Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 112: Pengamen


"Boleh banget. Tapi sebelum itu, apa aku boleh mengajak suamiku?" tanya Luciana, dan ikut tersenyum.


"Silahkan. Kan dia suamimu, jadi boleh saja," jawab Kai kembali tersenyum.


"Terima kasih banyak Kai. Kalau begitu, aku pulang dulu ya, dan selesaikan pekerjaan yang belum selesai. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Kai juga melambaikan tangannya kepada Luciana. Dan Luciana langsung pergi dari perusahaan, dengan mobilnya.


Di perjalanan, "aku rindu dengan Leonathan. Aku hubungi dia aja deh. Tapi aku lagi kesel sama dia, karena dia gak mau jujur sama aku. Astaga." Ucap Luciana sambil mengerutkan keningnya.


"Tapi aku rindu dengannya. Mau bagaimana ini bu. Sudahlah, nanti di rumah saja. Aku akan bertanya kembali dengannya, soal mantannya ya itu. Lebih baik aku hubungi orang yang bisa mencari tahu soal foto di sosial media itu." Ujar Luciana menghubungi seseorang yang bisa membereskan masalahnya.


Sesampainya di sekolah baby Bing. Luciana pun turun dari mobil, dan menunggu baby Bing di depan sekolah. Dan tibalah bel sekolah berbunyi. Semua anak-anak langsung keluar dari kelasnya.


Dan terlihatlah baby Bing. Luciana pun melambaikan tangannya kepada baby Bing. Baby Bing yang melihatnya langsung bahagia, dan menghampiri Luciana.


"Mami," panggil baby Bing, dan ia langsung memeluk Luciana.


"Anak mami yang tampan sudah pulang. Bagaimana dengan sekolahnya sayang?" tanya Luciana dengan bahagia, dan langsung menggendong baby Bing masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil, "kami belajar banyak mami. Kami belajar menggambar, mewarnai, benyanyi bersama, dan membaca buku bersama. Pokoknya seru deh ma." Jawab baby Bing dengan bahagia juga, dan terus memeluk Luciana.


"Anak mami memang pintar banget. Persis seperti papinya." Mencubit pipi baby Bing.


"Jalan pak supir," perintah Luciana, dan mobil langsung berjalan untuk kembali ke rumah.


Di perjalanan. Tiba-tiba saja baby Bing menunjuk sesuatu kepada Luciana. "Ma, lihat anak itu ma. Kasihan banget ya ma, masih kecil sudah mencari uang. Apakah kita boleh memberikan sedikit uang kepadanya." Ujar baby Bing menatap wajah Luciana.


"Bukan hanya wajahnya yang tampan. Tapi hatinya ini baik banget. Kalau begitu, pak supir, tolong ke pinggir jalan dekat situ. Ada sesuatu yang mau kami lakukan." Perintah Luciana kembali kepada sang supir.


"Baik nyonya"


Mobil pun berada di pinggir. Luciana dan baby Bing langsung keluar dari mobil, lalu menghampiri sekelompok anak pengamen.


"Halo anak-anak," panggil Luciana sambil tersenyum.


Sekelompok anak pengamen tersebut langsung menatap wajah Luciana. "Iya tante, ada apa?" tanya salah satu pengamen tersebut.


Luciana pun duduk di samping anak-anak tersebut, dan baby berdiri. "Apa kalian mau makan bersama tante. Omong-omong, apa kalian masih ada orang tua?" tanya Luciana dengan lembut.


"Orang tua kami sudah meninggal tante. Dan kami tinggal sendiri di kolong jembatan tante. Dan demi biaya hidup, kami harus mengamen." Jawab salah satu anak pengamen yang paling besar.


"Apa kalian bersaudara?" tanya Luciana kembali, kepada anak pengamen tersebut.


"Iya tante. Saya kakaknya, dan ini adik saya yang kedua, dan ini adik saya ke yang ke tiga." Jawab abang nya.


"Coba kalian sebutkan nama kalian masing-masing. Tante mau tahu nama kalian." Ucap Luciana kembali tersenyum.


