Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 25: Modal


Madison pun langsung menghalangi Luciana yang mau keluar dari rumah. "Tunggu Luciana, ayah mau mengatakan sesuatu kepadamu." Menahan Luciana.


Sontak Luciana dan Rose langsung berbalik badan, dan menatap wajah Madison.


"Katakan, karena aku tidak punya banyak waktu sekarang?."Tanya Luciana.


"Kamu, beraninya kamu melawan ayah kamu sendiri. Apa kamu tidak punya sopan santun." Ucap Abiline.


"Mau aku melawan atau tidak, itu bukan urusanmu. Karena akulah ratu disini, dan kamu hanya pelakor yang merusak hidup ibuku." Ucap Luciana langsung terus terang.


"Sudahlah, kalian jangan betengkar. Kamu Luciana jangan melawan ibu kamu, gini gini dia sudah merawat kamu dari kecil." Ucap Madison langsung memegang bahu Luciana.


"Jangan mencoba coba mendekati nyonyaku, jaga jarakmu." Ucap Rose langsung menghalangi Madison.


"Katakan cepat, apa yang ingin ayah katakan." Ucap Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Begini sayang, kan kamu sudah menikah dengan tuan Leonathan. Tentu kamu mendapatkan uang yang banyak kan, bagaimana kalau kamu membaginya dengan ayah sedikit." Jawab Madison.


"Apa dipikiran ayah hanya ada uang saja, apa tidak ada aku. Tapi, itu tidak penting sih, karena aku juga tidak mau berada dipikiran ayah."


"Omong omong, soal yang ayah minta barusan ini, aku tidak bisa memberikannya." Jawab Luciana.


"Kenapa kamu tidak mau memberikannya, kamu tidak mau membalas budimu saat kecil dulu. Ibu kamu ini yang sudah merawat kamu, dan juga ayah. Apa kamu tidak tahu balas budi!." Tegas ayahnya.


"Apa kamu mau melawan ayahmu ini, hah." Ucap ayahnya mau menampar Luciana, dan langsung ditendang oleh Rose dengan kuat.


"Kenapa aku harus mengikuti perintahmu, kalau begitu, mari kita pergi sekarang Rose." Ucap Luciana langsung keluar dari rumah tersebut, dan langsung pergi bersama Rose dengan mobil pribadinya.


Sesampai rumahnya. Luciana dan Rose langsung masuk ke dalam, dan di dalam.


Luciana langsung duduk di sofa. "Ini nyonya berkas warisan yang anda berikan kepada saya tadi." Ucap Rose langsung memberikannya kepada Luciana.


Luciana mengambilnya. "Dengan aku memegang berkas warisan ini, secepatnya aku akan mendapatkan hak rumah itu. Dan aku bisa tinggal di rumah ibu selamanya, tanpa gangguan apapun. Tapi sebelum itu, aku harus menyingkirkan Gita dan ibunya itu." Ucap Luciana tersenyum tipis.


Luciana melihat berkas di dalamnya, dan di dalam juga ada hak warisan brand gaun dan pakaian bagus.


"Hah, disini ada hak warisan brand ternama yang ibu miliki dulu. Aku sudah memilikinya juga, dan tentunya aku akan mengelolanya. Tapi, aku belum memiliki modal. Apa aku harus meminjam uang kepada suamiku?." Tanyanya.


"Tentu saja nyonya harus meminjam kepada suami anda, kan dia suami nyonya sekarang." Ucap Rose tersenyum.


"Benar juga sih, nanti aku coba deh. Karena dia juga kulkas seratus pintu, susah untuk mendapatkan hatinya." Ucap Luciana memegang dahinya.


"Kalau begitu, sebelum menentukan modalnya, aku akan memilih siapa siapa saja yang akan menjadi modelnya. Terutama kamu, kamu yang akan aku pilih pertama untuk mencoba pakaian yang telah aku buat." Ucap Luciana bahagia, sambil menunjuk Rose.


Sontak Rose kaget, dan pipinya langsung memerah. "Kenapa harus saya nyonya. Saya hanya pelayan biasa yang bekerja di rumah ini." Tanya Rose malu.


"Karena