Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 67: Datang Bersama Anak


Leonathan pun kembali duduk disampingnya. "Kenapa dia lama banget menciumku." Ucap Luciana membuka matanya, dan saat ia melihatnya. Ternyata Leonathan sudah kembali duduk disampingnya.


Luciana pun malu dengan perilaku nya sendiri. Ia pun berusaha tenang. "Tadi ada binatang dibibirku. Jadinya aku memajukannya. Maafkan aku." Ucap Luciana berbalik badan, dan ke sisi tepi tempat tidur. Luciana membelakangi Leonathan, sambil memegangi kedua tangannya.


"Uhuk, huk. Aku mau kembali bekerja dulu. Jaga dirimu baik baik di sini. Aku akan pulang telat, dan jangan begadang. Gunakan pakaian yang tidak terlalu terbuka. Agar kau tidak masuk angin. Aku pergi dulu." Memperhatikan Luciana, dan langsung keluar dari kamar.


Setelah Leonathan pergi. Luciana kembali berbaring, dan menutup wajahnya, dengan kedua tangannya. "Mamak, dia benar benar menggemaskan. Aku ingin sekali melahapnya mak." Teriak Luciana, langsung memeluk bantal guling, yang ada disampingnya.


"Oh ya, nanti aku yang jemput baby Bing deh. Soalnya aku bosan terus berada di rumah. Dan sekalian aku mau bawa baby Bing jalan jalan ke perusahaan deh. Kasihan anakku, terus fokus belajar, karena tekanan dari Leonathan kutu air itu." Ucap Luciana langsung turun ke bawah.


Siang pun tiba. Dimana Luciana sudah bersiap siap untuk menjemput baby Bing.


"Kamu mau ke mana sayang?." Tanya ibu mertuanya.


"Eh, ibu. Ini bu, aku mau menjemput Bing dulu. Karena sudah waktunya dia pulang." Jawab Luciana sambil tersenyum.


"Kenapa kamu, kan ada supir sayang?." Tanya ibu mertuanya kembali.


"Gapapa bu, lagi pengen aja jemput Bing. Biar dia senang juga, kalau aku yang jemput. Kalau begitu, Luciana duluan ya bu." Jawabnya langsung melambaikan tangannya dan pergi.


Luciana pun pergi menggunakan mobil, dan ia yang mengemudinya, tanpa supir. Di perjalanan. "Bing pasti senang, karena aku yang menjemputnya." Bahagia Luciana.


Di perjalanan. Tiba tiba saja ia melihat ada seorang nenek tua yang kesusahan menyebrang. "Kasihan banget nenek itu. Tidak ada yang membantunya menyebrang jalan. Aku harus membantunya." Ucap Luciana yang kebetulan berhenti di lampu merah. Dan ia turun dari mobilnya, laku menghampiri nenek tersebut.


"Mari nek, biar saya bantu bawa belanjaannya." Ucap Luciana kepada nenek tersebut.


Nenek itu pun menatap wajah Luciana. "Terima kasih banyak cu. Kamu baik banget pada nenek." Ikut tersenyum dan mulai menyebrang dengan hati hati.


Luciana membawa belanjaan nenek tersebut, dan menuntunnya ke sebrang jalan. Setelah menyeberangkan nenek tersebut. Luciana pun langsung memberikan belanjaannya.


"Rumah nenek di mana. Kenapa nenek sendirian di jalanan seperti ini?." Tanya Luciana mengelus tangan nenek tersebut.


"Nenek tinggal berdua dengan cucu nenek. Kebetulan cucu nenek sedang sakit, jadi nenek belanja sendirian saja." Jawab nenek tersebut kembali tersenyum kepada Luciana.


"Omong omong, nama kamu siapa nak?." Tanya nenek tersebut.


"Nama saya Luciana nek." Jawab Luciana ikut tersenyum.


Nenek tersebut meraih tangan kanan Luciana, dan melihat telapak tangan Luciana. "Ada nek?." Tanya Luciana yang kebingungan.


"Kamu akan hidup bahagia, dengan pria yang kamu cintai. Tapi, dalam beberapa hari lagi, kamu akan mendapatkan bencana yang berujung membawa kebahagiaan untukmu nak." Meramal tangan Luciana.


"Maksud nenek apa ya nek. Saya jadi bingung?." Tanya Luciana yang benar benar bingung.


