Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 39: Lelangan


Merekapun sampai di tempat lelangan, dan mereka langsung masuk ke dalam. Saat di dalam, semua melihat ke arah Luciana, karena penampilan Luciana yang sangat elegan dan indah.


Saat Luciana sudah duduk bersama Rose, datanglah Gita bersama ibu tirinya.


Sontak mereka melihat Luciana yang sangat tampil elegan, dan itu membuat mereka berdua merasa iri.


Gita pun kembali memainkan dramanya, dengan berpura pura baik kepada Luciana.


"Halo kakak sayang, kenapa kakak datang ke acara lelangan ini?." Tanyanya langsung duduk disamping Luciana.


"Mohon maaf nona, kalau tidak ada yang berkepentingan, jangan mengganggu nyonya saya." Ucap Rose yang sudah bertugas untuk melindungi Luciana.


"Kamu, sudah pelayan saja tidak tahu diri. Pecat dia kakak." Tegas Gita mengadu kepada Luciana.


"Kamu siapa, beraninya kamu memerintahku. Kamu hanya adik tiriku, jadi jangan mengaturku. Aku kemari karena mau menghadiri acara lelangan ini, dan kamu tidak berhak untuk melarangku." Jawab Luciana langsung menatapnya dengan tajam.


Sontak Gita langsung membeku dan terdiam. "Maafin Gita ya sayang, mari kita duduk di tempat yang lain." Ucap Abiline langsung duduk di kursi paling depan, dan Luciana tetap duduk di belakang.


"Kamu tidak apa apa kan Rose?." Tanya Luciana langsung menatap wajah Rose.


"Saya tidak apa apa kok nyonya. Nyonya juga tidak apa apa kan." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Saya tidak apa apa, saya bisa mengurus semuanya. Kalau begitu, kita tunggu saja acara ini di mulai, baru kita mulai lelangan dengan harga tinggi." Jawab Luciana kembali tersenyum, dan kembali fokus ke depan panggung.


Disisi lain. "Bu, kenapa ibu menahanku. Aku mau saja menampar dirinya itu?." Tanya Gita yang sudah sangat marah.


"Kamu jangan asal menerobos. Kita ini di acara terbuka, dan kamu tidak boleh semena mena kepadanya. Karena dia sudah menjadi istri tuan Leonathan, pemilik perusahaan terbesar di kota ini. Jadi kita harus memikirkan cara, agar kita bisa mendapatkan gaun itu terlebih dahulu. Baru kita bisa merendahkan Luciana itu." Jawab Abiline menenangkan Gita yang kesal.


"Luciana datang kemari, karena juga ingin mendapatkan gaun itu. Kita tidak boleh membiarkan Luciana mendapatkan gaun limited edition itu bu. Pokoknya kita harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya." Ucap Gita sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Baiklah sayang, tentu saja kita akan mendapatkan gaun indah itu. Karena kita bisa mengalahkan Luciana itu." Ujar ibunya kembali menenangkannya.


Pemilik gaun indah itupun langsung datang, dan acara lelangan sudah di mulai. "Baik semua nyonya dan tuan, yang sudah hadir di acara lelangan gaun indah ini. Sebelum memulai, saya akan memperkenalkan gaun kami ini."


"Disini, gaun yang akan kami lelangkan adalah gaun yang dihiasi oleh permata asli dan mutiara asli dari laut. Tentu saya akan membuka harga dari 200M, dan dimulai dari sekarang." Ucap pemilik gaun tersebut.


Gita langsung mengangkat tangannya." 250M." Ucapnya.


"Ada yang lain." Ucap kembali pemiliknya.


Tamu lainnya. "300M." Ucapnya.


Luciana pun langsung mengangkat tangannya. "500M." Ucapnya dengan harga tinggi.


"Wow, harga yang sangat tinggi. Ada yang lain?." Tanya kembali pemilik gaun tersebut.


"Kita tidak boleh kalah bu, kita harus mendapatkan gaun itu." Bisik Gita.


Abiline langsung ikut mengangkat tangannya. "800M." Ucapnya langsung.


"Wow, harga yang sangat tinggi. Apa ada yang lainnya lagi." Tanya kembali.


