kamu tahu kan, kalau kamu adalah seorang desainer terkenal, dan kamu sudah menjadi istri, dari seorang ceo yang kaya raya. Tentu semua sudah tahu, soal pernikahan kita ini."
"Tapi kenapa kamu tidak berjaga jarak dengan Kai. Aku tidak ingin, kalau ada isu, soal dirimu. Seperti, seorang istri dari ceo kaya yang bernama Leonathan, sedang pergi bersama seorang pria. Aku tidak ingin, sampai terjadi hal seperti itu."
"Hm, apa kamu cemburu?" tanya Luciana, sambil tersenyum miring.
"Bukan seperti itu. Aku hanya tidak mau, kalau kau dianggap murahan oleh orang sekitarmu. Kau paham kan, aku tidak ingin reputasi kita hancur, hanya karena kesalah pahaman saja." Jawab Leonathan sedikit tegas kepada Luciana.
Sontak Luciana langsung terbeku, dan matanya sedikit melotot, "apa yang kamu katakan tadi. Kamu menganggap diriku ini