"Terima kasih banyak ya cu, nenek pergi dulu." Tidak mau menjawab pertanyaan Luciana lagi, dan langsung pergi.


"Nek, tunggu nek." Ucap Luciana mau mengejar, tapi sudah di berisikkan oleh orang orang yang ada di mobil, agar Luciana cepat mengendarai mobilnya.


Luciana pun langsung pergi. Di perjalanan. "Apa yang dimaksud nenek itu tadi ya. Bencana, yang berujung kebahagiaan. Aku benar benar bingung. Apa akan ada bencana yang menimpa kami. Aku harus berjaga jaga." Ucap batin Luciana sambil mengerutkan keningnya.


Sesampai sekolah baby Bing. Luciana pun keluar dari mobilnya, dan menunggu baby Bing keluar dari kelasnya.


Bel sekolah pun langsung berbunyi, dan semua murid keluar dari kelasnya. "Mami." Teriak baby Bing yang melihat Luciana.


Luciana pun juga melihat ke arah sumber suara, dan ia langsung memeluk baby Bing. "Sayang mami." Bahagia Luciana.


"Mami sayang. Akhir akhir ini mami jadi sering menjemput Bing. Ada apa dengan mami?." Tanya baby Bing dengan cerdas, dan Luciana langsung menurunkannya dari gendongannya.


"Mami hanya rindu kamu sayang. Apa tidak boleh mami merindukan anak mami yang tersayang ini?." Jawab Luciana sambil bertanya, dan menaikkan alisnya.


"Tentu saja boleh mi. Bahkan aku ingin mami terus merindukan Bing. Biar Bing bisa mengalahkan papi yang dingin itu." Jawab baby Bing dengan keras.


"Hahahah, Bing benar benar menggemaskan. Kalau begitu, mari masuk." Ucap Luciana langsung masuk ke dalam mobil, dan baby Bing juga masuk.


Luciana pun menjalankan mobilnya langsung. Di perjalanan. "Kita mau ke mana lagi nih mi. Nanti mami memberikan kejutan kepada Bing lagi?." Tanya baby Bing kembali.


"Mami mau ke perusahaan sayang. Kamu mau ikut dengan mami kan. Sekalian, mami akan menunjukkan beberapa busana, hasil desain mami sendiri." Jawab Luciana kembali tersenyum, dan mengedipkan sebelah matanya.


"Wah, mau banget mi. Bing penasaran dengan desain yang mami buat. Pasti sangat keren, karena mami juga keren." Puji baby Bing.


"Terima kasih banyak anak mami. Hanya kamulah yang sering memberikan pujian seperti ini kepada mami. Papi kamu tidak pernah seperti ini kepada mami. Jadi mami lebih menyayangi kamu sayang." Ucap Luciana sangat bahagia.


"Yes, akhirnya mami lebih menyayangiku. Habislah kamu papi. Karena sebentar lagi, mami akan masuk ke dalam genggamanku. Dan menjadi milikku seutuhnya. Hahahah." Tertawa puas baby Bing, sambil memasang ekspresi licik.


Sesampai perusahaan Princess Gown. Luciana dan baby Bing langsung turun dari mobil bersamaan. Dengan Luciana menggandeng tangan baby Bing.


Merekapun langsung masuk ke dalam perusahaannya. "Salam bu bos." Ucap semua karyawan, langsung menundukkan badannya masing masing, termasuk Gita dan Rose.


"Rose, apa semua berjalan dengan baik?." Tanya Luciana kepada Rose.


"Semua berjalan dengan baik nyonya. Halo tuan Bing." Jawab Rose, sekaligus menyapa baby Bing.


"Halo." Sapa baby Bing juga, sambil tersenyum.


"Mari kita bicarakan ini di ruangan saja." Ucap Luciana dengan ekspresi serius.


"Baik nyonya," membungkukkan badannya, dan langsung mengikuti Luciana dari belakang.


Baby Bing melihat Gita, dan ia mengeluarkan lidahnya, lalu memasang wajah mengejek. Gita yang melihatnya pun kesal. "Beraninya anak itu mengejekku. Belum tahu dia siapa aku. Akan aku tinju tuh anak manja." Kesal Gita, sampai mengepalkan kedua tangannya.


Sesampai ruang kerja Luciana. Merekapun langsung masuk ke dalam, dan baby Bing duduk di sofa yang tersedia. Dan begitu juga dengan Luciana, yang langsung duduk di kursinya. "Aku