Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 6: Pipi Memerah


"Kamar tuan baby Bing, ada didekat kamar tuan Leonathan. Nanti malam apa nona mau tidur di kamar baby Bing?." Tanya pelayan pribadinya.


"Benar banget. Maka sebab itu, siapkan makan malam untuk baby Bing, dan biarkan saya yang mengantarkannya ke kamarnya. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang, soalnya aku mau istirahat dulu." Ucap Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Baik non. Kalau begitu, saya permisi." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari kamar Luciana.


Setelah pelayan itu menutup pintu kamarnya. Luciana pun langsung duduk di meja belajarnya.


"Aku harus mencatat hal hal yang telah aku lewatkan dimasa laluku. Terutama suami dan anakku, aku harus lebih memperhatikan mereka." Ucap batin Luciana dengan fokus.


"Dimasa lalu, aku selalu disiksa oleh keluargaku. Padahal ayahku, adalah ayah kandungku sendiri. Tapi, sejak ayah menikah dengan wanita lain, saat ibu sudah meninggal. Eh, saat ibu belum meninggal, ayah sudah berselingkuh dibelakang ibuku. Sejak saat itu, aku diperlakukan buruk oleh keluarga baru ayah."


"Kali ini, aku akan merebut semua harta ibuku, dari mereka. Dan tak akan kubiarkan mereka mengambil semua hartaku." Ucap batin Luciana mengepalkan kedua tangannya.


"Aku akan menyiapkan semua rencana. Agar mereka tidak lagi menghina dan menginjak injak diriku. Aku harus menyiapkan semuanya." Ucap kembali mencatat dibuku pribadinya.


Malam pun tiba. Dimana Luciana baru mandi, dan langsung keluar dari kamar mandi, masih mengenakan handuk, dengan rambut yang terurai basah.


Tiba tiba ponselnya berdering. "Halo, ini suami kamu. Angkat teleponnya, atau aku akan langsung marah dengan mu." Ucap nada dering nya ialah suara Leonathan.


"Astaga, dia sampai mengubah nada dering, dan semua foto yang ada di ponselku, hanya ada wajahnya saja. Dasar pria cemburuan." Ucapnya langsung mengambil ponselnya, dan itu adalah video call.


Luciana langsung menyangga ponselnya di sebuah kotak, dan langsung mengangkatnya. "Halo sayang. Apa kamu merindukanku, sampai menghubungiku malam begini?." Tanya Luciana yang masih mengenakan handuk, dan sedang mengeringkan rambutnya, dengan handuknya.


"Aku menghubungimu, karena besok adalah pemilihan gaun, dan kamu jangan sampai telat besok. Besok pagi, aku akan langsung menunggu di depan rumah. Untuk kita langsung ke mall. Kamu paham." Jawab Leonathan dengan berwajah datar.


"Baik sayangku. Itu saja kan, kalau begitu, apa kamu tidak mau melihat lebih dalam didalam ini." Ucap Luciana menunjuk sebuah gunungnya.


Sontak Leonathan langsung kaget, dan langsung mematikan ponselnya. "Hahahah, pria itu benar benar orang yang sangat lucu. Tidak seperti yang dikatakan orang orang. Kenapa dulu aku mengabaikan pria yang setampan dan sekaya dia. Dasar Luciana bodoh." Langsung mengenakan pakaiannya.


Setelah mengenakan pakaiannya. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. "Siapa ya itu." Langsung membuka pintu kamarnya.


"Eh, kamu. Ada apa?." Tanya Luciana kepada pelayan yang tadi datang membantunya.


"Anda dipanggil oleh tuan Leonathan, untuk makan malam bersama non. Dan ada baby Bing juga." Jawab pelayan tersebut dengan sopan.


"Baiklah, kau duluan saja. Aku akan menyusul ke meja makan." Ucapnya.


"Baik non. Saya permisi." Kembali menundukkan kepalanya, dan langsung meninggalkan Luciana.


Luciana pun langsung turun kebawah, dan langsung ke meja makan. "Halo sayang. Apa kamu menunggu lama?." Tanyanya langsung duduk disamping Leonathan.


Sontak Leonathan langsung