
Kembali ke Luciana, di mana Luciana menghitung mundur, untuk mengupload video tersebut.
"Satu, dua, tigaaaa" langsung mengupload video tersebut di sosial media.
"Lihatlah sepuas kalian dan jangan lupa dengan komentar pedasnya. Hahahah" tertawa puas Luciana dan melihat kembali video yang ia upload.
Tidak lama kemudian, hanya dalam 1 menit, video yang diupload Luciana langsung viral dan begitu banyak komentar yang muncul di video tersebut, "wow, baru 1 menit, video ini sudah viral dan langsung banyak komentar yang muncul. Aku harus melihatnya nih" melihat komentar dari video tersebut.
Komentar yang ditunjukkan ialah, netizen yang menghina Gita habis-habisan, bersama Ibu kandung Gita, "beraninya mereka memukul seorang wanita yang begitu kharisma dan memiliki suami yang sangat ditakutkan oleh semua orang di kota ini, karena kekayaannya. Parah sih, aku ikutan kesel" komentar dari beberapa netizen.
"Kalau aku, sudah aku tampar mereka berdua dengan besi. Tidak bisa didiamkan, aku sebagai fans nona Luciana, harus demo, atas tindakan kekerasan ini" ucap komentar netizen yang mendukung Luciana dan terus menghina Gita dan Ibunya.
"Hahahah, semua orang berpihak kepadaku. Kita lihat saja, siapakah yang akan jadi pemenangnya, kau atau aku Gita" ucap Luciana tertawa puas sambil melihat komentar yang begitu pedas.
Disisi lain, di rumah Ayah kandungnya, "dasar anak dan istri kurang ajar. Beraninya kalian memukuli anakku. Apa kalian sudah gila!" marah Wilson sambil menampar pipi Gita dan Istrinya dengan keras, sampai membuat mereka berdua terjatuh ke lantai.
"Kau tahu dari mana sayang, sampai mengatakan hal seperti itu. Kami sangat menyayangi Luciana seperti anakku sendiri. Kenapa tiba-tiba kau mengatakan hal seperti itu. Apa kau punya buktinya?" tanya Abilene yang tidak lain adalah istri Wilson.
"Kau menanyakan bukti. Dasar payah, kau lihat ini bodoh" menunjukkan video yang diupload oleh Luciana dan Gita bersama Ibunya melihat video tersebut.
Betapa terkejutnya Gita dan Ibunya saat melihat video tersebut. Video tersebut menunjukkan di mana Luciana disiksa oleh Gita dan Abilene dan tidak boleh memberitahukan hal tersebut kepada Ayahnya dan di video tersebut juga, menunjukkan di mana Abilene jujur di kamarnya, saat tidak ada siapapun, kalau ia menikah dengan Wilson, hanya karena uang dan kekayaan lainnya.
"Itu tidak seperti yang kau lihat sayang. Itu semua tipu daya Luciana. Dia benar-benar wanita yang licik. Itu semua tipuan!" tegas Abilene dan kembali berdiri, lalu mendekat ke Wilson.
Namun, Wilson langsung menendang perut Abilene dan Abilene kembali terjatuh dengan kondisi kesakitan, "kenapa kamu menendangku. Aku ini istrimu!" tanya Abilene sambil meneteskan air matanya lalu melotot kepada Wilson.
"Kau sendiri yang membuatku seperti ini. Aku tidak segan untuk membunuhmu, karena kau sudah membuat anakku menderita selama ini, tanpa aku ketahui. Kau bilang, kalau Luciana lah yang melawan dan terus memukulimu, padahal semua itu kebalikannya. Kau mau membuatku membenci anakku sendiri. Hah, dasar payah" kembali menampar pipi Istrinya, sampai hidungnya mengeluarkan darah.
"Ayah, jangan pukuli Ibu lagi. Stop Ayah!" tegas Gita yang begitu kasihan kepada Ibunya dan ia langsung memeluk Ibunya yang kesakitan.
"Kau juga, kenapa kau mencuri gaun berlian anakku. Apa kau tidak cukup dengan kekayaanku. Kau hanya bisa menghabiskan uang saja, tidak seperti Luciana. Dia pandai menata keuangan, sedangkan kau, pandainya menghabiskan uang dan menghaburkan uang saja. Apa kau tidak punya otak?" tanya Ayahnya sambil menekan-nekan kepala Gita dengan keras.
