
Luciana mengambil mangkuk sup milik Leonathan. "Ini untuk kamu juga sayang. Kamu juga pasti ingin minta tambah kan, tapi kamu malu. Jadi ini untuk kamu sayang." Ucap Luciana sudah meletakkan sup ayam kepada Leonathan, dan langsung memberikannya kepada Leonathan kembali.
"Kenapa Luciana bisa tahu, kalau aku ingin tambah sup ayam ini." Ucap batin Leonathan sontak pipinya sedikit merona.
"Terima kasih." Ucap Leonathan kembali dingin.
"Dia benar benar lucu, aku ingin sekali melahapnya. Terlihat dari wajahnya tadi, kalau dia menyukai sup ini dan mau tambah. Tapi dia malu untuk memintanya." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Oh ya tuan Leo, besok ada acara lelangan, dan apa kamu akan datang. Kamu kan bisa melihat istri kamu yang cantik ini?." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Lihat besok saja, karena aku sangat sibuk. Dan tidak punya banyak waktu luang." Jawab Leonathan dengan wajah dinginnya itu.
"Bing bisa menemani mami. Apa mami mau aku temani?." Tanya baby Bing sat set duluan dengan Luciana.
"Hahahah, kamu ada ada saja sayang. Kamu harus fokus ke pelajaran kamu dulu sayang. Jadi Bing tidak boleh ikut mami dulu. Okey." Jawab Luciana mengelus rambutnya.
"Baiklah mi, asalkan ada mami, aku sudah bahagia deh mi." Tersenyum bahagia baby Bing.
Selesai makan, Bing dan Luciana langsung masuk ke kamar baby Bing. Dan Leonathan masuk ke kamarnya juga dengan sendirian.
Di kamar baby Bing. "Mami, apa mami bisa menyanyikanku lagu tidur yang bisa menidurkan Bing?." Tanyanya manja dengan Luciana.
Merekapun langsung berbaring, dan baby Bing mendekat ke badan Luciana. "Baiklah, mami akan menyanyikan lagu tidur untuk kamu sayang. Semoga kamu suka dengan lagu mami." Jawab Luciana menepuk nepuk kepala baby Bing dengan lembut, dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul twinkel twinkel.
" Mami, apa mami benar benar mencintai papi. Apa mami tidak mencintai Bing?." Tanya baby Bing.
"Tentu saja mami sangat menyayangi kamu sayang. Bahkan mami lebih menyayangi kamu, daripada papi kamu. Karena kamu yang paling menggemaskan sayang." Jawab Luciana mengecup pipi baby Bing.
"Akhirnya mami lebih menyayangi ku daripada papi. Habislah kamu papi, aku akan merebut mami dari kamu, dan akan menikahkannya suatu saat nanti." Ucap batin baby Bing tersenyum tipis.
"Sudahlah sayang, kamu cepat tidur. Biar mami lanjutkan lagu tidurnya." Ucap Luciana kembali menyanyikan lagu tidurnya.
Selang beberapa menit, baby Bing pun sudah tertidur. Dan Luciana pun ikut tertidur karena mengantuk.
Disisi lain, di kamar Leonathan. "Sial, aku tidak bisa tidur, karena membayangkan Luciana. Apa aku mulai mempunyai rasa kepadanya, tidak boleh itu." Ucap Leonathan yang sedang berbaring, sambil meletakkan tangan kanannya di dahinya.
"Sudah dari tadi aku berusaha untuk menutup kedua mataku, untuk tidur. Tapi tetap saja tidak bisa. Aku harus mengecek mereka berdua." Ujar Leonathan langsung menuju kamar baby Bing.
Sesampainya, Leonathan membuka pintunya secara diam diam. Dan saat Leonathan masuk ke dalam, ia melihat postur tubuh Luciana yang begitu indah ketika tidur. Sontak Leonathan memalingkan wajahnya.
"Kenapa bentuk tubuh nya seperti itu saat tidur. Sudah seperti menggoda saja. Dia benar benar seksi. Astaga, pikiran apa ini." Ucap batin Leonathan melirik kembali Luciana dan keadaan wajahnya yang sedikit memerah kembali.