"Nama saya Aron. Saya abang pertama. Lalu ini adik perempuan saya yang kedua, namanya itu Hana. Dan ini adik perempuan saya yang ke tiga, namanya Chika." Jawab Aron dengan jelas.


"Halo, aku Bing, salam kenal semuanya," berjabat tangan.


"Kalau begitu, kalian mau kan makan bareng tante. Tante bukan orang jahat kok, dan niat tante baik, untuk mengajak kalian makan bersama. Mau kan." Menawarkannya.


"Tidak perlu deh tante. Takutnya kami merepotkan tante lagi. Kami tidak mau tante." Menolak Aron.


"Tante gak merasa di repotkan kok. Kalian tidak perlu segan seperti itu. Niat tante baik kok, yuk. Kita makan bareng bareng. Soal bayar gak usah di pikirin. Karena tante yang bayar semuanya." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Kalian mau kan. Mau ya, mau." Memohon Luciana dan baby Bing.


"Yaudah deh tante, kami mau. Sebelum itu, kami berterima kasih kepada kepada tante dan Bing, karena sudah mau membantu kami." Berterima kasih.


"Sama-sama anak-anak. Kalau begitu, kalian masuk ke mobil tante aja yuk." Ucap Luciana.


"Kami kotor begini apa boleh tante. Takutnya mobil tante kotor lagi karena kami." Ujar Aron.


"Tidak apa anak-anak. Kalian tidak perlu berkata seperti itu. Nanti kan bisa di cuci. Kalau begitu, masuk yuk semuanya. Jangan malu-malu, karena semuanya teman." Kembali tersenyum Luciana, dan anak pengamen langsung masuk ke dalam mobil Luciana.


"Kita mau ke mana nyonya?" tanya pak supir.


"Kita ke mall pak," jawab Luciana sambil tersenyum.


"Baik nyonya," langsung menjalankan mobil menuju mall.


Di perjalanan. Semua anak pengamen melihat ke arah kaca mobil. "Wah, cantik banget ya jalannya. Jadi begini rasanya naik mobil. Bagaimana dengan kamu Bing. Apa kamu senang naik mobil seperti ini?" tanya Hana.


"Tentu saja enak. Mami aku begitu baik, dan cantik. Menurut kalian bagaimana dengan mamiku?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Mami kamu memang cantik tahu Bing, dan baik juga. Kami bahagia karena di pertemukan dengan kalian. Terima kasih banyak Bing." Jawab Hana bahagia, dan yang lainnya ikut bahagia.


Sedangkan Luciana yang duduk di depan mereka terus tersenyum. "Mereka benar-benar cocok. Anak-anak yang baik dan pekerja keras. Lebih baik aku belikan mereka rumah juga. Agar mereka tidak tidur di kolong jembatan. Aku akan menjadikan rumah tersebut sebagai rumah panti asuhan. Agar anak-anak yang terlantar lainnya bisa tidur di rumah yang nyaman." Ucap batin Luciana mengambil ponselnya, dan menghubungi departemen rumah.


Sesampainya di mall. Luciana dan anak-anak turun dari mobil. "Kita di mana tante?" tanya Aron.


"Kita ada di mall anak-anak. Kita akan membeli pakaian dan semua yang kalian inginkan. Kalau begitu, mari kita masuk anak-anak." Jawab Luciana bahagia, dan bersorak.


"Ayo," sorak baby Bing juga, dan mereka langsung masuk ke dalam mall tersebut.


Di dalam mall. Anak-anak melihat sekitar mall. Baby Bing dan Luciana saling bertatapan dan tersenyum bersama. "Mereka belum pernah datang ke sini. Makanya mereka sebahagia ini." Ucap batin Luciana.


"Kalian tetap di dekat tante. Biar kalian gak hilang ya anak-anak." Ujar Luciana.


"Iya tante," serentak anak-anak pengamen tersebut.


"Kalau begitu, mari kita masuk ke toko pakaian dulu. Kita akan membeli pakaian untuk kalian semua. Mari." Bersorak kembali Luciana, sambil menggandeng tangan anak-anak.


Disisi lain, "aku harus menghubungi tuan Leonathan soal ini."