
Kembali ke Luciana dan Alvino. "Kenapa kakak sangat berubah sekarang?." Tanya Alvino yang menidurkan kepalanya dipaha Luciana.
"Kenapa emangnya kalau kakak berubah. Kan kakak sudah menjadi cantik sekarang." Jawab Luciana bahagia.
"Tapi kan aku sedikit cemas dengan kakak, kalau nanti banyak yang menggoda kakak. Kan padahal aku ini adik kakak." Ucap Alvino langsung duduk dan ngambek.
"Hahahah, kamu begitu menggemaskan ketika ngambek ya sayang." Ucap Luciana kembali mencubit pipi Alvino dengan keras.
"Oh ya, kakak mendapatkan pinjaman dari suami kakak tersayang, dan uang itu akan kakak pakai untuk mengembangkan brand kakak. Apa kamu bisa membantu kakak." Ucap Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Tentu saja aku akan membantu kakak, karena kakak lah yang paling aku sayang. Omong omong, bagaimana dengan brand yang dipegang oleh Gita itu?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tentu akan kakak ambil semuanya dari mereka, karena mereka mencoba main main dengan kakak. Tentu kakak akan ikut main didalam permainan mereka." Jawab Luciana mengedipkan matanya.
"Di masa lalu, aku dan Alvino berusaha untuk merebut semua harta kami. Tapi tetap saja tidak bisa, karena kami berdua tidak punya apa apa, bahkan Alvino putus sekolah, gara gara tidak bisa membayar biaya kuliahnya. Akibat semua uangnya sudah menjadi milik Abiline dan Gita. Di kehidupan yang kedua ini, aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Kalau begitu, apa kamu mau makan bareng dengan kakak. Selagi melepas kerinduan kita berdua." Ujar Luciana.
"Mau banget dong kak, mari kita makan bersama." Jawab Alvino langsung bahagia, dan mereka langsung keluar dengan mobil pribadi milik Leonathan.
Disisi lain. "Ikuti mereka, dan awasi kalau ada pergerakan aneh dari mereka." Perintah Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.
Disisi lain, Luciana dan Alvino sampai di restoran. Dan mereka berdua langsung masuk ke dalam, dan duduk berhadapan.
"Kamu pesanlah yang kamu inginkan, dan soal pembayaran, biar kakak saya yang traktir kamu." Tersenyum Luciana.
"Oke kakak, kan kakak sendiri yang menyuruhnya kan. Tentu akan aku pesan yang banyak, karena aku lapar juga." Ucap Alvino langsung mengambil pelayan restoran tersebut, dan langsung memesan makanan yang banyak.
Setelah Luciana dan Alvino memesan makanan dan minuman mereka, merekapun langsung saling bertatapan.
"Bagaimana dengan kuliah mu disana?." Tanya Luciana memulai obrolan.
"Aman dong kakak, dan aku sangat bahagia disana. Tapi aku tetap saja masih mengingat masa kuliahku disini, dan lagipula aku akan kembali di kuliah yang ada disini. Dan aku juga bisa terus menemani kakak disini." Jawab Alvino dengan bahagia.
"Bagaimana dengan hubunganmu bersama ayah?." Tanya Luciana kembali.
"Ya begitulah kak, dia selaku saja mementingkan hartanya, dan hanya memikirkan soal anak dan istri barunya itu. Pas aku datang kemari kan kak, aku sempat mampir ke rumah, dan ternyata aku langsung diusir oleh ibu tiri tua itu. Untung saja dia wanita, kalau tidak, aku sudah memukulnya." Jawab Alvino kesal kalau membahas soal ayah kandung mereka sendiri.
"Ada hal yang mau kakak lakukan, untuk mempermalukan keluarga baru ayah. Dan tentu kakak akan sangat membutuhkan bantuan kamu adikku. Apa kamu mau membantu kakak?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Soal itu