"Ehm, jangan tinggalin aku sayang. Kamu jangan pergi." Mengigo Luciana.
"Kenapa dia, dan siapa yang dia maksud jangan pergi." Ucap Leonathan duduk disamping Luciana yang masih tidur.
Tiba tiba saja Luciana memeluk pinggang Leonathan, dan seketika itu juga Leonathan kaget. "Kenapa anak ini tiba tiba memelukku. Tapi kalau di lihat lihat, saat dia tidur, dia begitu menggemaskan." Ucap batin Leonathan merapikan rambut Luciana yang menutupi matanya.
"Dia hanya sebatas istri kontrak. Aku tidak boleh jatuh cinta dengannya." Ucap batin Leonathan langsung kembali ke kamarnya.
Pagi harinya pun tiba, dimana baby Bing sudah bangun dan membangunkan Luciana yang masih tidur. "Mami, mami bangun mi. Ini sudah pagi mami." Ucap Bing dengan lembut.
Sontak Luciana langsung membuka matanya dengan perlahan lahan dan melihat baby Bing yang sudah bangun. "Ehm, ini sudah pagi ya sayang. Maafin mami karena mami terlambat bangun. Mami lelah banget." Ucap Luciana langsung duduk, dan mengusap matanya langsung sedikit lengket.
"Tidak apa apa mami, mami kan juga lelah bekerja. Kalau begitu, Bing mau mandi dulu ya mi. Mami bisa mandi juga. Dah mi." Ujar baby Bing langsung mandi dan meninggalkan Luciana di tempat tidur.
Luciana pun langsung turun ke bawah, dan menuju dapur untuk membuat sarapan. Saat ia sampai di meja makan, ternyata sudah ada pelayan yang biasa mengurus dapur.
"Salam nyonya." Ucap pelayan tersebut sambil meletakkan sarapan di atas meja.
"Masak apa kamu?." Tanya Luciana langsung duduk dan meminum air putih.
"Masak gulai ayam, spageti, dan sayur brokoli nyonya." Jawab pelayan tersebut, sambil tersenyum.
"Baguslah, saya tadi terlambat bangun. Jadinya tidak sempat untuk membuat sarapan." Ucap Luciana.
Siang pun tiba, dimana Luciana sudah bersiap siap untuk acara lelangan, dengan ditemani oleh Rose.
Merekapun sudah siap. Luciana mengenakan pakaian yang sangat indah. "Anda benar benar cantik nyonya. Saya sampai terpukau dengan anda." Ucap Rose memujinya.
"Terima kasih banyak Rose. Hahahah, pujianmu membuat saya salting. Kalau begitu, mari kita berangkat sekarang." Ujar Luciana langsung keluar rumah, bersama Rose. Dan mobil sudah di siapkan.
Merekapun berangkat menuju tempat lelangan tersebut. Di perjalanan, Luciana menghubungi teman teman Alvino, satu persatu.
"Halo Amanda," panggil Luciana sambil menyilangkan kakinya.
"Ini kakak Luciana kan. Ada apa kak?." Tanyanya langsung.
"Besok jangan lupa untuk datang ke perusahaan yang aku kirim lokasinya itu. Jangan telat, karena akan aku jadikan model resmi di perusahaan modelku. Kamu paham kan, dan beritahukan kepada teman teman kamu yang kemarin. Yang sudah saya tunjuk kemarin, kamu paham kan." Jawab Luciana dengan jelas.
"Baik kak, saya akan langsung menyampaikannya kepada yang lainnya. Apa ada yang lain kak?." Tanyanya kembali.
"Tidak ada lagi, kalau begitu sampai jumpa besok." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
"Bagaimana nyonya. Apa semua berjalan dengan bagus?." Tanya Rose.
"Semua sudah aman, dan sebentar lagi. Perusahaan yang aku inginkan dari Gita, akan menjadi milikku seutuhnya, dan ia akan bangkrut." Jawab Luciana sambil tersenyum miring.
Merekapun sampai di tempat lelangan, dan mereka langsung masuk ke dalam. Saat di dalam, semua melihat ke arah Luciana, karena penampilan Luciana yang sangat elegan dan indah.
Saat Luciana sudah duduk bersama Rose, datanglah