"Aduh, sakit Ayah. Aku membenci anak Ayah itu, aku mau dia mati, aku tidak mau dia terus merasakan kebahagiaan. Seharusnya aku yang menikah dengan Leonathan dan bahagia dengannya. Kenapa semuanya direbut oleh Luciana, dia benar-benar pengganggu dikeluarga ini" jawab Gita yang ikutan menangis dan berkata dengan tegas.
"Matilah kau Wilson!!!" teriak Abilene mengambil sebuah vas besar yang ada disampingnya dan ia langsung berlari menuju Wilson, untuk melemparkannya ke kepala Wilson.
Namun, Wilson dengan sigap langsung menghindar dan apa yang terjadi dengan Abilene. Abilene terjatuh dan kepalanya mengenai ujung meja lancip dan Abilene langsung pingsan, karena pukulan yang begitu keras, sampai kepalanya mengeluarkan darah.
"Ibuuuu!!!" teriak Gita langsung menghampiri Ibunya dan kembali meneteskan air matanya.
"Ibu, bangunlah Ibu, Ibu" ucap Gita membangunkan Ibunya dengan menggoyangkan badan Ibunya.
"Aku tidak bermaksud untuk membuatnya seperti itu" ucap Wilson panik, karena takut ia yang akan menjadi pelaku atas kekerasan Abilene.
Gita langsung berdiri dan menatap wajah Ayahnya, "kau yang harus mati. Aku membencimu" ucap Gita yang mengambil vas yang dipegang Ibunya tadi, dan ia langsung berlari ke arah Ayahnya.
Saat Gita berlari ke arah Ayahnya, untuk melemparkan vas bunga besar tersebut. Tiba-tiba saja ada yang berlari ke arahnya dan menahan tangannya yang memegang vas bunga tersebut.
Sontak Gita langsung menatapnya dan ia adalah Luciana, "jangan sakiti Ayahku" ucap Luciana dan mereka saling bertatapan.
"Hahahah, kau ternyata Luciana. Akhirnya kau datang juga, kenapa kau membuat kami seperti ini. Kenapa?" tanya Gita langsung melemparkan vas bunga tersebut ke sampingnya dan ia menatap Luciana dengan penuh kebencian.
"Kau dan Ibumu salah dan kalian harus masuk penjara. Apa kalian tidak bisa jujur kepada semua orang, kalau kalian orang jahat. Apa kau tidak bisa mengatakan itu saja?" jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Tidak. Kau sudah merebut semua kebahagiaanku. Sejak kau ada, semuanya jadi hancur dan semua kebahagiaan datang kepadamu. Seperti Leonathan, seharusnya dialah yang menjadi suamiku, tapi malah kau yang menjadi istrinya. Kau sudah merebut semua kebahagiaanku. Kau yang harusnya mati, matilah kalian berdua" ucap Gita berlari menuju dapur.
Luciana pun membalikkan badannya dan menatap wajah Ayahnya, "apa Ayah baik-baik saja?" tanya Luciana.
Ayahnya menahan air mata dan ia langsung memeluk Luciana, "maafkan Ayah nak, maafkan Ayah. Ayah tidak tahu, kalau selama ini kamu merasakan penderitaan yang begitu parah, dan tanpa sepengetahuan Ayah. Ayah tidak bisa menjadi Ayah yang baik bagi kamu. Ayah tidak pantas disebut sebagai Ayah" ucap Ayahnya meneteskan air matanya dan terlihat dari wajahnya yang begitu bersalah.
"Aku sudah memaafkan Ayah dari lama. Syukurlah sekarang Ayah sudah tahu semua ini. Akhirnya aku tidak perlu menyimpan semua kebohongan Gita dan Istri tiri Ayah itu. Aku memaafkan Ayah" ucap Luciana yang juga meneteskan air matanya.
Saat mereka sedang berpelukan. Tiba-tiba saja Gita datang menghampiri mereka berdua, sambil membawa sebuah pisau tajam.
"Matilah kau Luciana!" tegas Gita langsung mengarahkan pisau tersebut ke arah Luciana.