Sontak semua diam, dan tidak ada lagi yang menawar dengan harga tinggi. "Ck, sudah aku duga, kamu tidak bisa menawar dengan harga yang tinggi Luciana. Kamu kalah." Ucap Gita tersenyum jahat.


"Yeah bu, akhirnya kita mendapatkan gaun indah itu bu. Kita berhasil mengalahkan Luciana itu." Bahagia Gita, langsung berpelukan dengan ibunya.


Disisi lain. "Kenapa nyonya tidak menawarkan harga tinggi lagi nyonya?." Tanya Rose.


"Itulah sebagian rencana dariku Rose, dan sebentar lagi mereka akan pusing untuk membayarnya. Kita lihat saja nanti." Jawab Luciana tersenyum tipis.


Acara lelangan pun selesai, dan semua sudah pulang ke rumah masing masing. Di belakang panggung, pemilik gaun tersebut, langsung meminta bayaran kepada Gita dan Abiline. Sekaligus memberikan cek pembayaran.


"Mohon langsung ditransfer saja nyonya." Ucap pemilik gaun tersebut.


"Baik, sebentar. Saya lihat rekening saya dulu." Ucap Abiline langsung melihat uang di bank nya, melalui ponselnya.


"Eh, kenapa kurang sayang. Uang kita tidak mencukupi harga gaun itu. Bagaimana ini." Bisik Gita.


"Coba mama cek lagi, atau hubungi ayah dulu." Ujar Gita.


"Papa kamu tidak boleh tahu, bisa bisa kita dihabisinya, karena sudah menghabiskan uangnya dengan semena mena." Bisik kembali Abiline.


"Jadi bagaimana ini bu kita membayar gaun indah itu. Itu kan gaun yang akan kita ekspor di perusahaan kita?." Bisik kembali Gita juga.


"Permisi nyonya, bagaimana pembayarannya?." Tanya kembali si pemilik.


"Sebentar tuan, kami masih mengecek rekening kami yang ada kendala. Mohon waktunya sebentar." Jawab Gita kepada si pemilik.


"Baik, akan saya tunggu di sini." Ucapnya langsung menunggu Gita dan Abiline.


Disisi lain, Luciana dan Rose pun melihat mereka dari jauh. "Kenapa mereka panik begitu nyonya?." Tanya Rose.


"Itu karena uang mereka tidak mencukupi, untuk membayar gaun mahal itu. Maka sebab itu, dia panik untuk membayarnya." Jawab Luciana sambil melipat kedua tangannya.


Kembali ke Gita dan Abiline. "Bagaimana kalau kita jual saja Perusahaan Model kita. Kan lumayan untuk membayar gaun itu, daripada kita malu, karena tidak bisa membayar. Nanti kan kita membeli perusahaan lagi, dari ayah kamu. Ibu tidak mau dipermalukan, karena tidak bisa membeli gaun yang mahal ini." Bisik Abiline mempunyai ide tersebut.


"Benar juga itu ibu. Tapi siapa yang mau membeli perusahaan kita, di saat yang mendadak ini?." Tanya Gita sambil menaikkan alisnya.


"Bagaimana kalau aku yang membelinya." Jawab yang tidak lain lagi ialah Luciana.


Luciana dan Rose pun, menghampiri Gita dan Abiline. Sontak Gita dan ibunya, langsung menatap wajah Luciana.


"Apa maksudmu Luciana. Apa kau benar benar akan membeli Perusahaan Model kami?." Tanya Gita.


"Tentu saja, kan kalian kekurangan uang katanya kan, untuk membayar gaun itu. Aku bisa membeli perusahaan itu, dan berapa harganya?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Harganya, hanya di 1T aja." Jawab Abiline langsung.


"Bagaimana kalau 800M saja, kalau kalian tidak mau aku tidak akan memaksa. Dan aku tidak akan membeli perusahaan itu. Otomatis kalian akan malu, dan akan di kenal dimana mana, kalau keluarga Madison, tidak punya uang, untuk membayar gaun mahal." Ucap Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Aku tidak mau kalau aku malu oleh publik." Ucap batin Gita sambil menggigiti bibir bawahnya.


"Kalau begitu